September, 2013

now browsing by month

 

Hati – Hati Dalam Berucap

GIMB Foundation

Waduh, kemaren saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga tentang bagaimana berkomunikasi denga efektif kepada stakeholder yang mungkin memiliki pemahaman yang berbeda dengan saya. Perbedaan pemahaman akan suatu pernyataan secara keseluruhan sehingga ditanggapi secara berbeda.

 .
Suatu hal yang disampaikan kepada stakeholder haruslah disesuaikan dengan konsep diri mereka terlebih dahulu. Setiap individu tersebut dipengaruhi oleh persepsi, motivasi, learning, personality dan juga attitude sebagai faktor internal dalam diri mereka sendiri. adapun faktor eskternalnya terdiri dari family, sosial dan lingkungan budaya.
 .
Kedua faktor tersebut mempengaruhi setiap individu dan menetukan bagaimana respon mereka terhadap apa yang disampaikan. Penting sekali untuk disadari akan hal ini untuk mencapai kesamaan pemahaman atas apa yang disampaikan dengan apa yang mereka terima.
 .
Akan tetapi, tetap saja terjadi kesalahpahaman antara komunikator dengan audience terhadap apa yang disampaikan atau dibicarakana. Akibatnya adalah terjadi pertentangan. Hal ini tidak boleh dibiarkan terjadi karena akan berdampak negatif bagi hubungan dengan pendengar kita.
 .
Oleh karena itu, hati-hati dalam berbicara. Tidak hanya bahasa verbal nya saja akan tetapi, juga bahasa non verbal ketika berbicara tersebut. perhatian setiap entrepeneur terhadap komunikasi ini menjadi sangat penting agar pesan yang disampaikan bisa mendukung pencapaian tujuan usaha. Akan bertolak belakang bila tidak mampu melakukan hal ini.
 .
Seringkali entrepeneur “salah ucap” dalam berkomunikasi dengan stakeholder, seprti karyawan, konsumen, supplier dan lain-lain. Diharapkan dengan ucapan yang didukung oleh bahasa non verbal yang tepat, akan menghasilkan komunikasi yang efektif.

Berikan Contoh Langsung

GIMB FoundationDalam membangun kualitas sumberdaya manusia dalam suatu perusahaan, seorang entrepreneur berkewajiban memahami suatu konsep yang sangat mendasar yaitu bicara tentang contoh langsung dalam setiap aspek yang dikembangkan pada setiap bagian dalam diri karyawan. Contoh langsung ini sangat berpengaruh pada daya serap apa yang diajarkan.
.
Pengalaman teman saya menunjukkan bagaimana contoh yang mereka berikan itu berpengaruh besar pada bawahan mereka. Aspek kognitif, afektif dan psikomotorik langsung kena dampaknya. Kerasa sekali dampaknya.
.
Kenapa demikian? Saya mencoba melihatnya pada aspek sisi psikologi dari bawahan kita dalam melihat yang diajarkan. Mereka merasa langsung merasakan bahwa atasan mereka juga melakukan hal yang sama. Aspek morale yang dipengaruhi pada setiap bawahan.
.
Aspek ini lebih penting dari aspek lainnya karena moarel tersebut berhubungan dengan confidence, discipline dan juga anthusiasm. Ketiga hal ini didapat pada diri atasan yang memberikan contoh langsung.
.
Contoh langsung juga berpengaruh terhadap panca indera dari bawahan. Pertama, mereka langsung melihat apa yang dilakukan oleh para atasan. Kedua, mereka mendengar apa yang disampaikan oleh atasan. Ketiga, mereka bisa merasakan apa yang dilakukan oleh para atasa.
.
Adapun mencium atau memakannya tentu kuragn tepat. Akan tetapi, hal ini memberikan pengalaman bagi mereka. Itu dulu ya.

I Love Business #27 Bersama Ergi Pemilik ERG Jersey Printing Costumize

GIMB FoundationGIMB FOUNDATION gelar pertemuan ke 27 dengan tajuk I Love Busines (ILB) bertempat di Factory Outlet Antropology Jalan Ir H Juanda Dago No 152 Bandung, Senin ( 23/9/2013). ILB merupakan bentuk program pembinaan, implementasi dari misi GIMB dalam menciptakan Entepreneur muda berbasis pendidikan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap senin malam dengan materi perbulannya berbeda sesuai kurikulum.

Masyarakat saat ini selau berpatok pada modal dana ketika memulai usaha, pemikiran tersebut harus diluruskan, yang paling penting adalah diri pribadi bukan uang, karena kita memiliki potensi akal untuk dikembangkan sehingga menghasilkan pemikiran kreatif penunjang keberhasilan.

” Banyak teman teman di GIMB tidak memiliki modal dana sama sekali tetapi karena kreatifitas dalam berbisnis mereka mampu menjalankan usaha, dengan mencari ivestor berkompeten untuk diajak kerja sama walau cukup sulit namun dengan ketekunan dan keyakinan mereka bisa berhasil, inilah Entepreneur muda selalu memiliki pemikiran baru dalam meraih kesuksesan” Ujar Agus salah satu penanggung jawab di GIMB yang di wawancara saat kegiatan berlangsung.

Dia juga mengatakan, bagi para pemuda harapan bangsa agar jangan takut bermimpi maksimalkan masa muda kalian dengan terus mengasah potensi demi masa depan yang lebih cerah pungkasnya.

Atur Pengeluaran Perusahaan

GIMB FoundationPengeluaran keuangan perusahaan menjadi isu yang sangat penting dalam konteks bisnis. Inilah yang selalu saya tekankan kepada para entrepeneur yang terus belajar bisnis dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan bisnis mereka selain profit, people, planet dan sustainability dalam bisnis tersebut.

Pengeluaran ini harus dikontrol sesuai dengan anggaran yang sudah dibuat dengan tujuan untuk mencapai efisiensi dari setiap rupiah yang sudah dikeluarkan. Efisiensi ini relevan dengan total cost yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tingkat profit yang merupakan selisih dari total revenue dengan total cost.
.
Pengaturan pengeluaran perusahaan ini seringkali dikenal oleh entrepeneur dengan konsep cost control. Pengelolaan keuangan ini, benar-benar sangat penting untuk keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan untuk kedepannya.
.
Pengalaman saya mengelola keuangan perusahaan membutuhkan pemahaman atas bisnis secara komprehensif. Pemahaman ini mengarahkan setiap entrepreneur untuk tetap fokus dan adanya akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan itu. Akuntabilitas ini penting agar setiap keputusan itu memiliki dasar yang kuat. Itulah nantinya yang digunakan untuk pertanggungjawaban dalam bisnis.
.
Selain itu, perlunya konsistensi dalam pengelolaan pengeluaran tersebut. konsistensi ini membutuhkan disiplin yang tinggi agar benar-benar bisa menjadi berkelanjutan dalam setiap harinya. Tidak ada peluang untuk tidak konsisten.
.
Yang terakhir adalah ketegasan terhadap pengeluaran keuangan itu. Ketegasan ini penting karena banyak berhubungan dengan manusia yang memiliki akal dan fikiran, oleh karena itu, ketegasan inilah yang menjadi kunci keberhasilan dalam pengendalian pengeluaran.

Entrepreneur Harus Siap Setiap Saat

preparedSiap… Mungkin kata itu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Siap bos, itu kata-kata yang keluar oleh para pebisnis, konteksnya, semuanya adalah bos dan kudu siap
.
Sebenarnya, sangat mendalam ketika ada ucapan siap ini. Sebagai contoh, kemaren melalui bbm, saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa tentang konsep siap ini. apa itu?
.
Kesiapan perusahaan menghadapi perubahan yang luar biasa dalam suatu bisnis. Perubahan lingkungan bisnis yang selalu saya sampaikan dimana sudah tidak pasti (uncertainty), tidak bisa dikontrol dan juga sudah bersifat turbulens.
.
Kembali yang kemaren, ada keputusan besar yang harus dibuat sehubungan dengan perubahan lingkungan, sementara saya tidak ada di Bandung. Lalu, apa yang harus dilakukan?
.
SIAP… Itu yang ada dibenak. Kesiapan perusahaan untuk menangkap peluang dan meminimalkan ancaman dari setiap perubahan lingkungan. Ini harus menjadi key word bagi setiap entrepreneur. Kenapa demikian?
.
Saya teringat dengan konsep resources atau sumber daya yang dimiliki oleh pebisnis yaitu minute atau waktu. Hal ini sangat relevan dengan apa yang ada kemaren, waktu itu adalah resources yang paling berharga bagi entrepreneur karena waktu tidak bisa dibeli.
.
Inilah yang harus menjadi perhatian setiap entrepreneur. Kesiapan dalam menghadapi setiap perubahan lingkungan. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Belajar dan pahami perubahan lingkungan. Itu yang paling dasar. Kedua, bisa memprediksi perubahan lingkungan.
.
Pengalaman kemaren benar-benar berarti. Jadi siap ya dengan perubahan lingkungan dan memaksimalkan peluang dan meminimalkan ancaman sesuai kekuatan perusahaan. Itu dulu, sukses ya hari ini

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.