November, 2013

now browsing by month

 

Rapat Pengurus GIMB foundation, 24 nov 2013

web - rapat pengurus GIMBPada Hari Minggu, 24 November 2013, dilakukan rapat manajemen GIMB Foundation yang memang sudah dijadwalkan sekali seminggu untuk membahas capaian yang sudah diraih oleh manajemen dan juga rencana seminggu kedepan.
Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan agar manajemen terus berjalan secara rutin dan tidak terjadi gap antara apa yang sudah dilakukan dengan target yang hendak dicapai. Tentu ada gap atau kesenjangan yang terjadi sehingga harus dilakukan perbaikan terus menerus serta membuat action atas rencana yang sudah dilakukan.
Bahasan kemarin sangat penting karena aktivitas di GIMB Foundation sendiri yang sudah semakin banyak dan semakin variatif dan melibatkan banyak stakeholder yang sudah membuat kerjasama dengan GIMB Foundation.
Kegiatan ini juga memberikan gambaran kepada para binaan bahwa memang GIMB Foundation sebagai sebuah organisasi dituntut untuk bisa terus melakukan perbaikan agar dapat mencapai visi yang sudah ditetapkan  berupa to be the most trusted foundation to create a successful young entrepreneur.
Oleh karena itu, kegiatan rapat mingguan sudah menjadi aktivitas rutin yang tidak boleh ditinggalkan dan menjadi salah satu key success factor bagi GIMB Foundation untuk saat ini dan yang akan datang. Sukses buat kita semua.

Terus Ciptakan Superior Value Untuk Konsumen

web-superior valueBerbagi cerita dengan para konsumen dimana pendidikan adalah core business nya, mendapatkan pelajaran yang luar biasa untuk pengembangan bisnis. Pelajaran yang paling penting itu adalah bagaimana memberikan value bagi konsumen.
Tadi siang, waktu jalan-jalan dengan anak-anak, didapatkan bagaimana perusahaan yang bergerak di bidang ritel, benar-benar concern pada aspek value bagi konsumen. Meskipun mereka tidak dibisnis pendidikan, tetapi value menjadi tujuan akhir mereka.
Apalagi bagi pendidikan dimana sifatnya benar-benar intangible. Itu menjadi core nya malah, dimana output nya tidak dapat dilihat atau bersifat intangible. Ini penting bagi entrepreneur.
Lalu, apa yang menjadi pelajarannya? Bagaiamana membuat superior value bagi konsumen dibandingkan dengan pesaing berikan kepada konsumen. Penting ini dimiliki oleh para entrepreneur agar bisa mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage).
Value yang lebih unggul tersebut adalah bagaimana benefit harus lebih besar daripada cost yang dikeluarkan oleh konsumen. Ini yang dicari oleh konsumen. Mereka mencari value yang paling menguntungkan.
Sekarang, mari kita lebih fokus pada nilai yang diterima oleh konsumen dan membandingkan dengan yang bisa kita berikan. Kuncinya kita harus lebih baik daripada pesaing. Sukses buat kita hari ini.

Konsisten Dengan Proses Bisnis

web-konsistenHari ini, membuat saya semakin paham bagaimana tugas seorang entrepreneur itu dalam memanfaatkan proses bisnis untuk mencapai keunggulan bersaing atau competitive advantage. Proses bisnis yang menjadi clue agar bisnis itu unggul.

Proses bisnis itu berhubungan langsung dengan total revenue dan total cost dalam perusahaan. Kenapa demikian? Jelas sekali perannya sangat stratejik.

Kalau hubungannya total revenue, kualitas produk, delivery time, inilah relevansinya. Itu dihasilkan oleh proses bisnis yang benar dan sesuai dengan standar yang sudah di tetapkan.

Adapun hubungannya dengan cost adalah bagaimana meminimalisir biaya (cost reduction) berupa biaya yang bisa ditekan dari tingkat kesalahan selama proses bisnis yang berjalan.

Oleh karena itu, proses bisnis harus dikontrol oleh para entrepreneur dalam berbisnis. Tidak cukup hanya dengan revenue, tetapi juga cost control melalui operation. Sukses buat kita semua

Membuat Visi Perusahaan

web - visi perusahaanSatu pelajaran yang harus diambil oleh para entrepreneur untuk sukses yatiu bagaimana membuat visi perusahaan. Pelajaran kemarin dalam kelas GIMB Entrepreneur school yang diberikan benar-benar memberikan pemaknaan yang mendalam bagi setiap entrepreneur sebelum mereka menjalankan bisnis tersebut.
Berbicara tentang visi perusahaan, ini seringkali dibuat asal-asalan oleh para entrepreneur sehingga terkesan bagus di tulisan, akan tetapi menjadi susah untuk dicapai. Tinggallah apa yang ditulis menjadi sia-sia dan tidak bermakna. Inilah temuan yang sering terjadi diantara para entrepreneur. Bahkan banyak perusahaan skala kecil, menengah serta besar pun yang melakukan hal yang sama.
Sangat disayangkan ketika entrepreneur belum membuat visi yang kuat dan jelas bagi usaha mereka. Usaha yang sudah dijalankan tidak terarah dan terkesan nabrak sana, nabrak sini dan membuat tidak baik untuk usaha jangka panjangnya.
Berbicara tentang visi, merupakan mimpi yang hendak dicapai oleh para entrepreneur untuk jangka panjang, dan bagi entrepreneur di GIMB Entrepreneur School, ditetapkan 10 tahun yang akan datang. Mimpi inilah yang harus dibuat oleh para entrepreneur.
Untuk mimpi tidak asal asalan, perlu mempertimbangkan beberapa hal, pertama adalah, melihat potensi diri para entrepreneur. Apa potensi yang ada sehubungan dengan visi tersebut. Tentu jelas kalau bisnis, potensi yang berhubungan dengan bisnis. Kedua adalah minat terhadap kegiatan atau bisnis yang ada dalam visi tersebut. Hal ini penting karena dengan minat, semuanya Insya Allah akan menjadi lebih mudah dalam menjalaninya.
Ketiga, kondisi internal perusahaan yang terdiri dari finance, marketing, operation, human resource, corporate culture. ini akan menjadi kekuatan untuk membuat visi tersebut. Keempat, peluang yang ada di lingkungan bisnis. Hal ini berhubungan dengan peluang yang ada untuk dicapai. Tidak mudah, untuk menganalisis ini, akan tetapi, harus dilakukan.
Sekarang, tentu buat seorang entrepreneur mulai memikirkan visi perusahaan mereka agar menjadi panduan dalam berbisnis. Ditengah perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat, visi perusahaan menjadi tool yang tetap membuat entrepreneur fokus dengan bisnis mereka. Sukses buat kita hari ini.

Benchmarking dan Entrepreneurship

web - benchamarkMata kuliah yang paling disenangi adalah berhubungan dengan entrepreneurship dan memang sudah menjadi mata kuliah yang harus dibina. Senangnya ini juga relevan dengan apa yang dipelajari di program DMB dimana konsep CSR mampu menghubungkan antara perusahaan besar dengan usaha mikro, kecil dan menengah yang memang banyak dimiliki oleh para entrepreneur.
Salah satu pengetahuan yang paling penting bagi setiap entrepreneur dalam mengembangkan bisnis adalah konsep benchmarking. Mungkin sudah sering didengar atau dipelajari oleh banyak orang, akan tetapi, belum dilaksanakan dengan baik.
Dalam pembelajaran di kelas, konsep ini seringkali digunakan untuk membuat pemahaman yang lebih baik untuk para mahasiswa tentang entrepreneurship. Konsep yang diajarkan dikelas, berupa teori-teori yang berhubungan dengan entrepreneurship, bisnis dan lingkungan bisnis dan manajemen yang digunakan oleh para entrepreneur.
Konsep dan teori yang diajarkan tersebut tidak cukup bagi para entrepreneur bila diimplementasikan dalam bisnis mereka. Jelas sekali, bahwa entrepreneurship dalam menjalankan bisnis mereka itu lebih banyak menggunakan seni atau art. Kondisi ini menuntut setiap entrepreneur harus benar-benar kreatif dan inovatif mengingat perubahan lingkungan begitu cepat.
Pilihan melakukan benchmarking ini menjadi penting. Benchmarking merupakan aktivitas melihat objek lain yang sejenis dengan objek yang ingin dibandingkan. Dalam konteks entrepreneur, mereka dituntut untuk jeli melihat pesaing yang sejenis dengan bisnis mereka.
Beberapa poin yang menjadi isu untuk dibandingkan oleh para entrepreneur adalah visi, misi, tujuan, strategi, policy, program keuangan, pemasaran, proses bisnis, sumber daya manusia dan teknologi informasi. Salah satu yang paling penting dari pesaing adalah budaya perusahaan atau corporate culture.
Aspek-aspek ini penting bagi para entrepreneur dalam menjalankan bisnis mereka. Perkembangan bisnis entrepreneur sangat ditentukan oleh konsep yang digunakan tersebut. Dengan melakukan benchmarking, banyak hal yang bisa dipelajari dan didapatkan oleh entrepreneur. Inilah pelajaran yang didapat dari kelas yang diikuti kemarin.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.