March, 2015

now browsing by month

 

NUBIZ 12 MARET 2015: INDUSTRI KREATIF BROADCAST

unduhan (1)
Salah satu bahasan dalam program Nubiz minggu lalu adalah tentang persiapan gelar 1000 produk Wirausaha baru jawa barat yang memang diselenggarakan oleh Dinas UMKM Jawa Barat bersama dengan GIMB Foundation dan juga Bandung TV. Kegiatan yang berlangsung satu hari itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menjadi entrepreneur.
Hal ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah Jawa Barat ditengah tingginya bonus demografi yang ditunjukkan oleh semakin meningkatkan jumlah anak muda yang notabene adalah penduduk Jawa Barat. Mereka tesebar di 27 Kota Kabupaten yang ada di Jawa Barat dan tentu akan menjadi beban pemerintah kalau tidak di persiapkan menjadi entrepreneur dengan baik.
Salah satu program yang menjadi unggulan dalam acara ini adalah pemecahan rekor MURI dengan pilihan host terbanyak yaitu 70 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan berkontribusi dalam pemecahan rekor ini. Tentu tidak muda untuk mendapatkan orang sebanyak itu untuk bisa berpartisipasi dalam acara yang termasuk besar di Jawa Barat.
Hal ini berhubungan dengan bagaimana salah satu industri yang relevan dengan mereka yaitu broadcast yang pastinya sudah tidak asing lagi di benak anak muda dan pelaku industry di Kota Bandung. Sebagai kota Bandung yang lebih dikenal dengan kota Kreatif, broadcast bisa menjadi pilihan hidup yang akan membuat banyak perubahan dalam hidup mereka.
Inilah yang perlu mendapatkan perhatian entrepreneur dalam memilih bisnis. Tidak semua bisnsi itu adalah bisnsi yang harus membuat produk berupa barang ataupun jasa yang pastinya membutuhkan biaya  yang tidak sedikit. Hal ini akan menjadi tantangan yang luar biasa bagi setiap entrepreneur agar bisa memulai bisnis. Sementara mereka memiliki keterbatasan dalam bisnis.
Inilah yang menjadi pesan dalam acara ini bagaimana entrepreneur mulai peduli dengan potensi diri, khususnya dalah bidang broad casting yang dimiliki oleh mereka. Mereka hadir untuk unjuk kebolehan dengan menjadi host dan setiao orang berkesempatan untuk sukses dengan host ini.
So, sudah waktunya industry kreatif menjadi salah satu pilihan bisnis entrepreneur karena berhubungan dengan potensi diri dan passion yang mereka miliki saat ini.
TUlisan ada di www.nubizontv.com

Oleh

PRODUCT DIFFERENTIATION

belbiz
Mungkin, inilah yang menjadi dasar setiap entrepreneur untuk mulai memperhatikan bagaimana bisnis mereka bisa menjadi besar ketika semakin ketatnya tingkat persaingan dalam bisnis. Tidak bisa strategi yang asal-asalan untuk menghadi persaingan agar tetap bisa unggul dan mencapai tujuan bisnis yang sudah direncanakan di awal tahun oleh setiap entrepreneur.
Strategi yang memang harus dipegang oleh setiap entrepreneur dan bersifat generic adalah strategi differensiasi dimana bisnis mereka harus berbeda dalam menghasilkan produk kepada konsumen. Perbedaan dari konteks produk menjadi dasar untuk bisa memberikan value yang superior kepada konsumen sehingga mereka akan merasakan lebih dari setiap hal yang diberikan kepada mereka.

Differensiasi untuk produk ini memang menjadi pegagangan untuk setiap entrepreneur dalam berbisnis. Ketika produk dibedakan dengan yang diberikan pesaing, tentu akan menjadi pilihan untuk dibeli dan bisa jadi akan menjadi dasar untuk branding kepada calon konsumen. Aspek ini bisa menjadi message yang ampuh ketika banyak pesaing menawarkan hal yang sama.
Namun demikian, differensasi yang diberikan kepada konsumen tentu tetap memperhatikan beberapa hal yang pastinya sangat bermanfaat bagi entrepreneur. Pertama adalah tetap berbasis kepada need, want dan demand setiap konsumen. Hal ini penting karena memang pada akhirnya berujung kepada konsumen yang menjadi target market setiap entrepreneur dalam berbisnis.
Ketiga konsep di atas, need, want dan demand harus menjadi parhatian setiap entrepreneur agar mereka bisa langsung memilih produk yang sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan inginkan serta sesuai dengan daya belinya. Jangan sampai menawarkan produk yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen.
 Kedua adalah bagaimana dengan pesaing? Hal ini perlu menjadi perhatian dan rujukan setiap entrepreneur ketika mereka akan membuat sesuatu yang unggul di benak konsumen. Tetap pesaing harus menjadi perhatian agar terlihat keunggulan produk itu sendiri. Jangan merasa apa yang dibuat itu sudah lebih baik meskipun dibutuhkan oleh konsumen.
Inilah yang menjadi salah satu pelajaran dalam program Belbiz minggu lalu tentan konsep dan strategi pemasaran untuk bisnis yang mash berada dalam fase start up.
Tulisan ada di www.belbizonradio.com

Oleh

DESAIN PENGEMBANGAN GIMBERS….

unduhan (1)

Rasanya, hal ini perlu dilakukan perenungan karena sudah mau tiga tahun GIMB menunjukkan aktivitas kepada stakeholder yang notabene adalah pihak-pihak yang sangat berkepentingan terhadap pengembangan entrepreneur sukses di Indonesia. Aktivitas yang selama ini sudah memberikan value bagi banyak orang, akan tetapi, tetap perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan secara terus menerus agar tetap menghasilkan entrepreneur berbasis pengetahuan yang jelas mampu membuat bisnis mereka tumbuh dan berkembang.

Salah satu hal mendasar dalam bisnis itu adalah bagaimana pengembangan bisnis setiap GIMBers bisa menjadi semakin efektif dan efisien. Desain yang menuntut bagaimana setiap stakeholders dalam pengembangan entrepreneur bisa masuk dalam setiap aktivitas tersebut dan mampu memberikan kontribusi optimal untuk mereka masing-masing selama pengembangan bisnis entrepreneur dilakukan oleh GIMB Foundation.

Desain ini menyangkut beberapa hal yang pastinya perlu disinergikan untuk mencapai hasil yang optimal. Pertama, bagaimana setiap entrepreneur mendapatkan kontribusi optimal dari stakeholder yang relevan dengan bisnis mereka. Stakeholders yang paling penting bagi entrepreneur adalah para akademisi yang memiliki konsep dan teori yang kuat dalam pengembangan entrepeneurship.

Mereka perlu dioptimasi secara optimal sehingga entrepreneur mendapatkan sharing pengetahuan bisnis dan manajemen secara optimal melalui diskusi dan sharing setiap saat ketika mereka membutuhkan para akademisi. Oleh karena itu, perlu di link kan lagi dengan pihak kampus yang setiap saat melakukan penelitian yang relevan dengan fakta di lapangan bisnis itu sendiri.

Kontribusi yang sangat penting adalah pelaku bisnis yang memiliki program CSR dan PKBL yang pastinya sudah diarahkan untuk memberikan pelatihan, pembinaan dan pendampingan serta kredit untuk pendanaan bisnis entrepreneur. Fasilitas ini harus dimanfaatkan dan disinergikan dengan program yang ada di GIMB Foundation.

Kontribusi lainnya adalah pemerintah yang sejatinya menjadi stakeholder kunci untuk menjaga bisnis bisa tetap eksis ketika lingkungan bisnis lainnya dalam kondisi bermasalah. Apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini dimana ekonomi yang ditandai oleh nilai rupiah yang melemah terhadap dolar dan juga kenaikan BBM serta inflasi yang tinggi. Tidak bisa dipungkiri pemerintah bisa bertahan menghadapi masalah ini.

Kontribusi komunitas perlu mendapatkan perhatian lebih karena mereka itu memiliki kepentingan yang sama dalam berbisnis sehingga hal ini bisa dijadikan sebagai fondasi untuk mencapai kesuksesan. Fondasi yang harus dimanfaatkan untuk kesamaan cara pandang, kesamaan untuk berbagi dan bahkan saling membantu untuk mengembangkan bisnis berupa transaksi bisnis.

Demikian juga dengan perbankan yang akan sangat penting ketika entrepreneur bermaksud untuk mengembangkan bisnis. Perbankan itu akan membantu entrepreneur dalam mengelola bisnis dan mendapatkan pendanaan yang bisa dimanfaatkan untuk bisnis itu kedepan. Tidak bisa dipungkiri bahwa perbankan itu harus dimanfaatkan oleh setiap entrepreneur untuk bisnis mereka.

Oleh Meriza Hendri

NUBIZ GOES TO WIDYATAMA

unduhan (1)
“Kembangkan bakat menjadi entrepreneur sejak mahasiswa” demikianlah judul Nubiz goes to widyatama minggu lalu yang memang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen serta structural di kampus ini. Kegiatan Nubiz ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Be Young Entrepeneur Event yang diselenggarakan oleh Fakulitas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama Bandung. Luar biasa kegiatan yang diselenggarakan pada hari Rabu, 25 Februari 2015 yang lalu.
Nubiz ini menghadirkan dua orang mahasiswa Universitas Widyatama Bandung yang selain berstatus sebagai mahasiswa, tetapi mereka adalah pebisnis atau entrepreneur yang sudah menjalankan bisnis beberapa waktu lalu. Berbisnis kuliner, itulah pilihan yang mereka ambil dan pastinya memberikan value bagi diri sendiri.
Meriza mengawali Nubiz dengan memberikan fenomenan saat ini dimana mahasiswa memang didorong untuk menjadi entrepreneur sukses dan bukannya sebagai job seeker seperti yang selama ini terjadi. “Hal ini sudah diterapkan sejak mereka menjadi mahasiswa pada tingkat pertama dengan dikenalkan kepada bisnis dan manajemen yang sejatinya menjadi mata kuliah pokok” kata nya.  Ini terjadi di Universitas Widyatama, tambahnya.
Untuk memperlihatkan bagaimana perkembangan pembelajaran entrepeneurship di Universitas Widyatama, dihadirkan Purwo dan galih yang memang mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen yang berbisnis dimasa mereka menjadi mahasiswa. Purwo adalah pebisnis yang memilih Roti bakar sebagai bisnisnya. “Saya memulai bisnis ini sebagai sebuah hobi dan melakukannya dengan beberapa teman yang seide dengan saya” kata purwo.
Lain lagi dengan Galih yang memilih bisnis keripik singkong yang pastinya sudah menjadi konsumsi sehari-hari dibenak masyarakat Indonesia. “saya memberikan value khusus kepada keripik ini sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal dan menjadi pilihan yang utama untuk mereka menjalankan bisnis” kata galih.

 

Banyak inspirasi yang didapat dari dua sumber inspirasi ini dan mereka mendapatkan pengetahuan dari kampus. Ditambah lagi oleh siti Komariah, ka prodi Manajemen S1 Universitas Widyatama yang menyatakan bahwa kampus ini terus berkomitmen mendukung mahasiswa untuk menjadi entrepreneur.
Tulisan ada di www.nubizontv.com

Oleh 

NUBIZ SPECIAL PERSIAPAN GELAR 1000 PRODUK WUB

nubiz 6 maret

Nubiz minggu lalu menghadirkan narasumber yang berhubungan dengan acara gelar 1000 produk wirausaha baru Jawa Barat yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu 14 Maret 2015 di pelataran parker Gedung Sate. Kegiatan yang merupakan satu tahun kegiatan pencetakan 100.000 wirausaha baru Jawa Barat yang sudah dilaunching pada tahun lalu oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat di Sabuga Bandung.

“Tepat satu tahun ini, semacam pembuktian kepada masyarakat”, kata Deni Rahayu, Kepala Balatkop UMKM Jawa Barat yang memang menjadi wakil coordinator untuk program pencetakan wirausaha baru Jawa Barat ini. Setelah satu tahun, masyarakat perlu mengetahui perkembangan dari program tersebut sehingga akuntabilitasnya terlihat. Produk-produk wirausaha yang berasal dari berbagai stakeholder yang peduli dengan entrepreneurship ditampilkan.

“semua peserta berasal dari 11 Organisasi Perangkat Daerah, perbankan khususnya Bank BJB, kampus dan juga perusahaan serta komunitas, termasuk GIMB Foundation” kata Uchie, dari Balatkop UMKM Jawa Barat. Mereka akan menampilkan produk-produk yang berasal dari berbagai jenis industri kepada pengunjung.

“Bandung TV juga memberikan konsep acara berupa Bentang Parahyangan” kata Herdi yang menjadi creative producer dalam acara ini. Gelar ini akan menjadi momentum juga bagi Bandung TV dalam memperlihatkan program yang sudah mencapai tampilan yang memang focus kepada budaya sunda. Akan banyak hadir penyani dan penari Sunda dalam acara ini sehingga akan membuat acara gelar 1000 produk WUB ini semakin meriah.

Adam, sebagai ketua panitia menjelaskan bagaimana tujuan dari acara ini dan mengajak masyarakat Jawa Barat untuk hadir di acara ini karena akan banyak peluang bisnis yang bias dimanfaatkan dengan baik. Inilah Nubiz minggu lalu dan memberikan value bagi pemerintah, akademisi, GIMB Foundation, Bandung TV serta stakeholder lainnya.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.