June, 2015

now browsing by month

 

BERFIKIR STRATEJIK DAN ENTREPRENEUR SUKSES

Meriza-Hendri1-150x150
Seringkali orang bertanya kepada saya ketika memberikan sharing berupa pelatihan ataupun ceramah, baik di off air, radio ataupun TV, kenapa seorang entrepreneur itu harus berfikir stratejik, kang Meriza? Pertanyaan yang seringkali disampaikan kepada saya dan membuat saya bertanya, kenapa orang harus bertanya seperti itu?
Pertanyaannya sangat sederhana karena memang berhubungan dengan bisnis yang sudah dipilih oleh para entrepreneur. Kenapa mereka belum menyadari akan hal ini? Padahal, pemahaman akan konsep berfikir stratejik ini sangat penting untuk membuat bisnis para entepreneur bisa mencapai tujuan seperti yang direncanakan.
Saya tidak mencoba untuk berteori dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan tersebut. karena setiap orang pasti memiliki jawaban dan pandangan. Saya mencoba menjawabnya dari pengetahuan dan pengalaman selama membina entrepreneur, baik dikampus maupun di GIMB Entrepreneur dan juga di HIPMI serta berbagai daerah seperti di Jambi, samosir, Makasar, Jogyakarta dan lanin-lain.
Permasalahan ini timbul karena entrepreneur banyak yang berlatar belakang pendidikan bukan bisnis dan manajemen dan ini wajar karena tidak ada batasan yang menyatakan bahwa setiap entrepreneur harus berasal dari lulusan manajemen dan bisnis. Selain itu, konsep ini memang masih rada asing ditelinga dan aplikasikasinya bagaimana dalam konteks bisnis yang dijalankan oleh setiap entrepreneur.
Namun demikian, setiap entrepreneur sudah memilih jalan yang mungkin berbeda dengan jalan pendidikan mereka. Jalan tersebut adalah bisnis dan suka tidak suka, bisnis tersebut sangat erat hubungannya dengan ilmu manajemen. Inilah yang perlu dipahami oleh setiap entrepreneur dalam membuat bisnis mereka bisa tumbuh dan berkembang untuk jangka panjang.
Dalam konteks bisnis dan mananjemen, berfikir stratejik menjadi salah satu hal yang penting dan mendasar agar entrepreneur bisa mengoptimalkan kekuatan dan meminimalisir kelemahan serta memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang datang dari lingkungan eksternal, baik mikro, makro maupun global. Inilah faktor yang paling mempengaruhi bisnis setiap entrepreneur saat ini dan yang akan datang.
Berfikir stratejik adalah bagaimana setiap entrepreneur bisa terus menganalisis lingkungan internal dan eksternal bisnisnya dalam membuat setiap keputusan bisnis yang akan diambil. Tidak bisa lagi lingkungan bisnis itu dianggap sebagai ceteris paribus, yang tidak berubah dan tidak berpengaruh terhadap bisnis mereka.
Pengetahuan tentang bagaimana berfikir stratejik ini menjadi penting diberikan kepada setiap entrepreneur. Jelas dengan keterbatasan pengetahuan tadi, membuat entrepreneur membutuhkan knowledge dan skill bagaimana berfikir stratejik tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran dan sharing tentang berfikir stratejik ini perlu diberikan kepada mereka.
Hal ini bisa diawali dengan membuat analisis lingkungan internal dan eksternal dari setiap bisnis entrepreneur itu sendiri. Mereka perlu disadarkan akan lingkungan tersebut dan bagaimana pengaruh terhadap bisnis. Sensitivity entrepreneur perlu ditingkatkan agar dapat menimbulkan kesadaran dan pengetahuan serta kemampuan dalam berfikir stratejik itu sendiri. learning by doing akan bisa mempercepat pengetahuan, pemahaman, penghayatan dan memanfaatkan berfikir stratejik ini dalam bisnis mereka.

 

Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com

Oleh

ILB TALKSHOW

Coaching 1

ILB Talkshow, yang digelar di Bober Cafe Jl Sumatera No. 5Bandung. Selain menghadirkan Deddy Armiyadi, Owner LaundrySi  Kinclong,  juga  menghadirkan  ibu  muda,  Lucy  Mayasanti,Owner Serba Susu Lembang, sebagai pembicara. Talkshow   yang  rutin  diselenggarakan  oleh  GIMBEntrepreneur School ini dipandu oleh Agus Santoso, salah satufounder  GIMB.  Lucy  mengawali  usahanya  dengan  mengelolapeternakan sapi miliknya. Tak memiliki  bekal  ilmu dan passiondalam bidang peternakan, akhirnya Lucy berusaha keras untukpengembangkannya dalam industri pengolahan berbahan susu.Berangkat  dari  kegemarannya  mengolah  makanan,akhirnya  Master  dalam  Ilmu  Psikologi  ini,  mendirikan  industrirumahan pengolahan susu yang diberi nama Serba Susu. Lucytergerak  untuk  memberikan  nilai  tambah  pada  produk  huluberupa susu sapi menjadi berbagai varian produk olahan kreatifdan berkualitas.Hasilnya, setiap jelang weekend, Serba Susu selalu menjadialternatif  tempat  belanja  para  wisatawan  yang  berkunjung  keLembang. Selain itu, Lucy juga mampu mengoptimalkan produksisusu  dari  beberapa  kelompok  ternak  di  Lembang.  Lucy  punmendapat banyak penghargaan dari pemerintah.Sampai  jumpa di  ILB Talkshow berikutnya.  Salam suksesunggul!

CAMPUS PARTNER STP BANDUNG

Campus Partner - Nur Ambrani Pratenta

Nur  Ambrani  Pratenta,  salah  satu  mahasiswi  Prodi  MBW(Manajemen  Bisnis  Pariwisata),  Sekolah  Tinggi  PariwisataBandung,  mempresentasikan  impian  hidupnya  dalam  bentukMind Mapping.Mind Mapping adalah salah satu metode penulisan kreatifberbasis kombinasi otak kiri dan otak kanan. Dalam sesi BusinessCoaching yang dipandu oleh Agus Santoso, salah satu founderGIMB  Entrepreneur  School,  seluruh  mahasiswa  membuat  petapikirannya masing-masing dalam secarik kertas.Dengan menggunakan  pola  Mind Mapping,  maka  pikirantertantang  untuk  berpikir  divergen  (menyebar),  lebih  terbuka,lebih detail, lebih mudah diingat, lebih mudah dipanggil kembali.Itulah  beberapa kelebihan dari  Mind Mapping yang ditemukanoleh Tony Buzan, seorang ahli otak asal Inggris.Who next? Nantikan seri Campus Partner GIMB berikutnya.Salam sukses unggul!

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.