Attention Saja Tidak Cukup, HU Bisnis Bandung 14 Juni 2013

Attention Saja Tidak Cukup

Aslm Pak Meriza,
Menarik sekali membaca rubrik tanya jawab yang selalu bapak bina dalam koran ini. Menambah pengetahuan saya dalam berbisnis. Kebetulan permasalahan yang bapak ulas dan ditanyakan teman-teman serta relevan dengan bisnis saya pak. Terima kasih.

Saya berbisnis brownies pak. Produk saya memiliki diferensiasi dibanding brownies yang lainnya ya. Produk saya itu Forzen Brownies dan brandnya adalah Kodeloz. Bisnis ini sudah saya jalankan bersama teman saya, Rien, selama dua tahun.

Perjalanan bisnis kami sudah relatif maju. Namun demikian, masih turun naik kinerjanya. Dalam program pemasaran, kami menggunakan berbagai media untuk mempromosikan produk ini. Salah satunya adalah televisi nasional. Beberapa kali kami sudah diliput untuk program-program mereka.

Fenomena yang kami hadapi saat ini agak unik, pak. Setelah tayang televisi, memang terjadi kenaikan permintaan oleh pasar. Kami memenuhinya sesuai dengan permintaan.
Akan tetapi, tidak lama setelah itu, turun lagi. Kami jadi bertanya-tanya, kenapa hal ini bisa terjadi. Mohon masukan dari Bapak untuk mengoptimalkan program pemasaran, khususnya program komunikasi pemasaran kami ini.
Wassalam
Ratu Adelin
Bandung

Wassalamualaikum wr. Wb.
Alhamdulillah dan senang sekali rasanya kalau rubrik tanya jawab di HU Bisnis Bandung ini bisa memberikan manfaat kepada teman-teman Entrepreneur dalam menjalankan usaha. Semoga keberadaan rubrik ini akan terus mampu memberikan value kepada teman-teman

Bisnis kuliner di Bandung adalah salah satu bisnis yang sangat berkembang saat ini dan akibatnya adalah tingkat persaingan saat ini. Oleh karena itu, para entrepreneur dituntut untuk mampu membuat strategi pemasaran yang mampu memberikan value yang optimal bagi perusahaan. Apa itu? Strategi tersebut harus mampu membuat transaksi penjualan, lalu konsumen puas dan loyal pada akhirnya.

Itu adalah tujuan dari program pemasaran dan promosi yang dijalankan oleh setiap entrepreneur. Menyangkut permasalahan promosi yang sudah dijalankan lewat televisi, apalagi televisi nasional, itu adalah langkah yang sangat strategis.

Kita bisa melihat effort yang sangat besar untuk bisa masuk ke liputan TV nasional. Alhamdulillah, kesempatan tersebut sudah bisa didapatkan oleh Adel dan Rien.
Akan tetapi, hal ini belumlah cukup dalam konsep komunikasi pemasaran. Kenapa demikian? Mari kita lihat dari konsep AIDA yang sering digunakan untuk menganalisis efektifitas dari komunikasi pemasaran yang dijalankan oleh para pemasar.

AIDA merupakan singkatan dari Attention, Interest, Desire dan Action. Konsep ini perlu Adel pahami dengan baik. Saya melihat, promosi yang dilakukan melalui TV dan media lainnya baru sampai pada tahap Attention. Dalam konteks ini, liputan tersebut baru sampai bagaimana menarik perhatian produk kita kepada konsumen.

Akan tetapi, hal ini belum cukup untuk membuat transaksi jual beli terjadi. Kita perlu tahu perilaku konsumen dan dalam AIDA ini akan terlihat jelas sampai dimana program promosi kita tersebut. Kita harus meningkatkan kepada interest atau membuat konsumen tertarik akan produk kita.

Tahap ketiga adalah bagaiman membuat mereka memiliki hasrat atau desire untuk membeli. Tahap ini membutuhkan upaya pembuktian kepada konsumen. Barulah masuk ketahap keempat, yaitu action. Dalam tahap ini, konsumen baru akan membeli produk kita.

Jadi, Adel dan Rien harus bisa memahami tahap-tahapan ini dengan baik. Kemudian, diturunkan dalam bentuk program agar konsumen sampai pada action untuk membeli produk kita. Bagaimana membuat komunikasi setelah di TV tersebut ditambah dengan komunikasi langsung seperti tester kepada calon konsumen, agar bisa membuat mereka interest. Kemudian berhasrat untuk membeli dan pada akhirnya membeli produk kita.

BY : Meriza Hendri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>