Archives

now browsing by author

 

FOKUS PADA MINDSET

Semakin hari, semakin banyak saja tantangan setiap wirausaha dalam menjalankan bisnis, khususnya yang berasal dari lingkungan di sekitar mereka. Tantangan yang berhubungan dengan politik, ekonomi, sosial dan budaya serta teknologi yang pada akhirnya menjadi faktor kunci dalam hubungan bisnis setiap entrepreneur dalam konteks konsumen, pesaing, distributor serta center atau supplier bagi produk setiap wirausaha.
Rasanya, tidak ada henti-hentinya perubahan terjadi dalam lingkungan bisnis setiap wirausaha, khususnya lingkungan politik dan ekonomi yang mengalami perubahan begitu cepat dan bahkan berdampak kepada bisnis yang sangat signifikan karena sangat terasa dan kelihatan secara jelas oleh setiap wirausaha. Ekonomi dan politik sangat erat hubungannya dalam bisnis.
Disinilah tuntutan kepada setiap wirausaha untuk mulai fokus dalam mengembangkan dan meningkatkan mindset dalam berbisnis atau entrepreneurial mindset yang sejatinya menjadi sebuah kekuatan dalam diri setiap wirausaha. Bisa dilihat saat ini banyak anak muda yang memilih entrepreneurship sebagai sebuah pilihan hidup dengan beralih pada membangun bisnis, baik sendiri maupun bekerjasama dengan teman-teman mereka.
Pada awalnya, boleh saja menjadi seorang wirausaha dengan modal awal yang memiliki karaktersitik cenderung nekat. Memang itu diperlukan sebagai langkah awal yang harus diambil oleh setiap calon entrepreneur sukses. Akan tetapi, tidak boleh selamanya seperti itu. Adakalanya setiap entrepreneur harus bisa merubah mindset mereka yang awalnya adalah seorang entrepreneur, akan tetapi menjadi seorang manajer.
Mindset itu berhubungan dengan sikap mental mereka dalam menjalankan bisnis dan sangat lekat dengan bagaimana mereka melihat sebuah peluang dari kondisi lingkungan yang begitu cepat perubahannya sehingga bila tidak bisa mengantisipasi perubahan, maka akan berdampak kepada bisnis mereka jangka panjang. Atau malah sebaliknya, sebuah ancaman yang harus diambil sikap agar tidak terjerumus kepada dampak ancaman tersebut.
Mindset ini harus dikembangkan dan diasah dengan melihat kondisi lingkungan bisnis dan juga sejauh mana peluang dan ancaman tersebut berpengaruh kepada bisnis setiap wirausaha. Tidak bisa dipungkiri bahwa hal itu akan selalu dirasakan oleh setiap entrepreneur ketika mereka membangun bisnis untuk saat ini dan  yang akan datang.

 

Mindset itu sangat dinamis dan fokus seseorang untuk menumbuhkembangkan akan sangat menentukan kedepannya. Teruslah mengasah dan mendalami mindset bisnis agar setiap perubahan lingkungan bisnsi yang akan berdampak kepada peluang dan ancaman bisa ambil sikap yang lebih awal dan bermanfaat bagi bisnis. Intinya adalah peluang bisa dioptimasi dan ancaman bisa diminimalisasi… bagaimana dengan anda?… hmm…..
Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com

Oleh

PELATIHAN WUB 2015 DINAS UMKM DIMULAI

cropped-Logo-GIMB-Foundation-Merah.jpg
Minggu ini adalah minggu yang sangat special bagi para wirausaha baru Jawa Barat karena setelah mengikuti riuhnya peringatan Konferensi Asia Afrika yang sudah berlangsung selama kurang lebih satu minggu dan bahkan masih berjalan sampai akhir bulan April 2015, para wirausaha muda Jabar yang sudah mengikuti seleksi program yang sudah digagas oleh Gubernur Ahmad Heryawan sejak tahun 2014. Program yang menjadi salah satu satu program unggulan untuk mencetak wirausaha muda sukses berbasis pengetahuan.
Memang acara peringatan Konferensi Asia Afrika kemaren juga menjadi ajang bagi wirausaha muda untuk mengembangkan bisnis mereka dan secara teknis, terlihat betapa banyaknya wirausaha yang terlibat dalam acara ini sebagai relawan ataupun menjadi bagian dari panitia yang sudah membuat acara tersebut berjalan dengan lancara. Banyak sekali wirausaha yang terlibat dan pelajaran dan pengalaman dari acara ini menjadi sebuah social capital yang tidak bisa diabaikan untuk membangun bisnis menjadi tumbuh dan berkembang.
Sekarang, saatnya wirausaha baru Jabar, khususnya yang sudah mengikuti seleksi pencetakan 100.000 wirausaha baru Jabar tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas UMKM Jabar, untuk mulia mempersiapkan diri dalam program pelatihan yang akan mereka dapatkan selama beberapa hari di Balatkop Dinas UMKM Jabar. Pelatihan yang berupakan bagian dari benefit yang didapatkan oleh setiap wirausaha baru Jabar.
Agar kegiatan ini dapat memberikan value yang optimal bagi wirausaha baru Jabar sehigga mereka mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang benar dalam berbisnis. Pada akhirnya, dapat membuat bisnis mereka mendapatkan profit, memberikan manfaat bagi banyak orang (people), menjaga kelestarian lingkungan alam (planet)  dan berkelanjutan dalam 10 tahun kedepan (sustainability) serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Oleh karena itu, perlu memperhatikan beberapa hal sehingga nantinya 1500 WUB yang dicetak oleh Dinas UMKM dapat mencapai tujuannya. Pertama, perlu mempersiapkan diri setiap calon WUB tersebut tentang apa yang akan mereka lakukan selama pelatihan. Hal ini penting karena mereka akan menjadi actor utama dan bahkan factor penentu untuk keberhasilan pelaksanaan program WUB itu sendiri. Kesamaan persepsi akan memudahkan pencapaian tujuan pelaksanaan WUB.
Kedua, instruktur pelatihan yang memiliki knowledge, skill, attitude serta pengalaman bisnis yang relevan dengan wirausaha. Hal ini penting karena calon WUB itu sudah memiliki komitmen, rencana dan bahkan bisnis itu sendiri. Mereka membutuhkan instruktur yang bisa memberikan sharing pengethauan, pengalaman, sikap dan bahkan tips-tips bisnis yang bisa digunakan oleh wirausaha dalam menghadapi masalah bisnis mereka.
Ketiga, materi yang diberikan juga menjadi factor kunci sukses dalam pelatihan ini. Jangan sampai materi tidak relevan dengan yang dibutuhkan oleh peserta WUB. Oleh karena itu, perlu diberikan materi yang sesuai dengan tingkat bisnis yang sudah dijalankan. Pembagian atas tiga kelompok itu penting dimana ada yang baru berencana untuk menjalankan bisnis, sudah menjalankan bisnis antara 1 – 3 tahun dan sisanya, bisnis yang sudah berjalan antara 3 – 5 tahun. Keseuaian materi menajdi penting.
Keempat, metode pelatihan dan fasilitas yang diperlukan selama pelatihan juga menjadi factor kunci yang perlu disiapkan. Karena, material tidak akan dipahami dengan baik bila tidak didukung oleh metode dan fasilitas sehingga mereka akan lebih mudah mengerti. Berikan contoh, diskusi kelompok, simulasi, pemutaran film, studi kasus adalah beberapa metode yang penting untuk digunakan. Kemudian, laptop, infocus dan lain-lain menjadi penting sebagai fasilitas pendukung.

 

Yang terakhir adalah bagaimana disiapkan evaluasi atas pelatihan yang diberikan,sehingga diketahui perubahan atas pengetahuan, keterampilan serta sikap mereka dalam berbisnis. Inilah yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara pelatihan bagi WUB dan juga peserta WUB dinas UMKM itu sendiri sehingga tujuan bisa tercapai secara efektif dan efisien. Selamat mengikuti pelatihan….
Tulisan ada di Koran Bisnis Bandung

Oleh

CHANGE

agusprofil-150x150

Dunia sangat cepat berubah di satu dekade terakhir ini. Era teknologi informasi menjadi salah satu peletak dasar terjadinya turbulensi peradaban saat ini. Inilah yang sempat diwanti-wanti oleh begawan manajemen, Peter Drucker pada para entrepreneur dengan mengatakan “hati-hati dengan perencanaan!”

  Yup, sehebat-hebatnya perencanaan belum bisa mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal yang sangat tidak menentu. Oleh karena itulah, perencanaan harus dipecah ke dalam beberapa jangka waktu : pendek, menengah, dan panjang. Perubahan perencanaan pada saat tertentu, menjadi sebuah keniscayaan, jika tak ingin terperosok ke dalam jurang ketertinggalan dan kejatuhan.

 Lihatlah Fuji, Nokia, Sony, RIM yang terseok oleh semakin menggilanya perubahan dan persaingan dalam dunia teknologi digital. Lihat pula beberapa perusahaan besar di bidang tekstil, ritel, perbankan, asuransi, jasa angkutan umum yang juga kena imbas derasnya  perubahan. Padahal, dekade sebelumnya mereka sempat berjaya dan bertahta di puncak kesuksesan. Sama sekali tak ada bayangan perusahan-perusahaan besar itu bakal tumbang.

            Inilah kejamnya perubahan. Bagaikan ari bah besar pada masa nabi Nuh a.s. yang bisa melahap siapa saja, orang atau perusahaan yang terdiam stagnan. Di sini berlaku hukum : “diam berarti tergusur, diam berarti hancur!” Maksud saya adalah ketika seseorang tak mempu mempersiapkan masa depan dengan melakukan perubahan, perbaikan, dan peningkatan, maka tunggulah saat kehancurannya.

            Intinya adalah “buatlah kapal perubahan yang bisa membawa kita berada di atas perubahan itu, bukan tenggelam di dalamnya.” Jika seseorang mampu melakukan penyesuaian-penyesuaian, mampu menyerap perubahan, mampu membuat rancangan inovatif dengan ide-ide kreatif, maka dia akan menjadi lokomotif yang justru membawa perubahan dalam hidup.

            Dalam bisnis, perubahan lingkungan eksternal ini menjadi tantangan besar bagi para entrepreneur. Sebentar lagi, era keterbukaan ekonomi di negara-negara ASEAN ditandai dengan ditabuhnya gong MEA pada 31 Desember 2015. Turbulensi bisa jadi akan semakin kencang, jika tidak diantisipasi dari sekarang. Perubahan strategi pun harus disiapkan. Berbagai alternatif pilihan dalam inovasi pun harus dilakukan.

            Belum lagi terjangan deras dari dunia teknologi informasi, khususnya dunia online beserta perangkat kerasnya. Kedashyatannya tak lagi diragukan. Munculnya tren hebat social media, ditambah saat ini tren mobile apps, akan membawa perubahan besar dalam gaya hidup, pola perilaku, dan budaya baru yang terjadi dalam lingkup massal di tengah masyarakata dunia.

            Ke depan bisa jadi, transaksi untuk bidang bisnis yang bisa dilakukan secara online, akan beralih ke genggaman tangan. Meski beberapa bidang bisnis lainnya masih bisa bertahan dan tidak bisa dikonversi ke transaksi online, tapi secara keseluruhan, orang akan lebih memilih menggunakan produk dan cara yang lebih mudah, cepat, dan murah. Semuanya itu ada dalam perubahan teknologi.

 

Salam sukses juara!

Agus Santoso, Founder GIMB | Mahasiswa Magister Manajemen STIE Pasundan Bandung | @agusbipoz | www.gimbers.com

 

 

NB :

- foto ILB dikirim terpisah ya..

————————

 

 

Agus Santoso

GIMB FOUNDATION | GIMB Entrepreneur School
Komplek Grand Surapati Core Blok F10 Lt. 2 Bandung
022-61333669 | 085795553475 | www.agusbipoz.com 

www.gimbfoundation.org | www.gimbentrepreneurschool.com | www.gimbilovebusiness.com | Follow @agusbipoz | Follow @GIMBFoundation

(Untitled)

ISMBEA-2014
Beberapa hari terakhir ini, saya disibukkan dengan pertanyaan dari wirausaha baru yang mendaftar dalam program Pencetakan Wirausaha Baru Jawa Barat untuk tahun kedua yang diselenggarakan oleh Dinas KUMKM Jawa Barat. Program yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas wirausaha di Jawa Barat sebagai bagian dari pencapaian 100.000 wirausaha baru di Jawa Barat yang notabene adalah program pemerintah Jabar.
Salah satu tahapan yang harus dilalui oleh calon peserta adalah mengikuti seleksi yang diselenggarakan oleh dinas UMKM Jabar. Seleksi yang sudah diikuti adalah seleksi administrasi yang diselenggarakan melalui on line dengan mengirimkan data-data dan proposal setiap calon peserta program WUB. Seleksi administrasi ini menentukan apakah mereka akan mengikuti tahapan selanjutnya berupa wawancara atau tidak karena akan menjadi penting.
Apa yang terjadi? Banyak sekali yang miss dalam tahapan ini. Bisa jadi mereka tidak terbiasa dengan system online dan membuat mereka menjadi kaget. Tidak banyak yang bisa mereka lakukan apabila berhubungan dengan system online yang notabene berhubungan dengan internet dank arena kebiasaan yang masih terlihat rendah di penggunaan internet untuk bisnis, membuat banyak calon peserta WUB yang kurang optimal. Pada akhirnya, mereka meminta kebijakan untuk memanfaatkan cara lain sebagai sebuah alternative dalam menghadapi ujian yang akan dihadapi di program ini.
Hal ini mengingatkan saya juga pada acara temu mitra bisnis yang diselenggarakan oleh Community Development Center (CDC) PT Telekomunikasi Indonesia di Pekalongan pada hari Senin yang lalu. Temu mitra bisnis yang bertujuan untuk sharing pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana seorang wirausaha mengurus perizinan kepada pemerintah dengan memiliki badan usaha berupa CV ataupun badan hukum beupa PT. Disela-sela memberikan materi kepada peserta, terlihat bagaimana teman-teman PT Telkom memberikan sharing tentang aturan yang harus diikuti sebagai binaan PT Telkom.
Apa yang terjadi? Terlihat bagaimana mitra binaan harus diberikan sebuah pendidikan untuk bisa mengikuti aturan selama menjadi mitra binaan. Ketika mereka mau mengikuti program-program yang disediakan oleh CDC PT Telkom seperti pameran baik di tingkat local, regional, nasional maupun internasional. Akan tetapi, mereka harus bisa mengikuti aturan yang sudah berlaku di program ini.
Apa yang bisa diambil pelajaran dari hal ini? Saya teringat konsep diri yang dimiliki oleh setiap wirausaha dan salah satunya adalah mereka sangat dipengaruhi oleh persepsi. Hal ini sangat berhubungan dengan bagaimana wirausaha itu perlu diberikan knowledge dan experience yang sangat mempengaruhi persepsi tersebut. Kedua factor ini sangat mempengaruhi persepsi, apalagi persepsi tentang bagaimana setiap wirausaha itu didik untuk mengikuti aturan yang sudah disepakati.
Pengetahuan tentang aturan yang berlaku, seperti kondisi yang dihadapi oleh peserta program wirausaha baru Jabar yang akan mengikuti program WUB dan juga mitra binaan PT Telkom di Pekalongan, perlu diberikan dengan baik sehingga mereka bisa mengetahui apa itu aturan yang akan diterapkan. Pengetahuan ini menjadi dasar untuk bisa masuk ke tingkat selanjutnya yaitu pemahaman. Mereka harus sadar mengapa mereka perlu menjalankan aturan. Tentu ada reward dan punishment dari perusahaan ataupun stakeholders yang menyelenggarakan program ini.
Tidak hanya sampai disitu, perlu memberikan penyadaraan kepada mereka tentang aturan. Hal ini berhubungan dengan manfaat bagi diri mereka sendiri. Kalau tidak menjalankan, akan rugi sendiri. Setelah itu, harus dipantau mereka menjalankan aturan, menjadi kebiasaan, perilaku dan karakter mereka dalam menjalankan aturan. Inilah salah satu aspek yang penting untuk membuat persepsi mereka kuat tentang aturan.

 

Pengalaman juga perlu diberikan kepada wirausaha dalam menjalankan aturan. Menunjukkan wirausaha yang berhasil menjalankan dan benefit yang mereka dapatkan akan memudahkan wirausaha untuk memiliki persepsi yang benar tentang menjalankan aturan. Inilah yang bisa membuat wirausaha Follow the rules selama menjalankan bisni… jangan biasakan mereka mendapatkan kemudahan atau pengecualian untuk menjalankan aturan…….
Tulisan ada di Koran Bisnis Bandung www.bisnisbandung.co.id 

Oleh

HIGH RISK

agusprofil-150x150

Terjun ke dunia bisnis, berarti harus siap menghadapi segala resiko.
Sesungguhnya, dalam setiap pengambilan keputusan, dalam bidang apapun,
pasti ada resikonya. Betul? Begitu pula dalam bisnis. Lantas, kenapa
bisnis selalu identik dengan resiko? Bisa jadi, karena dalam bisnis
ada “pertaruhan” di dalamnya. Yup, “pertaruhan” antara untung atau
rugi.
Pertaruhan yang saya maksud, bisa jadi prosentase untung-ruginya
fifty-fifty, bisa juga 20-80 atau 80-20, dan seterusnya. Seorang
entrepreneur harus mampu mengubah “pertaruhan” itu menjadi peluang
yang memiliki prospek yang baik ke depan. Inilah perbedaan antara
pertaruhan yang berkonotasi perjudian dengan “pertaruhan” yang berarti
optimisme dalam bisnis.
Dalam bisnis memang tak bisa lepas dari ketidakpastian. Selalu ada
faktor-faktor yang tidak bisa dikendalikan tiba-tiba muncul, seperti
bencana alam, resesi ekonomi, perubahan kebijakan, kegaduhan politik,
dll. Di sinilah peran manajemen resiko sangat dibutuhkan oleh para
entrepreneur. Resiko bisa diperhitungkan dan diminimalisir mulai dari
perencanaan yang bersifat preventif hingga penanganan yang bersifat
solutif.
Bagi seorang entrepreneur, ada dua prinsip yang bisa dijadikan
sebagai pedoman dalam menghadapi resiko. Pertama, “hope for the best,
and prepare for the worst”. Prinsip ini sangat penting dalam
menghadapai segala kondisi, sehingga pada saat berhasil dia akan
bersyukur, dan pada saat gagal dia akan bersabar. Dua kekuatan dahsyat
dari kecerdasan emosional ini, harus dimiliki oleh para entrepreneur.
Harapan besar untuk mendapatkan hasil yang terbaik, hasil yang besar,
hasil yang menguntungkan, harus diimbangi dengan sikap siap menghadapi
kenyataan yang berbeda dari harapan. Sebuah kedewasaan sikap yang
menunjukkan kematangan pribadi seseorang. Karena jika hal itu tidak
dimiliki, maka akibatnya adalah terjangkitnya penyakit was-was, cemas,
khawatir, anxiety, stress, depresi, paranoid, dll.
Kedua, “we can’t change the direction of the wind, but we can adjust
the sails”.  Yup, jika resiko kegagalan menghampiri, jangan pernah
menyalahkan keadaan, menyalahkan resiko, menyalahkan orang lain, tapi
carilah cara untuk bisa ke luar dari kegagalan itu. Seorang
entrepreneur, tak akan menyalahkan arah angin, tapi dia mencoba
mengubah arah layar, sehingga bisa tetap mencapai tujuan.
Seorang entrepreneur akan mampu mengambil langkah tepat, fokus pada
pemecahan masalah, fokus mencari solusi, tidak terjebak hanya berkutat
pada permasalahan yang dihadapi. Dengan kemampuan ini, maka segala
resiko apapun akan mampu dihadapi dengan tenang dan terarah. Inilah
kemampuan seorang entrepreneur yang memiliki jiwa kepemimpinan.

Salam sukses juara!
Agus Santoso, Founder GIMB | Mahasiswa Magister Manajemen STIE
Pasundan Bandung | @agusbipoz | agusbipoz.com | www.gimbers.com


Agus Santoso
GIMB FOUNDATION | GIMB Entrepreneur School
Komplek Grand Surapati Core Blok F10 Lt. 2 Bandung
022-61333669 | 085795553475 | www.agusbipoz.com
www.gimbfoundation.org |
www.gimbentrepreneurschool.com<http://www.tokobisnis.com/>
| www.gimbilovebusiness.com <http://www.infoseminarbandung.com/> | Follow
@agusbipoz | Follow @GIMBFoundation

LUAR BIASA PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS

Meriza_20Hendri
Kemaren adalah momentum yang terjadi dalam perubahan lingkungan bisnis yang ada di sekitar wirausaha. Salah satu hal sangat berubah adalah ketetapan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), baik solar maupun premium yang pastinya sangat dibutuhkan oleh wirasuaha dalam mengerjakan bisnis mereka masing-masing. Tidak bisa dipungkiri akanhal ini karena dalam setiap aktivitasnya, wirausaha sangat tergantung pada aspek BBM tersebut.
Mulai dari supplier yang pastinya melakukan proses bisnis dalam usaha mereka. Dengan kenaikan bbm, biaya operasional mereka juga menjadi naik sehingga akan menaikkan harga jual yang akan di sampaikan kepada wirausaha muda pastinya. Inilah yang akan menjadi tantangan setiap wirausaha.  Kenaikan harga jual dari supplier menjadi tambahan biaya bagi produksi secara keseluruhan.
Belum lagi biaya dari aspek transportasi yang sangat dibutuhkan dalam penghantaran bahan baku kepada perusahaan yang dijalankan wirausaha. Luar biasa pastinya kenaikan biaya transportasi yang akan berpengaruh terhadap biaya yang harus dikeluarkan oleh masing-masing wirausaha karena tidak bisa dilepaskan dari bisnis mereka.
Itu adalah beberapa dampak dari kenaikan BBM yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sadar atau tidak, hal ini akan membuat bisnis mereka menjadi berbiaya tinggi. Akhirnya, akan menurunkan daya saing yang dimiliki masing-masing wirausaha. Ketika biaya naik, tentu harga jual akan terpengaruh.
Oleh karena itu, tantangan wirausaha adalah untuk melakukan analisis terhadap bisnis mereka kembali dengan melihat proses bisnis yang ada. Konsep efisiensi yang dimiliki oleh wirausaha menjadi kunci sukses untuk membuatnya bisa bertahan dan tumbuh serta berkembang nantinya. Tidak bisa dipungkiri bahwa lingkungan eksternal  yang terjadi seperti diatas adalah sebuah kepastian.
Tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda perubahan yang dilakukan oleh perusahaan setiap wirausaha. Perubahan dengan melakukan efisiensi ini wajib hukumnya mulai dari sekarang sehingga akan memudahkan perusahaan untuk bisa terus mencapai keunggulan bersaing dengan perusahaan lain ditengah tingginya perubahan lingkungan bisnis.
So… bagaimana dengan anda? Hm……..
Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com

Oleh

LUAR BIASA….

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Alhamdulillah….rasanya, rasa syukur yang tidak terhingga  yang memang harus diucapkan kepada Allah SWT yang benar-benar memberikan kelancaran dalam pelaksanaan Gelar 1000 produk Wirausaha Baru Jawa Barat di Pelataran Parkir Gedung Sate, Sabtu 14 Maret yang lalu. Acara yang memang diarahkan untuk memberikan kesempatan untuk wirausaha baru di Jawa Barat untuk menampilkan produk-produk mereka kepada stakeholders yang membang membutuhkan produk mereka untuk dikonsumsi ataupun di beli dan dijual kembali.
Ada 1000 wirausaha yang hadir dalam acara ini dan setiap mereka menampilkan produk-produk unggulan yang mereka hasilkan. Luar biasa, semakin nnyata bahwa para entrepreneur di Jawa Barat memang memiliki potensi yang besar untuk sukses menggapai target dan tujuan yang hendak mereka capai yaitu profit, people, planet, berkelanjutan serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
SINERGI
Kelancaran dan keberhasilan penampilan produk-produk dari 1000 wirausaha tersebut menunjukkan bagaimana kekuatan dari stakeholder kalau disatukan untuk mencetak entrepreneur sukses. Strategi dengan memanfaatkan seluruh stakeholder adalah salah satu kunci menghadapi tantangan saat ini dan kedepan agar entrepreneur di Jabar semakin sukses mencapai tujuan yang sudah mereka tetapkan di awal.
Akademisi yang terlihat di acara minggu lalu memang memberikan warna tersendiri dalam membentuk entrepreneur, khususnya dari kalangan mahasiswa. Ada GIMB Entrepreneur School, ITB, Unpad, Unpar, Universitas Maranatha, Universitas Widyatama, STIE Ekuitas yang menghadirkan mahasiswa dan bahkan dosen serta staff mereka dalam gelar ini. Kreativitas dan inovasi mahasiswa sangat terlihat dibawah bimbingan para dosen.
Kalangan pebisnis pun tidak tinggal diam dalam mengembangkan entrepreneurship untuk pelaku usaha dalam skala mikro, kecil dan menengah. Ada Telkom dan beberapa perusahaan yang mengikuti program ini. Program Corporate Social Responsibility/CSR dan ataupun program kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mencetak entrepreneur sukses. Dalam program pencetakan 100.000 Wirausaha Baru Jawa Barat, pelaku bisnis menjadi bagian dari strategi Jabar Masagi.
Komunitas juga memegang peranan penting dalam pengembangan entrepeneurship. Para entrepreneur yang tergabung dalam komunitas informal seperti HIPA ataupun organisasi yang sudah memiliki bentuk dengan dasar AD/ART yang jelas yaitu KADIN Jabar dan KADIN Bandung serta HIPMI BPD Jabar ataupun HIPMI BPC di Kota/Kabupatan di Jawa Barat. Mereka memiliki entrepreneur-entrepreneur yang siap untuk maju dan sukses dalam membangun diri dan anggota komunitas mereka.
Perbankan juga memiliki peran yang luar biasa dan ditampilkan dalam acara Gelar 1000 produk Wirausaha minggu lalu. Ada Binaan Bank BJB yang hadir dalam acara ini dengan menampilkan produk-produk mereka masing-masing. Selain itu, ada juga binaan bank Mandiri. Perbankan memberikan kredit dan juga pembinaan kepada UMKM agar terus maju. Ini adalah bagian penting dalam membina dan mengembangkan entrepeneurship.
Terakhir, inilah yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu pemerintah. Terlihat 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menampilkan peserta program pencetakan 100.000 WUB Jabar. Ada pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada entrepreneur muda. Ada Dinas KUMKM Jabar, Dinas Indag, Dinas pendidikan dan lain-lain dan mereka memiliki binaan yang sesuai dengan bidang masing-masing.
Inilah kekuatan yang harus dioptimasi oleh pemerintah untuk mencetak 100.000 Wirausaha baru Jawa Barat dengan konsep Jabar Masagi. Kegiatan Gelar 1000 produk wirausaha baru Jawa Barat menunjukkan bagaimana potensi yang dimiliki oleh Jabar Masagi dan juga hasil yang sudah mereka dapatkan dalam pembinaan kepada entrepreneur untuk sukses. Perlu dilakukan kegiatan serupa secara rutin sehingga menjadi momen evaluasi untuk pencapaian entrepreneur sukses.

 

Tulisan ada di Koran Bisnis Bandung, www.bisnisbandung.co.id

Oleh

AHMAD SYARIF HIDAYATULLAH

SYARIF H

“saya selalu ingin memiliki sebuah perusahaan indah bertaraf teknologi…”

 

Ahmad Syarif Hidayatullah atau akrab dipanggil Syarif merupakan seorang pengusaha muda yang berasal dari Kota Bandung dengan nama perusahaan CyberLabs.

Pria kelahiran Bogor ini mulai merintis bisnisnya pada bulan Februari tahun 2014 ini, meskipun umur bisnisnya masih terbilang sangat muda, tetapi perkembangan yang di hasilkan terbilang cukup significant.

Awal mula dia terjun ke bisnis IT disebabkan karena latar belakangnya yang merupakan salah satu lulusan SMK Wikrama IT di kota Bogor, setelah lulus dia mulai merantau ke kota Bandung untuk bekerja di sebuah perusahaan Online Marketing dengan nama PT. Asian Brain, dia bekerja selama 6 tahun dan setelah itu dia memutuskan untuk membuka perusahannya sendiri dengan nama CyberLabs yang berfokus pada pengembangan Software dan Digital Marketing Agency.

Syarif bercerita bahwa dia memulai usahanya dengan modal yang sangat kecil yaitu sebesar Rp. 5000 yang dia gunakan untuk membeli bensin motor untuk menghadiri sebuah acara komunitas, dari sanalah dia mulai mendapatkan 1 client yang ingin membuat sebuah website e-commerce dengan harga sebesar Rp. 2.500.000. Dari profit pembuatan website itulah dia mulai mengalokasikan dananya untuk lebih mengembangkan bisnisnya, dia mengalokasikan dananya tersebut untuk mengikuti pelatihan bisnis di GIMB School, dan dari sanalah dia mendapatkan banyak sekali ilmu management dan network yang dapat memperkuat bisnisnya.

Akhirnya pada bulan Juli 2014 ini, Syarif sudah bisa menyewa sebuah kantor yang berlokasi di jln Jakarta kota Bandung dengan total jumlah team saat ini yang bekerja sebanyak 7 orang yang terdiri dari Online Marketer, Grafik Desainer dan Programmer.

Saat ini CyberLabs yang berlamatkan website di www.CyberLabs.asia sedang menggarap beberapa project dari client yang bersifat custome by order mulai dari software management perusahaan-perusahaan multinasional seperti bank, pembuatan website toko online untuk UKM, pembuatan website profile company, hingga membantu beberapa brand di Bandung dalam pengoptimalan promosi Online. Disamping itu dia mengatakan bahwa di tahun ini CyberLabs akan meluncurkan beberapa program dan produk teknologi yang dapat mendukung para UKM baik itu dalam proses pemasaran Online atau software yang dapat membantu mengefisiensikan bisnis dari para UKM tersebut.

Syarif mengatakan dia masih memiliki ambisi bahwa di sisa tahun 2014 ini dia harus memperluas pasar bisnisnya hingga ke skala nasional, dia memiliki cita-cita bahwa perusahaan CyberLabs ini harus menjadi perusahaan IT yang bisa bersaing di skala Internasional yang dapat membanggakan Indonesia.

Ketika ditanya apa yang membuat Syarif tetap konsisten dan semangat menjalankan Bisnis IT ini, dia mengatakan bahwa “saya selalu ingin memiliki sebuah perusahaan indah bertaraf teknologi yang dapat menghidupi orang banyak, perusahaan tersebut bukanlah perusahaan mewah dengan lantai pencakar langit yang sangat tinggi, tetapi perusahaan indah yang memiliki air terjun dan sungai buatan di dalamnya, perusahaan yang memiliki komplek-komplek rumah dengan bentuk yang unik, dan perusahan yang memiliki banyak pohon di dalamnya, intinya perusahaan yang dapat membuat semua team yang bekerja di dalamnya merasa sangat nyaman,  dan tempat tersebut akan dia namakan ”CyberUtopia” “, dia mengatakan bahwa hampir tiap malam dia memimpikan tempat tersebut dan itulah yang membuat dia selalu semangat untuk bangun pagi dan terus semangat untuk membesarkan CyberLabs.

Ketika ditanya kembali apa yang membuat Syarif begitu percaya diri untuk bisa terjun ke bisnis IT dengan modal yang sangat minim ? , dia mengatakan bahwa “saya tidak pernah membiarkan diri saya melakukan yang namanya “self talk” atau “Limiting Believe” atau membatasi ruang pikir dan kreasi, saya selalu mencoba untuk terus berjalan di “Euforia Optimistic“, saya tidak pernah mau memikirkan begitu banyaknya pesaing diluar sana, saya hanya ingin membuat sebanyak produk IT yang bermanfaat untuk masyarakat di masa depan dan itulah yang selalu saya terapkan di dalam perusahaan dan selalu saya ajarkan kepada team CyberLabs lainnya”.

MINDSET DAN STRATEGIC ENNTREPRENEUR

20141007_112808_resized
Dalam satu jurnal penelitian yang saya baca kemaren, ada satu temuan yang luarbiasa tentang konsep mindset dan hubungannya dengan strategic management dan khususnya strategic entrepreneur.
Sebagai seorang pendidik, tentu hal ini menjadi penting karena ada satu temuan yang luarbiasa dan harus dikembangkan agar memberikan kontribusi yang optimal bagi penciptaan entrepreneur muda sukses dengan menjadi ahli strategi.

Mindset bukan hanya konsep kerangka berfikir akan tetapi menjadi sikap mental dan cara berfikir yang benar dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat, tidak bisadikontrol dan mengalami turbulensi.
Disinilah mindset melihat peluang dan ancaman yang diakibatkan oleh perubahan lingkungan. Kemampuan berfikir inilah yang perlu dijadikan sebagai dasar untuk melihat kualitas mindset seorang entrepreneur.
Tidak hanya itu, mindset juga bisa menilai apakah sebuah peluang itu benar-benar bisa menghasilkan. Atau tidak sehingga bisa langsung diputuskan. Kalau dilihat, bisa menjadi sebuah insting.
Lalu, bagaimana hubungannya dengan strategic management? Tentu masih ingat kerangka strategic management itu berbasis lingkungan, baik internal maupun eksternal untuk dijadikan dasar penentuan strategi.
Jadi, mindset menjadi penting bagi enttrepreneur untuk menjalankan peran sebagai ahli strategi. Oleh karena itu, mari asah terus mindset entrepreneur dengan meningkatkan knowledge, skill dan attitude selama menjalankaan bisnis.
Fokus pada bisnis yang dijalankan juga menjadi penting karena banyak learning didalamnya. Yang tidak kalah penting, kembangkan knowledge management melalui siklus Create, Structure, Share dan Apply… Hmmmm….
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Oleh

GIMBERS IKUT KEGIATAN GELAR 1000 PRODUK WUB JABAR

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Salah satu kesempatan yang luar biasa dan didapatkan oleh anak muda yang berbisnis dan tergabung dengan GIMB Foundation adalah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation sendiri ataupun bekerjasama dengan perusahaan atau pun lembaga lainnya. Salah satunya adalah DInas KUMKM Jabar.
Program yang diselenggarakan oleh Pemerintah ini merupakan kesempatan yang luar biasa karena akan memberikan manfaat yang luar biasa kepada GIMBers untuk mempromosikan berbagai produk-produk yang pastinya sangat dibutuhkan oleh banyak orang, konsumen yang menunggu hasil karya dari seluruh pihak yang sudah membantu pengembangan entrepreneur dalam GIMB Foundation.

 

Ada 75 orang anak binaan GIMB yang ikut serta dalam pengembangan dan promosi produk dan bisnis mereka. Seluruh binaan berkesempatan menampilkan produk yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan bahkan dipromosikan melalui berbagai media yang  berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk meliput berbagai aktivitas bisnis.
Bisnis-bisnis yang ditampilkan dalam program Gelar 1000 produk Wirausaha Baru Jawa barat. Ada kuliner, ada fashion, ada keripik dan lain-lain. Bahkan ada produk-produk yang berhubungan dengan kreasti berupa jasa-jasa yang dimiliki seperti jasa pembuatan web yang pastinya diperlukan oleh entrepreneur untuk membangun bisnis mereka menjadi lebih besar.
Selain itu, GIMBers juga dilibatkan dalam program pemecahan rekor MURI untuk kategori Host terbanyak yaitu 70 orang yang memecahkan rekor sebanyak 12 orang host yang sudah dicatatkan oleh perusahaan sebelumnya. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam setiap diri GIMBers.
Ada Rini, Evi, Anya, Yuliani, sissy dan lain-lain yang mengikuti kegiatan ini dan terlihat bagaimana mereka sangat bahagia mengikuti kegiatan tersebut. Pengalaman baru dan bahkan jaringan baru dengan mengikuti kegiatan ini menjadi sesuatu yang tidak terlupakan oleh setiap GIMBers pada hari itu.

 

Alhamdulillah, GIMBers menikmati apa yang didapatkan dari pengalaman kemaren dengan menjadi peserta Pameran selama satu hari untuk menampilkan produk-produk mereka dan juga kesempatan untuk berpartisipasi dalam program pemecahan rekor MURI untuk host terbanyak. Luar biasa….
Tulisan ada di www.gimbers.com

Oleh