Archives

now browsing by author

 

GIMB KEJAR STANDAR LEMBAGA PENDIDIKAN

web visitasi aijb DSC01278
Memiliki sebuah lembaga pendidikan, seperti GIMB Entreprneur School adalah sebuah kebahagiaan karena ada kesempatan untuk berbagi dengan banyak orang dengan memberikan value yang optimal bagi para entrepreneur dalam berbisnis. Kesempatan untuk membentuk sebuah tempat belajar untuk mencapai bisnis yang beneficial dengan bekal pengetahuan dan skill serta attitude  yang benar dalam berbisnis.
Ketika entrepreneur mendapatkan pengetahuan yang kuat dan keterampilan yang baik, maka akan mempermudah entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Oleh karena itu, GIMB Foundation fokus dalam pengembangan kualitas manajerial GIMB Entrepreneur School dan juga mendekatkan diri kepada pemerintah sebagai regulator yang bertanggungjawab pada pengembangan dan peningkatan kualitas lembaga pendidikan, khususnya yang berhubungan dengan entrepreneurship.
Oleh karena itu, pengurus GIMB Foundation fokus dalam mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan sesuai dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia, khhususnya yang berhubungan dengan bagaimana management system yang seharusnya dimiliki oleh sebuah lembaga pendidikan untuk melayani konsumen atau siswa dengan baik.
Standar yang digunakan adalah berdasarkan kepada standar pemerintah yang meliputi standar dalam hal keuangan, standar dalam pemasaran, standar dalam operasi dan standar alam hal sumber daya manusia baik instruktur dan juga staf yang terlibat dalam proses belajar mengajar di lembaga tersebut. Hal ini harus dipahami oleh para pemilik dan GIMB sedang mempersiapkan ini untuk kemajuan sekolah.
Semoga GIMB Entrepreneur School akan terus maju dalam memberikan layanan kepada entrepreneur yang berharap mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang bisnis dan manajemen serta terus ditingkatkan dalam pengalaman mereka untuk mencapai sukses dalam bisnis yaitu profit,people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

MEMBUAT SOP PERUSAHAAN

Coaching 1
Kelas GIMB Entrepreneur School yang memang diselenggarakan pada hari Sabtu, pukul 14.00 – 17.00 WIB membahas tentang Standard Operation Procedures atau yang lebih dikenal dengan SOP. Materi pelajaran yang sangat berharga bagi para entrepreneur dalam rangka mereka harus memiliki bisnis yang terus berjalan sesuai dengan standar yang ada dan fokus mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh manajemen dan owner.
Hanya saja, entrepreneur dituntut untuk bisa fokus dalam mengembangkan bisnis dan kegiatanyang sudah dijalankan secara rutin, harus bisa didelegasikan kepada karyawan atau orang lain. Waktunya bisa difokuskan untuk membuat keputusan, meningkatkan knowledge, skill dan attitude setiap karyawan dan juga fokus untuk mengembangkan bisnis yang dimiliki oleh para entrepreneur.
Memang tidak mudah. Hal ini tercermin pada apa yang disampaikn oleh para siswa GIMB. “saya hanya berkutat pada kegiatan rutin, kang” kata AJi yang menjelaskan bagaimana kegiatan sehari-harinya hanya fokus pada kegiatan rutin mencari pasar, menghubungi supplier, jasa pengiriman dan juga konsumen.
“saya fokus membeli bahan baku di pasar, mengolahnya dirumah dan menyajikan kepada konsumen berupa sate maranggi” tambah Ardi yang berbisnis sate maranggi dengan nama Malampir. Kedua siswa ini memang menyatakan hal yang hampir sama. Akibatnya? Bisnis mereka tidak berkembang dengan baik dan hanya segitu saja. Tidak ada perubahan yang signifikan dalam bisnis mereka.
Tentu hal ini tidak boleh lama-lama. Pada sabtu kemaren, Kang Meriza mewngajarkan bagaimana entrepreneur harus membuat desain bisnis mereka dengan dasar Standard Operation Procedures (SOP) untuk seluruh aktivitas bisnis mereka, mulai dari keuangan dan akuntansi, pemasaran, operasi, dan sumber daya manusia. Semua aktivitas tersebut harus dibuatkan SOP nya.
“Kita harus menuliskan apa yang kita kerjakan dan mengerjakan apa yang kita tulis” kata Kang Meriza mengawali materi yang berhubungan dengan SOP. “Ini kunci untuk membuat SOP” tambahnya. Memang diajarkan untuk menuliskan apa saja aktivitas yang mereka kerjakan untuk mengembangkan bisnis tersebut dalam keseharian mereka masing-masing dalam bisnis.
Alhamdulillah, para GIMBers bersemangat mengerjakan tugas dari Kang Meriza untuk masing-masing SOP pada keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia. Dengan bekal desain dari kang Meriza, mereka bisa mendalamkan pada bisnis masing-masing. luar biasa, meskipun waktunya singkat, mereka mampu membuat SOP sederhana atas bisnis yang ada sesuai dengan karakter bisnisnya.

 

GES PAGI; DESAIN BUSINES MODEL

ges pagi

GIMB IKUTI PROGRAM PELATIHAN LKP

Pelatihan
Rabu-Jumat, 26-28 Agustus 2015 GIMB Foundation terpilih menjadi utusan dari Disdik Kota Bandung untuk mengikuti Program Pemantapan Penilaian Kinerja LKP yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, bertempat di Hotel Bumi Makmur Indah Lembang.

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja LKP yang berada dalam cakupan wilayah Jawa Barat sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Pelatihan ini diikuti oleh 127 orang perwakilan dari setiap LKP dan PAUD dari 27 kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Materi pelatihann meliputi h mekanisme evaluasi kinerja LKP dan Sistem Online, Evaluasi Kinerja Perspektif Kelembagaan, Kerjasama dan Kemitraan, Evaluasi Kinerj Perspektif Produktivitas SDM, Evaluasi Kinerja Perspektif Pemasaran, Pengelolaan Pendidik dan Pelayanan stlh Pendidikan dan Perspektif Keuangan, Pengembangan Prosedur Operasionaal Baku (SOP)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Oleh Meriza Hendri

MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN

unduhan (1)
Bicara budaya perusahaan, tidak hanya dalam konteks bagaimana entrepreneur mendesain values, belief, habit, bahasa dan komunikasiyang dimiliki oleh perusahaan milik entrepreneur. Memang penting untuk membuat tersebut, akan tetapi, ada satu aspek yang lebih penting yaitu bagaimana mengimplementasikan budaya tersebut.
Menjalankan budaya perusahaan sangat penting dan sifatnya stratejik bagi perusahaan karena berhubungan dengan bagaimana entrepreneur dapat meng-actuating kan rencana dalam budaya perusahaan. Seringkali orang orang terjebak dengan membuat saja, tetapi kurang memperhatikan implementasinya.
Leadership sangat memegang peranan dalam konteks implementasi budaya perusahaan. Leadership berhubungan dengan bagaimaan seorang entrepreneur memiliki pengaruh atas orang-orang yang mereka pimpin. Bisa saja mereka adalah karyawan perusahaan yang memang membutuhkan pengaruh untuk bisa digerakkan.
Leadership terasa penting saat nilai-nilai perusahaan seperti integrity, disiplin, bertanggungjawab, memberikan layanan optimal kepada konsumen dan lain-lain. Nilai-nilai ini sifatnya lebih kepada sesuatu yang dipegang dalam perusahaan, dan untuk mendapatkan manfaatnya, leadership memegang peranan penting dan bersifat stratejik bagi perusahaan.
Model kepemimpinan sederhana yang digunakan adalah walk the talk yang biasanya disebutkan oleh ahli kepemimpinan. Walk the talk menggambarkan bagaimana entrepreneur harus bisa benar-benar berjalan dengan apa yang mereka bicarakan. Bisa jadi komitmen ini yang ditulis adalah bentuk dari talk yang dibahas di atas.
Penting bagi entrepreneur untuk bisa mewujudkan apa yang mereka sampaikan dan tetapkan sebagai peraturan dalam perusahaan untuk dijalankan sendiri dulu. Mereka harus menjadi orang yang paling didepan untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut. Jangan mengandalkan karyawan untuk menjalankan karena itu akan memberikan preseden yang tidak baik bagi entrepreneur.
Pada hakekatnya, entrepreneur itu menjadi role model dalam setiap nilai-nilai yang sudah ada dalam perusahaan. Role model yang membuat setiap orang dalam perusahaan meniru entrepreneur. Jangan sampai tidak sama antara apa yang diucapkan dengan apa yang dijalankan karena itu akan berdampak kepada persepsi yang ada dibenak karyawan.

 

Walk the talk adalah bentuk bagaimana kepemimpinan seorang entrepeneru dalam menjalankan apa yang sudah disepakati dalam bentuk nilai-nilai perusahaan. Kepemimpinan menentukan keberhasilan pembentukan budaya perusahaan dalam bisnis setiap entrepreneur so, hati-hati dengan kepemimpiinan setiap diri entrepreneur.
Tulisan ada di www.nubizontv.com

Posted by

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.