Archives

now browsing by author

 

MANFAATKAN IT

belbiz
Inilah salah satu pelajaran yang sangat penting bagi setiap wirausaha ketika menjalankan bisnis, khususnya dalam pengembangan pemasaran mereka. Milah dari Rumah Kue Milah menjelaskan bagiamana dia mengembangkan pemasaran dengan memanfaatkan IT berupa internet dan social media untuk terus berkomunikasi dan branding produk mereka kepada konsumen.
Banyak halyang perlu diperhatikan oleh wirausaha ketika mereka sudah siap memasarkan produk kepada konsumen. kalau dulu, orang fokus kepada pemasaran off line dan hanya memanfaatkan hubungan pertemanan dan hubungan baik satu sama lain. tentu saat ini perlu direvisi agar memberikan value yang optimal bagi perusahaan.

Setiap orang dalam perusahaan, khususnya entrepreneur sudah harus concern dengan bagaimana mereka membangun bisnis itu sendiri dengan memanfaatkan IT. Inilah salah satu keunggulan anak muda ketika mereka diminta untuk memasarkan produk dengan baik kepada target mereka dan IT menjadi solusinya.
Ketika ini bisa dijalankan, setiap wirausaha akan mendapatkan value yang luar biasa dan dampaknya kepada bisnis adalah akan semakin memberikan value yang optimal ketika itu bisa dikelola dengan baik. Jangan terjebak dengan apa yang selama ini dimiliki karena hanya akan berdampak kepada hal-hal yang sedikit.
Fokuslah kepada IT dan rasakan manfaatnya,,,, demikian lah anak muda seringkali sampaikan dan rasanya, ketika dihubungkan dengan konsep strageic management, itu akan sangat terasa ketika bisnsi itu bisa dijalankan secara bersamaan dengan IT.
Competitive advantage sebagai tujuan bisnis akan bisa tercapai dengan hal ini. so.. mari manfaatkan IT
Tulisan ada di www.belbizonradio.com

Oleh 

PELUANG BISNIS

Setiap hari harus dilihat sebagai sebuah peluang dan tentu juga tidak dilepaskan dari ancaman dari setiap bisnis itu sendiri.. Rasanya, kalimat ini perlu dicerna dengan lebih baik oleh setiap wirausaha dalam menjalankan usaha ketika banyak orang yang mulai pesimis dengan kondisi lingkungan bisnis, seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya serta teknologi. apalagi dalam konteks konsumen, pesaing, distributor dan juga supplier.

Perlu direnungkan bahwa menjadi wirausaha itu memang dituntut untuk bisa menjadi seorang ahli strategi dalam bisnis dan disinilah tantangannya ketika mereka akan menjadi seorang yang sukses dalam berbisnis, harus bisa memanfaatkan setiap peluang yang relevan dengan bisnis mereka itu sendiri. Tidak boleh menyerah dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi dan sejatinya harus diambil sebagai sebuah peluang.
Pada hari ini, khususnya bulan ini, akan banyak sekali kejadian yang akan sangat berpengaruh terhadap bisnis para wirausaha dalam menjalankan bisnis mereka. Kemaren saja, nilai rupiah selalu diatas Rp. 13.000, meskipun banyak yang tidak membahasnya secara mendalam. Lalu, situasi politik yang memanas ketika akan diperingatinya hari kebangkitan nasional.
Belum lagi perubahan lingkungan lainnya. tentu sebagai wirausaha perlu kembali kemindset untuk mencapai sukses dimana perubahan lingkungan ini adalah sesuatu yang sudah pasti dan tidak akan bisa dirubah lagi. Perubahan yang akan berdampak kepada bisnis itu sendiri, baik sebagai ancaman ataupun peluang sehingga dua-duanya perlu disikapi dengan positif.
Perlu setiap wirausaha untuk berfikir positif dan fokus dalam menjalankan bisnis dengan melihat setiap perubahan lingkungan itu akan berdampak kepada peluang dan ancaman. sejatinya wirausaha itu akan selalu mencari sebuah peluang untuk bisnisnya agar bisa terus sukses mengembangkan bisnis saat ini dan yang akan datang. bagaimana dengan anda? hmmm…

Oleh

STRATEGI PEMASARAN UMKM

“UMKM harus memahami dengan baik strategi pemasaran dan menjalankannya dalam bisnis tersebut,,”kata Meriza ketika ditanya oleh Kujang S, penyiar Radio K-Lite dalam program Belbiz on Radio K-Lite pada Jumat, 15 Mei yang lalu. Memang tema yang diangkat berhubungan dengan strategi pemasaran yang seringkali menjadi permintaan banyak sahabat K-Lite ketika mendengar program Belbiz ini.

“sebagai seorang pebisnis, sudah sejatinya memahami konsep bahwa bisnis itu berhubungan dengan bagaimana memindahkan uang dari saku konsumen kepada saku entrepreneur” tambahnya. Filosofi ini menjadi dasar bagaimana knowledge, skill dan attitude yang sebenarnya harus dimiliki oleh setiap entrepreneur untuk sukses dalam berbisnis.

Kunto Aji, pemimpin cabang Bank BJB Purwakarta setuju dengan pernyataan ini. “sudah seharusnya seorang wirausaha bisa fokus dalam memasarkan produk karena percuma produk yang bagus diproduksi oleh setiap entrepeneur, sementara tidak ada yang beli…” katanya. Konsep pemasaran menjadi kunci sukses setiap pebisnis dan itu sejatinya menjadi point untuk mencapai kesuksesan.
“Apalagi untuk bisnis yang berhubungan dengan fashion dan kuliner, dimana saat ini sangat digemari oleh masyarakat” kata Kunto. Dimasyarakat, sangat berkembang kedua bisnis ini sehingga diperlukan konsep pemasaran yang kuat dan memiliki differensiasi yang jelas.
Kedua pendapat diatas didukung oleh Milah, owner Rumah Kue Milah yang menjadi narasumber pada program Belbiz malam itu. Milah yang berbisnis kue menjelaskan bagaimana mulanya berbisnis kue yang memang berangkat dari motif bakat “kubutuh” tetapi selanjutnya berkembang sesuai dengan peluang yang dimilikinya.
“saya memulai dari bakat kubutuh untuk biaya kuliah, tetapi semakin kesini mendapatkan peluang untuk mengembangkan bisnis ini” katanya. Disinilah pelajaran yang disampaikan oleh Meriza bahwa bisnis itu butuh percepatan untuk bisa bersaing di pasar yaitu dimulai dari potensi diri. “Potensi diri yang dikembangkan menjadi bisnis akan mempermudah berjalanannya bisnis” kata Meriza.
Teti, owner Ataya Collection juga memberikan gambaran bagaimaan dia memulai bisnis. “saya dulunya adalah karyawan perusahaan garment dan saat ini mengembangkan bisnsi tersebut..”katanya.  Inilah awal pengembangan bisnisnya sehingga mulai bisa menghasilkan produk yang sesuai dengan need, want dan demand konsumen.
Belbiz malam itu juga membahas konsep dasar pemasaran sehingga dapat memberikan gambaran bagaimana seharusnya seorang wirausaha mengelola pemasaran untuk bisa mencapai keunggulan dalam bisnisnya.

 

Oleh

FOKUS PADA MINDSET

Semakin hari, semakin banyak saja tantangan setiap wirausaha dalam menjalankan bisnis, khususnya yang berasal dari lingkungan di sekitar mereka. Tantangan yang berhubungan dengan politik, ekonomi, sosial dan budaya serta teknologi yang pada akhirnya menjadi faktor kunci dalam hubungan bisnis setiap entrepreneur dalam konteks konsumen, pesaing, distributor serta center atau supplier bagi produk setiap wirausaha.
Rasanya, tidak ada henti-hentinya perubahan terjadi dalam lingkungan bisnis setiap wirausaha, khususnya lingkungan politik dan ekonomi yang mengalami perubahan begitu cepat dan bahkan berdampak kepada bisnis yang sangat signifikan karena sangat terasa dan kelihatan secara jelas oleh setiap wirausaha. Ekonomi dan politik sangat erat hubungannya dalam bisnis.
Disinilah tuntutan kepada setiap wirausaha untuk mulai fokus dalam mengembangkan dan meningkatkan mindset dalam berbisnis atau entrepreneurial mindset yang sejatinya menjadi sebuah kekuatan dalam diri setiap wirausaha. Bisa dilihat saat ini banyak anak muda yang memilih entrepreneurship sebagai sebuah pilihan hidup dengan beralih pada membangun bisnis, baik sendiri maupun bekerjasama dengan teman-teman mereka.
Pada awalnya, boleh saja menjadi seorang wirausaha dengan modal awal yang memiliki karaktersitik cenderung nekat. Memang itu diperlukan sebagai langkah awal yang harus diambil oleh setiap calon entrepreneur sukses. Akan tetapi, tidak boleh selamanya seperti itu. Adakalanya setiap entrepreneur harus bisa merubah mindset mereka yang awalnya adalah seorang entrepreneur, akan tetapi menjadi seorang manajer.
Mindset itu berhubungan dengan sikap mental mereka dalam menjalankan bisnis dan sangat lekat dengan bagaimana mereka melihat sebuah peluang dari kondisi lingkungan yang begitu cepat perubahannya sehingga bila tidak bisa mengantisipasi perubahan, maka akan berdampak kepada bisnis mereka jangka panjang. Atau malah sebaliknya, sebuah ancaman yang harus diambil sikap agar tidak terjerumus kepada dampak ancaman tersebut.
Mindset ini harus dikembangkan dan diasah dengan melihat kondisi lingkungan bisnis dan juga sejauh mana peluang dan ancaman tersebut berpengaruh kepada bisnis setiap wirausaha. Tidak bisa dipungkiri bahwa hal itu akan selalu dirasakan oleh setiap entrepreneur ketika mereka membangun bisnis untuk saat ini dan  yang akan datang.

 

Mindset itu sangat dinamis dan fokus seseorang untuk menumbuhkembangkan akan sangat menentukan kedepannya. Teruslah mengasah dan mendalami mindset bisnis agar setiap perubahan lingkungan bisnsi yang akan berdampak kepada peluang dan ancaman bisa ambil sikap yang lebih awal dan bermanfaat bagi bisnis. Intinya adalah peluang bisa dioptimasi dan ancaman bisa diminimalisasi… bagaimana dengan anda?… hmm…..
Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com

Oleh

PELATIHAN WUB 2015 DINAS UMKM DIMULAI

Minggu ini adalah minggu yang sangat special bagi para wirausaha baru Jawa Barat karena setelah mengikuti riuhnya peringatan Konferensi Asia Afrika yang sudah berlangsung selama kurang lebih satu minggu dan bahkan masih berjalan sampai akhir bulan April 2015, para wirausaha muda Jabar yang sudah mengikuti seleksi program yang sudah digagas oleh Gubernur Ahmad Heryawan sejak tahun 2014. Program yang menjadi salah satu satu program unggulan untuk mencetak wirausaha muda sukses berbasis pengetahuan.
Memang acara peringatan Konferensi Asia Afrika kemaren juga menjadi ajang bagi wirausaha muda untuk mengembangkan bisnis mereka dan secara teknis, terlihat betapa banyaknya wirausaha yang terlibat dalam acara ini sebagai relawan ataupun menjadi bagian dari panitia yang sudah membuat acara tersebut berjalan dengan lancara. Banyak sekali wirausaha yang terlibat dan pelajaran dan pengalaman dari acara ini menjadi sebuah social capital yang tidak bisa diabaikan untuk membangun bisnis menjadi tumbuh dan berkembang.
Sekarang, saatnya wirausaha baru Jabar, khususnya yang sudah mengikuti seleksi pencetakan 100.000 wirausaha baru Jabar tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas UMKM Jabar, untuk mulia mempersiapkan diri dalam program pelatihan yang akan mereka dapatkan selama beberapa hari di Balatkop Dinas UMKM Jabar. Pelatihan yang berupakan bagian dari benefit yang didapatkan oleh setiap wirausaha baru Jabar.
Agar kegiatan ini dapat memberikan value yang optimal bagi wirausaha baru Jabar sehigga mereka mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang benar dalam berbisnis. Pada akhirnya, dapat membuat bisnis mereka mendapatkan profit, memberikan manfaat bagi banyak orang (people), menjaga kelestarian lingkungan alam (planet)  dan berkelanjutan dalam 10 tahun kedepan (sustainability) serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Oleh karena itu, perlu memperhatikan beberapa hal sehingga nantinya 1500 WUB yang dicetak oleh Dinas UMKM dapat mencapai tujuannya. Pertama, perlu mempersiapkan diri setiap calon WUB tersebut tentang apa yang akan mereka lakukan selama pelatihan. Hal ini penting karena mereka akan menjadi actor utama dan bahkan factor penentu untuk keberhasilan pelaksanaan program WUB itu sendiri. Kesamaan persepsi akan memudahkan pencapaian tujuan pelaksanaan WUB.
Kedua, instruktur pelatihan yang memiliki knowledge, skill, attitude serta pengalaman bisnis yang relevan dengan wirausaha. Hal ini penting karena calon WUB itu sudah memiliki komitmen, rencana dan bahkan bisnis itu sendiri. Mereka membutuhkan instruktur yang bisa memberikan sharing pengethauan, pengalaman, sikap dan bahkan tips-tips bisnis yang bisa digunakan oleh wirausaha dalam menghadapi masalah bisnis mereka.
Ketiga, materi yang diberikan juga menjadi factor kunci sukses dalam pelatihan ini. Jangan sampai materi tidak relevan dengan yang dibutuhkan oleh peserta WUB. Oleh karena itu, perlu diberikan materi yang sesuai dengan tingkat bisnis yang sudah dijalankan. Pembagian atas tiga kelompok itu penting dimana ada yang baru berencana untuk menjalankan bisnis, sudah menjalankan bisnis antara 1 – 3 tahun dan sisanya, bisnis yang sudah berjalan antara 3 – 5 tahun. Keseuaian materi menajdi penting.
Keempat, metode pelatihan dan fasilitas yang diperlukan selama pelatihan juga menjadi factor kunci yang perlu disiapkan. Karena, material tidak akan dipahami dengan baik bila tidak didukung oleh metode dan fasilitas sehingga mereka akan lebih mudah mengerti. Berikan contoh, diskusi kelompok, simulasi, pemutaran film, studi kasus adalah beberapa metode yang penting untuk digunakan. Kemudian, laptop, infocus dan lain-lain menjadi penting sebagai fasilitas pendukung.

 

Yang terakhir adalah bagaimana disiapkan evaluasi atas pelatihan yang diberikan,sehingga diketahui perubahan atas pengetahuan, keterampilan serta sikap mereka dalam berbisnis. Inilah yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara pelatihan bagi WUB dan juga peserta WUB dinas UMKM itu sendiri sehingga tujuan bisa tercapai secara efektif dan efisien. Selamat mengikuti pelatihan….
Tulisan ada di Koran Bisnis Bandung

Oleh

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.