Berbisnis Dengan Etika

Seiring dengan akan dinaikkannya harga bahan bakar minyak atau BBM hari ini, semakin “kreatif” pula masyarakat kita. “Kreatif” akan tetapi tidak mempertimbangkan etika bisnis. Kenapa demikian? Karena dalam bisnis agar bisa mencapai sustainability harus memperhatikan etika bisnis.

Apa yang terjadi? Para pebisnis yang bertransaksi dengan BBM memanfaatkan momentum akan dinaikkannya harga BBM. Dari konsep entrepreneurshhip mereka sudah benar. Karena mereka bisa meluang peluang dari suatu perubahan lingkungan bisnis.

Saya melihat dari aspek etika bisnis, dimana para pelaku bisnis tersebut menjaga etika bisnis. Mereka menimbun BBM dengan berbagai cara. Baik disimpan di tangki, jiregen, drum dan lain-lain. Inilah modus yang mereka pakai untuk mendapatkan keuntungan dari setiap kenaikan bbm tersebut.

Etika nya dimana? Mereka seakan-akan menutup mata dengan penderitaan konsumen BBM yang membutuhkan BBM itu sendiri. Ketika orang “menjerit” untuk mendapatkan BBM, mereka menarik keuntungan daripada kondisi tersebut. Hal ini sangat merugikan para konsumen BBM itu sendiri. Jelas sekali tidak tepat cara seperti ini.

Cara-cara seperti ini tidak akan pernah bisa membuat bisnis kita bisa bertahan dan berkembang dlaam jangka lama. Tidak bisa. Fakta sudah membuktikan, cara-cara kotor dalam bisnis tidak akan bisa memberikan value jangka panjang buat bisnis tersebut. Lihat saja, akhirnya, bisnis mereka digerebeg juga sama pihak berwajib.

By : Meriza Hendri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>