Activities

now browsing by category

 

STRATEGI PEMASARAN UMKM

“UMKM harus memahami dengan baik strategi pemasaran dan menjalankannya dalam bisnis tersebut,,”kata Meriza ketika ditanya oleh Kujang S, penyiar Radio K-Lite dalam program Belbiz on Radio K-Lite pada Jumat, 15 Mei yang lalu. Memang tema yang diangkat berhubungan dengan strategi pemasaran yang seringkali menjadi permintaan banyak sahabat K-Lite ketika mendengar program Belbiz ini.

“sebagai seorang pebisnis, sudah sejatinya memahami konsep bahwa bisnis itu berhubungan dengan bagaimana memindahkan uang dari saku konsumen kepada saku entrepreneur” tambahnya. Filosofi ini menjadi dasar bagaimana knowledge, skill dan attitude yang sebenarnya harus dimiliki oleh setiap entrepreneur untuk sukses dalam berbisnis.

Kunto Aji, pemimpin cabang Bank BJB Purwakarta setuju dengan pernyataan ini. “sudah seharusnya seorang wirausaha bisa fokus dalam memasarkan produk karena percuma produk yang bagus diproduksi oleh setiap entrepeneur, sementara tidak ada yang beli…” katanya. Konsep pemasaran menjadi kunci sukses setiap pebisnis dan itu sejatinya menjadi point untuk mencapai kesuksesan.
“Apalagi untuk bisnis yang berhubungan dengan fashion dan kuliner, dimana saat ini sangat digemari oleh masyarakat” kata Kunto. Dimasyarakat, sangat berkembang kedua bisnis ini sehingga diperlukan konsep pemasaran yang kuat dan memiliki differensiasi yang jelas.
Kedua pendapat diatas didukung oleh Milah, owner Rumah Kue Milah yang menjadi narasumber pada program Belbiz malam itu. Milah yang berbisnis kue menjelaskan bagaimana mulanya berbisnis kue yang memang berangkat dari motif bakat “kubutuh” tetapi selanjutnya berkembang sesuai dengan peluang yang dimilikinya.
“saya memulai dari bakat kubutuh untuk biaya kuliah, tetapi semakin kesini mendapatkan peluang untuk mengembangkan bisnis ini” katanya. Disinilah pelajaran yang disampaikan oleh Meriza bahwa bisnis itu butuh percepatan untuk bisa bersaing di pasar yaitu dimulai dari potensi diri. “Potensi diri yang dikembangkan menjadi bisnis akan mempermudah berjalanannya bisnis” kata Meriza.
Teti, owner Ataya Collection juga memberikan gambaran bagaimaan dia memulai bisnis. “saya dulunya adalah karyawan perusahaan garment dan saat ini mengembangkan bisnsi tersebut..”katanya.  Inilah awal pengembangan bisnisnya sehingga mulai bisa menghasilkan produk yang sesuai dengan need, want dan demand konsumen.
Belbiz malam itu juga membahas konsep dasar pemasaran sehingga dapat memberikan gambaran bagaimana seharusnya seorang wirausaha mengelola pemasaran untuk bisa mencapai keunggulan dalam bisnisnya.

 

Oleh

PELATIHAN WUB 2015 DINAS UMKM DIMULAI

cropped-Logo-GIMB-Foundation-Merah.jpg
Minggu ini adalah minggu yang sangat special bagi para wirausaha baru Jawa Barat karena setelah mengikuti riuhnya peringatan Konferensi Asia Afrika yang sudah berlangsung selama kurang lebih satu minggu dan bahkan masih berjalan sampai akhir bulan April 2015, para wirausaha muda Jabar yang sudah mengikuti seleksi program yang sudah digagas oleh Gubernur Ahmad Heryawan sejak tahun 2014. Program yang menjadi salah satu satu program unggulan untuk mencetak wirausaha muda sukses berbasis pengetahuan.
Memang acara peringatan Konferensi Asia Afrika kemaren juga menjadi ajang bagi wirausaha muda untuk mengembangkan bisnis mereka dan secara teknis, terlihat betapa banyaknya wirausaha yang terlibat dalam acara ini sebagai relawan ataupun menjadi bagian dari panitia yang sudah membuat acara tersebut berjalan dengan lancara. Banyak sekali wirausaha yang terlibat dan pelajaran dan pengalaman dari acara ini menjadi sebuah social capital yang tidak bisa diabaikan untuk membangun bisnis menjadi tumbuh dan berkembang.
Sekarang, saatnya wirausaha baru Jabar, khususnya yang sudah mengikuti seleksi pencetakan 100.000 wirausaha baru Jabar tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas UMKM Jabar, untuk mulia mempersiapkan diri dalam program pelatihan yang akan mereka dapatkan selama beberapa hari di Balatkop Dinas UMKM Jabar. Pelatihan yang berupakan bagian dari benefit yang didapatkan oleh setiap wirausaha baru Jabar.
Agar kegiatan ini dapat memberikan value yang optimal bagi wirausaha baru Jabar sehigga mereka mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang benar dalam berbisnis. Pada akhirnya, dapat membuat bisnis mereka mendapatkan profit, memberikan manfaat bagi banyak orang (people), menjaga kelestarian lingkungan alam (planet)  dan berkelanjutan dalam 10 tahun kedepan (sustainability) serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Oleh karena itu, perlu memperhatikan beberapa hal sehingga nantinya 1500 WUB yang dicetak oleh Dinas UMKM dapat mencapai tujuannya. Pertama, perlu mempersiapkan diri setiap calon WUB tersebut tentang apa yang akan mereka lakukan selama pelatihan. Hal ini penting karena mereka akan menjadi actor utama dan bahkan factor penentu untuk keberhasilan pelaksanaan program WUB itu sendiri. Kesamaan persepsi akan memudahkan pencapaian tujuan pelaksanaan WUB.
Kedua, instruktur pelatihan yang memiliki knowledge, skill, attitude serta pengalaman bisnis yang relevan dengan wirausaha. Hal ini penting karena calon WUB itu sudah memiliki komitmen, rencana dan bahkan bisnis itu sendiri. Mereka membutuhkan instruktur yang bisa memberikan sharing pengethauan, pengalaman, sikap dan bahkan tips-tips bisnis yang bisa digunakan oleh wirausaha dalam menghadapi masalah bisnis mereka.
Ketiga, materi yang diberikan juga menjadi factor kunci sukses dalam pelatihan ini. Jangan sampai materi tidak relevan dengan yang dibutuhkan oleh peserta WUB. Oleh karena itu, perlu diberikan materi yang sesuai dengan tingkat bisnis yang sudah dijalankan. Pembagian atas tiga kelompok itu penting dimana ada yang baru berencana untuk menjalankan bisnis, sudah menjalankan bisnis antara 1 – 3 tahun dan sisanya, bisnis yang sudah berjalan antara 3 – 5 tahun. Keseuaian materi menajdi penting.
Keempat, metode pelatihan dan fasilitas yang diperlukan selama pelatihan juga menjadi factor kunci yang perlu disiapkan. Karena, material tidak akan dipahami dengan baik bila tidak didukung oleh metode dan fasilitas sehingga mereka akan lebih mudah mengerti. Berikan contoh, diskusi kelompok, simulasi, pemutaran film, studi kasus adalah beberapa metode yang penting untuk digunakan. Kemudian, laptop, infocus dan lain-lain menjadi penting sebagai fasilitas pendukung.

 

Yang terakhir adalah bagaimana disiapkan evaluasi atas pelatihan yang diberikan,sehingga diketahui perubahan atas pengetahuan, keterampilan serta sikap mereka dalam berbisnis. Inilah yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara pelatihan bagi WUB dan juga peserta WUB dinas UMKM itu sendiri sehingga tujuan bisa tercapai secara efektif dan efisien. Selamat mengikuti pelatihan….
Tulisan ada di Koran Bisnis Bandung

Oleh

CHANGE

agusprofil-150x150

Dunia sangat cepat berubah di satu dekade terakhir ini. Era teknologi informasi menjadi salah satu peletak dasar terjadinya turbulensi peradaban saat ini. Inilah yang sempat diwanti-wanti oleh begawan manajemen, Peter Drucker pada para entrepreneur dengan mengatakan “hati-hati dengan perencanaan!”

  Yup, sehebat-hebatnya perencanaan belum bisa mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal yang sangat tidak menentu. Oleh karena itulah, perencanaan harus dipecah ke dalam beberapa jangka waktu : pendek, menengah, dan panjang. Perubahan perencanaan pada saat tertentu, menjadi sebuah keniscayaan, jika tak ingin terperosok ke dalam jurang ketertinggalan dan kejatuhan.

 Lihatlah Fuji, Nokia, Sony, RIM yang terseok oleh semakin menggilanya perubahan dan persaingan dalam dunia teknologi digital. Lihat pula beberapa perusahaan besar di bidang tekstil, ritel, perbankan, asuransi, jasa angkutan umum yang juga kena imbas derasnya  perubahan. Padahal, dekade sebelumnya mereka sempat berjaya dan bertahta di puncak kesuksesan. Sama sekali tak ada bayangan perusahan-perusahaan besar itu bakal tumbang.

            Inilah kejamnya perubahan. Bagaikan ari bah besar pada masa nabi Nuh a.s. yang bisa melahap siapa saja, orang atau perusahaan yang terdiam stagnan. Di sini berlaku hukum : “diam berarti tergusur, diam berarti hancur!” Maksud saya adalah ketika seseorang tak mempu mempersiapkan masa depan dengan melakukan perubahan, perbaikan, dan peningkatan, maka tunggulah saat kehancurannya.

            Intinya adalah “buatlah kapal perubahan yang bisa membawa kita berada di atas perubahan itu, bukan tenggelam di dalamnya.” Jika seseorang mampu melakukan penyesuaian-penyesuaian, mampu menyerap perubahan, mampu membuat rancangan inovatif dengan ide-ide kreatif, maka dia akan menjadi lokomotif yang justru membawa perubahan dalam hidup.

            Dalam bisnis, perubahan lingkungan eksternal ini menjadi tantangan besar bagi para entrepreneur. Sebentar lagi, era keterbukaan ekonomi di negara-negara ASEAN ditandai dengan ditabuhnya gong MEA pada 31 Desember 2015. Turbulensi bisa jadi akan semakin kencang, jika tidak diantisipasi dari sekarang. Perubahan strategi pun harus disiapkan. Berbagai alternatif pilihan dalam inovasi pun harus dilakukan.

            Belum lagi terjangan deras dari dunia teknologi informasi, khususnya dunia online beserta perangkat kerasnya. Kedashyatannya tak lagi diragukan. Munculnya tren hebat social media, ditambah saat ini tren mobile apps, akan membawa perubahan besar dalam gaya hidup, pola perilaku, dan budaya baru yang terjadi dalam lingkup massal di tengah masyarakata dunia.

            Ke depan bisa jadi, transaksi untuk bidang bisnis yang bisa dilakukan secara online, akan beralih ke genggaman tangan. Meski beberapa bidang bisnis lainnya masih bisa bertahan dan tidak bisa dikonversi ke transaksi online, tapi secara keseluruhan, orang akan lebih memilih menggunakan produk dan cara yang lebih mudah, cepat, dan murah. Semuanya itu ada dalam perubahan teknologi.

 

Salam sukses juara!

Agus Santoso, Founder GIMB | Mahasiswa Magister Manajemen STIE Pasundan Bandung | @agusbipoz | www.gimbers.com

 

 

NB :

- foto ILB dikirim terpisah ya..

————————

 

 

Agus Santoso

GIMB FOUNDATION | GIMB Entrepreneur School
Komplek Grand Surapati Core Blok F10 Lt. 2 Bandung
022-61333669 | 085795553475 | www.agusbipoz.com 

www.gimbfoundation.org | www.gimbentrepreneurschool.com | www.gimbilovebusiness.com | Follow @agusbipoz | Follow @GIMBFoundation

LUAR BIASA….

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Alhamdulillah….rasanya, rasa syukur yang tidak terhingga  yang memang harus diucapkan kepada Allah SWT yang benar-benar memberikan kelancaran dalam pelaksanaan Gelar 1000 produk Wirausaha Baru Jawa Barat di Pelataran Parkir Gedung Sate, Sabtu 14 Maret yang lalu. Acara yang memang diarahkan untuk memberikan kesempatan untuk wirausaha baru di Jawa Barat untuk menampilkan produk-produk mereka kepada stakeholders yang membang membutuhkan produk mereka untuk dikonsumsi ataupun di beli dan dijual kembali.
Ada 1000 wirausaha yang hadir dalam acara ini dan setiap mereka menampilkan produk-produk unggulan yang mereka hasilkan. Luar biasa, semakin nnyata bahwa para entrepreneur di Jawa Barat memang memiliki potensi yang besar untuk sukses menggapai target dan tujuan yang hendak mereka capai yaitu profit, people, planet, berkelanjutan serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
SINERGI
Kelancaran dan keberhasilan penampilan produk-produk dari 1000 wirausaha tersebut menunjukkan bagaimana kekuatan dari stakeholder kalau disatukan untuk mencetak entrepreneur sukses. Strategi dengan memanfaatkan seluruh stakeholder adalah salah satu kunci menghadapi tantangan saat ini dan kedepan agar entrepreneur di Jabar semakin sukses mencapai tujuan yang sudah mereka tetapkan di awal.
Akademisi yang terlihat di acara minggu lalu memang memberikan warna tersendiri dalam membentuk entrepreneur, khususnya dari kalangan mahasiswa. Ada GIMB Entrepreneur School, ITB, Unpad, Unpar, Universitas Maranatha, Universitas Widyatama, STIE Ekuitas yang menghadirkan mahasiswa dan bahkan dosen serta staff mereka dalam gelar ini. Kreativitas dan inovasi mahasiswa sangat terlihat dibawah bimbingan para dosen.
Kalangan pebisnis pun tidak tinggal diam dalam mengembangkan entrepreneurship untuk pelaku usaha dalam skala mikro, kecil dan menengah. Ada Telkom dan beberapa perusahaan yang mengikuti program ini. Program Corporate Social Responsibility/CSR dan ataupun program kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mencetak entrepreneur sukses. Dalam program pencetakan 100.000 Wirausaha Baru Jawa Barat, pelaku bisnis menjadi bagian dari strategi Jabar Masagi.
Komunitas juga memegang peranan penting dalam pengembangan entrepeneurship. Para entrepreneur yang tergabung dalam komunitas informal seperti HIPA ataupun organisasi yang sudah memiliki bentuk dengan dasar AD/ART yang jelas yaitu KADIN Jabar dan KADIN Bandung serta HIPMI BPD Jabar ataupun HIPMI BPC di Kota/Kabupatan di Jawa Barat. Mereka memiliki entrepreneur-entrepreneur yang siap untuk maju dan sukses dalam membangun diri dan anggota komunitas mereka.
Perbankan juga memiliki peran yang luar biasa dan ditampilkan dalam acara Gelar 1000 produk Wirausaha minggu lalu. Ada Binaan Bank BJB yang hadir dalam acara ini dengan menampilkan produk-produk mereka masing-masing. Selain itu, ada juga binaan bank Mandiri. Perbankan memberikan kredit dan juga pembinaan kepada UMKM agar terus maju. Ini adalah bagian penting dalam membina dan mengembangkan entrepeneurship.
Terakhir, inilah yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu pemerintah. Terlihat 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menampilkan peserta program pencetakan 100.000 WUB Jabar. Ada pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada entrepreneur muda. Ada Dinas KUMKM Jabar, Dinas Indag, Dinas pendidikan dan lain-lain dan mereka memiliki binaan yang sesuai dengan bidang masing-masing.
Inilah kekuatan yang harus dioptimasi oleh pemerintah untuk mencetak 100.000 Wirausaha baru Jawa Barat dengan konsep Jabar Masagi. Kegiatan Gelar 1000 produk wirausaha baru Jawa Barat menunjukkan bagaimana potensi yang dimiliki oleh Jabar Masagi dan juga hasil yang sudah mereka dapatkan dalam pembinaan kepada entrepreneur untuk sukses. Perlu dilakukan kegiatan serupa secara rutin sehingga menjadi momen evaluasi untuk pencapaian entrepreneur sukses.

 

Tulisan ada di Koran Bisnis Bandung, www.bisnisbandung.co.id

Oleh

AHMAD SYARIF HIDAYATULLAH

SYARIF H

“saya selalu ingin memiliki sebuah perusahaan indah bertaraf teknologi…”

 

Ahmad Syarif Hidayatullah atau akrab dipanggil Syarif merupakan seorang pengusaha muda yang berasal dari Kota Bandung dengan nama perusahaan CyberLabs.

Pria kelahiran Bogor ini mulai merintis bisnisnya pada bulan Februari tahun 2014 ini, meskipun umur bisnisnya masih terbilang sangat muda, tetapi perkembangan yang di hasilkan terbilang cukup significant.

Awal mula dia terjun ke bisnis IT disebabkan karena latar belakangnya yang merupakan salah satu lulusan SMK Wikrama IT di kota Bogor, setelah lulus dia mulai merantau ke kota Bandung untuk bekerja di sebuah perusahaan Online Marketing dengan nama PT. Asian Brain, dia bekerja selama 6 tahun dan setelah itu dia memutuskan untuk membuka perusahannya sendiri dengan nama CyberLabs yang berfokus pada pengembangan Software dan Digital Marketing Agency.

Syarif bercerita bahwa dia memulai usahanya dengan modal yang sangat kecil yaitu sebesar Rp. 5000 yang dia gunakan untuk membeli bensin motor untuk menghadiri sebuah acara komunitas, dari sanalah dia mulai mendapatkan 1 client yang ingin membuat sebuah website e-commerce dengan harga sebesar Rp. 2.500.000. Dari profit pembuatan website itulah dia mulai mengalokasikan dananya untuk lebih mengembangkan bisnisnya, dia mengalokasikan dananya tersebut untuk mengikuti pelatihan bisnis di GIMB School, dan dari sanalah dia mendapatkan banyak sekali ilmu management dan network yang dapat memperkuat bisnisnya.

Akhirnya pada bulan Juli 2014 ini, Syarif sudah bisa menyewa sebuah kantor yang berlokasi di jln Jakarta kota Bandung dengan total jumlah team saat ini yang bekerja sebanyak 7 orang yang terdiri dari Online Marketer, Grafik Desainer dan Programmer.

Saat ini CyberLabs yang berlamatkan website di www.CyberLabs.asia sedang menggarap beberapa project dari client yang bersifat custome by order mulai dari software management perusahaan-perusahaan multinasional seperti bank, pembuatan website toko online untuk UKM, pembuatan website profile company, hingga membantu beberapa brand di Bandung dalam pengoptimalan promosi Online. Disamping itu dia mengatakan bahwa di tahun ini CyberLabs akan meluncurkan beberapa program dan produk teknologi yang dapat mendukung para UKM baik itu dalam proses pemasaran Online atau software yang dapat membantu mengefisiensikan bisnis dari para UKM tersebut.

Syarif mengatakan dia masih memiliki ambisi bahwa di sisa tahun 2014 ini dia harus memperluas pasar bisnisnya hingga ke skala nasional, dia memiliki cita-cita bahwa perusahaan CyberLabs ini harus menjadi perusahaan IT yang bisa bersaing di skala Internasional yang dapat membanggakan Indonesia.

Ketika ditanya apa yang membuat Syarif tetap konsisten dan semangat menjalankan Bisnis IT ini, dia mengatakan bahwa “saya selalu ingin memiliki sebuah perusahaan indah bertaraf teknologi yang dapat menghidupi orang banyak, perusahaan tersebut bukanlah perusahaan mewah dengan lantai pencakar langit yang sangat tinggi, tetapi perusahaan indah yang memiliki air terjun dan sungai buatan di dalamnya, perusahaan yang memiliki komplek-komplek rumah dengan bentuk yang unik, dan perusahan yang memiliki banyak pohon di dalamnya, intinya perusahaan yang dapat membuat semua team yang bekerja di dalamnya merasa sangat nyaman,  dan tempat tersebut akan dia namakan ”CyberUtopia” “, dia mengatakan bahwa hampir tiap malam dia memimpikan tempat tersebut dan itulah yang membuat dia selalu semangat untuk bangun pagi dan terus semangat untuk membesarkan CyberLabs.

Ketika ditanya kembali apa yang membuat Syarif begitu percaya diri untuk bisa terjun ke bisnis IT dengan modal yang sangat minim ? , dia mengatakan bahwa “saya tidak pernah membiarkan diri saya melakukan yang namanya “self talk” atau “Limiting Believe” atau membatasi ruang pikir dan kreasi, saya selalu mencoba untuk terus berjalan di “Euforia Optimistic“, saya tidak pernah mau memikirkan begitu banyaknya pesaing diluar sana, saya hanya ingin membuat sebanyak produk IT yang bermanfaat untuk masyarakat di masa depan dan itulah yang selalu saya terapkan di dalam perusahaan dan selalu saya ajarkan kepada team CyberLabs lainnya”.

GIMBERS IKUT KEGIATAN GELAR 1000 PRODUK WUB JABAR

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Salah satu kesempatan yang luar biasa dan didapatkan oleh anak muda yang berbisnis dan tergabung dengan GIMB Foundation adalah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation sendiri ataupun bekerjasama dengan perusahaan atau pun lembaga lainnya. Salah satunya adalah DInas KUMKM Jabar.
Program yang diselenggarakan oleh Pemerintah ini merupakan kesempatan yang luar biasa karena akan memberikan manfaat yang luar biasa kepada GIMBers untuk mempromosikan berbagai produk-produk yang pastinya sangat dibutuhkan oleh banyak orang, konsumen yang menunggu hasil karya dari seluruh pihak yang sudah membantu pengembangan entrepreneur dalam GIMB Foundation.

 

Ada 75 orang anak binaan GIMB yang ikut serta dalam pengembangan dan promosi produk dan bisnis mereka. Seluruh binaan berkesempatan menampilkan produk yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan bahkan dipromosikan melalui berbagai media yang  berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk meliput berbagai aktivitas bisnis.
Bisnis-bisnis yang ditampilkan dalam program Gelar 1000 produk Wirausaha Baru Jawa barat. Ada kuliner, ada fashion, ada keripik dan lain-lain. Bahkan ada produk-produk yang berhubungan dengan kreasti berupa jasa-jasa yang dimiliki seperti jasa pembuatan web yang pastinya diperlukan oleh entrepreneur untuk membangun bisnis mereka menjadi lebih besar.
Selain itu, GIMBers juga dilibatkan dalam program pemecahan rekor MURI untuk kategori Host terbanyak yaitu 70 orang yang memecahkan rekor sebanyak 12 orang host yang sudah dicatatkan oleh perusahaan sebelumnya. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam setiap diri GIMBers.
Ada Rini, Evi, Anya, Yuliani, sissy dan lain-lain yang mengikuti kegiatan ini dan terlihat bagaimana mereka sangat bahagia mengikuti kegiatan tersebut. Pengalaman baru dan bahkan jaringan baru dengan mengikuti kegiatan ini menjadi sesuatu yang tidak terlupakan oleh setiap GIMBers pada hari itu.

 

Alhamdulillah, GIMBers menikmati apa yang didapatkan dari pengalaman kemaren dengan menjadi peserta Pameran selama satu hari untuk menampilkan produk-produk mereka dan juga kesempatan untuk berpartisipasi dalam program pemecahan rekor MURI untuk host terbanyak. Luar biasa….
Tulisan ada di www.gimbers.com

Oleh

BELBIZ 13 MARET 2015 MANFAATKAN PROGRAM PEMERINTAH: GELAR 1000 PRODUK WUB JABAR

belbiz
Ada yang berbeda dengan program Belbiz minggu lalu karena acara ini kedatangan tiga orang yang sangat special dalam pengembangan entrepreneurship di Jawa Barat. Tentu mereka tidak akan disia-siakan karena untuk mendatangkan tersebut, tidak lah mudah. Apalagi mendudukkan dalam satu tempat secara bersamaan. Hmmm …. Luar biasa dan akan sangat menyenangkan.
Mereka adalah Deni Rahayu, Kepala Balatkop UMKM Jabar, Ita Garmeita, Pemimpin Divisi Mikro Bank BJB , Kunto Aji, Pemimpin Cabang Bank BJB Purwakarta dan tentu nya Sahabat Meriza dari GIMB Foundation yang selalu menemani dan membahas berbagai hal yang berhubungan dengan entrepreneurship dengan dukungan pengetahuan tentang bisnis dan manajemen dalam pengembangan bisnis.
Bahasan difokuskan kepada bagiamana memanfaatkan program pemerintah, khususnya pemerintah Jawa barat dengan program gelar 1000 produk Wirausaha Baru Jawa Barat yang diselenggarakan pada tanggal 14 Maret 2015. Bahasan ini perlu dilakukan agar memberikan kejelasan bagi setiap stakeholder di Jabar untuk berpartisipasi dalam pencetakan 100.000 Wirausaha Baru Jawa Barat.
Sahabat Meriza memberikan ulasan di awal tentang bagaimana sejatinya entrepreneur melihat setiap peluang yang ada di sekitarnya dan memanfaatkannya dalam aktivitas bisnis. External social capital adalah asset yang sangat penting dimanfaatkan ditengah mahalnya biaya untuk mendapatkan modal tersebut. Tidak bisa dibantah bahwa modal itu sangat murah.
Pak Deni Rahayu memaparkan bagaimana pemerintah Jawa Barat berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitias entrepreneur sehingga dapat mencapai target pencetakan 100.000 Wirausaha Baru Jawa barat. Target yang tidak sedikit akan tetapi, dengan konsep Jabar Masagi, akan mampu memberikan value kepada target entrepreneur suskes.
Perbankan yang dalam hal ini Bank BJB, sangat mendukung program ini. “kami adalah bank milik pemerintah dan akan mendukung setiap program pemerintah” kata Ita Garmeita, pemimpin divisi Mikro Bank BJB. Program-program serupa akan dikembangkan oleh Bank BJB untuk mendukung terciptanya entrepreneur sukses dengan bantuan perbankan  khususnya untuk kredit.  Kunto Aji juga menambahkan bagaimana entrepreneur perlu didukung oleh perbankan.
Bagi entrepreneur, memanfaatkan program pemerintah dan salah satunya gelar 1000 produk WUB sudah harus menjadi kesempatan emas agar berhasil dalam bisnis. Tidak ada pengecualian bagi entrepreneur untuk sukses saat ini tanpa memanfaatkan berbagai peluang dari pemerintah.
Tulisan ada di www.belbizonradio.com

Oleh

NUBIZ 12 MARET 2015: INDUSTRI KREATIF BROADCAST

unduhan (1)
Salah satu bahasan dalam program Nubiz minggu lalu adalah tentang persiapan gelar 1000 produk Wirausaha baru jawa barat yang memang diselenggarakan oleh Dinas UMKM Jawa Barat bersama dengan GIMB Foundation dan juga Bandung TV. Kegiatan yang berlangsung satu hari itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menjadi entrepreneur.
Hal ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah Jawa Barat ditengah tingginya bonus demografi yang ditunjukkan oleh semakin meningkatkan jumlah anak muda yang notabene adalah penduduk Jawa Barat. Mereka tesebar di 27 Kota Kabupaten yang ada di Jawa Barat dan tentu akan menjadi beban pemerintah kalau tidak di persiapkan menjadi entrepreneur dengan baik.
Salah satu program yang menjadi unggulan dalam acara ini adalah pemecahan rekor MURI dengan pilihan host terbanyak yaitu 70 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan berkontribusi dalam pemecahan rekor ini. Tentu tidak muda untuk mendapatkan orang sebanyak itu untuk bisa berpartisipasi dalam acara yang termasuk besar di Jawa Barat.
Hal ini berhubungan dengan bagaimana salah satu industri yang relevan dengan mereka yaitu broadcast yang pastinya sudah tidak asing lagi di benak anak muda dan pelaku industry di Kota Bandung. Sebagai kota Bandung yang lebih dikenal dengan kota Kreatif, broadcast bisa menjadi pilihan hidup yang akan membuat banyak perubahan dalam hidup mereka.
Inilah yang perlu mendapatkan perhatian entrepreneur dalam memilih bisnis. Tidak semua bisnsi itu adalah bisnsi yang harus membuat produk berupa barang ataupun jasa yang pastinya membutuhkan biaya  yang tidak sedikit. Hal ini akan menjadi tantangan yang luar biasa bagi setiap entrepreneur agar bisa memulai bisnis. Sementara mereka memiliki keterbatasan dalam bisnis.
Inilah yang menjadi pesan dalam acara ini bagaimana entrepreneur mulai peduli dengan potensi diri, khususnya dalah bidang broad casting yang dimiliki oleh mereka. Mereka hadir untuk unjuk kebolehan dengan menjadi host dan setiao orang berkesempatan untuk sukses dengan host ini.
So, sudah waktunya industry kreatif menjadi salah satu pilihan bisnis entrepreneur karena berhubungan dengan potensi diri dan passion yang mereka miliki saat ini.
TUlisan ada di www.nubizontv.com

Oleh

NUBIZ GOES TO WIDYATAMA

unduhan (1)
“Kembangkan bakat menjadi entrepreneur sejak mahasiswa” demikianlah judul Nubiz goes to widyatama minggu lalu yang memang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen serta structural di kampus ini. Kegiatan Nubiz ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Be Young Entrepeneur Event yang diselenggarakan oleh Fakulitas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama Bandung. Luar biasa kegiatan yang diselenggarakan pada hari Rabu, 25 Februari 2015 yang lalu.
Nubiz ini menghadirkan dua orang mahasiswa Universitas Widyatama Bandung yang selain berstatus sebagai mahasiswa, tetapi mereka adalah pebisnis atau entrepreneur yang sudah menjalankan bisnis beberapa waktu lalu. Berbisnis kuliner, itulah pilihan yang mereka ambil dan pastinya memberikan value bagi diri sendiri.
Meriza mengawali Nubiz dengan memberikan fenomenan saat ini dimana mahasiswa memang didorong untuk menjadi entrepreneur sukses dan bukannya sebagai job seeker seperti yang selama ini terjadi. “Hal ini sudah diterapkan sejak mereka menjadi mahasiswa pada tingkat pertama dengan dikenalkan kepada bisnis dan manajemen yang sejatinya menjadi mata kuliah pokok” kata nya.  Ini terjadi di Universitas Widyatama, tambahnya.
Untuk memperlihatkan bagaimana perkembangan pembelajaran entrepeneurship di Universitas Widyatama, dihadirkan Purwo dan galih yang memang mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen yang berbisnis dimasa mereka menjadi mahasiswa. Purwo adalah pebisnis yang memilih Roti bakar sebagai bisnisnya. “Saya memulai bisnis ini sebagai sebuah hobi dan melakukannya dengan beberapa teman yang seide dengan saya” kata purwo.
Lain lagi dengan Galih yang memilih bisnis keripik singkong yang pastinya sudah menjadi konsumsi sehari-hari dibenak masyarakat Indonesia. “saya memberikan value khusus kepada keripik ini sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal dan menjadi pilihan yang utama untuk mereka menjalankan bisnis” kata galih.

 

Banyak inspirasi yang didapat dari dua sumber inspirasi ini dan mereka mendapatkan pengetahuan dari kampus. Ditambah lagi oleh siti Komariah, ka prodi Manajemen S1 Universitas Widyatama yang menyatakan bahwa kampus ini terus berkomitmen mendukung mahasiswa untuk menjadi entrepreneur.
Tulisan ada di www.nubizontv.com

Oleh 

NUBIZ SPECIAL GOES TO WIDYATAMA UNIVERSITY

NUBIZ 45 release 20 feb 2015

Minggu malam, acara Nubiz yang muda yang berbisnis membahas satu tema yang sangat menarik karena berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur mulai peduli dengan peran akademisi yang sejatinya mampu memberikan kontribusi dan menjadi sumber bagi entrepreneur dalam memberikan knowledge, skill dan attitude yang setiap harus diamati dan dijalankan enterpeneur. Kedekatan dengan akademisi harus terus dibangun untuk mencapai kesuksesan.

“Akademisi adalah bagian dari konsep triple helix ataupun quadro helix dalam menciptakan entrepreneur sukses selain business, government dan juga community” kata Meriza ketika memulai acara Nubiz. Akademisi pada hakekatnya membutuhkan masyarakat juga dalam membangun dan mengembangkan teori dalam bisnis dan manajemen sehingga bisa memberikan value yang optimal bagi akademisi

Selain itu, mereka juga memiliki program pengabdian masyarakat dalam rangka menerapkan teori dan konsep yang ada dalam kehidupan masyarakat. Tentu akan terjadi sinergisitas dalam menumbuhkembangkan entrepreneur. “Program Nubiz special ini akan menjadi momentum untuk mengembangkan bisnis entrepreneur dan pebisnis muda” kata Meriza

Siti Komariah, ketua program Studi Manajemen S1 Universitas Widaytama memberikan penjelasan bagaimana kegiatan kungjungan Myongji University memberikan value yang luar biasa bagi kampus, baik manajemen, program studi, dosen serta mahasiswa yang pastinya perlu mendapatkan sharing dari kampus lain, apalagi dari luar negeri. “fakultas BIsnis dan Manajemen Universitas Widyatama berkomitmen untuk menjadi world class standard” kata Siti.

Mahasiswa yang hadir dalam acara Nubiz malam itu juga memberikan kesan dan pengalaman mereka yang luar biasa ketika bertemu dengan mahasiswa dari Myongji University dan mereka mendapatkan spirit bagaimana untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis dengan terus memotivasi diri untuk belajar lebih baik.