Articles

now browsing by category

 

ILB TALKSHOW

Coaching 1

ILB Talkshow, yang digelar di Bober Cafe Jl Sumatera No. 5Bandung. Selain menghadirkan Deddy Armiyadi, Owner LaundrySi  Kinclong,  juga  menghadirkan  ibu  muda,  Lucy  Mayasanti,Owner Serba Susu Lembang, sebagai pembicara. Talkshow   yang  rutin  diselenggarakan  oleh  GIMBEntrepreneur School ini dipandu oleh Agus Santoso, salah satufounder  GIMB.  Lucy  mengawali  usahanya  dengan  mengelolapeternakan sapi miliknya. Tak memiliki  bekal  ilmu dan passiondalam bidang peternakan, akhirnya Lucy berusaha keras untukpengembangkannya dalam industri pengolahan berbahan susu.Berangkat  dari  kegemarannya  mengolah  makanan,akhirnya  Master  dalam  Ilmu  Psikologi  ini,  mendirikan  industrirumahan pengolahan susu yang diberi nama Serba Susu. Lucytergerak  untuk  memberikan  nilai  tambah  pada  produk  huluberupa susu sapi menjadi berbagai varian produk olahan kreatifdan berkualitas.Hasilnya, setiap jelang weekend, Serba Susu selalu menjadialternatif  tempat  belanja  para  wisatawan  yang  berkunjung  keLembang. Selain itu, Lucy juga mampu mengoptimalkan produksisusu  dari  beberapa  kelompok  ternak  di  Lembang.  Lucy  punmendapat banyak penghargaan dari pemerintah.Sampai  jumpa di  ILB Talkshow berikutnya.  Salam suksesunggul!

HEART BRAIN

agusprofil-150x150

Dalam sebuah sesi training bertema “Brain Management” di GIMB Entrepreneur School (GES), ada seorang alumnus GES yang bertanya, “Kenapa banyak orang berpendidikan tinggi, tapi menjadi koruptor besar dan masuk penjara?” Begitu kira-kira pertanyaannya.

Sebagai pembicara training, saya tertantang untuk mencoba mengurai permasalahan klise ini secara sederhana dalam konsep Brain Management. Jika dicermati, dalam kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan permasalahan serupa. Terkadang, sulit dicerna dengan logika. Tapi, itulah kenyataannya.

Kasus seperti itu saya sebut sebagai “brain error” atau “miss management otak”. Sebuah kesalahan pengelolaan otak, berupa ketidaksinkronan antara otak kepala dan otak jantung (biasa disebut qalbu atau hati).

Apa yang disebut otak jantung? Seorang ahli neurocardiology asal Canada, Dr. John Andrew Armour menemukan bahwa dalam jantung ternyata ada bagian yang dia sebut “little brain” atau “heart brain” yang memiliki struktur yang sama dengan otak di kepala, yakni memiliki 400.000 neuron, bisa memahami, merasakan, menyimpan memori, dan gelombang elektromagnetik tinggi, lebih tinggi daripada otak kepala.

 Berdasarkan penelitian inilah saya temukan bahwa ternyata yang disebut qalbu oleh Rasulullah Muhammad SAW, tak lain adalah “jantung” sebagai organ fisik dan non fisik. Inilah yang disebut sebagai mudghah (segumpal daging), yang jika dia baik, maka baiklah keseluruhannya, dan sebaliknya, jika buruk, maka buruklah keseluruhannya.

Dalam konsep Brain Management yang saya kembangkan, saya mengintegrasikan seluruh potensi kekuatan yang ada di otak kepala (neocortex, limbic, dan reptilian) dengan yang ada di “otak jantung”. Kekuatan-kekuatan inilah yang merupakan kombinasi keseimbangan antara IQ, EQ, dan SQ.

Neocortex memiliki fungsi utama sebagai alat berpikir, analisis, pengetahuan, ilmu, nalar, dll. Bagian limbic berfungsi sebagai pusat emosi dan bagian Reptilian berfungsi sebagai pusat kendali refleks, insting, nafsu, dll.

Sementara, otak jantung yang biasa disebut qalbu atau dalam bahasa Indonesia disebut “hati” (unsur non fisik, bukan organ hati yang dalam bahasa Inggris disebut “liver”) adalah pusat kendali nilai, baik dan buruk, cinta dan benci, dll. Qalbu inilah yang seharusnya menjadi leader, bukan otak kepala.

Jadi, tak heran jika orang berpendidikan tinggi jadi koruptor. Meski Neocortex-nya tahu bahwa korupsi sebenarnya terlarang dan dosa. Jika, Qalbu-nya kotor dan tertutup dari cahaya kebenaran, maka Qalbu-nya hanya sebagai penonton, tak kuasa mengendalikan Reptilian-nya melakukan kejahatan. Qalbu-nya hanya sebagai komentator, setelah perbuatan itu dilakukan.

 

Salam sukses unggul!

Agus Santoso, Founder GIMB | Mahasiswa Magister Manajemen STIE Pasundan Bandung | @agusbipoz | www.gimbers.com


Agus Santoso

GIMB FOUNDATION | GIMB Entrepreneur School
Komplek Grand Surapati Core Blok F10 Lt. 2 Bandung
022-61333669 | 085795553475 | www.agusbipoz.com 

www.gimbfoundation.org | www.gimbentrepreneurschool.com | www.gimbilovebusiness.com | Follow @agusbipoz | Follow @GIMBFoundation

SUKSES BERSAMA WUB JABAR

unduhan (1)

Program Wirausaha Baru Jawa Barat yang diulas kembali dalam Nubiz Bandung TV yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation bersama Bandung TV dan Koran BIsnis Bandung. Tadi malam, Anton Gustoni, Kepala Dinas UMKM Jawa Barat berkenan hadir.

“Program WUB sudah memasuki satu tahun pertama dan Alhamdulillah, sudah bisa mencetak 19.600 an wirausaha  baru” katanya. Memang target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Jawa Barat adalah sebanyak 20.000 wirausaha baru Jabar dengan konsep Jabar Masagi

“Jabar Masagi adalah strategi yang digunakan oleh pemerintah untuk mencapai target 100.000 WUB tersebut” kata Anton. Semuanya bersinergi untuk mencetak wirausaha baru dan pada tahun pertama ini, sudah memperlihatkan hasil yang memuaskan. “Hal ini dapat dilihat pada kegiatan gelar 1000 produk wub Jabar pada tanggal 14 Maret 2015 lalu” katanya.

“Dinas KUMKM juga sudah menjalankan program perekrutan dan sampai saat ini sudah menetapkan target 1500 WUB” kata Aty, kabalatkop dan UMKM Jabar. “ada lebih dari 5000 yang mendaftar dan yang diterima adalah 1500 setelah melewati fase seleksi yang diikuti oleh mereka melalui online” katanya.

Dinas KUMKM jabar memang menjadi koordinator untuk pencetakan 100.000 WUB Jabar dan program tahun ini ditargetkan oleh pemerintah untuk mencapai 1500 WUB baru. Pelatihan bahkan sudah diberikan kepada 100 peserta selama lima hari dalam bentuk pelatihan di kelas sampai dengan benchmarking ke tempat pengusaha sukses selama dua hari.

Tiga orang pengusaha muda yang sudah mengikuti program WUB juga memberikan pendapat bagaimana manfaat yang mereka dapatkan dari program WUB. “Program WUB sudah memberikan value dan pengalaman kepada saya selaku pengusaha sampai bisa memasarkan produk ke luar negeri” kata Milah, owner Rumah Kue Millah. Banyak hal yang dia rasakan dan bisa dimanfaatkan dari program WUB ini.

Lain lagi dengan Teti, owner Ataya Collection yang menyatakan bagaimana dia sampai keluar negeri setelah mendapatkan knowledge, skill dan attitude dari program WUB ini. “saya bisa sampai keluar negeri setelah mendapatkan pelajaran dan pengalaman dari WUB. Saya sangat bersyukur” katanya.

Beda lagi dengan yati, owner YN salon dan merasakan bahwa perubahan yang luar biasa dalam bisnis nya ketika mengikuti program WUB tersebut. Padahal bisnisnya itu ada di Garut dan sudah merasakan manfaat dari program ini.

MANFAATKAN IT

belbiz
Inilah salah satu pelajaran yang sangat penting bagi setiap wirausaha ketika menjalankan bisnis, khususnya dalam pengembangan pemasaran mereka. Milah dari Rumah Kue Milah menjelaskan bagiamana dia mengembangkan pemasaran dengan memanfaatkan IT berupa internet dan social media untuk terus berkomunikasi dan branding produk mereka kepada konsumen.
Banyak halyang perlu diperhatikan oleh wirausaha ketika mereka sudah siap memasarkan produk kepada konsumen. kalau dulu, orang fokus kepada pemasaran off line dan hanya memanfaatkan hubungan pertemanan dan hubungan baik satu sama lain. tentu saat ini perlu direvisi agar memberikan value yang optimal bagi perusahaan.

Setiap orang dalam perusahaan, khususnya entrepreneur sudah harus concern dengan bagaimana mereka membangun bisnis itu sendiri dengan memanfaatkan IT. Inilah salah satu keunggulan anak muda ketika mereka diminta untuk memasarkan produk dengan baik kepada target mereka dan IT menjadi solusinya.
Ketika ini bisa dijalankan, setiap wirausaha akan mendapatkan value yang luar biasa dan dampaknya kepada bisnis adalah akan semakin memberikan value yang optimal ketika itu bisa dikelola dengan baik. Jangan terjebak dengan apa yang selama ini dimiliki karena hanya akan berdampak kepada hal-hal yang sedikit.
Fokuslah kepada IT dan rasakan manfaatnya,,,, demikian lah anak muda seringkali sampaikan dan rasanya, ketika dihubungkan dengan konsep strageic management, itu akan sangat terasa ketika bisnsi itu bisa dijalankan secara bersamaan dengan IT.
Competitive advantage sebagai tujuan bisnis akan bisa tercapai dengan hal ini. so.. mari manfaatkan IT
Tulisan ada di www.belbizonradio.com

Oleh 

PELUANG BISNIS

ISMBEA-2014
Setiap hari harus dilihat sebagai sebuah peluang dan tentu juga tidak dilepaskan dari ancaman dari setiap bisnis itu sendiri.. Rasanya, kalimat ini perlu dicerna dengan lebih baik oleh setiap wirausaha dalam menjalankan usaha ketika banyak orang yang mulai pesimis dengan kondisi lingkungan bisnis, seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya serta teknologi. apalagi dalam konteks konsumen, pesaing, distributor dan juga supplier.

Perlu direnungkan bahwa menjadi wirausaha itu memang dituntut untuk bisa menjadi seorang ahli strategi dalam bisnis dan disinilah tantangannya ketika mereka akan menjadi seorang yang sukses dalam berbisnis, harus bisa memanfaatkan setiap peluang yang relevan dengan bisnis mereka itu sendiri. Tidak boleh menyerah dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi dan sejatinya harus diambil sebagai sebuah peluang.
Pada hari ini, khususnya bulan ini, akan banyak sekali kejadian yang akan sangat berpengaruh terhadap bisnis para wirausaha dalam menjalankan bisnis mereka. Kemaren saja, nilai rupiah selalu diatas Rp. 13.000, meskipun banyak yang tidak membahasnya secara mendalam. Lalu, situasi politik yang memanas ketika akan diperingatinya hari kebangkitan nasional.
Belum lagi perubahan lingkungan lainnya. tentu sebagai wirausaha perlu kembali kemindset untuk mencapai sukses dimana perubahan lingkungan ini adalah sesuatu yang sudah pasti dan tidak akan bisa dirubah lagi. Perubahan yang akan berdampak kepada bisnis itu sendiri, baik sebagai ancaman ataupun peluang sehingga dua-duanya perlu disikapi dengan positif.
Perlu setiap wirausaha untuk berfikir positif dan fokus dalam menjalankan bisnis dengan melihat setiap perubahan lingkungan itu akan berdampak kepada peluang dan ancaman. sejatinya wirausaha itu akan selalu mencari sebuah peluang untuk bisnisnya agar bisa terus sukses mengembangkan bisnis saat ini dan yang akan datang. bagaimana dengan anda? hmmm…

Oleh

STRATEGI PEMASARAN UMKM

“UMKM harus memahami dengan baik strategi pemasaran dan menjalankannya dalam bisnis tersebut,,”kata Meriza ketika ditanya oleh Kujang S, penyiar Radio K-Lite dalam program Belbiz on Radio K-Lite pada Jumat, 15 Mei yang lalu. Memang tema yang diangkat berhubungan dengan strategi pemasaran yang seringkali menjadi permintaan banyak sahabat K-Lite ketika mendengar program Belbiz ini.

“sebagai seorang pebisnis, sudah sejatinya memahami konsep bahwa bisnis itu berhubungan dengan bagaimana memindahkan uang dari saku konsumen kepada saku entrepreneur” tambahnya. Filosofi ini menjadi dasar bagaimana knowledge, skill dan attitude yang sebenarnya harus dimiliki oleh setiap entrepreneur untuk sukses dalam berbisnis.

Kunto Aji, pemimpin cabang Bank BJB Purwakarta setuju dengan pernyataan ini. “sudah seharusnya seorang wirausaha bisa fokus dalam memasarkan produk karena percuma produk yang bagus diproduksi oleh setiap entrepeneur, sementara tidak ada yang beli…” katanya. Konsep pemasaran menjadi kunci sukses setiap pebisnis dan itu sejatinya menjadi point untuk mencapai kesuksesan.
“Apalagi untuk bisnis yang berhubungan dengan fashion dan kuliner, dimana saat ini sangat digemari oleh masyarakat” kata Kunto. Dimasyarakat, sangat berkembang kedua bisnis ini sehingga diperlukan konsep pemasaran yang kuat dan memiliki differensiasi yang jelas.
Kedua pendapat diatas didukung oleh Milah, owner Rumah Kue Milah yang menjadi narasumber pada program Belbiz malam itu. Milah yang berbisnis kue menjelaskan bagaimana mulanya berbisnis kue yang memang berangkat dari motif bakat “kubutuh” tetapi selanjutnya berkembang sesuai dengan peluang yang dimilikinya.
“saya memulai dari bakat kubutuh untuk biaya kuliah, tetapi semakin kesini mendapatkan peluang untuk mengembangkan bisnis ini” katanya. Disinilah pelajaran yang disampaikan oleh Meriza bahwa bisnis itu butuh percepatan untuk bisa bersaing di pasar yaitu dimulai dari potensi diri. “Potensi diri yang dikembangkan menjadi bisnis akan mempermudah berjalanannya bisnis” kata Meriza.
Teti, owner Ataya Collection juga memberikan gambaran bagaimaan dia memulai bisnis. “saya dulunya adalah karyawan perusahaan garment dan saat ini mengembangkan bisnsi tersebut..”katanya.  Inilah awal pengembangan bisnisnya sehingga mulai bisa menghasilkan produk yang sesuai dengan need, want dan demand konsumen.
Belbiz malam itu juga membahas konsep dasar pemasaran sehingga dapat memberikan gambaran bagaimana seharusnya seorang wirausaha mengelola pemasaran untuk bisa mencapai keunggulan dalam bisnisnya.

 

Oleh

FOKUS PADA MINDSET

Semakin hari, semakin banyak saja tantangan setiap wirausaha dalam menjalankan bisnis, khususnya yang berasal dari lingkungan di sekitar mereka. Tantangan yang berhubungan dengan politik, ekonomi, sosial dan budaya serta teknologi yang pada akhirnya menjadi faktor kunci dalam hubungan bisnis setiap entrepreneur dalam konteks konsumen, pesaing, distributor serta center atau supplier bagi produk setiap wirausaha.
Rasanya, tidak ada henti-hentinya perubahan terjadi dalam lingkungan bisnis setiap wirausaha, khususnya lingkungan politik dan ekonomi yang mengalami perubahan begitu cepat dan bahkan berdampak kepada bisnis yang sangat signifikan karena sangat terasa dan kelihatan secara jelas oleh setiap wirausaha. Ekonomi dan politik sangat erat hubungannya dalam bisnis.
Disinilah tuntutan kepada setiap wirausaha untuk mulai fokus dalam mengembangkan dan meningkatkan mindset dalam berbisnis atau entrepreneurial mindset yang sejatinya menjadi sebuah kekuatan dalam diri setiap wirausaha. Bisa dilihat saat ini banyak anak muda yang memilih entrepreneurship sebagai sebuah pilihan hidup dengan beralih pada membangun bisnis, baik sendiri maupun bekerjasama dengan teman-teman mereka.
Pada awalnya, boleh saja menjadi seorang wirausaha dengan modal awal yang memiliki karaktersitik cenderung nekat. Memang itu diperlukan sebagai langkah awal yang harus diambil oleh setiap calon entrepreneur sukses. Akan tetapi, tidak boleh selamanya seperti itu. Adakalanya setiap entrepreneur harus bisa merubah mindset mereka yang awalnya adalah seorang entrepreneur, akan tetapi menjadi seorang manajer.
Mindset itu berhubungan dengan sikap mental mereka dalam menjalankan bisnis dan sangat lekat dengan bagaimana mereka melihat sebuah peluang dari kondisi lingkungan yang begitu cepat perubahannya sehingga bila tidak bisa mengantisipasi perubahan, maka akan berdampak kepada bisnis mereka jangka panjang. Atau malah sebaliknya, sebuah ancaman yang harus diambil sikap agar tidak terjerumus kepada dampak ancaman tersebut.
Mindset ini harus dikembangkan dan diasah dengan melihat kondisi lingkungan bisnis dan juga sejauh mana peluang dan ancaman tersebut berpengaruh kepada bisnis setiap wirausaha. Tidak bisa dipungkiri bahwa hal itu akan selalu dirasakan oleh setiap entrepreneur ketika mereka membangun bisnis untuk saat ini dan  yang akan datang.

 

Mindset itu sangat dinamis dan fokus seseorang untuk menumbuhkembangkan akan sangat menentukan kedepannya. Teruslah mengasah dan mendalami mindset bisnis agar setiap perubahan lingkungan bisnsi yang akan berdampak kepada peluang dan ancaman bisa ambil sikap yang lebih awal dan bermanfaat bagi bisnis. Intinya adalah peluang bisa dioptimasi dan ancaman bisa diminimalisasi… bagaimana dengan anda?… hmm…..
Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com

Oleh

PELATIHAN WUB 2015 DINAS UMKM DIMULAI

cropped-Logo-GIMB-Foundation-Merah.jpg
Minggu ini adalah minggu yang sangat special bagi para wirausaha baru Jawa Barat karena setelah mengikuti riuhnya peringatan Konferensi Asia Afrika yang sudah berlangsung selama kurang lebih satu minggu dan bahkan masih berjalan sampai akhir bulan April 2015, para wirausaha muda Jabar yang sudah mengikuti seleksi program yang sudah digagas oleh Gubernur Ahmad Heryawan sejak tahun 2014. Program yang menjadi salah satu satu program unggulan untuk mencetak wirausaha muda sukses berbasis pengetahuan.
Memang acara peringatan Konferensi Asia Afrika kemaren juga menjadi ajang bagi wirausaha muda untuk mengembangkan bisnis mereka dan secara teknis, terlihat betapa banyaknya wirausaha yang terlibat dalam acara ini sebagai relawan ataupun menjadi bagian dari panitia yang sudah membuat acara tersebut berjalan dengan lancara. Banyak sekali wirausaha yang terlibat dan pelajaran dan pengalaman dari acara ini menjadi sebuah social capital yang tidak bisa diabaikan untuk membangun bisnis menjadi tumbuh dan berkembang.
Sekarang, saatnya wirausaha baru Jabar, khususnya yang sudah mengikuti seleksi pencetakan 100.000 wirausaha baru Jabar tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas UMKM Jabar, untuk mulia mempersiapkan diri dalam program pelatihan yang akan mereka dapatkan selama beberapa hari di Balatkop Dinas UMKM Jabar. Pelatihan yang berupakan bagian dari benefit yang didapatkan oleh setiap wirausaha baru Jabar.
Agar kegiatan ini dapat memberikan value yang optimal bagi wirausaha baru Jabar sehigga mereka mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang benar dalam berbisnis. Pada akhirnya, dapat membuat bisnis mereka mendapatkan profit, memberikan manfaat bagi banyak orang (people), menjaga kelestarian lingkungan alam (planet)  dan berkelanjutan dalam 10 tahun kedepan (sustainability) serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Oleh karena itu, perlu memperhatikan beberapa hal sehingga nantinya 1500 WUB yang dicetak oleh Dinas UMKM dapat mencapai tujuannya. Pertama, perlu mempersiapkan diri setiap calon WUB tersebut tentang apa yang akan mereka lakukan selama pelatihan. Hal ini penting karena mereka akan menjadi actor utama dan bahkan factor penentu untuk keberhasilan pelaksanaan program WUB itu sendiri. Kesamaan persepsi akan memudahkan pencapaian tujuan pelaksanaan WUB.
Kedua, instruktur pelatihan yang memiliki knowledge, skill, attitude serta pengalaman bisnis yang relevan dengan wirausaha. Hal ini penting karena calon WUB itu sudah memiliki komitmen, rencana dan bahkan bisnis itu sendiri. Mereka membutuhkan instruktur yang bisa memberikan sharing pengethauan, pengalaman, sikap dan bahkan tips-tips bisnis yang bisa digunakan oleh wirausaha dalam menghadapi masalah bisnis mereka.
Ketiga, materi yang diberikan juga menjadi factor kunci sukses dalam pelatihan ini. Jangan sampai materi tidak relevan dengan yang dibutuhkan oleh peserta WUB. Oleh karena itu, perlu diberikan materi yang sesuai dengan tingkat bisnis yang sudah dijalankan. Pembagian atas tiga kelompok itu penting dimana ada yang baru berencana untuk menjalankan bisnis, sudah menjalankan bisnis antara 1 – 3 tahun dan sisanya, bisnis yang sudah berjalan antara 3 – 5 tahun. Keseuaian materi menajdi penting.
Keempat, metode pelatihan dan fasilitas yang diperlukan selama pelatihan juga menjadi factor kunci yang perlu disiapkan. Karena, material tidak akan dipahami dengan baik bila tidak didukung oleh metode dan fasilitas sehingga mereka akan lebih mudah mengerti. Berikan contoh, diskusi kelompok, simulasi, pemutaran film, studi kasus adalah beberapa metode yang penting untuk digunakan. Kemudian, laptop, infocus dan lain-lain menjadi penting sebagai fasilitas pendukung.

 

Yang terakhir adalah bagaimana disiapkan evaluasi atas pelatihan yang diberikan,sehingga diketahui perubahan atas pengetahuan, keterampilan serta sikap mereka dalam berbisnis. Inilah yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara pelatihan bagi WUB dan juga peserta WUB dinas UMKM itu sendiri sehingga tujuan bisa tercapai secara efektif dan efisien. Selamat mengikuti pelatihan….
Tulisan ada di Koran Bisnis Bandung

Oleh

(Untitled)

ISMBEA-2014
Beberapa hari terakhir ini, saya disibukkan dengan pertanyaan dari wirausaha baru yang mendaftar dalam program Pencetakan Wirausaha Baru Jawa Barat untuk tahun kedua yang diselenggarakan oleh Dinas KUMKM Jawa Barat. Program yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas wirausaha di Jawa Barat sebagai bagian dari pencapaian 100.000 wirausaha baru di Jawa Barat yang notabene adalah program pemerintah Jabar.
Salah satu tahapan yang harus dilalui oleh calon peserta adalah mengikuti seleksi yang diselenggarakan oleh dinas UMKM Jabar. Seleksi yang sudah diikuti adalah seleksi administrasi yang diselenggarakan melalui on line dengan mengirimkan data-data dan proposal setiap calon peserta program WUB. Seleksi administrasi ini menentukan apakah mereka akan mengikuti tahapan selanjutnya berupa wawancara atau tidak karena akan menjadi penting.
Apa yang terjadi? Banyak sekali yang miss dalam tahapan ini. Bisa jadi mereka tidak terbiasa dengan system online dan membuat mereka menjadi kaget. Tidak banyak yang bisa mereka lakukan apabila berhubungan dengan system online yang notabene berhubungan dengan internet dank arena kebiasaan yang masih terlihat rendah di penggunaan internet untuk bisnis, membuat banyak calon peserta WUB yang kurang optimal. Pada akhirnya, mereka meminta kebijakan untuk memanfaatkan cara lain sebagai sebuah alternative dalam menghadapi ujian yang akan dihadapi di program ini.
Hal ini mengingatkan saya juga pada acara temu mitra bisnis yang diselenggarakan oleh Community Development Center (CDC) PT Telekomunikasi Indonesia di Pekalongan pada hari Senin yang lalu. Temu mitra bisnis yang bertujuan untuk sharing pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana seorang wirausaha mengurus perizinan kepada pemerintah dengan memiliki badan usaha berupa CV ataupun badan hukum beupa PT. Disela-sela memberikan materi kepada peserta, terlihat bagaimana teman-teman PT Telkom memberikan sharing tentang aturan yang harus diikuti sebagai binaan PT Telkom.
Apa yang terjadi? Terlihat bagaimana mitra binaan harus diberikan sebuah pendidikan untuk bisa mengikuti aturan selama menjadi mitra binaan. Ketika mereka mau mengikuti program-program yang disediakan oleh CDC PT Telkom seperti pameran baik di tingkat local, regional, nasional maupun internasional. Akan tetapi, mereka harus bisa mengikuti aturan yang sudah berlaku di program ini.
Apa yang bisa diambil pelajaran dari hal ini? Saya teringat konsep diri yang dimiliki oleh setiap wirausaha dan salah satunya adalah mereka sangat dipengaruhi oleh persepsi. Hal ini sangat berhubungan dengan bagaimana wirausaha itu perlu diberikan knowledge dan experience yang sangat mempengaruhi persepsi tersebut. Kedua factor ini sangat mempengaruhi persepsi, apalagi persepsi tentang bagaimana setiap wirausaha itu didik untuk mengikuti aturan yang sudah disepakati.
Pengetahuan tentang aturan yang berlaku, seperti kondisi yang dihadapi oleh peserta program wirausaha baru Jabar yang akan mengikuti program WUB dan juga mitra binaan PT Telkom di Pekalongan, perlu diberikan dengan baik sehingga mereka bisa mengetahui apa itu aturan yang akan diterapkan. Pengetahuan ini menjadi dasar untuk bisa masuk ke tingkat selanjutnya yaitu pemahaman. Mereka harus sadar mengapa mereka perlu menjalankan aturan. Tentu ada reward dan punishment dari perusahaan ataupun stakeholders yang menyelenggarakan program ini.
Tidak hanya sampai disitu, perlu memberikan penyadaraan kepada mereka tentang aturan. Hal ini berhubungan dengan manfaat bagi diri mereka sendiri. Kalau tidak menjalankan, akan rugi sendiri. Setelah itu, harus dipantau mereka menjalankan aturan, menjadi kebiasaan, perilaku dan karakter mereka dalam menjalankan aturan. Inilah salah satu aspek yang penting untuk membuat persepsi mereka kuat tentang aturan.

 

Pengalaman juga perlu diberikan kepada wirausaha dalam menjalankan aturan. Menunjukkan wirausaha yang berhasil menjalankan dan benefit yang mereka dapatkan akan memudahkan wirausaha untuk memiliki persepsi yang benar tentang menjalankan aturan. Inilah yang bisa membuat wirausaha Follow the rules selama menjalankan bisni… jangan biasakan mereka mendapatkan kemudahan atau pengecualian untuk menjalankan aturan…….
Tulisan ada di Koran Bisnis Bandung www.bisnisbandung.co.id 

Oleh

HIGH RISK

agusprofil-150x150

Terjun ke dunia bisnis, berarti harus siap menghadapi segala resiko.
Sesungguhnya, dalam setiap pengambilan keputusan, dalam bidang apapun,
pasti ada resikonya. Betul? Begitu pula dalam bisnis. Lantas, kenapa
bisnis selalu identik dengan resiko? Bisa jadi, karena dalam bisnis
ada “pertaruhan” di dalamnya. Yup, “pertaruhan” antara untung atau
rugi.
Pertaruhan yang saya maksud, bisa jadi prosentase untung-ruginya
fifty-fifty, bisa juga 20-80 atau 80-20, dan seterusnya. Seorang
entrepreneur harus mampu mengubah “pertaruhan” itu menjadi peluang
yang memiliki prospek yang baik ke depan. Inilah perbedaan antara
pertaruhan yang berkonotasi perjudian dengan “pertaruhan” yang berarti
optimisme dalam bisnis.
Dalam bisnis memang tak bisa lepas dari ketidakpastian. Selalu ada
faktor-faktor yang tidak bisa dikendalikan tiba-tiba muncul, seperti
bencana alam, resesi ekonomi, perubahan kebijakan, kegaduhan politik,
dll. Di sinilah peran manajemen resiko sangat dibutuhkan oleh para
entrepreneur. Resiko bisa diperhitungkan dan diminimalisir mulai dari
perencanaan yang bersifat preventif hingga penanganan yang bersifat
solutif.
Bagi seorang entrepreneur, ada dua prinsip yang bisa dijadikan
sebagai pedoman dalam menghadapi resiko. Pertama, “hope for the best,
and prepare for the worst”. Prinsip ini sangat penting dalam
menghadapai segala kondisi, sehingga pada saat berhasil dia akan
bersyukur, dan pada saat gagal dia akan bersabar. Dua kekuatan dahsyat
dari kecerdasan emosional ini, harus dimiliki oleh para entrepreneur.
Harapan besar untuk mendapatkan hasil yang terbaik, hasil yang besar,
hasil yang menguntungkan, harus diimbangi dengan sikap siap menghadapi
kenyataan yang berbeda dari harapan. Sebuah kedewasaan sikap yang
menunjukkan kematangan pribadi seseorang. Karena jika hal itu tidak
dimiliki, maka akibatnya adalah terjangkitnya penyakit was-was, cemas,
khawatir, anxiety, stress, depresi, paranoid, dll.
Kedua, “we can’t change the direction of the wind, but we can adjust
the sails”.  Yup, jika resiko kegagalan menghampiri, jangan pernah
menyalahkan keadaan, menyalahkan resiko, menyalahkan orang lain, tapi
carilah cara untuk bisa ke luar dari kegagalan itu. Seorang
entrepreneur, tak akan menyalahkan arah angin, tapi dia mencoba
mengubah arah layar, sehingga bisa tetap mencapai tujuan.
Seorang entrepreneur akan mampu mengambil langkah tepat, fokus pada
pemecahan masalah, fokus mencari solusi, tidak terjebak hanya berkutat
pada permasalahan yang dihadapi. Dengan kemampuan ini, maka segala
resiko apapun akan mampu dihadapi dengan tenang dan terarah. Inilah
kemampuan seorang entrepreneur yang memiliki jiwa kepemimpinan.

Salam sukses juara!
Agus Santoso, Founder GIMB | Mahasiswa Magister Manajemen STIE
Pasundan Bandung | @agusbipoz | agusbipoz.com | www.gimbers.com


Agus Santoso
GIMB FOUNDATION | GIMB Entrepreneur School
Komplek Grand Surapati Core Blok F10 Lt. 2 Bandung
022-61333669 | 085795553475 | www.agusbipoz.com
www.gimbfoundation.org |
www.gimbentrepreneurschool.com<http://www.tokobisnis.com/>
| www.gimbilovebusiness.com <http://www.infoseminarbandung.com/> | Follow
@agusbipoz | Follow @GIMBFoundation