Finance Management

now browsing by category

 

Mengukur Kekuatan Keuangan Perusahaan

Keuangan perusahaan adalah kata kunci dalam melihat kinerja perusahaan. Oleh siapa? Oleh para stakeholder yang sangat berkepentingan dengan perusahaan tersebut. Keuangan inilah yang dilihat pertama kali. Khususnya tentang apa? Tentang laporan keuangan.

Kekuatan keuangan perusahaan adalah dasar untuk setiap entrepreneur dalam membuat keputusan mereka. Hal ini akan menentukan keberhasilan dari para entrepreneur dalam bisnis mereka. Inilah yang menjadi point utamanya.

By : Meriza Hendri

Berapa Revenue Perusahaan?

Kemarin tanggal 30 Mei 2013. Satu hari sebelum tutupnya bulan ini. Bagi para entrepreneur, hal ini sangat penting untuk disadari Kenapa demikian? hal ini untuk melihat kinerja daripada perusahaan atau bisnis kita. Kinerja yang menjadi indikator keberhasilan usaha tersebut.

Apa itu? aspek keuangan. Berupa total pendapatan atau total revenue dari perusahaan kita itu sendiri. Total revenue adalah bagaimana perkalian antara harga dengan jumlah penjualan produk atau layanan kita. Penjualan tersebut akan mempengaruhi profit nantinya.

Kemudian, berapa juga total biaya yang sudah kita keluarkan. Biaya yang diperlukan selama menjalankan opreasional usaha ini selama satu bulan. Penting untuk diingat bahwa biaya tersebut sangat menentukan laba. Laba yang diharapkan bagus, akan tergerus oleh biaya itu sendiri. Masa sih?

Ya iyalah. Tentu ingat dengan konsep TP = TR – TC. Itulah konsep dasar dalam bisnis itu sendiri. Seringkali orang hanya mengandalkan TR atau total reveneu. Habis-habisan berpromosi. Dengan tujuan untuk mendapatkan penjualan yang sbanyak mungkin.

Akan tetapi, biaya tidak dikontrol. Dampaknya apa? ya gitu deh…. Laba juga akan menurun karena tergerus tadi. Penuruan laba yang sangat penting dan signifikan bagi perusahaan. Sungguh disayangkan hal ini bisa terjadi.

By : Meriza Hendri

Prioritaskan Keuangan untuk Fasilitas Bisnis

Ngga terasa, proses bisnis perusahaan sudah mulai stabil. Kestabilan ini dilihat dari output dan outcome yang dihasilkan. Satu tantangan yang harus diselesaikan, fasilitas. Fasilitas itu menjadi salah satu faktor utama bagi keberhasilan dalam bisnis. Kenapa demikian?

Tanpa adanya fasilitas, proses bisnis tidak akan bisa berjalan dengan baik. Fasilitas itu faktor utama bagi karyawan. Inilah kata kuncinya yang terjadi dalam bisnis itu sendiri. Kesesuaian antara fasilitas dengan pekerjaan penting. Itulah konteks yang harus diselesaikan oleh para entrepreneur.

Lalu, bagaimana dengan keuangan tersebut? Inilah yang paling penting untuk diprioritaskan. Pengutamaan anggaran kepada fasilitas menjadi stratejik. Anggaran tanpa prioritas pada aspek fasilitas, akan merugikan perusahaan secara keseluruhan. Penting untuk diingat bagi para entrepreneur tersebut.

Lalu apa yang harus dilakukan sebagai entrepreneur? Perhatian kepada fasilitas yang dibutuhkan oleh para manajer dan karyawan. Fasilitas itulah kata kunci bagi keberhasilan perusahaan. Itu adalah sesuatu yang harus dipahami.

Lalu, apa yang dilakukan setelah itu? lengkapi fasilitas tersebut. Ini penting buat keuangan. Anggaran yang tepat akan membantu pencapaian kinerja mereka. Oleh karena itu, anggaran dan kesediaan keuangan harus benar-benar ada.

By : Meriza Hendri

Pendanaan Bisnis Saya dari mana?

Assalamualaikum kang Meriza

Pa kabar kang, semoga akang sehat dan sukses selalu. Terima kasih selama ini Saya membaca berbagai tulisan akang di www.gimbfoundation.org. Saya sangat banyak mendapatkan pengetahuan dari tulisan akang. Terima kasih kang.

Saya adalah pengusaha dalam bidang industri kreatif. Saya membuat replika pesawat dan sekarang sudah banyak pembelinya. Orderpun sudah berdatangan dan Saya bahkan kewalahan dalam menerima order.

Hanya masalahnya sekarang, Saya mengalami kendala dalam pendanaan untuk membuatnya. Mohon saran akang, baiknya Saya bagaimana.

Wassalam kang.
Riki,
Cijerah

Waalaikum salam kang Riki,
Terima kasih atas kesempatan akang membaca setiap tulisan saya di web kami. Memang tulisan tersebut kami buat untuk menjadi recharge buat akang dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan serta attitude dalam berbisnis.

Permasalahan yang akang hadapi adalah permasalahan yang sering dihadapi oleh para entrepreneur lainnya juga. Bersyukur sebenarnya akang dengan kondisi ini. Karena kepercayaan dari para buyer sudah ada.

Sekarang, bagaimana menyelesaikan masalah yang akang hadapi? Kepercayaan dari para buyer jangan disia-siakan. Itu adalah aset dalam bisnis dan sangat berharga.

Untuk masalah keuangan, perlu dilihat secara hati-hati. Kalau dirunut, kang Riki coba lihat dulu aset yang ada dan milik kang riki. Hal ini penting sebelum memanfaatkan keuangan dari orang lain. Dalam hal ini, kang Riki juga membuat perhitungan atas kondisi keuangan usaha.

Kondisi keuangan pribadi ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin buat usaha tersebut. Apabila masih kurang, cobalah memanfaatkan keuangan dari IMF atau istri, mertua dan family. Artinya, orang terdekat adalah target utama untuk meminjam uang. Akan tetapi, konsep profesional adalah wajib dipegang.

Bila masih kurang atau tidak ada, barulah kepada teman atau investor individu. Teman seperti halnya istri, mertua dan family, adalah para angel investor. Mereka tidak mensyaratkan seperti halnya lembanga keuangan dan non keuangan sebagai pihak lain untuk mendapatkan keuangan.

Ini penting untuk dipahami agar dalam pemilihan sumber pendanaan bisa optimal bagi pengembangan bisnis kita. Itu yang bisa saya berikan kepada Riki, sukses selalu ya bisnis.

By : Meriza Hendri

Bagaimana Kinerja Perusahaan Itu Sudah Berhasil dengan Standar Pribadi?

Pertanyaan ini Saya dapatkan dalam kelas ketika mengajar Kewirausahaan bagi siswa-siswi di kampus. Pak Meriza, Bagaimana indikator minimal suatu bisnis kita bisa berhasil dengan pribadi kita? pertanyaan yang sangat berat.

Pertanyaan yang wajar ditanyakan oleh para entrepreneur sebelum dan bahkan ketika mereka sudah menjalankan bisnis tersebut. Ketakutan seseorang terhadap pencapaian yang hendak mereka raih dalam bisnis tersebut. Jadi, harus dijawab inimah.

Dalam konteks bisnis yang Saya pelajari dan Saya alami, maka laba adalah tujuan dari bisnis. Laba didapatkan dari selisih total revenue dibandingkan dengan total biaya perusahaan. Itulah yang harus menjadi perhatikan business owner.

Lalu, relevansi dengan bisnis individu adalah bagaimana laba tersebut minimal bisa memenuhi kebutuhan bulanan daripada setiap business owner. Minimal ini harus menjadiperhatian karena akan kebutuhan bulanan harus dipenuhi dari laba tersebut. Itulah indikator utamanya.

Dalam konteks bisnis, Saya membahasakan bagaimana bisa kita sebagai business owner menyelaraskan kebutuhan pribadi dengan kebutuhan perusahaan. Nilai minimal ini harus bisa dipenuhi. Tidak mungkinlah business owner bisa kerja dengan baik.

 

 

By : Meriza Hendri

Keuangan Perusahaan

Semakin kesini, semakin sadar bahwa keuangan perusahaan memang darahnya perusahaan, jalan tidaknya perusahaan sangat diperngaruhi oleh keuangan. Kenapa demikian?

Pertanyaan yang sangat menarik. Kenapa keuangan penting bagi perusahaan. Jawabannya juga harus lengkap.

Dalam konteks bisnis, keuangan perusahaan harus dikelola dengan sebaik mungkin. Karena berhubungan dengan kinerja perusahaan. Kinerja yang tampak oleh pemegang saham.

Pengelolaan keuangan harus benar-benar efektif dan efisien. Dalam perjalanannya suatu bisnis, manajemen berharap adanya transparansi dalam pengelolaannya.

Pastinya akan dikejar konsep ini. Konsep transparansi dan jelas tepat sasaran. Seringkali masalah yang Saya temui dalam bisnis, menyangkut hal ini.

Jadi, mari kita concern terhadap keuangan perusahaan kita.

 

 

 

By : Meriza Hendri

Keuangan Perusahaan

Semakin kesini, semakin jelas bagaimana keuangan benar-benar mempengaruhi perusahaan dalam menjalankan operasinya dalam rangka pencapaiaan perusahaan. Keuangan perusahaan adalah ibarat darah bagi perusahaan dalam keseharian nya. Bisa dibayangkan, bagaimana perusahaan kekurangan darah dalam keseharian mereka? pasti lah perusahaan tersebut  akan berhenti beroperasi.

Pengelolaan keuangan perusahaan adalah sangat penting bagi setiap perusahaan tersebut. Setiap entrepreneur, dituntut untuk bisa mengelola keuangan perusahaan dengan baik. Pengelolaan keuangan tersebut harus dilakukan dengan baik.

Kalau mengingat kemampuan seorang entrepreneur, kompetensi tersebut berhubungan dengan managing finance effectively. Jelas sekali bagaimana setiap entrepreneur harus mampu mengelola keuangan perusahaan dengan baik. Tidak ada pengecualian dalam hal ini.

Terdapat tiga kegiatan utama dalam pengelolaan keuangan perusahaan tersebut. Pertama adalah bagaimana entrepreneur harus mendapatkan uang atau dana yang tepat buat perusahaan. Ketetapan ini tidak hanya berhubungan dengan jumlah, tetapi juga berhubungan dengan bunga atau biaya modal yang murah. Kemampuan seorang entrepreneur benar-benar dituntut untuk kegiatan ini.

Artinya adalah seorang entrepreneur tidak dilarang untuk berhutang. Akan tetapi, dia harus mampu mendapatkan hutang dengan bunga yang sangat kecil. Relatifititas sangat dibutuhkan dalam konteks ini dalam artian mana bunga yang paling rendah dari modal yang kita pinjam tersebut.

Kegiatan kedua adalah bagaimana mengelola keuangan perusahaan. Pengelolaan ini berhubungan dengan alokasi dana untuk operasional perusahaan. Perlunya pembuatan anggaran dari setiap kegiatan perusahaan adalah sangat penting.

Kegiatan ketiga adalah bagaimana membagikan laba bagi pemegang saham. Laba adalah tujuan dari berdirinya perusahaan dan oleh karena itu, para pengelola perusahaan harus mampu mengelola keuangan perusahaan untuk mendapatkan laba. Laba inilah yang harus dibagikan kepada para pemegang saham.

Suatu perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang mampu mengelola keuangan perusahaan mereka dengan baik. Oleh karena itu, kemampuan dan keterampilan serta sikap dalam mengelola keuangan harus dikedepankan oleh setiap entrepreneur.

By : Meriza Hendri

Masalah Keuangan

Dalam diskusi hari ini, salah seorang anak didik Saya menyampaikan masalah mereka. Permasalahan umum seorang entrepreneur. Apa itu?

Permasalahan berhubungan dengan keuangan usaha. Keuangan sebagai modal bagi bisnis mereka. Masalah pokok dalam bisnisnya.

Sangat menyedihkan ketika terjadi kekurangan uang untuk bisnisnya. Kok bisa? Harusnya ngga dong.

Waduh, pertimbangan dasar buat pebisnis menjalankan bisnis. Ibu tersebut kurang modal dan uang bisnis nyatu dengan uang usaha.

Saya rasa, ini awal masalah. Masalah yang tidak membedakan uang bisnis dengan uang dapur. Kasihan sekali.

Adapun pemikiran tadi berhubungan dengan menyelesaikan pencatatan keuangan perusahaan. Pencatatan sangat penting. Lalu mengajukan pinjaman kepada pihak ketiga.

By : Meriza Hendri

Keuangan Perusahaan

Tadi pagi, Saya kekantor untuk mempersiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perusahaan. Kegiatan tersebut adalah berhubungan dengan bisnis perusahaan. Kegiatan yang akan menjadi income generating bagi perusahaan.

Salah satu isu yang dibahas berhubungan dengan kegiatan perusahaan tidak lepas juga dengan keuangan perusahaan. Keuangan perusahaan berhubungan dengan status keuangan yang ada saat ini dan yang akan datang. Hal inilah yang harus menjadi pertimbangan bagi Saya dalam membuat berbagai keputusan bisnis tersebut.

Salah satu yang menjadi acuan Saya adalah laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan adalah dasar keputusan bisnis tersebut. Hal pertama yang Saya minta adalah laporan keuangan dari bagian akuntansi.

Setiap transaksi yang ada dalam perusahaan harus dicatat oleh manajemen. Pencatatan yang Saya lihat dari laporan keuangan perusahaan Saya cukup bagus dan rapi. Terlihat bagaimana arus transaksi keuangan perusahaan.

Berbagai keputusan perusahaan akan jauh lebih baik bagi perusahaan Saya saat ini dan yang akan datang. Keputusan inilah yang akan menentukan keberhasilan perusahaan kedepan. Keputusan ini harus tetap mendasarkan kepada kondisi keuangan perusahaan.

By : Meriza Hendri

Disiplin Dengan Rencana

Disiplin Dengan Rencana

Kegiatan dalam suatu perusahaan tidaklah satu dan setiap kegiatan memiliki karakteristik yang berbeda-beda satu sama lainnya. Kegiatan tersebut tentu memiliki target yang hendak dicapai dalam kesehariannya. Berbagai kegiatan juga memiliki saling keterkaitan.

Baru-baru ini, Saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga sehubungan dengan kegiatan dalam perusahaan ini. Kegiatan dalam perusahaan adalah income generating. Selain itu, juga menunjukan pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan.
Ada satu kondisi dimana Saya harus dituntut untuk memutuskan suatu kegiatan yang sudah berlangsung dengan rutin. Acara tesebut akan mencapai growing kalau kita kontekskan kedalam business life cycle. Akan tetapi, ada suatu kejadian yang menuntut untuk acara tersebut harus dirubah.
Saya tidak setuju dengan konsep ini. Konsep perubahan atas suatu kegiatan harus jelas latar belakangnya dan bisa dipertanggung jawabkan. Harus transparan juga.

Pelajaran dari kejadian ini adalah bagimana Saya harus benar-benar disiplin atas setiap kegiatan yang sudah direncanakan. Disiplin adalah wajib hukumnya.