GIMB Foundation Gallery

now browsing by category

 

ILB Goes To Purwakarta

ILB Peweka 1Ada yang spesial dalam acara I Love Business minggu kemarin yaitu I Love Business Goes to Purwakarta. Acara yang biasanya diadakan di Kota Bandung yaitu di Bober cafe, di senin Malam tersebut, sengaja dipindahkan ke Purwakarta, tepatnya di Kantor Bank BJB Purwakarta. Memang acara ini merupakan kerjasama antara Bank BJB Purwakarta dan GIMB Foundation dan didukung oleh Bandung TV, Koran Bisnis Bandung dan juga HIPMI BPC Purwakarta dan HIPMI Jabar.

Tema ILB goes to Purwakarta ini adalah Tema yang diambil adalah bagaimana menggali potensi daerah untuk menghadapi pasar bebas ASEAN 2015 dengan mendatangkan Bapak Zulkarnain, Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, perindistrian dan perdagangan Kabupaten Purwakarta, Ibu Ita Garmeita, Pemimpin Wilayah I Bank BJB Bandung dan Kang Wiwied, pengusaha yang telah sukses dalam bisnis dengan brand C 59. Kang Meriza menjadi pembicara dari akademisi sekaligus moderator kegiatan ini.

Alhamdulillah, dengan dikomandoi oleh Pak Kunto Aji, selaku pemimpin Bank BJB cabang Purwakarta bisa mendatangkan lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai bisnis. Bahkan Pak Komang selaku direktur Bandung TV juga bersedia hadir dan memberikan dukungan untuk acara ini.

Acara sendiri berlangsung dari pukul 20.00 WIB setelah peserta disuguhi dengan makan malam. Acara diskusi tetapi santai sangat dirasakan oleh peserta, apalagi setiap pembicara menyampaikan materinya. Peserta sangat antusias yang terlihat dari tanya jawab dan peserta tidak meninggalkan tempat duduk sampai acara selesai pukul 22.00 WIB. Sampai ketemu lagi di ILB minggu depan dan kembali ke Bober Cafe, Jalan Sumatera Bandung hari dan jam yang sama, senin pukul 18.00 – 21.00 WIB.

Talkshow Radio Bobotoh 96.4 FM

on air bobotoh 7 febJum’at malam, adalah jadwal rutin on air di Radio Bobotoh 96,4 FM yang sudah disetting untuk berbagi pengetahuan bisnis dan manajemen bersama para bobotoh. Program semalam mendatangkan bintang tamu siswa GIMB Entrepreneur School yaitu Kang bambang yang berbisnis kuliner dengan brand produknya Ayam Dower. Selain itu, ada Oman, salah seorang siswa GES 14 yang memang juga seorang pengusaha pie susu.
Akan tetapi, Kang Meriza tidak dapat bergabung karena bertemu dengan General Manager Radio Bototoh, Kang Joe. Acara dibahas oleh Kang Agus dan Teh Vita dari GIMB Entrepeneur School dan tentu tidak bisa dilepaskan dari Kang Adi sebagai penyiar radio yang memang fokus pada pengembangan entrepeneurship di kalangan bobotoh, khususnya para bobotoh yang sudah berbisnis selama ini.
Materi yang dibahas adalah bagaimana mengembangkan bisnis kuliner yang tentunya para bobotoh juga banyak yang berbisnis kuliner. Bisnis ini sangat berkembang di Kota Bandung dan pastinya akan terus berkembang seiring dengan tingginya permintaan konsumen kepada kuliner. Inilah yang disampaikan oleh Kang Agus. Tidak akan pernah berhenti bisnis kuliner dan bila dihubungkan dengan basic need manusia, Pangan adalah kebutuhan pokok entrepeneur dan akan tetap ada kebutuhan tersebut.
Bambang Ayam dower juga menceritakan bagaimana perjalanan bisnis beliau selama ini dan bagaimaan tantangan dan peluang yang ada sehingga dapat gambaran perjalanan bisnis beliau. Panjang memang ceritanya, akan tetapi, itulah proses bisnis yang dihadapi oleh para entrepeneur.
Oman juga mendapatkan kesempatan dari kang Adi untuk memberikan gambaran bisnis beliau yaitu Pie susu. Motivasi dan strategi yang akan diterapkan oleh Oman juga dibahas oleh Kang adi untuk mendapatkan deskripsi bisnis beliau dan bisa dibagi kepada para bobotoh yang setia mendengar program Republik Lapak di radio Bobotoh ini. luar biasa tanggapan pendengar.
Akhirnya, kang Agus juga menjelaskan tentang GIMB Entrepeneur School atau GES bagi para bobotoh yang ingin belajar dan mendapatkan pengetahuan tentang bisnis dan manajemen selama kelas. Belajar selama 3,5 bulan di kelas dengan membahas konsep-konsep yang berhubungan dengan entrepeneurship, bisnis danlingkungan bisnis, manajemen, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasi dan manajemen sumber daya manusia.
Selain itu, ada juga pembelajaran di luar kelas berupa I Love business, diliput oleh portal juaranews.com, www.gimbentrepreneurschoo.com, www.gimbfoundation.org, koran Bisnis Bandung, Majalah Wirausaha keuangan, Radio bobotoh, Radio Zora, Radio Pro 2 FM serta Bandung TV. Selain itu, bobotoh juga mendapatkan kesempatan untuk dibina dan mendapatkan kredit dari Bank BJB sebagai bank yang mendukung GIMB Entrepeneur School.

Ujian Akhir Siswa GES Batch 9

web ujianTadi malam, adalah jadwal entrepreneur yang tergabung dalam kelas GIMB Entrepreneur School batch 9 mengikuti ujian akhir yang merupakan kesempatan untuk melihat perkembangan pengetahuan dan pemahaman serta peghayatan dari setiap entrepreneur di dalam kelas yang sudah mereka ikuti selama 3,5 bulan bersama para instruktur, baik dikelas maupun di luar kelas.
            Peserta ujian tadi malam adalah Kang Rona, Kang Sukma, dan Uda Opick yang memang satu angkatan dalam kelas GES batch 9 ini. Terlihat wajah mereka yang sangat serius ketika masuk ruangan dan hmmm…selalu menyatakan tidak siap dan belum belajar. Inilah pernyataan yang keluar dari mulut mereka saat ini.
            Alhamdulillah, para siswa dapat memberikan jawaban dari setiap soal dengan mendasarkan kepada materi yang sudah disampaikan dan contoh-contoh kasus bisnis yang mereka hadapi. Contoh pasti akan membuat pemahaman mereka akan semakin baik dan semakin tajam dalam bisnis tersebut. contoh juga akan membuat konteks dalam pemikiran para entrepreneur agar bisa membuat pengertian yang lebih baik.

            Akhirnya, ujian bisa juga diselesaikan oleh siswa dan dikumpulkan oleh kang Meriza yang memang bertanggung jawab terhadap hasil ujian ini. setelah itu, dilakukan pembahasan agar mereka mengerti dengan steiap materi yang diberikan. Selamat ya teman-teman entrepreneur, menjadi a successful knowledge based young entrepreneur.

Pelatihan Lanjutan Untuk Siswa SMP Al-Ikhlas Jakarta

SMP Al-ikhlasApa cita-citamu setelah besar nanti? Itulah pertanyaan yang diberikan kepada siswa SMP AL Ikhlas, Cipete Jakarta Selatan tadi pagi. Pertanyaan yang bersifat standar yang ditanyakan oleh banyak orang kepada anak mereka. Namun demikian, pertanyaan itu sangat penting diberikan kepada anak-anak yang masih kecil dan sudah mendapatkan materi entrepreneurship pada bulan lalu.
            Hari ini,  Rabu 5 Februari 2014, merupakan kesempatan kepada siswa dan siswi SMP Al Ikhlas, Cipete Jakarta selatan untuk mendapatkan pelajaran lanjuta tentang entrepreneurship dari GIMB Foundation. Kegiatan lanjutan dari pelatihan selama tiga hari yang diberikan pada bulan Desember 2013 dan diikuti oleh para siswa dan siswi yang diarahkan untuk menjadi entrepreneur ketika mereka sudah besar nanti. Tidak lagi terombang ambing dengan pilihan yang tidak jelas.
            Pada pertemuan tadi pagi, dihadiri oleh empat kelas dari sekolah ini. Ada kurang lebih 70 an siswa yang hadir dan semua sudah siap mendapatkan materi dari GIMB Foundation. Memang butuhk ekstra effort untuk mengajarkan ilmu ini kepada para anak smp karena memang mereka masih kanak-anak dan belum memiliki konsep yang jelas untuk menadi seorang entrepeneur yang diharpakan oleh orang tua dan juga pihak sekolah.
            Untuk membantu pengarahan siswa agar berhasil, pihak sekolah mendampingi kang Meriza dan Kang Avip yang memberikan materi. Ibu Ari yang mewakili sekolah terus membantu menggerakkan siswa dan siswi untuk belajar di ruangan perpustakaan sekola yang sudah disetting untuk dijadikan ruanagan pelatihan bagi siswa.
            Pada awalnya, dijelaskan bagaimana materi yang sudah diberikan kepada siswa. Mereka diingatkan kembali dengan kelompok serta materi yang sudah mereka terima sebelumnya. Memang  mereka tidak ingat semua, akan tetapi, masih bisa menggambarkan konsep dasar yang diajarkan dikelas kemaren. Untuk mengiingatkan mereka, dibuatkan kuis dan cerita yang bisa menggugah peserta memahami materi dulu.
            Satu hal yang paling penting diberikan adalah dengan bertanya apa cita-cita mereka setelah dewasa nanti. Percaya atau tidak, jawaban siswa urang lebih 95% ingin menjadi entrepreneur. Beberapa pilhan bisnis yang mereka sampaikan adalah menjadi pengusaha migas, ekspor impor, punya restoran, sepatu, pemain bola sampai artis dan penulis. Luar biasa pilihan mereka untuk menjadi entrepreneur.
            Kalau ditelisik, mereka memilih bisnis berdasarkan kondisi lingkungan keluarga yang mereka miliki. Keluarga merupakan lingkungan terkecil dari setiap entrepreneur yang membentuk persepsi, motif, learning, personality serta attitude mereka. Jelas terlihat mereka sangat dipengaruhi oleh keluarga mereka.
            Terlepas dari itu, inilah faktanya, bagaimana setiap siswa dan siswa SMP Al-ikhlas sudah memiliki persepsi tentang bagiamana mereka ingin menjadi entrepreneur daripada seorang karyawan nanti setelah dewasa. Senang sekali rasanya mendapatkan gambaran dari siswa dan siswi SMP Alikhlas tersebut.

            Acara selesai tepat pukul 12.00 WIB dan diakhir oleh kang Avip dengan memberikan games yang membuat siswa dan siswi menjadi tertarik untuk menjadi entrepreneur nantinya.

Siapkan Diri Untuk AEC

WEB AECAslm gimbers… Pa kabar. Just remind, bagaimana persiapan kita menuju pasar bebas asean? Orang lain sudah sangat mempersiapkan diri untuk “menyerbu” negara kita yang notabene pasar kita karena hampir 50 persen pasar produk-produk entrepreneur ada di negara ini.

Gimb juga dituntut untuk bisa membantu teman2 gimbers mempersiapkan diri agar tidak menjadi penonton dari serbuan free flow of goods, free flow of investment, free flow of services, free flow of capital and free flow of skilled people.

So, mari bergerak dan jadikan pasar bebas asean sebagai “musuh” yang harus dikalahkan….oleh karena itu, knwoledge nased young entrepreneur adalah “harga mati” untuk dimiliki…sukses buat kita hari ini

ILBGladiator #41 Teknologi dan Proses Bisnis

web ILB-41I Love Business (ILB) yang diselenggarakan oleh Gerakan Indonesia Muda Berbisnis (GIMB) Entrepreneur School pada hari Senin tanggal 13 Januari 2014 memang berbeda dari yang biasanya. Hal ini selain karena pembicaranya yang memang expert di bidang IT dan juga tema yang diberikan sangat relevan dengan entrepreneur saat ini yaitu bagiamana membangun proses bisnis yang efektif dan efisien dengan menggunakan teknologi.

Materi ini diberikan oleh Kang Deddy Novrandianto, owner PT Swamedia Informatika dan diulas oleh Kang Meriza yang memang menggunakan format baru untuk I Love Business di tahun 2014 ini. Kang Deddy memberikan materi bagaimana tuntutan kepada entrepreneur saat ini untuk terus meningkatkan kualitas bisnis mereka dengan teknologi. Tuntutan tersebut tidak hanya dari konsumen, akan tetapi juga dari pesaing.

Kemudian, kang Deddy memberikan materi tentang teknologi yang relevan dengan proses bisnis entrepreneur itu sendiri. proses bisnis yang selama ini kurang diperhatikan oleh entrepreneur sehingga banyak cost yang timbul. Dampaknya adalah tentu daya saing produk atau jasa menjadi rendah.

Kemudian, kang Meriza mengulasnya dari aspek konsep bisnis dan manajemen yang relevan dengan teknologi dan juga proses bisnis. Hal ini penting karena setiap entrepreneur perlu mengambil benefit dari materi yang diberikan.

Pada akhirnya, diberikan kesempatan tanya jawab dari peserta kepada Kang Deddy dan Kang Meriza. Juga bagi penanya yang aktif dan bagus, diberikan hadiah dari para GIMBers yang menjadi sponsor dalam acara ini.

Kelas GES Batch 10 Tentang Operation Management

web operation managementJadwal GIMB Entrepreneur School batch ke 10 yang memiliki jadwal pukul 08.—11.00 WIB dengan materi operation management. Kuliah hari ini disampaikan oleh kang Meriza yang memang sudah dijadwalkan oleh manajemen GIMB Entrepreneur School.

            Siswa GES batch 10 ini agak terlambat karena hujan dipagi hari yang sudah berlangsung sejak sejak jam 7 pagi an. Mereka terhalang datang ke kelas, akan tetapi kelas berlangsung sesuai dengan yang sudah dijadwalkan. Ada kang Jadid, Mba Sri dan juga Mba Yanti yang hadir dalam kelas operation management ini.
            Penjelasan seperti biasa diawali dengan menanyakan bagaimana perkembangan bisnis setiap entrepreneur karena perlu diketahui bagaimana progress dan juga kendala-kendala yang dihadapi selama seminggu ini. Jawaban-jawaban dari setiap siswa menjadi bahasan materi yang diberikan di kelas dan juga dihubungkan dengan teori yang relevan dengan operation management.
            Materi lainnya berhubungan dengan bagaimana memahami proses bisnis dalam setiap perusahaan. Setiap siswa dibuatkan model tentang proses bisnis yang disingkat dengan SIPOC yaitu supplier, input, process, output dan  juga consumer yang harus dipahami oleh setiap entrepreneur. SIPOC ini menjadi dasar untuk menganalisis untuk melihat bagaimana biaya yang melekat dalam setiap aktivitas dan kegiatan mana yang bisa diperbaiki.
            Selanjutnya, setiap entrepreneur diajar kan untuk membuat standar operation procedure atau SOP yang memang dijadikan sebagai dasar untuk melihat bagiamana bisnis entrepreneur saat ini dan yang akan datang. SOP ini penting bagi entrepreneur agar bisa menjalankan sistem dalam perusahaan mereka. Management system akan membuat bisnis entrepreneur bisa terus tumbuh dan berkembang.

          Pada akhirnya, diberikan sesi tanya jawab  bersama kang Meriza dengan siswa dan membuat mereka untuk lebih memahami materi yang sudah diberikan. Konteks dalam proses bisnis dengan bisnis mereka penting untuk diterapkan.

On Air Radio Bobotoh

On air radio BobotohSaya berkesempatan untuk memberikan sharing knowledge tentang entrepreneurship di Radio Bobotoh 96,4 FM yang memang rutin saya laksanakan setiap minggu. Bobotoh sudah mendengarkan setiap jumat malam tentang entrepreneurship yang dihubungkan dengan teori dan apa yang dijalankan oleh bobotoh dalam keseharian bisnis mereka.

bahasan dalam talkshow ini adalah tentang bagaimana pengaruh perubahan lingkungan bisnis terhadap bobotoh yang berbisnis itu sendiri. LIngkungan bisnis yang paling disorot adalah tentang perubahan lingkungan alam yang akhir-akhir ini berhubungan dengan perubahan iklim dan sangat berpengaruh terhadap bisnis itu sendiri. Ada hujan yang terus menerus, gunung meletus, banjir dan berbagai bencana alam lainnya sehingga berdampak kepada bisnis.

 Malam ini diskusi ditemani oleh Kang Ridwan dan dipandu oleh Kang Adi yang memang menjadi penyiar tetap tentang lapak bobotoh yang bekerjasama dengan GIMB Entrepreneur School atau GES yang memang menjadi partner untuk acara diskusi ini.
Kang Ridwan adalah owner dari Galeri UKM Bandung yang merupakan salah seorang siswa GIMB Entrepreneur School. Beliau sudah belajar di GES ini dan beberapa materi sudah didapatkan dan bisa diaplikasikan dalam bisnis beliau. Aplikasi ini langsung dapat diterapkan karena memang materi yang diberikan relevan dengan bisnis mereka.
Kang adi memberikan tanggapan dan mengarahkan bagaimana materi diskusi malam ini memberikan value bagi setiap bisnis bobotoh untuk membuat bisnis mereka menjadi lebih baik, tumbuh dan berkembang seperti yang sudah dicita-citakan oleh setiap bobotoh.

Mengajar di Kelas GIMB Entrepreneur School Batch 11

web batch 11Siang ini, saya berkesempatan untuk mengajar kelas GIMB Entrepreur school (GES) batch yang ke 11, pada pukul 14.00 – 17.00 WIB. Materi kelas hari ini berhubungan dengan strategic management yang sangat dibutuhkan oleh para entrepreneur dalam membangun bisnis mereka kedepan.

Kelas hari ini dihadiri oleh sebagian siswa yang memang concern untuk menumbuhkembangkan bisnis mereka. Fokus mereka adalah bagaimana membuat bisnis yang saat ini belum berkembang menjadi luar biasa agar bisa mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dan selalu dibilang bagaimana bisnis tersebut bisa mencapai profit, people, planet serta sustainability dan tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Pemberian materi tentang strategic management dimulai dengan kasus dimana siswa diminta untuk mendesain bisnis mereka untuk 10 tahun yang akan datang. Apa yang mereka inginkan terhadap bisnis tersebut selama 10 tahun sehingga akan menjadi blue print dalam menjalankan setiap bisnis mereka. ini penting karena dibutuhkan guidance oleh entrepreneur dalam berbisnis.
Setelah siswa membuat materi bisnis dan rencana mereka untuk 10 tahun kedepan, mulailah mendesain apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. Dalam konteks strategi bisnis, apa yang dilakukan ini sudah menjadi bagian dari apa yang yang mereka sebut manajemen stratejik.
Penjelasan konsep strategi, stratejik, manajemen dan manajemen stratejik sendiri menjadi bagian yang tidak terpisahkan karena memang siswa diminta untuk bisa memiliki kerangka stratejik dalam bisnis mereka.
Dalam hal ini, siswa diajak untuk berdiskusi tentang konsep-konsep tadi dan membuat berbagai hal mendasar untuk bisnis mereka, khsusunya yang relevan dengan manajemen stratejik tersebut.
Kelas sore ini diakhir dengan membuat rencana dalam bentuk analisis lingkungan internal dan eksternal darisetiap bisnis entrepreneur agar bisa didapatkan mana peluang yang bisa di optimasi dan manajemen ancaman yang bisa diminimalisir oleh setiap entrepreneur.

Sharing Dengan Manajemen Bandung TV dan Koran Bisnis Bandung

web sharingKemaren pagi, senin 13 Januari 2014, saya berkesempatan untuk sharing dengan manajemen Bandung TV dan juga Koran Bisnis Bandung. Ada Bapak Ustiarsa, Ibu Dewi dan juga Kang Herdi yang merupakan manajemen dari kedua media di atas.
Selain itu, juga hadir Kang Donny yang memang salah seorang pemenang dalam lomba Ide bisnis dan foto entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Bandung TV dan Koran Bisnis Bandung pada tahun 2013.
Pertemuan kemaren membahas bagaimana bagaimana evaluasi atas kegiatan lomba ide dan foto entrepreneurship yang sudah diselenggarakan selama dua bulan tahun kemaren. Luar biasa tanggapan yang diberikan oleh manajemen Bandung TV dan juga Koran Bisnis Bandung.
Memang banyak hal yag dibahas sesuai dengan yang didapatkan dalam acara tersebut. ada kekurangan dan kelebihannya juga. Dapat disadari bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan di tahun pertama, oleh karena itu banyak pelajaran yang didapat.
setelah melakukan evaluasi, dilakukan analisis dan saran apa dari setiap orang yang ada dalam pertemuan tersebut. Kemudian, dibuatlah action plan yang bisa dilaksanakan kedepannya. Rapat berlangsung sampai pukul 12 an.