Manajemen

now browsing by category

 

Time Management Bagi Calon Juara

web time managementInilah yang disampaikan oleh salah seorang binaan saya yang berbisnis event organizer ketika saya tanyakan, kenapa terlalu sibuk dan tidak bisa menyempatkan diri dalam aktivitas belajar di kelas? Padahal, saya sudah mengajak beliau untuk menyediakan waktu untuk belajar entrepreneurship, bisnis dan leingkunga bisnis serta manajemen untuk diri dan pengembangan bisnis beliau saat ini dan yang akan datang.

            Bagi saya, hal ini sangat disayangkan karena selalu saya tekankan bagaimana seorang entrepreneur harus benar-benar menjadi orang yang pembelajar karena setiap entrepeneur dihadapkan kepada berbagai masalah yang nantinya pasti akan berpengaruh terhadap bisnis mereka masing-masing. Jangan sampai salah dalam menyusun waktu yang ada karena kesalahan paling mendasar seorang entrepreneur adalah kegagalan dalam membuat skala priortas untuk setiap aktivitas bisnis mereka.

            Saya sudah sampaikan kepada beliau untuk mulai mengelola waktu atau time management untuk setiap aktivitas bisnis beliau. tidak bisa diteruskan seperti ini karena akan berdampak kepada bisnis beliau saat ini dan yang akan datang.

            Hal lini membuat saya teringat dengan konsep bisnis yang dijalanakn oleh para entrepeneur dan khususnya berhubungan dengan sumber daya yang mereka miliki. Ada sumber daya yang harus dimiliki oleh setiap entrepeneur adalah man, money, machine, method, material, market dan minute serta informasi. Rasanya, hal ini sudah kita bahas sebagian besar dalam tulisan-tulisan sebelumnya dalam rangka mencapai tujuan untuk bisnis mereka.

            Khusus untuk minutes, ada hubungannya dengan waktu atau time yang menjadi sumber daya seorang entrepreneur. time itu adalah aset yang paling berharga bagi setiap entrepeneur karena sumber daya ini tidak bisa diganti ataupun dibeli. Berapapun uang yang ada, tidak akan bisa membeli waktu ini dan bahkan menggantinya. Watku itu akan berlalu sangat cepat dan harus benar-benar disadari oleh setiap entrepeneur.

            Oleh karena itu, sudah saatnya seorang entrepeneur harus memanfaatkan waktu seefisien mungkin agar bisa memberikan manfaat yang optimal bagi usaha mereka. Waktu itu harus benar-benar di-manage untuk mendapatkan bisnis yang siap untuk tinggal landas dan mencapai tujuan bisnis yang selalu ditekankan kepada profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

            Time management itu berhubungan dengan bagaimana setiap entrepeneur bisa memanfaatkan waktu yang benar-benar terbatas dan tidak bisa di ulang kembali. Waktu itu akan berlalu cepat. Oleh karena itu, jelas seorang entrepeneur harus benar-benar membuat rencana aktivitas dan mulai dari tujuan yang SMART yaitu spesifik, measurable, attainable, realistic dan time table yang jelas.

            Ini adalah awal yang harus diselesaikan dahulu. Kemudian mengorganisasikan seluruh sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut. ini penting agar bisa membuat capaian yang jelas untuk target tadi dan pencapaiannya jelas.

            Selanjutnya adalah menjalankan rencana secara efektif dan efisien sehingga nantinya bisa dilakukan evaluasi dan kontrol atas capaian setiap pelaksanaan rencana tersebut. inilah yang harus dillakukan oleh entrepeneur.

            Dalam pelaksanaanya, entepeneur harus bisa membedakan konteks kerjaan mendesak dan penting sehingga akan diketahui mana aktivitas yang harus didahulukan. Itu dulu ya, salam juara

Pasar Adalah Sumber Daya Bagi Bisnis Entrepreneur

web - entrepreneurUang kita ada di pasar, itulah statement yang selalu saya ingat dan dalam satu film yang berjudul wolf of wall street, juga semakin jelas dibilang bahwa uang itu ada di konsumen dan tugas kita sebagai pebisnis adalah bagaimana memindahkan uang dari saku konsumen ke saku kita. Inilah yang menjadi tantangan setiap entrepeneur dalam menjalankan bisnis, baik itu manufaktur maupun jasa serta trading atau perdagangan.

            Bagi setiap entrepeneur, salah satu sumber daya yang harus dikelola dan dialokasikan secara efektif dan efisien dalam kerangka menjalankan salah satu peranan sebagai seorang manajer adalah market. Pasar merupakan sumber dayayang harus benar-benar dialokasikan sebaik mungkin agar bisa menghasilkan output dan outcome yang optimal bagi perusahaan atau bisnis para entrepeneur.

            Inilah yang selalu saya lakukan untuk mencapai tujuan bisnis yaitu mengalokasikan pasar sebagai sumber daya. Pasar itu sangat luas dan memiliki banyak segmen yang berbeda-beda. Itulah fakta yang tidak bisa dibantah dan terjadi diseluruh pasar, apapun jenis produk mereka. akan selalu ada pasar yang bila dikelompokkan, akan menjadi segmen-segmen yang berbeda-beda.

            Pasar harus dialokasikan seperti ini. Tidak mungkin dan tidak akan optimal bila entrepeneur melayani seluruh pasar yang ada karena harus melihat kekuatan dan kelemahan produk dan perusahaan entrepeneur itu sendiri. Kondisi ini yang sedang dihadapi oleh para binaan GIMB yang seringkali disebut dengan GIMBers dalam menjalankan bisnis mereka selama ini dalam bisnis mereka.

            Perlu dipahami bahwa pasar itu memang sebuah sumber daya yang harus dikelola agar memberikan hasil yang optimal. Sumber daya harus dirubah menjadi seuatu yang bernilai bagi perusahaan karena bila tidak dikelola, hanya akan menjadi sumber daya yang “mati” dan tidak bermanfaat. Sangat disayankan dan bila dikembalikan kepada konsep entrepeneurship yaitu bagiamana setiap orang mampu melihat atau menciptakan peluang dan merubahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

            Konsep merubah inilah yang harus dipahmi dan dijalankan oleh setiap entrepeneur yaitu merubah pasar yang hanya sebatas sumber daya, menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan produk, berupa barang atau jasa untuk mencapai tujuan yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang.

            Oleh karena itu, untuk mengalokasikan sumber daya berupa pasar ini, entrepeneur perlu memahami perilaku konsumen, baik bisnis, konsumen akhir, pemerintah dan juga pasar global yang tetap berubah dan memiliki perilaku yang berbeda-beda. Pemahaman atas perilaku ini akan menggiring setiap entrepeneur bertindak yang tepat kepada mereka.

            Kedua, membuat program yang relevan dan sesuai dengan konsumen tersebut. program-program pemasaran perlu sesuai dengan kondisi konsumen agar bisa membuat mereka puas dan loyal kepada perusahaan. Seringkali orang orang terjebak dengan ketidaktahuan pada perilaku konsumen dan program pemasaranpun tidak sesuai dengan perilaku mereka.

            Ketiga, membuat program CRM atau customer Relationship management (CRM) kepada konsumen agar mereka bisa menjaga konsumen atau pasar tersebut secara efektif dan efisien. Salam juara….

Mengalokasikan Sumber Daya: Uang

web uangSalah satu sumber daya yang paling penting bagi entrepeneur adalah modal berupa uang yang akan digunakan untuk bisnis para entrepeneur. Modal inilah yang seringkali dikeluhkan entrepeneur dalam berbisnis dan diharapkan bisnis akan bisa normal bila ada uang yang cukup untuk menjalankan bisnis tersebut. Ketersediaan modal akan membuat entrepreneur bisa berbisnis dengan baik.

Hal inilah yang seringkali ditemui pada banyak entrepeneur dalam menjalankan bisnis. Teman yang berbisnis sangat berharap bagaimana uang dapat ditambah agar bisnis bisa berjalan, padahal kalau melihat aset yang beliau miliki, bisa digunakan untuk berbisnis. Selalu merasa bahwa uang atau modal tersebut kurang. Bagaimana mau mengembangkan bisnis, kata beliau bila kondisi keuangan yang tidak optimal.

            Beda lagi dengan teman yang lain yang juga berbisnis. Dengan uang yang ada, beliau mengoptimasi jumlah uang yang ada karena beliau berkeyakinan bahwa uang itu tidak akan pernah bisa cukup. Beliau menyadari sumber daya yang salah satunya adalah uang tidak akan pernah cukup. Itu adalah hukum yang berlaku dan harus dipahami secara seksama oleh setiap entrepeneur.

            Ada perbedaan persepsi diantara kedua entrepeneur tadi. Masing-masing memiliki uang, akan tetapi persepsi mereka terhadap uang itu tidak sama. Dampaknya? Luar biasa bagi diri setiap entrepeneur sehingga dalam bekerjapun juga berbeda. Kenapa demikian? Inilah manajemen atau pengelolaan sumber daya berupa uang dalam setiap bisnis para entrepeneur.

Oleh karena itu, memang harus bisa mengelola sumber daya uang ini, khususnya mengalokasikan uang untuk setiap kegiatan bisnis entrepeneur. Apa saja yang harus dilakukan oleh entrepreneur dalam mengalokasikan uang? Persepsi dulu yang harus dipahami yaitu bagaimana melihat uang itu terbatas bagi setiap entrepreneur. tidak bisa mengelola uang dengan baik bila persepsi belum diluruskan. Persepsi terhadap uang harus dipertegas tentang keterbatasan uang dalam bisnis.

Yang kedua adalah entrepeneur perlu memahami hakekat bisnis yaitu bagaimana menjalankan aktivitas keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya, yang salah satunya keuangan untuk menghasilkan produk agar bisa mencapai tujuan yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari mikro, kecil, menengah dan besar.

Yang ketiga adalah entrepeneur perlu memahami manajemen keuangan dengan tugas mendapatkan dana, mengelola dana dan membayarkan deviden bagi pemegang saham. Ini penting karena jelas pengalokasian dana termasuk langkah awal dalam manajemen keuangan sehingga bisa dikerjakan aktivitas lainnya. Ini penting karena pengalokasian dana itu berhubungan dengan pengelolaan dana.

Selanjutnya adalah membuat anggaran untuk setiap aktivitas bisnis yang dijalankan oleh para entrepreneur. Anggaran adalah kegiatan utama seorang entrepeneur dalam pengelolaan keuangan. Hal ini adalah langkah awal dan salah satu metode yang digunakan adalah dengan konsep ABC yaitu activity based costing dimana membuat anggaran biaya berdasarkan aktivitas-aktitvitas yang dijalankan oleh perusahaan.

Barulah yang terakhir bagaimana setiap entrepeneur harus bisa melakukan cost control atau pengendalian biaya atas setiap kegiatan dalam bisnis tersebut. Tentu pegagannya adalah anggaran yang sudah dibuat tadi. Penting untuk setiap entrepeneur mengetahui, memahami, menghayati dan memanfaatkan konsep dan ilmu ini dalam setiap aktivitas bisnis setiap entrepeneur. salam juara…..

Entrepreneur Harus Bisa Mengalokasikan Sumber Daya

web sumber dayaEntrepeneur menjalankan bisnis dengan sumber daya yang terbatas. Inilah tantangan seorang entrepreneur dalam menjalankan peranan sebagai seorang manajer di perusahaan atau bisnis mereka. Sumber daya yang dimiliki oleh entrepeneur tidak akan bisa dipenuhi seperti harapan atau yang ideal menurut entrepreneur tersebut. Kenapa demikian?

Inilah pelajaran yang pertama yang saya dapatkan ketika belajar pengantar ilmu ekonomi di tahun 2004 di Kuiah Magister Manajemen Universitas Padjajaran dulu. Sewaktu mendapatkan beasiswa Sampoerna Foundation untuk kuliah di MM ini, luar biasa, ilmu yang sangat mendasar karena memang kuliah di strata 1 nya adalah Hubungan Internasional. Sampai sekarang, ilmu yang berhubungan dengan sumber daya tersebut masih ingat. Apalagi dihubungan dengan entrepreneurship yang memang menjadi kegiatan dan materi yang diajarkan kepada para mahasiswa.

Sumber daya bagi entrepeneur yang umum adalah man, money, machine, method dan material atau yang lebih dikenal dengan 5 M. Sumber daya ini memang terbatas keberadaannya dalam bisnis para entrepeneur. Lihat saja bagaimana setiap entrepreneur memiliki 5 M yang berbeda-beda satu sama lain. Ada yang uang nya banyak, tetapi karyawannya tidak berkuaitas, ada mesin nya bagus, tapi SOP perusahaan masih lemah dan lain-lain.

Selain sumber daya yang terdiri dari 5 M tadi, seringkali berkembang ke minute atau waktu, Market atau pasar dan informasi. Pengetahuan serta entrepreneurship juga seringkali dianggap sebagai sumber daya yang harus diperhatikan dan dikelola secara efektif dan efisien oleh para entrepeneur agar bisa memberikan output dan outcome bagi pencapaian tujuan bisnis para entrepeneur yaitu profit, people, planet, bisnis yang berkelanjutan (sustainability) serta bisnis yang terus tumbuh dan berkembang dari skala mikro ke kecil, kecil ke menengah dan menengah ke besar.

Mengelola dan mengalokasikan sumber daya yang ada di perusahaan adalah tugas yang tidak mudah bagi para entrepeneur. Alokasikan karyawan untuk mengerjakan apa, alokasikan uang untuk investasi dan operasional perusahaan, alokasikan bahan baku untuk memproduksi apa dan berapa serta dimana adalah contoh-contoh bagaimana peranan seorang entrepreneur sebagai manajer untuk menggerakkan perusahaan yang beliau bangun serta tumbuh kembangkan.

Bagaimana dengan sumber daya lainnya, seperti method, market, minute, informasi, knowledge, entrepeneurship itu sendiri? inilah tantangan seorang manajer yang harus dilakukan. Inilah yang menjadi dasar pemikiran kenapa para entrepeneur harus menjalankan bisnis mereka dengan dasar pengetahuan tentang bisnis dan manajemen. Kedua bisnis ini memang harus diketahui, dipahami, dihayati dan diterapkan dalam setiap keputusan bisnis yang harus dibuat oleh para entrepreneur. bahkan keputusan tersebut harus bersifat stratejik agar bisa mencapai tujuan di atas dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

Oleh karena itu, memang sudah harus menjadi perhatian bagaimana seorang entrepeneur harus terus menjadi a successful knowledge based young entrepeneur dalam menjalankan bisnis mereka. Tidak cukup action saja, akan tetapi harus menerapkan pengetahuan dalam berbisnis. Salam juara….

Manager Belum Tentu Leader

web leaderBeberapa waktu yang lalu, ada kesempatan untuk bertemu dengan teman yang menjadi bawahan seorang manager dalam suatu perusahan besar. Bahkan perusahaan tersebut sangat dikenal karena memproduksi produk-produkyang bersifat stratejik bagi negara ini. luar biasa pada awalnya.

            Namun demikian, beliau menceritakan bagaimana beliau menjadi bawahan seorang manajer yang seringkali tidak sesuai dengan yang seharusnya seorang manajer lakukan. Apa itu? Seorang manager seharusnya menjalankan peranan sebagai seorang pemimpin atau leader dalam kesehariannya, khususnya dalam menjalankan tugas sehari-hari. Akibatnya adalah seingkali beliau berbeda pendapat tentang suatu hal dan langsung mengambil keputusan secara otoriter, padahal keputusan yang dibuat itu kurang tepat.

            Belum lagi tanggapan dari teman-teman sekantor yang membuat telinga merah karena perilaku manajer tadi yang selalu menjelek-jelekkan bawannya. Didepan bawahan mencoba berbuat baik, akan tetapi, dibelakang bawahan, seringkali menjelek-jelekkan bawahan bila bawahan tersebut salah. Harapannya adalah beliau membela bawahan bila terjadi sesuatu kesalahan, bukannya menjelek-jelekkan.

            Hmmmmm…. dalam hati bertanya, kok bisa ya? Kondisi ini mengingatkan kepada peran seorang manajer dalam perusahaan. apalagi bagi seorang entrepreneur yang memang harus menjalankan peranan sebagai seorang manajer karehan entrepreneur dituntut untuk menjalankan manajemen dalam bisnis bila ingin membuat bisnis tersebut tumbuh dan berkembang dan juga memiliki usia yang jangka panjang.

            Manajer tidak bisa lepas dari konsep management yaitu bagaimana bekerja dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Hal ini menggambarkan bahwa manajer itu bekerja dengan dan melalui orang lain sehingga jelas seorang manajer tidak bisa dilepaskan dari bawahan mereka. Dalam konsep manajemen, orang itu adalah sumber daya utama yang harus dikelola dengan baik karena sebenarnya, manager itulah yang bergantung kepada bawahan.

            Manajer memiliki peranan yang sangat stratejik dalam hal kepemimpinan. Leadership adalah salah satu peranan penting dan bersifat stratejik dalam manajemen. Manajemen seorang entrepreneur tidak akan jalan bila tidak memiliki leadership yang kuat. Kenapa demikian? Karena manajemen membutuhkan proses yang disebut sebagai action atau menjalankan rencana dan tahap ini membutuhkan leadership yang kuat.

            Hal ini menjelaskan bahwa manajemen berbeda dengan leadership akan tetapi saling berhubungan. Kasus diatas menggambarkan bahwa banyak sekali seorang manajer tidak memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dalam menjalankan peranan mereka dalam manajemen perusahaan. hal ini disebabkan oleh manajer seringkali diangkat karena surat keputusan  yang diberikan oleh manajemen perusahaan kepada mereka.

            Berbeda dengan leaderhsip yang secara konseptual berarti bagaimana kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain. Hal ini bisa dibentuk oleh pengetahuan, pengalaman, keterampilan yang dimiliki oleh orang tersebut. Akibatnya adalah seorang leader tidak perlu membutuhkan surat keputusan dari orang lain.

            Idealnya adalah seorang manajer memiliki leadership yang kuat sehingga dapat menjalankan proses manajemen dalam perusahaan. Begitu juga dengan seorang entrepreneur untuk mencapai sukses mereka. Salam juara….

Memahami Konsep Dengan Baik

web - memahami konsepTadi pagi, dalam perjalanan dari kantor ke rumah, terdengar talkshow dari salah satu radio yang disiarkan dan ditangkap oleh radio di mobil. Tertarik juga talkshownya karena berhubungan dengan isu-isu pemasaran yang memang sangat relevan dengan para pebisnis.
Talkshow nya sangat menarik. Akan tetapi, ada satu hal yang menggelitik dalam talkshow tersebut karena dengan latar belakang dan tugas sebagai akademisi, tentu setiap materi yang disampaikan menjadi hal yang sangat mendasar untuk dipahami.
Dalam talkshow tersebut, narasumber menjelaskan materi yang dibahas. Akan tetapi, yang menjadi kritisi adalah kemampuan nara sumber menjelaskan setiap konsep yang disampaikan dengan baik. Jelas sekali bagaimana beliau hanya memahami marketing dengan berdasarkan pada pengalaman. Bukan pada konsep yang seharusnya.
Bahkan beliau terkesan tidak percaya dengan konsep pemasaran yang ada. Konsep marketing mix saja tidak paham. Padahal mengakunya sebagai konsultan pemasaran. Yang diangkat beliau hanya belajar marketing dulu waktu kuliah yang memang tidak konsentrasi pada marketing.
Kenapa bisa seperti ini? kok bisanya membahas pemasaran tetapi tidak memahami konsep dengan baik. Padahal radio kan ranah publik yang didengar oleh banyak orang. Apalagi radionya itu besar dan terkenal.
Inilah yang menggelitik pikiran ketika mendengarnya. Pelajaran beharga buat saya. Menjadi pembicara bukanlah mudah karena akan bertanggung jawab atas setiap materi yang kita sampaikan. Tidak bisa menjadi pembicara kalau tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, pahamilah konsep yang akan disampaikan dengan baik. semua itu ada ilmunya. Pengembanganpun harus jelas dan mengikuti kaidah metode ilmiah atau scentific research. Tidak boleh mengambil kesimpulan bila tidak memahami metode dengan baik. Tentu kesimpulannya juga akan salah.
Bagaimana mempertanggung jawabkannya? Padahal banyak pendengar. Harus jelas konsepnya. Selanjutnya adalah pahami juga konteksnya. Konteks dalam bisnis harus jelas. Jangan hanya menggunakan pengalaman karena kan belum teruji secara umum. Ini akah menjadi masalah.
Selanjutnya adalah jangan terkesan memprovokasi dengan mempermudah pemahaman akan satu konsep dengan tidak perlu membaca atau memahami dalam konteks akademis. Ini akan menjadi masalah besar karena membuat orang menyederhanakan konsep yang harusnya dipahami secara umum.
Boleh saja memahami satu konsep berdasarkan pengalaman orang, akan tetapi jelas sekali akan bahaya. Seperti disampaikan tadi, itu kan belum teruji, ini akan menjadi masalah. Bahkan seharusnya, didorong untuk memahami konsep dengan baik dari ahlinya.
Pelajaran tadi pagi menyadarkan bagaimana dampaknya terhadap kualitas materi yang disampaikan kepada pendengar yang bisa jadi mereka akan menggunakan secara utuh. Boleh saja menyederhanakan konsep dengan bahasa sendiri, akan tetapi, jangan mengeluarkan konsep yang bahkan merendahkan konsep yang sudah dirumuskan oleh ahlinya. Sukses buat kita semua.

Kejelasan Konsep

THINK ! backgroundHari ini bertemu dengan manajemen salah satu televisi swasta di Bandung dan membahas satu program yang akan diluncurkan di televisi tersebut. Program yang akan membawa satu misi yaitu bagaimana meningkatkan knowledge based young entrepreneur (KBYE) di Kota Bandung melalui media televisi sebagai wadah yang bisa dimanfaatkan untuk perkembangannya.

Satu hal yang paling penting dalam konteks ini adalah bagaimana memperkuat konsep yang akan ditampilkan dalam acara tersebut karena menyangkut outcome selain output bagi para entrepreneur dalam menjalankan bisnis emreka. Outcome  yang berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur mengetahui, memahami, menghayati dan memanfaatkan ilmu tersebut dalam kehidupan bisnis mereka.

Oleh karena itu, hal mendasar yang harus dilakukan adalah bagaimana membuat kejelasaan terhadap konsep  yang akan digunakan dalam acara tersebut.

Berikan Perhatian Pada Manajemen

web-perhatian terhadap manajemenMelakukan banyak kegiatan dalam bisnis bukanlah sesuatu yang memungkinkan bagi para entrepreneur karena seringkali terjadi bentrokan dalam konteks bisnis dan berbagai aktivitas menjalankan bisnis. Memang setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis tidak akan pernah terbatas.
Dalam konteks bisnis, mereka akan selalu berhubungan dengan aktivitas-aktivitas keuangan atau akuntansi, pemasaran, proses bisnis dan juga sumber daya manusia. Semuanya itu harus dilakukan oleh para entrepreneur dalam menjalankan bisnis tersebut.
Oleh karena itu, apa yang perlu diperhatikan oleh para entrepreneur dalam menjalankan bisnis adalah aspek manajemen dalam setiap aktivitas bisnis yang dijalankan tersebut. manajemen berhubungan dengan bagaimana setiap orang bekerja dengan dan melalui orang lain.
Seperti yang sudah diketahui bahwa setiap bisnis tersebut memiliki sumber daya yang terdiri dari man, money, machine, method, material, minute, material dan information yang saling berhubunugan dalam bisnis. Tidak bisa dipisahkan.
Oleh karena itu, diperlukan manajemen untuk mengelola seluruh sumber daya tersebut. Itu yang paling penting agar bisa menghasilkan produk yang bagus secara efektif dan efisien dan menjadi dasar yang kuat untuk itu.
Manajemen itu berhubungan dengan apa yang direncanakan, apa yang dikelola (organizing), melakukan (actuating) dan juga pengendalian atau yang lebih dikenal dengan konsep POAC. Ini penting bagi para perusahaan atau entrepreneur karena itu relevan dengan kegiatan rutin yang harus dilakukan.
Oleh karena itu, sebagai entrepreneur, memang dituntut untuk bisa memanfaatkan manajemen untuk mengelola bisnis yang mereka jalankan tersebut. penting bagi para entrepreneur memanfaatkan manajemen ini.

Menyelesaikan Tugas Sampai Selesai

web PDCAKemarin adalah hari-hari yang penting untuk saya dalam menjalankan tugas sebagai business owner dimana waktunya untuk melakukan evaluasi dan juga perbaikan atas apa yang sudah dicapai dengan membandingkan apa yang menjadi target dengan apa yang sudah dicapai.
Konsep yang paling penting adalah continues improvement atau yang lebih dikenal dengan perbaikan terus menerus dari setiap aktivitas yang dijalankan oleh perusahaan. seringkali hal ini kurang mendapatkan perhatian dari para entrepreneur, padahal aspek ini sangat penting untuk perusahaan dalam jangka panjang.
kenapa saya tulis menyelesaikan tugas sampai selesai? Karena belum cukup mengerjakan tugas sampai dengan evaluasi atau pengendalian atas suatu kondisi karena hasil evaluasi tersebut belum diapa-apakan sehingga terkesan percuma dalam melakukan evaluasi.
PDCA atau plan, do, check dan action adalah bentuk perbaikan terusmenerus atas apa yang dilaksanakan oleh para entrepreneur dalam bisnis mereka. lalu, apa saja yang harus dilakukan perbaikan oleh para entrepreneur?
semua aktivitas yang ada dalam bisnis tersebutlah yang harus dilakukan perbaikannya. Aktivitas yang ada dalam perusahaan kan bisa dikelompokkan menjadi keuangan, pemasaran, operasi, sumber daya manusia adalah bagian yang harus dilakukan perbaikan oleh para entrepreneur.

Manajemen Diri Lagi Deh…

WEB manajemen-diriSakit tiga hari itu membuat banyak kegiatan yang sudah direncanakan jadi berantakan dan tidak bisa melakukan apa-apa karena semuanya tidak bisa dikerjakan. Janji menjadi batal untuk dipenuhi dan tidak bisa berbuat apa-apalah jadinya. Hanya pusing dan tiduran di rumah saja akibatnya.
Rasanya, inilah dampak dari kegagalan melakukan manajemen diri seorang entrepreneur terhadap setiap aktivitas yang seharusnya dijalankan dengan efektif dan efisien. Awalnya memang kurang memperhatikan setiap kegiatan yang sudah direncanakan dengan baik.
Rupanya, ada satu tanggapan yang kurang diberikan terhadap diri sendiri yaitu komunikasi badan terhadap rasa kecapek an yang sudah dirasakan oleh tubuh sendiri. Inilah awalnya kegagalan dalam manajemen diri tersebut.
Sebenarnya, badan ini sangat capek untuk terus bekerja dan bekerja. Memang pada minggu lalu, pekerjaan begitu banyak dan tidak tertangani sendiri sehingga membuat badan ini sangat capek. Akan tetapi, saya sendiri tidak menanggapinya dengan baik.

akibatnya, sakit lah badan ini dan tidak bisa melakukan apa-apa selama tiga hari. resikonya jelas tidak bisa mendapaktan value selama tiga hari ini. Kedepan, harus menjadi perhatian untuk kembali..