Marketing Management

now browsing by category

 

Pentingnya Online Marketing bagi Pengusaha, GIMB Entrepreneur School Batch 39

pembicara-internet-marketingbekti-pakuhaji-www-professionaltrainingcenter-net-0822-18-66-88-76Pembelajaran pada kelas terakhir hari ini di sekolah entrepreneur GIMB Entrepreneur School diikuti oleh 10 orang. Semua peserta sangat antusias dalam mengikuti kelas ini.

Kelas yang membahas tentang internet marketing, memulai bisnis online secara mudah, dan bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai sarana jualan. Dan pembahasan tentang langkah-langkah memulai marekting online yang dipandu langsung oleh Bp. Bekti Soehartono sebagai pengajar dan praktisi internet marketing serta kursus internet marketing sebagai berikut, diharapkan dengan langkah mudah ini dapat menghasilkan Side Income di Internet, dapat membantu anda dan meningkatkan penghasilan anda berlimpah ruah dan makmur.

Continue reading “Pentingnya Online Marketing bagi Pengusaha, GIMB Entrepreneur School Batch 39” »

Predatory Pricing

web images2Semalam, saya melihat salah satu program yang menarik di TVRI yang dibawakan oleh pak Rhenald Kasali yang mengundang BapakHasnul Suhaimi, direktur utama XL Axiata, salah satu provider telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Di tengah bahasan materinya, semalam saya mendapatkan konsep predatory pricing yang sering digunakan oleh entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya agar bisa diterima oleh pasar. Sadar tidak sadar, orang seringkali menjalankan strategi ini dalam bisnis mereka.

Dalam konsep predatory pricing, harga ditetapkan dibawah biaya produksi dan harga yang ditetapkan oleh pesaing. Hal ini perlu dipahami secara baik untung dan ruginya dalam bisnis kita dan bisnis dalam industri kita sendiri. Jangan sampai berdampak negatif buat kita saat ini dan yang akan datang.

Perusahaan kita bisa dianggap sebagai perusahaan yang menjalankan monopoli pasar dalam bisnisnya. Predatory pricing ini akan berdampak pada persepsi pasar kepada kita dan untuk kedepannya, akan sangat berbahaya.

Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dalam menetapkan harga terhadap produk kita. Kesalahan banyak orang adalah ketika banyak faktor yang diabaikan dalam penetapan harga, khususnya faktor yang berhubungan dengan pemerintah dan asosiasi yang memiliki kepentingan terhadap penetapan harga.

Langkah pertama yang harus ditetapkan adalah biaya yang melekat dalam produk tersebut. Biaya tetap dan biaya tidak tetap adalah struktur yang penting untuk dipahami. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah selama dimensi waktu. Sementara biaya tidak tetap, bersifat variabel$

Dari biaya ini, barulah kita pilih strategi penetapan harga, apakah mark up strategy, psychology pricing ataupun market price. Penting untuk dipilih, mana yang terbaik untuk bisnis kita.

Pahami Perilaku Konsumen Anda

gimbDiskusi tadi malam di kelas GIMB Entrepeneur School, memberikan inspirasi yang sangat banyak sehubungan dengan konsep pemasaran bagi para entrepeneur. Kenapa demikian?
 .
Selama ini, banyak sekali entrepeneur yang sudah mempelajari pemasaran dari para pakarnya. Sehingga dibuatkan berbagai program pemasaran yang menarik dan bahkan investasi besar untuk menjalankannya. Akan tetapi, kenapa tidak terjadi transaksi berupa pembelian dari konsumen?
 .
Rasanya, fenomena ini sangat sering dirasakan oleh para entrepeneur. Termasuk juga saya ya…. sudah capek-capek buat produk, promosikan dengan anggaran yang tidak sedikit, tetapi nggak ada yang beli. Lieur deh..
 .
Pelajaran semalam yang saya berikan adalah penekanan kepada aspek consumer behavior atau perilaku konsumen. Inilah kata kuncinya. Consumer behavior bicara tentang bagaimana konsumen menemukan masalah tentang produk atau jasa, mencari alternatif solusi, mengevaluasi alternatif solusi sampai membeli produk tersebut.
 .
Cukup? Belum, karena harus membahas perilaku setelah pembelian berupa puas atau tidak puas. Inilah yang perlu mendapatkan pemahaman yang lebih bagi para entrepeneur. Jangan kejebak membuat program dulu, tetapi, pahami dulu perilaku konsumen. Ingat, bagi saya, ada proses dalam diri konsumen, AIDA + PUAS + LOYAL (repeat buyer, buying others, recommedation & ingnoring competitor).
 .
Hal ini akan berpengaruh dahsyat buat perusahaan. ingat, setiap konsumen, akan memberikan kontribusi yang  luar biasa buat perusahaan. itu dulu ya.. lanjut ngajar dulu. Sukses buat kita hari ini

Setiap Entrepreneur Adalah Pemasar

Konsep ini menjadi semakin kuat dibenak saya. Konsep yang sangat mendasar untuk mencapai keberhasilan dari setiap entrepreneur. apakah benar seperti itu? Jangan-jangan hanya sebagai jargon saja.

 

 

Saya mendapatkan pengalaman dan pemahaman yang semakin mendalam akan hal ini. Pemahaman yang semakin tajam ketika ditambah dengan pengetahuan dan pengalaman dalam membina para entrepreneur dalam berbisnis. Pengalaman yang tidak bisa dilupakan.

 

Memang benar pernyataan tersebut. para entrepreneur adalah pemasar. Mereka harus menjadi seorang marketer hebat dalam memasarkan produk mereka. memasarkan adalah keterampilan mendasar yang harus dimilliki para entrepreneur. suka tidak suka, pasti seperti itu.

 

Apa makna pemasaran itu bagi setiap entrepreneur? marketing itu tidak sama dengan sales. Karena lebih luas dari konsep tersebut. konsep yang sangat generik dan mendasar. Jadi tidak akan sama dengan sales itu sendiri.

 

Pemasaran pada intinya adalah bagaimana seseorang mampu melihat pasar itu sendiri, lalu membuat produk yang bisa memenuhi need, want dan demand pasar. Lalu, menetapkan harga, mengantarkan produk kepada mereka dan juga mengkomunikasikan kepad konsumen.

 

Setelah itu, para pemasar harus bisa membuat konsumen tersebut puas dengan produk mereka. kepuasan itu adalah tujuan antara yang harus dicapai oleh para entrepreneur. tujuan utamanya adalah bagaimana konsumen tersebut loyal dengan produk mereka. 

 

Kepuasan itu merupakan rasa senang yang didapatkan oleh para entrpreneur ketika mereka mendapatkan kinerja yang lebih baik atau sama dengan yang dijanjikan oleh para entrepreneur tersebut. disini, terlihat bagaimana kinerja produk mempengaruhi setiap konsumen.

 

Selain itu, juga berhubungan dengan harapan dari setiap entrepreneur itu sendiri. harapan ini menjadi kunci juga dalam kesuksesan mendapatkan kepuasan. Oleh karena itu, jangan tinggi-tinggi membuat harapan berupa janji kepada para konsumen.

 

Ditakutkan mereka akan kecewa bila kita tidak bisa memenuhi harapan mereka nantinya. Kekecewaan ini akan berdampak masif buat bisnis kita. karena mereka akan  menyampaikan kepada orang lain tentang kekecewaan mereka. nah lho… susah kan?

 

Kepuasan itu adalah tujuan antara, seperti yang ditulis tadi. Tujuan utamanya adalah bagaimana konsumen itu menjadi loyal atas produk kita. ini adalah tugas utama dari setiap entrepreneur dalam berbisnis. Loyalitas.

 

Loyalitas ini merupakan kesetiaan konsumen terhadap produk kita. penting karena menjadi darah buat kita dalam berbisnis. Ini kata kuncinya. Loyalitas akan membantu kita dalam mencapai tujuan bisnis berupa profit dan juga menambah konsumen kita nantinya.

 

Loyalitas tersebut memiliki beberapa tingkatan yang harus dicapai oleh setiap entrepreneur. apa saja itu? Bagaimana membuat konsumen melakukan repeat purchase untuk produk kita yang sama. Repeat purchase atau disebut juga dengan repeat order adalah penting untuk membantu capaian penjualan atau
 

Tingkat kedua adalah bagiamana membuat konsumen membeli produk kita yang lain. Seringkali kita lupakan potensi ini. Sementara kita memiliki diversifikasi produk yang menarik buat konsumen sebenarnya. Terkadang, kita lupa untuk mengembangkan hal ini. Entah kenapa.

 

Tingkatan ketiga berhubungan dengan bagaimana konsumen memberikan rekomendasi kepada orang lain untuk membeli produk kita tersebut. rekomendasi ini penting untuk menambah prospek pembeli. Aipalagi sampai membeli produk tersebut. akan semakin terasa manfaatnya.

 

Tingkatan terakhir adalah berhubungan dengan bagaimana mereka menolak setiap tawaran daripara pesaing atas produk kita tersebut. penolakan terhadap produk pesaing akan menjadi benteng terhadap produk kita agat tidak diambil oleh para pesaing. Dahsyat sekali kalau hal ini bisa kita fokuskan untuk menjaga bisnis kita.

 

Itulah tugas utama setiap entrepreneur sebagai pemasar. Lakukan hal itu dan insyaAllah bisnis kita akan terus besar bersama konsumen. Karena konsumenlah yang membuat bisnis kita besar.

Fokus Membangun Personal Brand

Diskusi dalam kelas tadi malam benar-benar semangat dan bagi saya memberikan value yang luar biasa bagi saya dan juga teman-teman. Apa yang dibahas? Sangat sederhana, bagaimana fokus membangun personal brand dalam konteks kita sebagai entrepreneur. Perdebatan dan pertanyaan menjadi terjadi secara sengit. Senang sekali.

Apa pelajaran yang saya dapatkan semalam adalah relevan dengan bagaimana membangun personal brand kita dan dihubungkan dengan konsep kreativitas dan inovasi itu sendiri. Bertepatan dengan pembalajaran semalam dikelas tersebut.

Pelajaran pertama adalah, entrepreneur harus menyadari bahwa menjadi seorang entrepreneur harus bisa membangun personal brand terlebih dahulu. Hal ini penting karena inilah faktor yang menunjukkan kredibilitas kita dalam bisnis. Kedua, personal brand itu melekat dengan mereka atau business brand kita itu sendiri. Hal ini terjadi diawal. ketika merek usaha kita belum kuat, tetapi, merek pribadi kita yang bisa menopang terlebih dahulu.

Ketiga, fokus pada pesan yang akan disampaikan kepada stakeholder kita. Hal ini bersifat stratejik karena berhubungan dengan persepsi stakeholder terhadap kita. Keempat, menyadari bahwa personal brand kita itu nantinya akan menentukan posisi kita di benak konsumen.

Kelima, fokus membangun persepsi kita dibenak konsumen. Jangan lebih dari satu. Kejelasan persepsi tersebut akan menentukan keberhasilan kita nantinya. Juga unggul dibanding pesaing. Keenam, memanfaatkan media web dan media sosial seperti fb dan twittter untuk membangun personal brand tersebut.

Ketujuh, menjaga karakter seorang entrepreneur yaitu integrity dan juga reliability dimata stakeholder mereka. Integrity dan reliability menjadi data dan informasi yang ditunjukkan oleh isi web kita. Hal ini dapat dilihat dari setiap informasi tentang kita dan relevan dengan bisnis kita untuk meningkatkan personal brand kita tersebut.

Sukses ya dan selamat menjalankan ibadah puasa dihari kedua…..

By : Meriza Hendri

Melakukan Pengembangan Produk

Dalam diskusi kemaren dengan teman-teman kemaren, saya mendapatkan pengalaman baru. Pengalaman yang sangat berharga bagi saya, dalam setiap kegiatan bisnis, hal ini perlu dipahami.

Apa itu? Kenapa penting bagi setiap entrepreneur pengalaman saya ini? Pengalaman tentang bagaimana perlu terus mengembangkan produk atau layanan yang kita berikan kepada konsumen kita. Penting sekali untuk dilakukan pengembangan produk tersebut.

Kenapa? Karena selalu ada perubahan di lingkungan bisnis kita. Lingkungan bisnis selalu berubah itu harus dilihat sebagai peluang dan ancaman buat bisnis kita. Khususnya produk yang dikonsumsi oleh konsumen tersebut.

Apa pelajaran yang bisa diambil? Pertama, menyadari bahwa perubahan lingkungan itu adalah sesuatu yang pasti dan akan berdampak pada konsumen kita. Kedua, mengamati perubahan perilaku konsumen. Perilaku ini relevan dengan need, want dan demand konsumen.

Ketiga, mengamati perilaku pesaing dalam melayani konsumen. Pesaing juga mempengaruhi konsumen kita. Keempat, melakukan tahap-tahap dalam new product development. Mulai pengembangan ide, idea screening, pengembangan produk, uji dulu, lalu komersialisasi.

Kelima, memanage pemasaran new product tadi dengan efektif dan efisien. Keenam, memberikan satu penanggung jawab dalam pengembangan produk.

Ketujuh, terus melakukan evaluasi atas pengembangan produk. Sukses ya buat kita hari ini. Bismillahirrahmanirrahim..

By : Meriza Hendri

Kekuatan Web Pribadi Kita

Kemarin, saya mendapatkan pengelaman yang sangat berharga. Pengalaman yang tidak pernah diduga-duga. Apa itu? Bagaimana kekuatan bersyukur kepada Allah SWT. Memang hal ini terbukti memberikan berbagai hal yang tidak terduga.

Kebetulan ada teman yang sudah lama tidak bertemu. Sudah 13 tahun tidak bertemu yaitu sejak kuliah di S1 dulu. Beliau tiba-tiba menelpon dan bertanya, apakah bisa membantu dia dalam pekerjaan? Membantu apa? Tanya saya. Membantu membuatkan suatu analisis pekerjaan dalam pengembangan suber daya manusia di mana dia bekerja.

Kaget dan bercampur haru. Padahal sudah lama tidak bertemu. Saya bertanya, darimana beliau mendapatkan nomor saya. Dengan enteng dia menjawab, dari web mu lah…… www.merizahendri.com. Ha? Segitunya?

Bahkan dia bilang, kamu punya dua nomor HP kan? Iya kata saya. Subhanallah…. itu pengalaman yang sangat berharga buat saya. Bagaimana web saya sudah memberikan manfaat buat orang dan juga saya. Teman yang mungkin sudah tidak ketemu lagi, malah menghubungi saya dan beliau mendapatkan data saya melalui web.

Apa pelajaran dari pengalaman ini adalah pertama, kekuatan web dalam membangun personal branding buat kita. web itu membantu memasarkan diri kita juga. Kedua, berbagi pengetahuan di web tersebut juga memberikan manfaat berupa sedekah ilmu. Alhamdulillah, setiap hari di upload materi dan juga kegiatan saya setiap hari.

Ketiga, selalu update web kita untuk memberikan pengembangan diri dan juga aktivitas kita. Keempat, fokus kepada kompetensi inti kita dalampenulisan berbagai informasi di web tersebut. hal ini penting agar membentuk branding dan personal identity kita dimata para pembaca.

Kelima, selalu mengenalkan web kita kepada orang lain. Perlunya mengenalkan web kita kepada orang lain melalui berbagai kesempatan adalah sangat berharga. Jangan malu untuk mengenalkan web kita tersebut kepada orang lain, agar mereka tahu dan berkunjung ke web kita.

Keenam, membuat link ke media sosial. Facebook dan twitter adalah media sosial dan bisa kita link kan dengan web kita. Ketujuh, menjaga reliabilitas kita, dalam artian apa yang kita lakukan, tulis, lihat, dengar, rasakan, itu yang ditulis dan juga apa yang kita tulis, kita lakukan.

Adanya telpon dari teman kemaren benar-benar membuat saya merasakan bahwa web kita tersebut mampu membuat personal branding kita sendiri dan terus menerus.

By : Meriza Hendri

Inovasi dan Pasar

Dalam satu diskusi tadi malam, di kelas GIMB entrepreneur school, saya teringat dengan satu konsep. Konsep yang menjadi ciri utama seorang entrepreneur. Apa itu? Konsep inovasi.

Tentu sudah tidak asing lagi bagi para entrepreneur. Konsep yang sudah pasti melekat pada mereka. Tidak bisa dipisahkan. Masalahnya, sejauh mana kita memaknai dan memanfaatkan konsep ini dalam bisnis kita sendiri?

Saya menjadi mencari-cari konsep ini secara mendalam. Jangan sampai salah dalam pemahaman kita semua. Penting untuk dilihat dan dipahami dengan baik. Relevansinya adalah dengan apa yang kita kerjakan sehari-hari dalam bisnis tersebut.

Pertama, pahami konsep inovasi itu adalah kelanjutan dari kreativitas. Apa itu kreativitas? Kreativitas adalah kemampuan seseorang dalam mengembangkan ide-ide dalam memecahkan masalah. Termasuk dalam bisnis. Artinya, masalahnya relevan dengan bisnis.

Lalu, bagaimana dengan inovasi? Melanjutkan kreativitas, inovasi itu bagaimana ide-ide yang dikembangkan dapat diterima pasar.

Kedua, memahami bahwa, inovasi tersebut harus sesuai dengan need, want dan demand pasar. Ujung-ujungnya, pasar membeli ide kita tersebut.

Ketiga, inovasi itu tidak bisa lepas dari pasar. Pasar adalah tujuan daripada inovasi yang kita buat. Akan menjadi sia-sia kreativitas kita bila tidak diterima pasar.

Keempat, inovasi itu dihasilkan dari bagaimana mengembangkan metode tetapi untuk pasar yang lama. Artinya adalah, metode tersebut harus baru, cuma target pasarnya adalah pasar yang ada.

Kelima, inovasi itu berubah seiring dengan perubahan lingkungan bisnis, termasuk pasar itu sendiri. Ini perlu dipahami. Dalam konsep lingkungan bisnis, ini akan terjadi. Bahkan kepastian itu ada disini, yaitu perubahan.pahami perubahan, khususnya di pasar itu sendiri.

Keenam, inovasi bisa dilakukan pada produk, organisasi, proses bisnis dan bahkan bisnis itu sendiri. Tergantung dimana kita mau melakukan inovasi tersebut. Jangan sampai salah.

Ketujuh, inovasi itu ada manajemennya juga lho. Ada konsep planning, organizing, actuating dan controlling dalam inovasi tersebut. Jadi, tidak bisa asal-asalan dalam menjalankannya. Inilah tugas utama seorang entrepreneur.

Jadi, inovasi tersebut harus mengacu kepada pasar dimana produk kita diterima. Tidak bisa dilepaskan dari pasar itu sendiri.

Sukses ya dalam bisnis kita hari ini, Bismillahirrahmanirrahim…

By : Meriza Hendri

Pasarkan Produk Kita dengan Baik

Kalau kita memiliki produk, kita harus tahu dan sadar bahwa produk itu tidak akan memasarkan dirinya sendiri. Kenapa demikian? Karena bisa jadii produk kita belum dikenal baik oleh pasar. Selain itu, belum memberikan value bagi konsumen.

Idealnya adalah bagaimana nantinya setiap produk itu juga bisa memasarkan diri mereka sendiri. Jadi, akan membantu program pemasaran perusahaan untuk produk tersebut. Hal ini penting untuk program pemasaran.

Dalam hal ini, perusahaan yang tidak atau belum memiliki produk yang bisa memasarkan sendiri, akan mengalami masalah. Masalahnya adalah relevan dengan bagaimana produk itu harus dipasarkan. Membutuhkan energi tambahan untuk memasarkankannya.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Pasarkan produk kita dengan baik. Baik disini adalah relevan dengan program pemasaran yang memiliki strategi yang tepat untuk pasar yang tepat. Ketepatan strategi dan program akan menentukan keberhasilan pemasaran produk tersebut.

Pemahaman akan strategi dan program pemasaran menjadi sangat pentingsekarang ini. Membuat program itu tidak gampang. Artinya, harus bisa efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya.

By : Meriza Hendri

Tujuan Pemasaran

Sederhana sekali pembahasan pemasaran pagi ini. Tema yang sangat menarik. Karena bisnis pada dasarnya tidak lepas dari pemasaran. Kemampuan pemasaran setiap entrepreneur sangat diuji. Keberhasilan dalam pemasaran, akan meningkatkan kiinerja bisnis mereka itu sendiri.

Tujuan pemasaran secara sederhana adalah bagaimana orang kenal dengan produk kita. Pengenalan ini penting dan awal bagi setiap produk. Tujuan kedua adalah membuat orang tertarik dengan produk kita. Ketiga, membuat orang berhasrat untuk memiliki produk kita.

Hasrat ini penting untuk membuat mereka masuk ketahap keempat yaitu bagaimana konsumen tersebut membeli produk kita. Membeli adalah tahap awal dari bisnis kita tersebut.

Kelima adalah bagaimana konsumen tersebut puas dengan produk kita. Kepuasan adalah bagaimana mereka.

By Meriza Hendri