News

now browsing by category

 

GIMB Raih Juara 1 Anugerah Inovasi Jabar 2013

GIMB Juara 1 AIJB 2013Satu penghargaan bergengsi diraih oleh GIMB Foundation.  Pada hari Senin, 19 Agustus 2013 bertepatan dengan Peringatan HUT Provinsi Jawa Barat ke-68 di Lapang Gasibu Bandung. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

GIMB Foundation meraih Juara 1 Anugerah Inovasi Jawa Barat 2013 Kategori Bidang Pendidikan melalui karyanya : “Menciptakan dan Meningkatkan Jumlah Wirausaha Muda Tangguh Berbasis Pengetahuan”.

Raihan prestasi ini tak lepas dari kontribusi dan kerja sama semua pihak, mulai dari Founder, Pengurus, Member GIMBers, hingga seluruh Stakeholder yang telah bahu membahu bekerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, dan kerja berkualitas.

Program-program GIMB sebagian besar dirasakan memberi manfaat pada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan entrepreneur, terutama para generasi muda yang tengah mencari jati diri dan jalan hidupnya. Tidak hanya memberikan inspirasi dan motivasi, tetapi memberikan pembinaan dan bimbingan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Sehingga bisnisnya semakin bertumbuh dan berkembang.

Avip GIMB bersama Wagub Jabar

Visitasi oleh Disdik Kota Bandung

Satu lagi pengakuan yang didapatkan oleh GIMB Foundation dari pihak luar. Pengakuan yang sangat dibutuhkan untuk membangun GIMB Foundation kedepannya. Hal ini berhubungan dengan rencana strategis GIMB untuk mengembangkan pendidikan bagi para entrepreneur.

Alhamdulillah, beberapa minggu lalu, kami mengajukan proposal untuk menjadikan GIMB Entrepeneur school menjadi semacam lembaga pendidikan formal, meskipun levelnya adalah dibawah perguruan tinggi.

Tujuannya adalah agar apa yang dilakukan dapat memberikan value yang optimal bagi setiap siswa yang mendapatkan pelajaran dari GIMB Entrepreneur school ini. Kami berharap setiap siswa akan berhasil dan sukses dalam pendidikan mereka. selain itu, mendapatkan pengakuan dari pemerintah untuk setiap proses pendidikan yang mereka jalani.

Tentu, lembaga yang paling kompeten untuk memberikan penilaian ini adalah kementrian pendidikan nasional. Kementrian ini yang diwakili oleh dinas pendidikan akan menjadi evaluator akan berdirinya lembaga pendidikan non formal di Kota Bandung. kebetulan pendirian lembaga ini adanya di Kota Bandung.

Setiap aspek dalam pendidikan di visitasi oleh para pejabat di Dinas Pendidikan Nasional Kota Bandung. salah satunya adalah aspek fasilitas pendukung dalam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh GIMB Foundation. Fasilitas ini berhubungan dengan ruang kelas yang digunakan untuk belajar.

Kemudian, fasilitas pendukung lainnya, seperti infokus, papan tulis, absensi siswa, absensi instruktur dan lain-lain. Perpustakaan juga menjadi prioritas mereka dalam melihat ketsersediaannya. Perpustakaan menjadi penting untuk membuat proses belajar mengajar semakin efektif bagi siswa nantinya.

Semoga, visitasi ini akan memberikan hasil yang optimal untuk kemajuan GIMB Foundation saat ini dan yang akan datang. Sukses selalu untuk GIMB Foundation.

Coaching Start Up GIMB bersama #SidakUsaha Perdana

Coaching Start Up GIMB kali ini berjalan tidak seperti biasanya. Dalam rangka kerjasama dengan Badan Koordinasi Daerah HIPMI PT Jawa Barat, GIMB mengikuti agenda yang di adakan HIPMI PT Bakorda Jawa Barat dengan nama acara #SidakUsaha.

#SidakUsaha #1 @greendago Appartement.

#SidakUsaha #1 @greendago Appartement.

Acaranya khas anak Muda, begitu Creatif. Pembicara yang di undang di panggil sebagai “Pelaku” dan penonton yang hadir di beri panggilan “Saksi”. acara ini diselenggarakan setiap bulan, dan hari rabu kemarin merupakan acara #SidakUsaha perdana diadakan.

Pelaku usaha yang pertama diundang adalah Neny, seorang pengusaha di bidang kuliner dan Travel. pada kesempatan kemarin, Pelaku di minta untuk memaparkan perjalanan bisnisnya di bidang Kuliner.

Pelaku memulai cerita perjalanan karirnya menjadi sekertaris perusahaan jepang, keliling dunia karena profesinya, hingga dia menikah dengan suaminya yang berkebangsaan Belanda.

Banyak Nilai-nilai profesional yang dia terapkan, tak tanggung-tanggung, standar international dia terapkan. Sebetulnya bila di lihat dari standar international tidak terlalu wah, yang jadi wah itu ya standar di Indonesia yang terlalu buruk, ini jadi penyemangat dan inspirasi bagi para saksi-saksi yang masih muda dan baru dalam berbisnis. betapa pentingnya prinsip berbisnis berhubungan dengan Attitude.

#SidakUsaha perdana kemarin di nikmati kurang lebih 30 saksi, sangat seru, apalagi karena masing-masing saksi yang hadir di beri free produk dari ibu nenny.

Perlu diketahui, setelah bisnis kulinernya ini baru berjalan 4 bulan, dengan menu utama Cheese cake dengan taburan bermacam rasa yang bisa kita pilih, sudah bisa meraup untung +- 40 juta. penghasilan yang menakjubkan bila dilihat dari waktu yang baru 4 bulan ini.

Wandy rustandy dari HIPMI PT UPI sebagai Ketua Bakorda HIPMI PT Jawabarat merasa puas dengan acara perdananya ini. Febby Filosophy dari HIPMI IM Telkom yang menjadi ketua pelaksana merasa sangat puas juga, karena acara berjalan relatif lancar.

Acara terdekat GIMB Selanjutnya : Coaching Jumat dengan owner dari Frozen Brownis Koedelos, yang akan berbagi tentang pengurusan  “Hak Kekayaan Intelektual”. lalu untuk Senin Depan I Love Business terakhir di bulan Ramadhan, yang akan mendatangkan Business Conselor muda Rendy Saputra, yang dalam usianya yang relatif muda, sudah mendapat banyak pencapaian, sebagai Founder Muda Mulia, lalu event Bulanan Inspirasi Muda Mulia yang menghadirkan +- 1000 peserta setiap bulannya.

I Love Business #20 Bersama MotivaKreatif Achmad Faisal

I Love Business 20 bersama Achmad Faisal

Setelah beristirahat seminggu kemarin karena dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan, kini program inspiring GIMB kembali hadir seperti biasa di setiap minggunya. Tidak terasa, minggu ini I Love Business GIMB sudah memasuki I Love Business yang ke 20.

 
Kali ini, I Love Business 20 mengundang Achmad Faisal sang Motivakreatif, BioActivist, dan STIFIn Consultant menjadi pembicara dengan tema “Berbisnis Ala Rosulullah”
 
Seperti fase awal para pebisnis pemula, sebelum menemukan passion bisnisnya, Achmad Faisal memulai business dengan  mencoba-coba.  Dimulai dari distro, konveksi sampai kerudung dia sempat menjualnya.
 
Kehidupan sebagai aktifis membekali dia communication skill yang memadai. Sehingga akhirnya dia menjalani profesi sebagai trainer. 
 
Pembawa acara kita Anggasa membuka acara dengan mulusnya sehingga mencairkan suasana yang sedang dingin karena hujan lebat menjadi hangat dan penuh tawa.
 
Hati, ikuti kata hati.  Begitu pesan beliau pada peserta dan sekaligus menjadi kata penutup Achmad Faisal dalam menyampaikan materi beliau.
 
I Love Business adalah salah satu program rutin yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation setiap Senin, pukul 16.00 – 18.00 WIB di UGD (Antropology Fashion Outlet). Program ini dirancang untuk memberikan sharing pengetahuan, keterampilan dan attitude bagi para pengusaha muda dalam rangka menciptakan a knowledge based entrepreneur atau pengusaha yang berbasis pengetahuan.
Banyak entrepreneur yang sudah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam acara ini yaitu Anne Ahira, Wiwied C59, Perry Tristianto, A Deda MQ Group, Axl Maicih, Jody Bober & J&C Cookies, Aman Kaos Kaki Soka, Abu Marlo, Agustina Restaurateur, Donie Pangestu, Anita Hairunnisa, Mr.Q STEC, Afnil Exportir, Surya Kresnanda, Herdi Produser Bandung TV, Gufron owner Uda Gembul, Riezka Rahmatiana owner Pisang Ijo Justmine dan lain-lain.
 
Acara ini gratis dan terbuka untuk umum dan bagi Anda yang berminat untuk mengikutinya, silahkan datang ke UrsGD ( Antropology Fashion Outlet ) atau mendaftar ke GIMB Foundation. Adapun GIMB Foundation adalah yayasan yang bertujuan untuk menciptakan a knowledge based young entrepreneur melalui berbagai program yang menarik yaitu GIMB Entrepreneur School, GIMB Coaching setiap Rabu dan Jumat, Field Trip ke perusahaan dan juga acara pameran dan buka stand di Car Free Day.
 
Untuk membantu pemasaran bisnis teman-teman, juga dibantu lewat website GIMB Foundation yaitu www.gimbfoundation.org, media cetak/koran dan majalah bisnis, radio dan televisi.
 
Dengan visi To Be The Most Trusted Foundation To Create A Successful Knowledge Based Entrepreneur, kami mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi dalam berbagai program ini. GIMB Foundation beralamat di Komplek Grand Surapati Core, Blok F10 Lantai 2, Jl PHH Mustofa 39 Bandung, Telp 022-61333669.

Pengembangan Entrepreneur di Jawa Barat, HU Bisnis Bandung 12 Juli 2013

Pengembangan Entrepreneur di Jawa Barat

Meriza Hendri,
Mahasiswa Program Doktor Manajemen Bisnis, Unpad
Dosen Universitas Widyatama, bandung, Dewan pembina GIMB Foundation

Tingginya minat para anak muda untuk menjadi entrepreneur di Jawa Barat adalah fenomena yang sangat menarik dan patut untuk disyukuri. Perjalanan ke berbagai kota dan Kabupaten di provinsi ini menunjukkan fakta bahwa memang para anak muda di Jawa Barat ingin menjadi entrepreneur.

Namun demikian, kondisi ini perlu dicermati dengan baik. Hal ini baru sampai pada tahap minat dan sedikit yang menjalankan bisnis dengan baik. Apalagi bisnis yang bisa tumbuh dan berkembang dari mikro, kecil, menengah dan menjadi besar. Bila bisa tumbuh dan berkembang bisnisnya, barulah para anak muda memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Jawa Barat. Hal ini bukan karena ketidakmampuan mereka, tetapi, belum optimalnya sinergi dari para stakeholder di Jawa Barat untuk berintegrasi menumbuhkembangkan para entrepreneur muda tersebut.

Tiga stakeholder utama yang perlu melakukan sinergi dalam pengembangan entrepreneur muda adalah academician (akademisi), Business (para pelaku bisnis) dan Government (pemerintah) yang sering disebut dengan ABG. Selama ini, masing-masing pihak sudah melakukan pengembangan entrepreneurship di Jawa Barat.

Para akademisi di kampus dan sekolah memiliki program pengembangan entrepreneurship melalui kurikulum, pelatihan dan pembinaan melalui berbagai kegiatan mahasiswa dan siswa di kampus dan sekolah. Demikian juga para pelaku usaha yang memiliki program Corporate social responsibility (CSR) dan juga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) oleh BUMN ataupun program yang dijalankan oleh asosiasi seperti HIPMI dan juga KADIN.

Demikian juga dengan pemerintah yang membuat berbagai kebijakan yang bersentuhan dengan pengembangan entrepreneurship tersebut. Selain kebijakan, pemerintah juga bekerjasama dengan pelaku bisnis dalam pengembangannya. Akan tetapi, kenapa hasilnya belum optimal dalam menghasilkan entrepeneur yang memiliki bisnis yang terus tumbuh dan berkembang?

Belum optimalnya sinergisitas antara para akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah dalam menumbuhkembangkan entrepreneur di Jawa Barat ini perlu menjadi perhatian. Khususnya dalam melakukan pembinaan kepada para entreprepreneur muda ini. Khusus mengenai pembinaan, pengalaman di GIMB Foundation (Gerakan Indonesia Muda Berbisnis) memperlihatkan bagaimana konsep pembinaan menjadi sangat stratejik. Hal ini adalah kerjasama dengan Jabar Media Club, Bank BJB, HIPMI Jabar dan Kadin Jabar, Bandung TV, Harian Bisnis Bandung, kampus dan berbagai pihak lainnya.

Demikian juga dengan pengalaman dalam pembinaan para Bobotohnomic yang digerakkan oleh Radio Bobotoh FM dan QP Indonusa dalam membina entrepreneur tersebut menjadi key success factor untuk menumbuhkembangkan entreprepeneur tersebut.
Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan sinergisitas ABG tersebut. Para akademisi memiliki resources yang baik dalam memberikan pelatihan dan pembinaan para entrepreneur. Diantaranya adalah dosen yang kebanyakan saat ini adalah pelaku bisnis juga, materi dan metode pengajaran dan pembinaan.

Kemudian, para praktisi yang sudah berhasil dalam bisnis mereka. Dari aspek pendanaan, ada perbankan dan perusahaan dengan dana CSR atau PKBL mereka. Dari aspek pengalaman dan relasi, ada pelaku bisnis itu sendiri dan juga HIPMI dan KADIN. Dari aspek pemasaran, ada perusahaan yang bisa berperan sebagai buyer dan media cetak dan media elektronik yang bisa membantu mempromosikan produk para entrepreneur.

Adapun dari pemerintah, memiliki wewenang dalam pembuatan regulasi untuk mendorong terciptanya stabilitas politik, ekonomi dan berbagai peraturan yang berhubungan dengan perekonomian dan juga berbagai kemudahan, khususnya dalam pendirian usaha.
Bagaimana dengan Jawa Barat? Banyak perguruan tinggi di provinsi ini. Hampir semua memiliki program pengembangan entrepreneurship. Demikian juga SMK dan sederajat. Potensi ini perlu disinergikan dengan Business dan Government.

Apalagi perusahaan di provinsi ini. Perusahaan asing dan perusahaan domestik banyak di Jawa barat. Mereka memiliki program CSR dan PKBL bagi BUMN. Belum lagi perbankan milik BUMN dan Bank BJB serta bank swasta. Program-program mereka perlu diintegrasikan dalam hal pendanaan buat entrepreneur. Apalagi KADIN Jabar dan HIPMI Jabar yang memiliki potensi untuk berbagi dengan para entrepreneur muda. Dari sisi media, ada banyak media cetak dan media elektronik yang concern kepada pengembangan entrepreneurship.

Pengalaman dalam melakukan sinergi ABG tersebut di Kabupaten Garut sudah membuktikan bahwa para entrepreneur yang sukses dengan indikator bisnis yang terus tumbuh dan berkembang tersebut memang sangat efektif. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bank BJB dan Kadin Garut sebagai business, Pemerintah Garut sebagai Government dan Universitas Widyatama sebagai academician.

Setahun setelah pelatihan dilaksanakan, para entrepreneur sudah memiliki bisnis yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum mereka mendapatkan pelatihan dan pembinaan selama tiga bulan dan dilanjutkan dengan pemantauan kepada mereka.

Oleh karena itu, potensi dari akademisi, pebisnis serta pemerintah Jawa Barat serta Kabupaten/Kota perlu dioptimalkan sinergi nya untuk mendapatkan entrepreneur muda yang memiliki bisnis selalu tumbuh dan berkembang sehingga memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian Jawa Barat. .

Mengajar Kreativitas dan Inovasi di Kelas Gimb Entrepreneur School, 13 Juli 2013

GIMB School Batch 6

Pagi ini, saya mendapatkan kesempatan memberikan pendidikan dan pengajaran kepada salah satu kelas GIMB Entrepreneur School batch 6. Kelas yang merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dan membahas tentang kreativitas dan inovasi tersebut sangat menarik. Menarik karena merupakan point utama bagi setiap entrepreneur. kreativitas dan inovasi.

Peserta kelas ini sangat bervariatif dan semuanya adalah calon entrepreneur sukses dalam bisnisnya. Para peserta diberikan materi kreativitas dan inovasi secara konseptual dan juga praktis agar mereka memahami apa yang diajarkan. Praktik ini membuat apa apa yang diajarkan kepada mereka. Senang sekali memberikan pembelajaran kepada mereka.

Pertanyaan diberikan kepada saya yang mengajar materi ini. Tajam dan sangat relevan dengan materi yang mereka pertanyakan kepada saya. Selalu saling berhubungan dengan bisnis mereka juga. Hal ini memperlihatkan bagaimana mereka sangat concern dengan materi ini.

Saya mencoba menjawabnya dengan baik dengan tujuan untuk membuat pemahaman yang mendalam kepada mereka. Jawaban ini bisa membuat mereka semakin memahami apa yang diajarkan tersebut. Senangnya.

Tinggal minggu depan mereka harus mengerjakan tugas bagaimana pengembangan diri mereka dalam menjalankan bisnis tersebut. Sukses yaa..

By : Meriza Hendri

Coaching Anak Didik, Elsaf, di Rabu, 10 Juli 2013

Coaching StartUp Bersama Elsaf Emamz Burger 10 Juli 2013

Seperti biasa, coaching yang diberikan oleh anak didik pada hari rabu sangat menarik dan memberikan warna baru dalam diri setiap anak didik yang memberikan materi dan juga anak-anak binaan yang hadir dikelas tersebut. Sharing pengalaman dan pengetahuan tentang bisnis mereka menjadi inspirasi juga nantinya bagi teman-teman mereka.

Adapun coaching kemaren diberikan oleh Elsaf, pengusaha muda yang fokus untuk mengembangkan bisnis beliau. Sebagai entrepreneur. Elsaf sudah menjalankan bisnis dari awal dan penuh dengan proses bisnis berhasil dan gagal. Perjalanan panjang dalam berbisnis itu adalah bagian dari proses bisnis yang harus dilewati.

Bisnis yang dijalankan oleh Alsaf adalah burger nasi dan diberi nama dengan Emamz Burger. Elsaf beraniang melakukan diferensiasi terhadap bisnisnya dan ini adalah awal yang sangat menentukan dalam bisnis tersebut. Beliau mencoba keluar dari “box” yang biasa dijalankan orang dalam berbisnis burger. Nasi, itulah yang menjadi pembeda dalam bisnis Elsaf.

Hal yang memberatkan diawal adalah bagaimana mengedukasi pasar tentang burger nasi ini. Edukasi pasar karena produk ini baru dan jelas sekali sangat berbeda dengan yang sudah ada. Disinilah tantangannya. kreativitas dan inovasi harus selalu dikembangkan untuk membesarkan bisnis ini. Setiap orang harus memiliki pemahaman akan hal ini.

Untuk meningkatkan bisnis tersebut, elsaf aktif di GIMB untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari para coach. Jadi, tidak hanya beliau menjadi coach diforum ini, tetapi juga memiliki coach. Berbagaipengalaman kemaren benar-benar membuat peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari aspek aplikasinya….

By : Meriza Hendri

Mengajar Creativity dan Innovation di kelas GIMB Entrepreneur School Batch 5, 10 Juli 2013

Semalam, saya mengajar kelas GIMB Entrepreneur School (GES) batch 5 tentang materi yang sangat penting bagi setiap entrepreneur. Materi yang sangat menarik buat mereka karena merupakan ciri utama bagi setiap entrepreneur. Kenapa demikian? Inilah yang membedakan setiap entrepreneur dengan yang bukan entrepreneur, seperti karyawan.

Materi semalam membuat teman-teman peserta semakin tertarik untuk mempelajari entrepreneurship dan manajemen serta bisnis. Karena materi ini adalah kunci dalam membangun keberhasilan bisnis yang terus tumbuh dan berkembang untuk jangka waktu panjang. Ini menjadi ciri utama setiap entrepreneur di GIMB foundation. Suka tidak suka, mereka harus mendapatkan pelajaran ini.

Semalam materinya membahas bagaimana esensi dari kreativitas dan inovasi dalam entrepreneurship. Konsep ini dibahas dari teori dan implementasinya dalam bisnis, dan yang paling penting adalah bagaimana teman-teman memecahkan masalah mereka dengan konsep ini.

Aplikasi yang paling utama adalah bagaimana teman-teman memanfaatkan blog mereka masing-masing yang harus bisa memberikan kontribusi kepada pengembangan diri khususnya personal brand. Itu menjadi sangat penting bagi anak-anak binaan saya karena untuk menjadi hal tersebut, dibutuhkan media yang bisa menjangkau setiap orang.

Diskusi panjang dan menarik terjadi selama 2,5 jam yang tidak berhenti sedikitpun. Pertanyaan, perdebatan untuk mempertajam konsep mewarnai kelas semalam. Alhamdulillah,saya sebagai gurunya, mendapatkan pengalaman yang sangat berharga juga dalam membuatpemahaman kepada para entrepreneur muda ini di kelas. Semoga bermanfaat ya….

By : Meriza Hendri

Law Of Attraction

Law Of Attraction

Low of Attraction (LoA) atau Hukum Ketertarikan menyatakan bahwa segala sesuatu yang Anda pikirkan, yang menguasai pikiran Anda, baik positif maupun negatif akan datang menghampiri kehidupan realita Anda.

Itulah makanya kita bisa saksikan, orang biasa akan jadi makin biasa, orang hebat akan jadi makin hebat, orang kaya akan jadi makin kaya, orang miskin akan jadi makin miskin.

Orang biasa selalu berpikir hingga tertanam mindset dalam dirinya bahwa dia hanyalah orang biasa-biasa saja, tidak mampu melakukan berbagai hal, membatasi diri, dan seperti itulah yang menjadi bagian real kehidupannya!

Orang hebat selalu berpikir dia sebagai seorang yang punya kemampuan lebih, bisa berprestasi, bisa melakukan yang terbaik, dan seperti itulah mindset dirinya menghantarkan dia pada kenyataan hidupnya!

“Semua pikiran akan menjelma nyata sesuai dengan intensitasnya. Setiap butir pikiran terkecil di dalam benak manusia mampu menggerakkan hukum itu mewujudkan menjadi kenyataan.” (Ernest Holmes)

Dalam LoA tidak dikenal tata nilai positif atau negatif, apapun yang ada dalam pikiran Anda, itulah yang mendorong pada kenyataan sesungguhnya. Jadi, hati-hatilah dalam berpikir, senantiasa berpikir positif dan menghindari berpikir negatif adalah pilihan sangat tepat dan bijak.

Adapun cara kerja LoA adalah seperti magnet. Pikiran Anda memiliki daya magnetik “tarik” yang sangat besar yang bisa menarik daya magnetik “ulur” dari alam semesta. Cara kerja LoA juga seperti saluran frekuensi radio. Saluran frekuensi pikiran Anda akan “tune in” dengan saluran frekuensi alam semesta. So, jika Anda ingin mengubah hidup Anda, ubahlah saluran frekuensi dan tetaplah “tune in” di saluran Pikiran Positif Anda.

Semudah itukah kita bisa tetap “tune in”?

Pergerakan pikiran sangat cepat dan mudah. Menurut penelitian, rata-rata pikiran seseorang berubah sebanyak 60.000 kali dalam sehari semalam. Pikiran selalu bergerak, tidak pernah diam. Semakin banyak dia bergerak, semakin banyak sel neuron otak yang aktif, semakin banyak pula memori terisi.

Keberhasilan Anda mengendalikan pikiran Anda untuk tetap positif, akan mempengaruhi dan menentukan tingkat kesuksesan Anda!

By : Agus Bipoz Santoso

Berani Memulai Bisnis

Berani Memulai Bisnis

Dalam berbisnis mutlak diperlukan keberanian. Penentuan langkah awal untuk berbisnis merupakan perpaduan harmonis antara perhitungan matematis tentang laba/rugi, pengetahuan, naluri bisnis, dan keberanian. Bahkan yang terakhir, secara ekstrim bisa disebut “daya nekad”.

“When you see a successful business, it means someone has made a courageous decision!”(Bilamana Anda melihat bisnis yang sukses, berarti telah ada seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani). Demikian pendapat begawan ekonomi, Peter Drucker.

Ada sebuah kekuatan yang sering tidak disadari oleh kebanyakan orang. Kekuatan itu adalah IMPIAN. The Power of Dream. Sebuah impian, harapan, cita-cita akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk meraih kesuksesan. Setiap orang bisa dipastikan punya impian. Masalahnya, bisakah ia menjadikan impiannya itu sebagai sebuah kekuatan?

Secara teoritis dalam ilmu manajemen, impian adalah “goal”. Artinya tujuan yang telah ditetapkan untuk diraih. Sebagaimana kapal berlabuh tentu memiliki tujuan. Pesawat terbang mengudara tentunya telah ditetapkan ke mana ia akan mendarat, dst.

Setelah impian ditancapkan, langkah berikutnya kita harus bisa mengelola potensi diri kita. Hilangkan rasa takut gagal, kelemahan, kekecewaan, pesimis dan berbagai hal negatif lainnya. Munculkan energi positif kita, semangat, kekuatan, optimis, dsb. Di sinilah kita perlu memahami potensi diri kita secara mendalam.

Berani adalah menjalani sesuatu yang ditakuti. Jika kita melakukan sesuatu yang ditakuti berarti kita berani. Berbisnis, bagi sebagian besar orang Indonesia dianggap menakutkan. Para orang tua biasanya enggan mengenalkan bisnis pada anak-anaknya semasa kecil. Dengan dalih gengsi, memalukan, dsb. Orientasi mereka adalah sekolah setinggi mungkin dan mencari pekerjaan sebagus mungkin.

Begitu pula, kebiasaan orang tua yang terlalu protektif dengan melarang anak untuk berkreasi (hal-hal yang positif), telah mengakibatkan anak-anak mereka menjadi anak-anak penakut. Tidak memiliki keberanian untuk mengambil resiko. Mau ini takut, mau itu takut. Mau berkreasi pun takut.

Bagaimana cara menumbuhkan keberanian dalam berbisnis?
Pertama, tanamkan dalam diri kita keyakinan bahwa dalam berbisnis, Allah telah membukakan 9 dari 10 pintu rezeki. Dengan kata lain, 90 persen pintu rezeki terdapat dalam dunia bisnis. Dengan demikian, kesempatan kita untuk mendapatkan rezeki sangatlah luas.

Kedua, tepis dan hapuslah anggapan bahwa para pelaku bisnis adalah orang-orang golongan kedua (setelah pekerjaan-pekerjaan lain). Pada dasarnya, bisnis merupakan bagian dari pekerjaan yang (kurang lebih) sama dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya, seperti menjadi karyawan swasta, PNS, dll. Namun, akhir-akhir ini justru kecenderungan orang-orang mulai berubah, dengan mulai banyak yang beranggapan bahwa berbisnis justru lebih menjanjikan daripada menjadi karyawan.

Ketiga, hilangkan anggapan bahwa dalam berbisnis penuh resiko. Ingatlah bahwa resiko adalah bagian dari hidup. Resiko bukanlah hanya milik pebisnis. Dalam pekerjaan lain pun pasti ada resiko. Karyawan swasta, ada resiko perusahaannya collaps dan di-PHK, PNS bisa saja dimutasi atau diturunkan jabatan.

Satu hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa dalam berbisnis juga dikenal “Hukum Kekekalan Energi” seperti halnya dalam Ilmu Fisika. Kita berbisnis, jika sukses = kekayaan, jika gagal = pengalaman/ilmu. Jadi, pada hakekatnya, tidak ada kegagalan atau resiko itu, karena sebenarnya ia mengalami perubahan “energi” menjadi “pengalaman/ilmu” yang sama nilainya dengan modal yang kita investasikan.

By :

Agus Bipoz Santoso
Founder GIMB (Gerakan Indonesia Muda Berbisnis)
GIMB Entrepreneur School | Sekolah Entrepreneur Bandung | Komplek Grand Sucore Blok F1o Lt 2 Bandung | Telp 022-61333669 / 085795553475