Strategic Management

now browsing by category

 

Membangun Reputasi Bisnis

web reputation imagesAda satu pelajaran yang berharga ketika berkunjunga ke Bank Indonesia kemaren untuk memberikan sharing tentang entrepreneurship bagi binaan Bank Indonesia. Hal ini sangat menarik karena relevan dengan apa yang selama ini dilakukan di GIMB Foundation dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas entrepreneurship binaan.

Tema yang yang diambil nantinya untuk dikembangkan dalam diri setiap entrepreneur adalah tentang membuat aspek legalitas dari setiap entrepreneur. Hal ini berhubungan dengan badan hukum ataupun badan usaha yang akan dimiliki setiap entrepreneur. CV ataupun PT adalah bentuk dari badan usaha dan badan hukum..

Terlepas dari itu semua, hal penting yang menjadi perhatian adalah bagaimana pengaruh reputasi perusahaan dibenak calon konsumen. Reputasi itu berhubungan dengan bagaimana persepsi calon konsumen terhadap perusahaan entrepreneur, contohnya adalah GIMB Foundation. Reputasi itu penting dan akan mempengaruhi benak konsumen.

Dalam reputasi, terdapat beberapa hal yang harus dibangun yaitu pertama integritas, tanggung jawab, kredibilitas, kualitas. Keempat aspek ini perlu dibangun melalui komunikasi yang terdiri dari komunikasi pemasaran, komunikasi manajemen dan komunikasi organisasi.

Rasanya, ilmu tersebut terasa ketika bertemu dengan Bank Indonesia Bandung kemaren. Orang melihat GIMB Foundation ketika diperlihatkan web www.gimbers.com dan www.gimbfoundation.org yang berisikan berbagai kegiatan yang dijalankan. Isinya apa? Tentang aktivitas pengurus dan para gimbers sehingga mereka bisa melihat integritas, kredibilitas, tanggungjawab serta kualitas yang ditawarkan kepada konsumen. Sukses buat kita hari ini ya…

Memang Iya, Entrepreneur Harus Paham Strategi

web strategyKemaren, saya diminta untuk memberikan materi seputar membuat strategi pemasaran yang harus dilakukan dan dijalankan oleh para pengusaha dalam membangun bisnis mereka untuk tumbuh dan berkembang. Tentu hal ini membuat saya menjadi tertantang bagaimana setiap orang harus bisa memasarkan dan membangun bisnis mereka.

hmmm… kondisi ini membuat saya kembali membuka kembali konsep yang sudah ada dalam bisnis yaitu strategic management. Profesor saya dulu bilang bahwa setiap entrepeneur atau pengusaha harus bisa membuat konsistensi dalam strategi perusahaan mereka atau yang lebih tepat saya sebut sebagai cause and effect dalam strategi dimana strategi pada tingkat corporate akan mempengaruhi strategi tingkat bisnis dan strategi tingkat bisnis akan menentukan strategi di tingkat fungsional yang ada dalam perusahaan yaitu keuangan, pemasaran, operasi dan juga sumber daya manusia.

Kerangka berfikir inilah yang harus dimiliki oleh setiap entrepeneur dalam membangun strategi perusahaan mereka. konsistensi berfikir dari skala makro ke mikro dimana harus jelas dan saling berhubungan satu sama lainnya.

Permintaan teman untuk membuat strategi di level fungsional marketing akan membuat saya berfikir ke korporat terlebih dahulu dimana harus menterjemahkan apa yang dibuat di tingkat perusahaan atau korporate. Kalau di level korporate perusahaan itu menggunakan strategi ekspansi, maka akan berpengaruh kepada strategi pemasaran untuk mendukung ekspansi tersebut. demikian juga dengan strategi stability dan juga strategi penciutan atau retrenchment.

Membuat strategi pemasaran akan semakin mudah bila setiap entpreneuer mengacu kepada strategi yang dibuat sesuai dengan strategi perusahaan dilevel korporat tersebut. konsistensilah dalam berfikir agar jelas strategi yang dipilih karena strategi itu berhubungan dengan bagaimana setiap entrepeneur membuat pilihan terbaik atas apa yang ada didalam perusahaan mereka. sukses buat kita semua

Strategic Management Process

web SMMateri yang diberikan kepada siswa GIMB Entrepreneur School (GES) batch 12 siang ini adalah strategic management process yang merupakan pertemuan kedua karena memang dijadwalkan dua kali pertemuan bagi siswa GES. Hari ini berhubungan dengan materi yang berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur diarahkan untuk membuat analisis terhadap proses manajemen stratejik.

                Berbicara tentang strategic management process adalah bagaimana setiap entrepreneur diharapkan mampu menjadi ahlis strategi dalam setiap bisnis dengan memiliki knowledge, skill dan attitude dalam membuat proses manajemen stratejik. Kerangka berfikir ini penting agar mereka bisa membuat setiap strategi yang sesuai dengan kondisi lingkungan internal dan eksternal dan tetap mencapai tujuan yang sudah ditetapkan yaitu profit, people, planet, sustainability serta bisnis yang terus tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

                Pada akhirnya, dalam setiap keputusan yang sudah dibuat oleh entrepreneur harus bisa berdasarkan kepada strategi dari perusahaan. seringkali entrepreneur terjebak dengan keputusan yang dibuat berdasarkan emosi dan kurang berfikir panjang. Dampaknya adalah kualitas keputusan yang dibuat akan tidak terlalu baik dan dampak yang kurang optimal bagi bisnis itu sendiri.

                Oleh karena itu, perlu memahami strategic management process dengan baik. Salah satu model yang perlu dipahami dengan baik adalah dari hunger dan wheelen dimana proses manajemen stratejik tersebut dimulai dari analisis lingkungan bisnis. Environmental scanning adalah tahap pertama yang harus dipahami dan dijalankan oleh entrepreneur.

                Lingkungan bisnis tersebut dapat dilihat dari lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang memberikan dampak berupa kekuatan atau kelemahan serta peluang dan ancaman dari setiap lingkugan bisnis tersebut. Environmental scanning akan bisa digunakan untuk menetapkan posisi stratejik perusahaan setiap entrepreneur dalam lingkungan bisnis. Tentu akhirnya dapat berhubungan pilihan strategi bisnis entrepreneur itu sendiri.

                Tahap kedua adalah berhubungan dengan merumuskan strategi untuk bisnis. Dalam konteks ini, diharapkan bagaimana visi, misi, tujuan, sasaran, pilihan strategi, value, pilihan strategi dan juga policy atau kebijakan dalam bisnis . kebijakan inilah yang menjadi dasar untuk bisnis selanjutnya sehingga bisnis dapat mencapai tujuan.

                Tahap ini penting bagi entrepreneur karena akan menjadi dasar untuk menjalankan bisnis  dan menjadi pijakan dalam menjalankan bisnis tersebut. sudah waktunya entrepreneur bisa membuat visi, misi dan lain-lain di atas sebagai fondasi untuk bisnis mereka.

                Tahap ketiga adalah bagiamana membuat strategic implementation dalam bisnis sehingga dapat dijalankan berupa program, anggaran dan juga standard operation procedure yang memang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis tersebut dengan baik. disinilah program penting bagi strategi itu sendiri sehingga jelas kedepannya untuk mencapai tujuan perusahaan.

                Tahap terakhir berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur melakukan evaluasi dan

Control atas capaian yang didapat selama melakukan environmental scanning, strategic formulation dan strategic implementation.

Membangun Budaya Untuk Perusahaan

web budaya perusahaanAda pajaran yang luar biasa kemaren dari kelas-kelas yang ada di GIMB Entrepreneur School. Halini berasal dari siswa-siswa yang datang untuk belajar dan membangun networking di GIMB bersama denga teman-teman GIMBers lainnya.

Pelajaran ini berhubungan dengan bagaimana entrepreneur seharusnya tidak hanya membangun aspek manajerial dari perusahaan mereka, akan tetapi lebih kepada budaya perusahaan atau bisnis setiap entrepreneur.

Dalam 7S mc Kinsey, jelas budaya perusahaan yang digambarkan dalam bentuk shared value dalam perusahaan akan menjadi integrator dalam perusahaan entrepreneur karena perusahaan tersebut akan menjadi tumbuh dan berkembang secara strategis. Shared value ini merupakan nilai-nilai yang dipegang di perusahaan entrepreneur.

Value merupakan bagian dari budaya perusahaan selain belief, bahasa dan komunikasi yang ada di perusahaan setiap entrepeneur. Budaya perusahaan ini penting karena dalam perusahaan terdiri dari individu-individu dan masing-masing individu juga memiliki nilai-nilai pribadi. Inilah tanggung jawab setiap entrepreneur bagaimana membuat “irisan” antara nilai-nilai yang dimiliki oleh individu dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh perusahaan. itulah budaya perusahaan.

Oleh karena itu, tugas utama seorang entrepreneur adalah menetapkan budaya perusahaan (corporate culture) terlebih dahulu. Budaya perusahaan harus didasarkan kepada nilai-nilai, kepercayaan, bahasa dan komunikasi dari setiap entrepreneur dan ditulis dalam kerangka strategic perusahaan setiap entrepreneur.

Budaya perusahaan tersebut harus dijalankan oleh entrepreneur terlebih dahulu. Harus ada kesesuaian antara ucapan dengan tindakan sehingga anggota atau karyawan dalam perusahaan akan mengikuti budaya tersebut. demikian juga dengan sharing tentang nilai kepada karyawan. Jelaskan 5W + 1H kepada mereka agar mereka mengetahui, memahami, menghayati dan menerapkan dalam setiap aktivitas di perusahaa.

Oleh karena itu, entrepreneur perlu membuat budaya perusahaan yang ingin diterapkan di perusahaan sendiri. sukses buat kita hari ini ya….ingat, mari ciptakan bisnis yang bisa mencapai profit, people, planet, sustainabilitiy dan tumbuh dan berkembang…..

Terus Melakukan Evaluasi Dan Kontrol

IMG_8176Setelah menjawab ketiga pertanyaan dalam kerangka stratejik kemaren, saatnya setiap entrepreneur melakukan sesuatu yang paling penting dalam bisnisnya. rasanya, sudah sering saya bahas ini dalam konteks sharing pengetahuan pengalaman bagi entrepreneur.
Tindakan yang sering dilupakan setelah menjawab pertanyaan where are we now, where do we want to go dan how do we go there, menjadi sangat penting ditindaklanjuti dengan evaluation and control. konsep melakukan evaluasi. ada tiga hal yang harus kita evaluasi
Pertama, mengevaluasi apakah benar posisi kita tersebut seperti yang dianalisis sebebelumnya? hal ini penting untuk dievaluasi oleh para entrepreneur. bisa jadi, ada kesalahan dalam menganalisis posisi. bisa jadi over confidence, ataupun sebaliknya under confidence. Hal ini harus dilakukan perbaikan dengan membuat kontrol yang benar.
Kedua, evaluasi atas where do we want to go. ini perlu dilakukan apakah sudah benar kita membuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan policy? ini pertanyaan mendasar. seringkali orang buat visi asal-asalan dan tidak bisa dicapai.
Ketiga, evaluasi atas how do we go there. hal ini bisa dilihat dari program, budget, sop, manpower atau fasilitas. kesalahan dalam salah satu aspek ini akan membuat capaian tidak akan sesuai dengan yang diharapakan.
pada fase evaluasi dan kontrol ini, ketiga pertanyaan ini harus dievaluasi secara paralel sehingga ketahuan dimana salahnya. barulah kita melakukan kontrol untuk membuat perbaikan.

How Do We Go There

Maaf telat ya, masih recovery badan di rumah..ha2. Ada satu hutang yang. harus saya bayar, yaitu pertanyaan tentang how do we go there. Ini sangat penting sebagai tindak lanjut kedua pertanyaan sebelumnya. Begitukah?

Betul sekali. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus bisa menetapkan program, anggaran, sop dan juga man power serta facility nya.hal ini penting untuk bisa mencapai where do we want to go.

Mari kita lihat satu persatu. Pertama, program. Program. Dalam konteks bisnis, tentu ingat aktivitas keuangan, pemasaran, operasi dan sdm. Yakinlah…program-program yang relevan dengan keempat kegiatan inilah yang paling penting.

Kedua, anggaran. Ini yang sering kurang diperhatikan oleh entrepreneur. Anggaran harus sejalan dengan program. Mustahil program akan jalan bila tidak ada anggaran.

Ketiga, sop atau prosedur dalam perusahaan. Sop inilah yang menjadi guidance dan menjaga sustainability program dalam bisnis setiap entrepreneur. Barulah man power dalam bisnis. Sumber daya manusia itu yang menjalankan program. Ksa dari karyawan serta morale mereka sangat penting.

Terakhir fasilitas seperti mesin, komputer dan lain-lain. Jadi, inilah yang harus dijawab oleh setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis mereka. Itu dulu ya… Sukses buat kita semua

Where Do We Want To Go?

hmmm…Alhamdulillah..badan ini belum bisa kompromi untuk bekerja normal, akhirnya harus tetap istirahat. Tetapi, banyak hal juga yang bisa difikirkan selama istirahat ini. ups. hampir lupa, saya janji kemaren untuk melanjutkan ke pertanyaan kedua dalam kerangka bisnis bagi setiap entrepreneur. Meski agak siangan nulisnya, ngga apa-apa kan?
ha2… memang benar, pertanyaan kedua harus bisa dijawab oleh setiap entrepeneur dalam bisnis tersebut. Hal ini sangat penting karena dengan jawaban pertanyaan kedua ini, akan menjadi panduan bagi setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis tersebut.
Where do we want to go adalah pertanyaan tentang kita mau bawa kemana ini bisnis setelah mengetahui posisi kita di pasar. Jelas sekali bagaimana terasa kalau kita tidak tahu kemana tujuan, akan berdampak tidak jelasnya apa yang kita lakukan. sangat disayangkan kalau hanya melakukan sesuatu yang tidak jelas. apa saja itu?
pertama adalah menetapkan visi bisnis kita. Visi itu adalah mimpi yang hendak dicapai dan karakter utamanya adalah jangka panjang dan harus sesuai dengan kita sendiri. Visi saya dibidang pendidikan, harus jelas. Menjadi yang ter…..dimana….tahun… itu adalah indikator utamanya. Kedua adalah menetapkan misi atau alasan kita menjalankan bisnis tersebut. Alasan ini harus bisa menjawab kepentingan konsumen, pemegang saham, karyawan, masyarakat dan lingkungan alam.
Ketiga, objectives dan goals. objectives itu adalah tujuan, tetapi seringkali masih besifat kualitatif, tetapi, goals, itu tujuan yang bersifat kuantitatif. jelas sekali disini apa yang hendak kita capai. artinya, where do we want to go tersebut sudah terbayang. barulah bicara tentang pilihan strategi dan kebijakan yang ada dalam bisnis tersebut. jadi teringat bagaimana perlunya setiap entrepreneur memikirkan apa yang hendak dicapai ini. semoga teman-teman sudah jelas membuatnya ya… saya juga terus menyempurnakan apa yang saya buat… where do we want to go????

Where Are Now?

tanda-tanya1Dalam salah satu sesi mengajar strategic kemaren, ada satu hal yang ingin saya tekankan pemahaman teman2 tentang bisnis mereka dan saya menagajak teman-teman secara sadar dan objektif menjawab tiga pertanyaan, where are we now? Where do we want to go dan how to go there.

Tiga pertanyaan yang benar-benar harus dijawab oleh para entrepreneur. Ini menjadi semacam frame of thinking dalam menjalankan bisnis tersebut. Apa sebenarnya esensinya?

Where are we now adalah bagaimana setiap entrepreneur memahami posisi mereka terhadap lingkungan bisnis, khususnya pasar. Posisi terhadap pasar ini harus jelas dan dilihat secara objektif. Tools nya? Swot analysis atau TOWS analysis merupakan salah satu tool yang bisa digunakan.

Hal inilah yang harus dilakukan oleh para entrepreneur secara terus menerus. Mungkin saat ini posisi kita memiliki kekuatan dan peluang terhadap pasar, bisa jadi karena melemahnya dolar, posisinya berubah menjadi kelemahan dan ancaman. Nah lho…begitukah?

Yup, posisi bisnis ini akan selalu berubah. Oleh karena itu, sensitivity seorang entrepreneur sangat diperlukan dalam menjawab where are now? Kapan harus dilakukan? Lakukan secara berkala secara perbulan, tetapi, dalam kondisi sekarang, lakukan setiap saat.

Perubahan lingkungan yang begitu cepat, penuh ketidakpastian, dan bahkan bersifat tiba-tiba, harus bisa diantisipasi oleh setiap entrepreneur. Siapkah teman-teman melakukannya?….itu dulu ya, dua pertanyaan lagi besok dan lusa, mau kedokter dulu, badan ni kudu di”service” karena tumbeng…sukses ya teman2 semua.

Mengajar Strategic Management 28 Agustus 2013

strategyMalam ini, saya mengajarkan tentang strategic management ke dua kepada kelas GIMB Entrepreneur School atau yang lebih dikienal dengan GES. Kelas malam ini diharapkan mereka mengerti tentang analisis lingkungan bisnis karena disinilah faktor yang krusial ketika menjalankan strategic management bagi bisnis kita sendiri.
Analisisis lingkungan tersebut diarahkan kepada internal dan external environment dari setiap entrepreneur atau siswa yang hadir. mereka terkaget-kaget dengan fakta dan data yang ditemukan selama dikelas karena pola kelas saya adalah langsung praktek dengan bisnis masing-masing.
Analisis lingkungan harus ditindaklanjuti dengan meurumuskan visi, dan misi serta tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan dalam bisnis ini. langkah ini penting untuk dipahami oleh setiap entrepreneur agar mereka paham mau kemana bisnis ini akan dibawa.
siswa saya ajak untuk langsung menuliskan visi mereka dalam bisnis. ternyata, besar sekali kesalahan mereka dalam membuat visi yang terkesan asal-asalan karena tidak memiliki dasar yang kuat. saya benarin dulu konsep nya. penting untuk itu agar mereka bisa menjadi lebih baik.
Kemudian, menetapkan misi, tujuan dan sasaran. arahan saya membuat mereka Selama kelas berlangsung, para siswa senang dan mampu membuat apa yang saya minta. sukses ya….

Cause and Effect Dalam BSC

Pelajaran yang sangat berharga ketika saya mengajar materi tentang balanced scorecard kepada para siswa dan entrepreneur. Materi yang menurut saya adalah alat yang sangat diperlukan oleh para entrepreneur. materi yang sangat dibutuhkan untuk menjadi entrepreneur sukses.

Selain itu, pengalaman dalam bisnis juga menambah kesimpulan bagaimana operasional BSC terhadap bisnis. Dan juga implementasi dari setiap balanced scorecard dalam bisnis yang dijalankan. Banyak seninya yang bisa dipahami oleh para entrepreneur.

Pelajaran utamanya adalah cause and effect dari empat perspektif dalam BSC tersebut. konsep ini adalah bagaimana konsep sebab akibat dalam BSC tersebut. konsep yang sangat menentukan keberhasilan bisnis kita saat ini dan yang akan datang.

Mulainya adalah perspektif keuangan, consumer atau pemasaran, internal business process atau manajemen operasi dan juga learning and growth atau sdm dan IT. Empat perspektif inilah yang menjadi kunci dalam bisnis. Empat perspektif yang tidak bisa dilepaskan dari pemahaman setiap entrepreneur dalam berbisnis. Nah lho…

Adapun konsep cause and effect itu sendiri, adalah bagaimana learning and growth mempengaruhi operasional. Artinya, sdm yang baik akan memberikan proses bisnis yang efektif dan efisien. Lalu, proses bisnis yang baik, akan membantu kesuksesan pemasaran.

Bila pemasaran efektif, maka akan meningkatkan keuangan perusahaan. Jelas sekali bagaimana konsep cause and effect dalam BSC tersebut. akan sangat dibutuhkan oleh para entrepreneur konsep BSC ini.