Dare To Be An Entrepreneur

web suksesSemalam, dalam kelas GIMB Entrepreneur School (GES) yang membahas tentang operational management kepada Batch 9, ada satu pelajaran yang luar biasa tentang konsep dare to be entrepreneur. Banyak orang ingin menjadi entrepreneur tetapi apakah sudah bisa menjadi seorang entrepreneur?

Ada satu tantangan seseorang yang benar-benar ingin menjadi entrepreneur. tidak cukup hanya ingin, tetapi yang luar biasa adalah berani untuk benar-benar memilih menjadi seorang entrepreneur. Apalagi pindah kuadran dari seorang karyawan menjadi business owner.

Inilah yang disampaikan oleh Kang Rona yang berprofesi sebagai seorang dokter di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beliau adalah seorang siswa di GIMB Entrepreneur School batch 9.  Dengan nada yakin, beliau menyampaikan bahwa per hari kamis 15 Januari 2014, sudah menyampaikan surat pengunduran diri dari seorang dokter di BUMN.

Ha? Itulah pernyataan yang pertama kali keluar dari mulut saya. apakah benar kang Rona memilih menjadi seorang entrepreneur? dengan yakin beliau menyatakan betul sekali sudah memilih untuk menjadi seorang entrepreneur. tidak lagi berstatus sebagai seorang karyawan.

Subhanallah… keberanian beliau untuk mengambil keputusan dalam hidup ini. tidak gampang untuk mengambil keputusan menjadi entrepreneur ketika sudah menduduki jabatan di satu BUMN. Apalagi jadi dokter perusahaan. tetapi, itulah entrepreneurship.

Bicara entrepreneurship bukanlah pekerjaan, akan tetapi bicara tentang mindset. Bagaimana kemampuan kang Rona melihat atau menciptakan peluang dan merubahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Beliau melihat peluang ada di properti dengan mengurus lebih dari 100 kamar kos-kos an yang harus dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. …

            Beliau melihat ada peluang yang harus dikelola dan dirubah agar bisa memberikan value bagi diri dan keluar mereka. Kos-kosan yang sudah diwariskan oleh orang tua beliau harus dikelola karena tidak akan menjadi value. Selain itu, beliau juga mempertimbangkan karyawan yang sudah bekerja lama dengan beliau.

            Keberanian memilih.. inilah hal yang paling penting dimiliki oleh setiap entrepreneur. Memilih itu menimbulkan dampak positif dan juga dampak negatif yang setiap orang. Apakah resiko bila saya gagal menjadi entrepreneur? inilah yang perlu diperhatikan. Ingat, tidak ada kepastian dalam menjadi entrepreneur. Inilah yang harus diperhitungkan oleh entrepreneur dalam berbisnis. Ada lingkungan bisnis yang selalu berubah, penuh ketidakpastian, tidak bisa dkontrol dan bahka sudah mengalami turbulensi atau perubahaan yang bersifat tiba-tiba.

            Untuk sukses dengan pilihan menjadi entrepreneur, perlu memiliki knowledge tentang entrepreneurship, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen yang akan digunakan dalam mengelola bisnis tersebut. Knowledge ini penting untuk menjadi dasar setiap keputusan yang dibuat oleh entrepreneur itu sendiri.

            Yang kedua adalah skill. Menjadi entrepreneur itu membutuhkan keterampilan agar bisa mencapai tujuan bisnis yang selalu disampaikan yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang. Hard skill dan soft skill yang harus bisa digabungkan. Hard skill berhubungan dengan managerial skill yaitu strategic management, financial management, marketing management, internal business process dan juga human resources management. Adapun soft skill yaitu leadership skill, decision making process, communication skill, team work dan juga motivation.

            Yang ketiga adalah attitude. Hal ini berhubungan dengan sikap seorang entrepreneur dalam berbisnis. Ini penting agar setiap entrepreneur memiliki sikap yang benar sebagai seorang entrepreneur. kesalahan sikap akan berdampak pada masa depan bisnis mereka.

So, selamat kang Rona, sudah berani memilih untuk menjadi seorang entrepreneur. Saatnya akang fokus dalam bisnis agar sukses kedepannya… salam juara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.