HEART BRAIN

agusprofil-150x150

Dalam sebuah sesi training bertema “Brain Management” di GIMB Entrepreneur School (GES), ada seorang alumnus GES yang bertanya, “Kenapa banyak orang berpendidikan tinggi, tapi menjadi koruptor besar dan masuk penjara?” Begitu kira-kira pertanyaannya.

Sebagai pembicara training, saya tertantang untuk mencoba mengurai permasalahan klise ini secara sederhana dalam konsep Brain Management. Jika dicermati, dalam kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan permasalahan serupa. Terkadang, sulit dicerna dengan logika. Tapi, itulah kenyataannya.

Kasus seperti itu saya sebut sebagai “brain error” atau “miss management otak”. Sebuah kesalahan pengelolaan otak, berupa ketidaksinkronan antara otak kepala dan otak jantung (biasa disebut qalbu atau hati).

Apa yang disebut otak jantung? Seorang ahli neurocardiology asal Canada, Dr. John Andrew Armour menemukan bahwa dalam jantung ternyata ada bagian yang dia sebut “little brain” atau “heart brain” yang memiliki struktur yang sama dengan otak di kepala, yakni memiliki 400.000 neuron, bisa memahami, merasakan, menyimpan memori, dan gelombang elektromagnetik tinggi, lebih tinggi daripada otak kepala.

 Berdasarkan penelitian inilah saya temukan bahwa ternyata yang disebut qalbu oleh Rasulullah Muhammad SAW, tak lain adalah “jantung” sebagai organ fisik dan non fisik. Inilah yang disebut sebagai mudghah (segumpal daging), yang jika dia baik, maka baiklah keseluruhannya, dan sebaliknya, jika buruk, maka buruklah keseluruhannya.

Dalam konsep Brain Management yang saya kembangkan, saya mengintegrasikan seluruh potensi kekuatan yang ada di otak kepala (neocortex, limbic, dan reptilian) dengan yang ada di “otak jantung”. Kekuatan-kekuatan inilah yang merupakan kombinasi keseimbangan antara IQ, EQ, dan SQ.

Neocortex memiliki fungsi utama sebagai alat berpikir, analisis, pengetahuan, ilmu, nalar, dll. Bagian limbic berfungsi sebagai pusat emosi dan bagian Reptilian berfungsi sebagai pusat kendali refleks, insting, nafsu, dll.

Sementara, otak jantung yang biasa disebut qalbu atau dalam bahasa Indonesia disebut “hati” (unsur non fisik, bukan organ hati yang dalam bahasa Inggris disebut “liver”) adalah pusat kendali nilai, baik dan buruk, cinta dan benci, dll. Qalbu inilah yang seharusnya menjadi leader, bukan otak kepala.

Jadi, tak heran jika orang berpendidikan tinggi jadi koruptor. Meski Neocortex-nya tahu bahwa korupsi sebenarnya terlarang dan dosa. Jika, Qalbu-nya kotor dan tertutup dari cahaya kebenaran, maka Qalbu-nya hanya sebagai penonton, tak kuasa mengendalikan Reptilian-nya melakukan kejahatan. Qalbu-nya hanya sebagai komentator, setelah perbuatan itu dilakukan.

 

Salam sukses unggul!

Agus Santoso, Founder GIMB | Mahasiswa Magister Manajemen STIE Pasundan Bandung | @agusbipoz | www.gimbers.com


Agus Santoso

GIMB FOUNDATION | GIMB Entrepreneur School
Komplek Grand Surapati Core Blok F10 Lt. 2 Bandung
022-61333669 | 085795553475 | www.agusbipoz.com 

www.gimbfoundation.org | www.gimbentrepreneurschool.com | www.gimbilovebusiness.com | Follow @agusbipoz | Follow @GIMBFoundation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>