Jalankan Peran Sebagai Leader Yang Kuat

web leaderBeberapa waktu yang lalu, salah seorang entrepreneur datang ke saya dan menceritakan banyak hal tentang bisnis nya yang sedang mengalami “kemunduran” akibat adanya perubahan yang terjadi dalam siklus bisnis beliau. Posisi bisnis saat ini adalah menuju perubahan atau transformasi dari kondisi yang apa adanya menuju kondisi yang maju sehingga nantinya perusahaan akan terus tumbuh dan berkembang.

Namun demikian, terjadi hal-hal yang kurang diharapkan khususnya dari karyawan yang tidak semuanya bisa menerima perubahan ke arah yang lebih baik ini. perubahan tersebut memang berhubungan dengan kedisiplinan, aturan main dalam perusahaan, peningkatan target perusahaan sampai kepada bagaimana setiap individu atau karyawan bisa berkontribusi maksimal dalam bisnis.

Disinilah awal permasalahan yang dihadapi oleh entrepreneur ini yaitu bagaimana menggerekkan setiap karyawan agar bisa menjadi satu frekuensi dalam bisnis yang dapat meingkatkan kerjasamanya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Tujuan berupa profit, people, planet, sustainability sampai bisnis yang tumbuh dan berkembang menjadi taruan dalam perubahan ini. apa yang harus dilakukan?

Kondisi ini adalah sesuatu yang normal yang dihadapi oleh setiap entrepreneur dalam berbisnis. Perlu diketahui bahwa entrepreneur menjalankan bisnis melalui organisasi yang namanya perusahaan dan perusahaan ini terdiri dari orang-orang sebagai “penggerak” nya agar perusahaan bisa terus beroperasi. Menghadapi orang-orang atau karyawan tentu berbeda dengan mesin yang relatif tidak banyak tuntutan.

Tugas paling berat setiap entrepreneur adalah bagaimana menghadapi karyawan tersebut dan mampu berkontribusi terhadap perusahaan secara optimal. Tentu manajemen menjadi kata kunci yaitu bagaimana kemampuan setiap orang dalam bekerja dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Akan tetapi, manajemen ini sangat tergantung kepada kualitas leaderhsip yang dimiliki oleh setiap entrepreneur. Perusahaan teman tadi sangat membutuhkan leadership yang kuat dari owner nya. Dalam hal ini, bagaimana kemampuan beliau mempengaruhi setiap karyawan akan menentukan akhir perubahan tersebut, apakah happy ending yaitu mencapai tujuan perusahaan dengan baik dan mengalami perbaikan dalam bisnis beliau, atau malah bad ending dimana bisnis menjadi rusak atau hancur karena kegagalan dalam menghadapi perubahan.

Seorang leader yang kuat bukan berarti harus otoriter selalu terhadap bawahannya. Bukan berarti tegas yang tidak jelas ataupun selalu “marah-marah” kepada karyawan atau bawahan mereka. bukan itu yang diharapkan karena bisa jadi karyawan akan “lari” atau kabur dari perusahaan.

Akan tetapi, seorang leader yang bisa menjalankan gaya kepemimpinan beliau sesuai dengan kondisi bawahan mereka. adakalanya seorang leader harus menjalankan gaya kepemimpinan otoriter, demokratis ataupun leisses faire. Tidak ada yang terbaik dari gaya kepemimpinan ini. Oleh karena itu, setiap entrepreneur harus menguasai ketiga gaya kepemimpinan ini.

Bagi saya, setiap entrepreneur yang menghadapi karyawan yang pengetahuan, keterampilan dan attitude yang biasa dan bahkan cenderung kurang baik, harus menggunakan gaya kepemimpinan otoriter. Ketegasan diperlukan dalam memimpim karyawan seperti ini. apalagi dalam kondisi perusahaan yang sedang menghadapi perubahan dalam bisnis nya. Otoriter dalam menghadapi karyawan seperti di atas sangat diperlukan.

Arahan yang jelas dan tegas akan menjadi panduan bagi karyawan untuk bekerja. Perusahaan membutuhkan ketegasan seorang pemimpin sampai setiap orang dalam perusahaan menyadari, mengetahui, memahami dan menghayati peran dan tugas mereka masing-masing. Tidak ada tawar menawar yang membuat ketidak jelasan dalam perusahaan, itu penting.

Gaya kepemimpinan kedua yaitu demokratis penting untuk setiap entrepreneur ketika memiliki karyawan yang memiliki knowledge, skill yang baik, akan tetapi, attitude mereka kurang baik atau kurang dari standarrf yang diharapkan. Karyawan-karyawan seperti ini perlu diajak berdiskusi agar diketahui need, want dan demand mereka dan berikan penjelasan dengan baik. pengaruh seorang pemimpin akan terus ada di benak mereka.

Gaya kepemimpinan yang terakhir adalah leisses faire yaitu ketika pemimpin memiliki karyawan yang sudah tahu, terampil dan attitude yang sudah baik. Karyawan ini tidak membutuhkan lagi ketegasan dari entrepreneur karena mereka hanya membutuhkan trust dari entrepreneur dalam bekerja. itu cukup dan akan sangat membuat mereka terarah dalam bekerja.

Inilah peranan yang harus dijalankan oleh setiap entrepreneur dengan memanfaatkan salah satu gaya kepemimpinan kepada setiap karyawan mereka yang harus terlebih dahulu dianalisis knowledge, skill dan attitude mereka agar mereka bisa diarahkan untuk berkontribusi bagi perusahaan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Salam juara .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.