Menciptakan Entrepreneur Muda di Jawa Barat, HU Bisnis Bandung 21 Juni 2013

Menciptakan Entrepreneur Muda di Jawab Barat

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 13 Juni 2013, merupakan momen yang bersejarah bagi rakyat Jawa Barat dengan adanya momen pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur baru untuk periode 2013 – 2018. Pelantikan Bapak Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar disambut gembira oleh para masyarakat. Harapannya adalah adanya perbaikan dalam kehidupan masyarakat.

Salah satu harapan masyarakat adalah janji Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menciptakan entrepreneur di provinsi ini. 100.000 pengusaha baru yang nantinya dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan juga perekonomian provinsi ini. Besar sekali memang harapan pada keberhasilan janji tersebut.

Ada satu kondisi yang harus diperhatikan secara seksama oleh para pemangku kepentingan dalam hal ini pemimpin Jawa Barat. Periode ini adalah periode kedua dalam menjabat kepemimpinan di provinsi ini, khususnya bagi Bapak Ahmad Heryawn. Kepemimpinan kedua dalam menjalankan roda pemerintahan dan juga kepemimpinan beliau.

Ada satu critical point dalam memenuhi janji kepada masyarakat sehubungan dengan penciptaan entrepreneur ini. Apa itu? Evaluasi atas hasil yang sudah dicapai pada masa kepemimpinan periode pertama dulu. Sejauh mana keberhasilan dalam menciptakan entrepreneur di Jawa Barat. Hal ini akan menjadi sangat penting untuk memenuhi target di masa pemerintahan kedua ini.

Menurut saya, penciptaan entrepreneur di Jawa Barat pada masa yang lalu belum optimal. Hal ini dapat dilihat bagaimana jumlah dan kualitas entrepreneur yang ada belum mampu menjawab tantangan daripada perubahan lingkungan bisnis dimana entreprneeur tersebut menjalankan bisnis mereka.

Selain itu, saya melihat, lingkungan bisnis yang relevan dengan pemerintah juga belum banyak dimanage untuk kepentingan para entrepreneur. jadinya, para entrepreneur bekerja sendiri dan berbisnis sendiri demi bisnis yang mereka pilih.

Berbagai pelatihan, kredit usaha tidak cukup untuk menciptakan entrepreneur sesuai dengan harapan pemerintah itu sendiri. hal ini perlu menjadi pertimbangan dan perhatian untuk program pemerintah pada periode kedua ini. Memang tidak mudah untuk menciptakan para entrepreneur tersebut, akan tetapi, berdasarkan pengamatan saya di hampir seluruh kota/kabupaten di Jawa barat, geliat untuk menjadi entrepreneur itu sendiri semakin tinggi.
Hal ini dapat dilihat pada bagaimana para anak muda berniat untu, menjadi entrepreneur dalam kehidupan mereka. oleh karena itu, perlu menjadi perhatian untuk penciptaan entrepreneur tersebut.

Pertama, perlunya melakukan evaluasi menyeluruh atas program penciptaan entrepreneur pada periode pertama. Evaluasi ini penting untuk melihat secara lebih tepat capaian yang sudah didapatkan, masalah yang dihadapi serta gap yang terjadi dalam penciptaan entrepreneur tersebut.

Kedua, melakukan analisis terhadap lingkungan bisnis di Jawa barat. Analisis penting untuk memberikan faktor-faktor lingkungan yang sangat mempengaruhi penciptaan entrepreneur itu sendiri. salah satunya adalah lingkungan alam. Hal ini relevan dengan penekanan bisnis yang tepat bagi masyarakat jawa Barat itu sendiri.

Ketiga, melakukan analisis terhadap kekuatan dan kelemahan daripada entrepreneur Jawa barat. Jelas sekali, setiap daerah memiliki kualitas entrepreneur yang berbeda-beda. Mereka harus menjadi kunci keberhasilan dalam penciptaan entrepreneur ini karena mereka adalah subjeknya.

Keempat, membuat kebijakan pendukung untuk penciptaan entrepreneur muda itu sendiri. Kebijakan ini berhubungan dengan permasalahan di hulu dan dihilir dari para entrepreneur itu sendiri. kebijakan sehubungan dengan keuangan, seperti pendanaan. Keberadaan lembaga penjamin kredit daerah yang pada periode lalu di bahas dan disiapkan, perlu di realisasikan. Selain itu, kebijakan sehubungan dengan pendirian badan hukum yang selama ini terkesan sulit, dibantu untuk lebih sederhana.

Kemudian, kebijakan sehubungan dengan pasar untuk produk-produk para entrepreneur harus dibuat agar produk tersebut mudah untuk dipasarkan.

Kelima, program –program yang berhubungan dengan penciptaan entrepreneur itu sendiri harus bersifat terintegrasi. Integrasi sangat dibutuhkan demi pencapaian target penciptaan entrepreneur itu sendiri. program dari awal penciptaan, pembinaan dan pengembangan usaha mereka harus jelas.

Keenam, evaluasi dan perbaikan atas program penciptaan entrepreneur itu sendiri adalah sebuah siklus. Harus ada evaluasi atas capaian dari target. Evaluasi inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan.

Ketujuh, sinergi antara akademisi, bisnis dan pemerintah provinsi Jawa Barat. Dalam konteks ini, penciptaan entrepreneur muda bukan hanya domain daripada pemerintah Jawa Barat itu sendiri. perlunya melihatkan kelompok Academician, Business dan Government atau yang lebih dikenal dengan ABG.

Para akademisi yang terdiri dari kampus dan sekolah yang diwakili oleh para dosen dan guru juga memegan peranan penting.peranan tersebut relevan dengan kemampuan mereka untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan attitude atau sikap dari para entrepeneur itu sendiri. saat ini, berbagai kampus dan sekolah sudah memiliki program penciptaan dan pengembangan entrepreneur di Jawa Barat.

Kelompok kedua adalah para business, yaitu para pelaku usaha. Dalam hal ini ada perbankan, perusahaan, asosiasi yang concern dengan penciptaan entrepreneur. berbagai program seperti program CSR, PKBL itu adalah sebagian dari program yang digunakan untuk menciptakan entrepreneur. belum lagi asosiasi seperti HIPMI Jawa Barat, Kadin Jabar dan asoisasi lainnya yang berhubungan dengan entrepreneur.

Kelompok ketiga adalah pemerintah Jawa Barat itu sendiri. sebagai regulator, bertanggung berperan penting dalam memberikan kebijakan sehubungan dengan entrepreneur tadi.

By : Meriza Hendri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>