kursus enterpreneur

now browsing by tag

 
 

Menjamin Sustainability Proses Bisnis

Yang paling berat dalam proses bisnis adalah menjamin sustainability atau keberlanjutan yang terus menerus atas proses yang sudah dimulai diawal.
Seperti yang sudah diketahui, bahwa proses bisnis tersebut adalah bersifat sistem dimana terdapat saling keterhubungan antara satu sub sistem dengan sub sistem lainnya dan ini harus terus berlangsung secara terus menerus ketika suatu sistem sudah dimulai.
Input, Proses dan output adalah siklus yang tidak bisa dilepaskan ataupun berhenti dalam perusahaan karena akan berdampak pada tingkat profitabilitas perusahaan.
Jaminan atas berjalannya sistem ini adalah sangat penting bagi perusahaan sehingga dapat memberikan tingkat profitabilitas yang optimal bagi perusahaan.
Oleh karena itu, ketersediaan SOP atau standard operation procedure adalah sesuatu yang wajib dimiliki oleh perusahaan.
Sumber : http://www.merizahendri.com/2013/01/menjamin-sustainability-proses-bisnis.html

Memanfaatkan Teknologi dalam Manajemen

Teknologi yang berkembang sangat pesat saat ini adalah tools yang sangat stratejik dalam menjalankan proses manajemen perusaahan. Kebutuhan akan teknologi menjadi tidak terbendung.
Thanks to technology … Itulah yang disampaikan oleh teman saya ketika beliau benar-benar merasakan manfaat dari teknologi dalam bisnis mereka.
Konsep teknologi sangat bermanfaat dalam proses manajemen, khususnya dalam planning, organizing, actuating dan controlling. Konsep yang dikenal dengan POAC ini benar-benar relevan dengan teknologi dalam menunjang proses tersebut.
Dalam kesehariannya, teknologi ini relevan dalam mendapatkan informasi, mengelola informasi serta memanfaatkan informasi dalam setiap keputusan manajemen.
Apa yang harus dilakukan sehubungan dengan manajemen tersebut? Sebagai seorang manajer, keberhasilan pemanfaatan teknologi sangat tergantung pada kemampuan mereka menggunakan teknologi.
Sumber : http://www.merizahendri.com/2013/01/memanfaatkan-teknologi-dalam-manajemen.html

Seimbangkan Bagian Pemasaran dengan Penagihan Pembayaran

Salah satu kondisi yang sangat rentan dalam masalah keuangan perusahaan adalah bagaimana keseimbangan antara penjualan dengan penagihan pada piutang perusahaan kepada konsumen dapat tetap terjaga setiap saat.
Hal ini menjadi sangat penting karena perusahaan membutuhkan “darah” segar untuk menjalankan perusahaan dengan lancar dan aman dan terus memberikan profitabilitas kepada perusahaan.
oleh karena itu, keseimbangan antara penagihan dengan penjualan harus terus dijaga oleh manajemen keuangan dalam perusahaan.
Secara sederhana, saya rasakan ketika melakukan coaching terhadap anak binaan yang kurang mampu mengelola keuangan perusahaan dari aspek tersebut.
Pencatatan adalah awal yang harus diperhatikan dan menjadi titik sentral dalam pengelolaan keuangan ini dan oleh karena itu, pencatatan keuangan atas penjualan tersebut harus dijamin dengan baik.
Sumber : http://www.merizahendri.com/2013/01/seimbangkan-bagian-pemasaran-dengan.html

Daya tahan seorang entrepreneur

 

Menumbuh kembangkan suatu bisnis adalah suatu proses yang membutuh waktu yang cukup lama dari awal pendirian bisnis sampai dengan tumbuh berkembangnya bisnis tersebut.

Dalam kerangka bisnis itu sendiri, bisnis itu sama dengan manusia yang lahir, tumbuh dan berkembang secara siklus.

Kenapa harus memiliki daya tahan dalam diri seorang entrepreneur tersebut?

dimensi hanya salah satu dari aspek yang harus ditahan oleh seorang entrepreneur. Belum lagi perubahan lingkungan yang selalu berubah dan mengancam bisnis tersebut.

Daya tahan ini harus dikembangkan dalam diri setiap entrepreneur.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

 

Bersama bawahan membangun bisnis

Bisnis yang tumbuh dan berkembang adalah cita-cita setiap bisnis dan manajer dalam suatu perusahaan pada kurun waktu sekarang dan masa yang akan datang.  Bisnis adalah usaha bersama yang ditopang oleh seorang manajer dan karyawannya. Keduanya adalah “mutually exclusive”,  komponen tersebut berada dalam sistem kesatuan, dimana keduanya harus saling berinteraksi dengan baik.

Sayangnya, seringkali antara manajer dengan para bawahan yang “kurang kompak” . Hal inilah  yang dianggap  biasa namun dapat menghambat laju pertumbuhan dalam konteks manajemen dalam suatu perusahaan tersebut. Mengapa demikian?

Manajemen yang tepat intinya adalah bagaimana bekerjasama dengan sbawahan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Ketika anda menjadi seorang manajer berarti anda juga harus menjadi seorang Pemimpin. Manager yang baik adalah manager yang memiliki jiwa kepemimpinan.  Pemimpin yakni seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu me-manage, dan memiliki kecerdasan emosional.  Jiwa kepemimpinan adalah mau melayani dan bertanggungjawab terhadap bawahannya.  Mampu me-manage artinya mempunyai kemampuan koordinasi, yakni bagaimana membuat ide, menjalankan strategi, dan bagaimana mengkomunikasikannya terhadap para bawahannya.  Kecerdasan emosional, yaitu kecerdasan utama yang mampu sedemikian rupa mengetahui bagaimana ia harus bertindak, berprilaku, dan berkomunikasi terhadap orang lain (karyawan). Kecerdasan emosional inilah yang mampu menghasilkan koordinasi yang baik antara Manajer dengan bawahannya.

Kekompakan antara manajemen dengan bawahan adalah WAJIB hukumnya agar kerjasama dalam pencapaian tujuan bisa tercapai.

 

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.