pelatihan mitra binaan

now browsing by tag

 
 

PERSIAPAN NUBIZ GOES TO KOREA

IMG-20141007-WA0000

Kemaren, seharian tim GIMB Foundation melakukan persiapan untuk  menjalankan program Nubiz goes to Korea yang memang menjadi salah satu program unggulan dalam rangka memberikan semangat kepada banyak orang untuk menjadi entrepreneur sukses.

Memang menjadi sebuah penghargaan bagi GIMB Foundation untuk menjadi sebuah lembaga yang dipercaya untuk memberikan sharing kepada para TKI dan mahasiswa di sana untuk menjadi seorang entrepreneur. khususnya yang berhubungan dengan mindset seorang enterpeneur.

Persiapan kemaren lebih kepada bagiamana emmbuat program yang menarik dan khususnya adalah berhubungan dengan rundown selama acara disana. Setiap hari yang dilewati harus bisa dimanfaatkan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi setiap enterpeneur dan juga TKI.

Alhamdulillah, Mind Production yang membantu pelaksanaan acara ini sudah membuatkan scenario yang cukup baik untuk dijalankan disana. Mulai dari kang avip berangkat sampai dengan pulang kembali di Indonesia tanggal 16 septmber 2014.

Demikian juga coach Meriza dan Agus mempersiapkan segala sesuatunya untuk diberikan kepada mereka di Korea Selatan dan pada akhirnya, magrib ssemuanya sudah bisa diselesaikan dengan baik.

Mengakhiri Sesuatu yang Diawali

Dalam satu diskusi kemaren, saya mendapatkan satu statement yang sangat berharga menurut saya. Statement yang bisa membuat saya tersadar. Kenapa demikian? Karena pernyataan ini mengingatkan saya tentang suatu tugas yang harus diselesaikan. 
 
Namun demikian, hal ini juga menyangkut tentang bagaimana responsibility atau tanggung jawab kita terhadap suatu pekerjaan. Tanggung jawab yang mungkin bagi sebagian orang kurang diperhatikan. akan tetapi, menjadi sangat penting untuk menentukan kesuksesan seseorang dalam bekerja tersebut. 
 
Pernyataannya sangat sederhana. Bagaimana mengakhiri sesuatu yang sudah diawali. Hmmmm…. apa maksudnya? Maksudnya adalah bagaimana suatu pekerjaan yang sudah mulai harus diselesaikan sampai akhir. Bekerja sampai akhirlah, itu kurang lebih maknanya. 
 
Pelajaran yang sangat berharga yang dapat saya ambil dari kalimat tersebut adalah kita harus bertanggung jawab dengan pekerjaan kita sendiri. Bekerja sesuai dengan rencana dan kesepakatan yang sudah dibuat. hal ini tidak mudah bagi setiap orang yang kurang memahami makna pekerjaan.
 
Oleh karena itu, marilah kita renungkan kalimat tersebut. Bekerja sesuai dengan rencana untuk mencapai tujuan. Tujuan yang sudah ditetapkan bersama. Sehingga, kita tidak dianggap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi, orang yang bertanggung jawab dalam  pekerjaan. Sukses buat kita hari ini…
By : Meriza Hendri

I Love Business #20 Bersama MotivaKreatif Achmad Faisal

I Love Business 20 bersama Achmad Faisal

Setelah beristirahat seminggu kemarin karena dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan, kini program inspiring GIMB kembali hadir seperti biasa di setiap minggunya. Tidak terasa, minggu ini I Love Business GIMB sudah memasuki I Love Business yang ke 20.

 
Kali ini, I Love Business 20 mengundang Achmad Faisal sang Motivakreatif, BioActivist, dan STIFIn Consultant menjadi pembicara dengan tema “Berbisnis Ala Rosulullah”
 
Seperti fase awal para pebisnis pemula, sebelum menemukan passion bisnisnya, Achmad Faisal memulai business dengan  mencoba-coba.  Dimulai dari distro, konveksi sampai kerudung dia sempat menjualnya.
 
Kehidupan sebagai aktifis membekali dia communication skill yang memadai. Sehingga akhirnya dia menjalani profesi sebagai trainer. 
 
Pembawa acara kita Anggasa membuka acara dengan mulusnya sehingga mencairkan suasana yang sedang dingin karena hujan lebat menjadi hangat dan penuh tawa.
 
Hati, ikuti kata hati.  Begitu pesan beliau pada peserta dan sekaligus menjadi kata penutup Achmad Faisal dalam menyampaikan materi beliau.
 
I Love Business adalah salah satu program rutin yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation setiap Senin, pukul 16.00 – 18.00 WIB di UGD (Antropology Fashion Outlet). Program ini dirancang untuk memberikan sharing pengetahuan, keterampilan dan attitude bagi para pengusaha muda dalam rangka menciptakan a knowledge based entrepreneur atau pengusaha yang berbasis pengetahuan.
Banyak entrepreneur yang sudah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam acara ini yaitu Anne Ahira, Wiwied C59, Perry Tristianto, A Deda MQ Group, Axl Maicih, Jody Bober & J&C Cookies, Aman Kaos Kaki Soka, Abu Marlo, Agustina Restaurateur, Donie Pangestu, Anita Hairunnisa, Mr.Q STEC, Afnil Exportir, Surya Kresnanda, Herdi Produser Bandung TV, Gufron owner Uda Gembul, Riezka Rahmatiana owner Pisang Ijo Justmine dan lain-lain.
 
Acara ini gratis dan terbuka untuk umum dan bagi Anda yang berminat untuk mengikutinya, silahkan datang ke UrsGD ( Antropology Fashion Outlet ) atau mendaftar ke GIMB Foundation. Adapun GIMB Foundation adalah yayasan yang bertujuan untuk menciptakan a knowledge based young entrepreneur melalui berbagai program yang menarik yaitu GIMB Entrepreneur School, GIMB Coaching setiap Rabu dan Jumat, Field Trip ke perusahaan dan juga acara pameran dan buka stand di Car Free Day.
 
Untuk membantu pemasaran bisnis teman-teman, juga dibantu lewat website GIMB Foundation yaitu www.gimbfoundation.org, media cetak/koran dan majalah bisnis, radio dan televisi.
 
Dengan visi To Be The Most Trusted Foundation To Create A Successful Knowledge Based Entrepreneur, kami mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi dalam berbagai program ini. GIMB Foundation beralamat di Komplek Grand Surapati Core, Blok F10 Lantai 2, Jl PHH Mustofa 39 Bandung, Telp 022-61333669.

Menciptakan Learning Organization

Perjalanan setiap organisasi adalah layaknya seperti perjalanan diri manusia juga. Perjalanan bagaimana organisasi mulai berdiri, tumbuh berkembang sampai organisasi tersebut besar. Semua itu adalah proses hidup setiap organisasi.

Satu hal yang sangat penting untuk dipahami adalah bagaimana organisasi tersebut harus terus belajar. Belajar dari apa yang dilewati adalah sangat penting. Itu yang pertama.

Proses yang dilewati oleh organisasi mengandung banyak sekali pelajaran. Inilah yang harus disadari. Kedua, pelajaran dari setiap kejadian harus di manage atau dikelola, dari creating, structuring, sharing dan applying. Itu yang disebut dengan knowledge management.

Ketiga, membangun kesadaran setiap insan dalam organisasi akan pentingnya nilai pengetahuan atas apa yang dialami dalam organisasi. Keempat, setiap karyawan mencatat apa yang dialami di organisasi. Ini penting.

Kelima, membagikan apa yang didapat tersebut kepada teman-teman anggota organisasi. Keenam, memanfaatkan setiap pengetahuan dalam organisasi melalui setiap masalah yang dihadapi organisasi.

Ketujuh, organisasi perlu menyediakan perpustakaan yang berisikan buku, majalah ataupun sumber pengetahuan lainnya. Kedelapan, perlunya mendorong anggota organisasi memberikan apresiasi bagi anggota yang terus membaca berbagai sumber pengetahuan.

Dengan menjadi learning organization, organisasi kita akan semakin maju, tumbuh dan berkembang. Sukses ya buat kita hari ini.

By : Meriza Hendri

Memperkuat Komitmen Diri

Seringkali dalam mengerjakan setiap aktivitas bisnis saat ini, orang menghadapi turun naiknya semangat dan bahkan komitmen diri. Hal ini wajar karena berhubungan dengan perubahan lingkungan. Yang dalam diri setiap individu, lingkungan itu berhubungan dengan diri dan luar.

Saya merasa perlu membahas ini kembali karena berhubungan dengan keberhasilan kita dalam bisnis. Pada akhirnya, dirasakan bahwa keberhasilan organisasi yang notabene adalah bisnis kita, sangat ditentukan oleh komitmen. Komitmen diri setiap anggota dalam perusahaan.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Pertama, kembali kepada tujuan utama diri dalam bisnis. Kedua, kembali melihat tujuan bisnis itu sendiri. Ketiga, menyelaraskan tujuan diri dengan tujuan bisnis.

Keempat, terus belajar dari orang sukses bagaimana mereka mengembangkan dan meningkatkan komitmen diri dalam bisnis.

Kelima, dalam suatu buku yang saya baca kemaren, road to success, dijelaskan bagaimana kita membuat peta jalan untuk mencapai sukses diri dan bisnis kita. Peta jalan ini penting agar tetap menjaga komitmen diri.

Keenam, memtivasi setiap karyawan untuk menjaga komitmen. Dalam buku juga yang baru, taking people with you, digambarkan bagaimana setiap pemimpin, termasuk kita, mampu membawa tim kita untuk bersama-sama menggapai mimpi. Komitmen akan muncul disana.

Ketujuh, memberikan penghargaan dari setiap capaian atas komitmen yang diberikan. Pengalam saya kemaren menunjukkan bahwa nilai diri kita sangat ditentukan oleh komitmen diri dalam pekerjaan. Sukses buat kita semua ya.

By : Meriza Hendri

Pengembangan Entrepreneur di Jawa Barat, HU Bisnis Bandung 12 Juli 2013

Pengembangan Entrepreneur di Jawa Barat

Meriza Hendri,
Mahasiswa Program Doktor Manajemen Bisnis, Unpad
Dosen Universitas Widyatama, bandung, Dewan pembina GIMB Foundation

Tingginya minat para anak muda untuk menjadi entrepreneur di Jawa Barat adalah fenomena yang sangat menarik dan patut untuk disyukuri. Perjalanan ke berbagai kota dan Kabupaten di provinsi ini menunjukkan fakta bahwa memang para anak muda di Jawa Barat ingin menjadi entrepreneur.

Namun demikian, kondisi ini perlu dicermati dengan baik. Hal ini baru sampai pada tahap minat dan sedikit yang menjalankan bisnis dengan baik. Apalagi bisnis yang bisa tumbuh dan berkembang dari mikro, kecil, menengah dan menjadi besar. Bila bisa tumbuh dan berkembang bisnisnya, barulah para anak muda memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Jawa Barat. Hal ini bukan karena ketidakmampuan mereka, tetapi, belum optimalnya sinergi dari para stakeholder di Jawa Barat untuk berintegrasi menumbuhkembangkan para entrepreneur muda tersebut.

Tiga stakeholder utama yang perlu melakukan sinergi dalam pengembangan entrepreneur muda adalah academician (akademisi), Business (para pelaku bisnis) dan Government (pemerintah) yang sering disebut dengan ABG. Selama ini, masing-masing pihak sudah melakukan pengembangan entrepreneurship di Jawa Barat.

Para akademisi di kampus dan sekolah memiliki program pengembangan entrepreneurship melalui kurikulum, pelatihan dan pembinaan melalui berbagai kegiatan mahasiswa dan siswa di kampus dan sekolah. Demikian juga para pelaku usaha yang memiliki program Corporate social responsibility (CSR) dan juga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) oleh BUMN ataupun program yang dijalankan oleh asosiasi seperti HIPMI dan juga KADIN.

Demikian juga dengan pemerintah yang membuat berbagai kebijakan yang bersentuhan dengan pengembangan entrepreneurship tersebut. Selain kebijakan, pemerintah juga bekerjasama dengan pelaku bisnis dalam pengembangannya. Akan tetapi, kenapa hasilnya belum optimal dalam menghasilkan entrepeneur yang memiliki bisnis yang terus tumbuh dan berkembang?

Belum optimalnya sinergisitas antara para akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah dalam menumbuhkembangkan entrepreneur di Jawa Barat ini perlu menjadi perhatian. Khususnya dalam melakukan pembinaan kepada para entreprepreneur muda ini. Khusus mengenai pembinaan, pengalaman di GIMB Foundation (Gerakan Indonesia Muda Berbisnis) memperlihatkan bagaimana konsep pembinaan menjadi sangat stratejik. Hal ini adalah kerjasama dengan Jabar Media Club, Bank BJB, HIPMI Jabar dan Kadin Jabar, Bandung TV, Harian Bisnis Bandung, kampus dan berbagai pihak lainnya.

Demikian juga dengan pengalaman dalam pembinaan para Bobotohnomic yang digerakkan oleh Radio Bobotoh FM dan QP Indonusa dalam membina entrepreneur tersebut menjadi key success factor untuk menumbuhkembangkan entreprepeneur tersebut.
Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan sinergisitas ABG tersebut. Para akademisi memiliki resources yang baik dalam memberikan pelatihan dan pembinaan para entrepreneur. Diantaranya adalah dosen yang kebanyakan saat ini adalah pelaku bisnis juga, materi dan metode pengajaran dan pembinaan.

Kemudian, para praktisi yang sudah berhasil dalam bisnis mereka. Dari aspek pendanaan, ada perbankan dan perusahaan dengan dana CSR atau PKBL mereka. Dari aspek pengalaman dan relasi, ada pelaku bisnis itu sendiri dan juga HIPMI dan KADIN. Dari aspek pemasaran, ada perusahaan yang bisa berperan sebagai buyer dan media cetak dan media elektronik yang bisa membantu mempromosikan produk para entrepreneur.

Adapun dari pemerintah, memiliki wewenang dalam pembuatan regulasi untuk mendorong terciptanya stabilitas politik, ekonomi dan berbagai peraturan yang berhubungan dengan perekonomian dan juga berbagai kemudahan, khususnya dalam pendirian usaha.
Bagaimana dengan Jawa Barat? Banyak perguruan tinggi di provinsi ini. Hampir semua memiliki program pengembangan entrepreneurship. Demikian juga SMK dan sederajat. Potensi ini perlu disinergikan dengan Business dan Government.

Apalagi perusahaan di provinsi ini. Perusahaan asing dan perusahaan domestik banyak di Jawa barat. Mereka memiliki program CSR dan PKBL bagi BUMN. Belum lagi perbankan milik BUMN dan Bank BJB serta bank swasta. Program-program mereka perlu diintegrasikan dalam hal pendanaan buat entrepreneur. Apalagi KADIN Jabar dan HIPMI Jabar yang memiliki potensi untuk berbagi dengan para entrepreneur muda. Dari sisi media, ada banyak media cetak dan media elektronik yang concern kepada pengembangan entrepreneurship.

Pengalaman dalam melakukan sinergi ABG tersebut di Kabupaten Garut sudah membuktikan bahwa para entrepreneur yang sukses dengan indikator bisnis yang terus tumbuh dan berkembang tersebut memang sangat efektif. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bank BJB dan Kadin Garut sebagai business, Pemerintah Garut sebagai Government dan Universitas Widyatama sebagai academician.

Setahun setelah pelatihan dilaksanakan, para entrepreneur sudah memiliki bisnis yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum mereka mendapatkan pelatihan dan pembinaan selama tiga bulan dan dilanjutkan dengan pemantauan kepada mereka.

Oleh karena itu, potensi dari akademisi, pebisnis serta pemerintah Jawa Barat serta Kabupaten/Kota perlu dioptimalkan sinergi nya untuk mendapatkan entrepreneur muda yang memiliki bisnis selalu tumbuh dan berkembang sehingga memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian Jawa Barat. .

Jalani, Baru Ajarkan Kepada Karyawan Kita

Tadi pagi, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari Imam Ghazali yang disampaikan oleh Bapak Mahfud MD. Pelajaran yang relevan dengan saya sebagai dosen ataupun entrepreneur yang memiliki tugas memberikan sharing pengetahuan. Apa itu? Pelajaran tentang apa yang kita ajarkan kepada orang lain, termasuk binaan dan juga karyawan kita.

Dalam pembelajaran tersebut, disebutkan bahwa bagaimana Imam Alghazali ditanya oleh jamaah tentang bagaimana membebaskan atau memerdekakan hamba sahaya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, jamaah harus menunggu waktu dua tahun, barulah seorang beliau menjawab pertanyaan jamaah tersebut. Jawabannya sangat sederhana karena sudah diketahui oleh banyak orang.

Akan tetapi, Imam Alghazali menjelaskan bahwa saya membutuhkan waktu dua tahun untuk menjawabnya karena selama itu beliau menjalankan bagaimana caranya dan rasanya membebaskan hamba sahaya. Subhanallah… inilah pelajaran pertama yang saya dapat dari kisah tersebut.

Bagaimana kita menjalani hal apa yang akan kita ajarkan kepada orang lain. Tidak boleh hanya mengajarkan apa yang belum pernah kita ajarkan kepada orang lain. Hal ini sangat penting karena berhubungan dengan perubahan perilaku orang lain. Perilaku tersebut harus dirubah dengan contoh langsung oleh kita yang mengajarkan kepada tim kita, konsumen kita dan stakeholder lainnya.

Jadi, marilah kita pahami apa pelajaran dari Imam Alghazali tersebut untuk mengajarkan sesuatu, lebih baik kita rasakan dulu, kita jalankan dulu, kita pahami dan hayati sehingga orang yang menerima materi dari kita dapat merasakan bahwa orang yang mengajarkan itu juga sudah menjalankannya.

By : Meriza Hendri

Membangun Komitmen

Komitmen bagi setiap entrepreneur selalu menjadi bahasan. Bahasan yang membuat penting bagi setiap entrepreneur. Konsistensi dalam komitmen ini akan menentukan kesuksesan setiap entreprneur dalam menjalankan bisnis tersebut. Kenapa demikian?

Komitmen ini berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur membangun image dan kredibilitas mereka dimata para stakeholer perusahaan. Komitmen ini berhubungan juga dengan bagaimana setiap entrepreneur menjaga konsistensi dalam ucapan dengan tindakan mereka. Kalau kita hubungkan dengan konsep pemasaran, ucapan tersebut membangun harapan kepada konsumen, sementara tindakan berhubungan dengan apa yang diberikan kepada konsumen.

Dalam hal ini, relevan sekali dua hal ini bagi keberhasilan bisnis kita. Bagi entrepreneur yang bisa menjaga ucapan dan tindakannya sesuai, maka konsumen dan stakeholder mereka akan puas sehingga akan bisa membangun loyalitas. Kegagalan dalam membangun komitmen tersebut, akan berdampak negatif bagi kredibilitas kita sendiri.

Jadi, apa yang harus dilakukan saat ini? Bangun komitmen dengan para stakeholder dengan baik. Itulah yang menjadi kata kunci keberhasilan dalam bisnis jangka panjang. Untuk jangka pendek, mungkin terlalu diperhatikan. Akan tetapi, tentu kita berkeinginan untuk membangun bisnis tersebut dalam jangka panjang. Bisa jadi, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun bahkan lebih.

Marilah kita membangun komitmen tersebut dengan baik dan terus memperbaikinya. Keberhasilan seorang entrepreneur dalam membangun komitmen, akan membuat bisnis mereka berhasil dimasa depan.

By : Meriza Hendri

Mengajar Kreativitas dan Inovasi di Kelas Gimb Entrepreneur School, 13 Juli 2013

GIMB School Batch 6

Pagi ini, saya mendapatkan kesempatan memberikan pendidikan dan pengajaran kepada salah satu kelas GIMB Entrepreneur School batch 6. Kelas yang merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dan membahas tentang kreativitas dan inovasi tersebut sangat menarik. Menarik karena merupakan point utama bagi setiap entrepreneur. kreativitas dan inovasi.

Peserta kelas ini sangat bervariatif dan semuanya adalah calon entrepreneur sukses dalam bisnisnya. Para peserta diberikan materi kreativitas dan inovasi secara konseptual dan juga praktis agar mereka memahami apa yang diajarkan. Praktik ini membuat apa apa yang diajarkan kepada mereka. Senang sekali memberikan pembelajaran kepada mereka.

Pertanyaan diberikan kepada saya yang mengajar materi ini. Tajam dan sangat relevan dengan materi yang mereka pertanyakan kepada saya. Selalu saling berhubungan dengan bisnis mereka juga. Hal ini memperlihatkan bagaimana mereka sangat concern dengan materi ini.

Saya mencoba menjawabnya dengan baik dengan tujuan untuk membuat pemahaman yang mendalam kepada mereka. Jawaban ini bisa membuat mereka semakin memahami apa yang diajarkan tersebut. Senangnya.

Tinggal minggu depan mereka harus mengerjakan tugas bagaimana pengembangan diri mereka dalam menjalankan bisnis tersebut. Sukses yaa..

By : Meriza Hendri

Membangun Kebiasaan dalam Bisnis

Pada hari keempat puasa di bulan ramadhan ini, memberikan pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang berhubungan dengan sikap dan kebiasaan sehari-hari dalam menjalankan bisnis. Ini penting untuk setiap entrepreneur.

Secara khusus, kebiasaan dalam bisnis itu sendiri. Kebiasaan khususnya berbisnis selama bulan puasa sangat berbeda dengan bulan-bulan di luar bulan ramadhan. Kebiasaan bangun tidur dan lain-lain adalah contohnya.

Bagaimana membangun kebiasaan tersebut? Pertama, meyadari tujuan bisnis kita kembali. Tujuan tersebut adalah dasar kita menjalankan bisnis tersebut.

Kedua, memahami apa yang kita jalankan dan dampaknya bila berhasil dan gagal. Hal ini menjadi pengetahuan dasar kita menjalankan aktivitas tersebut.

Ketiga, menjaga konsistensi dalam menjalankan aktivitas bisnis akan membuat kebiasaan tersebut dapat terjaga. Kebiasaan atau habit sangat tergantung pada konsistensi.

Keempat, terus melakukan evaluasi atas kegiatan kita di bisnis. Kelima, melakukan perbaikan hasil evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk mendapatkan informasi untuk perbaikan.

Keenam, terus belajar, belajar dan belajar agar pengetahuan kita bertambah. Ini penting untuk membuat kebiasaan tersebut terus lebih baik.

Ketujuh, memberikan apresiasi terhadap diri yang sudah bisa menjadikan habit dalam bisnis tersebut. Kedelapan, tentu juga diperlukan punishment atas kekurangan diri bila gagal menjalankan habit tersebut.

Beberapa hal diatas penting dalam membangun habit dalam bisnis. Sukses ya…

By : Meriza Hendri