pelatihan mitra binaan

now browsing by tag

 
 

PERSIAPAN NUBIZ GOES TO KOREA

Kemaren, seharian tim GIMB Foundation melakukan persiapan untuk  menjalankan program Nubiz goes to Korea yang memang menjadi salah satu program unggulan dalam rangka memberikan semangat kepada banyak orang untuk menjadi entrepreneur sukses.

Memang menjadi sebuah penghargaan bagi GIMB Foundation untuk menjadi sebuah lembaga yang dipercaya untuk memberikan sharing kepada para TKI dan mahasiswa di sana untuk menjadi seorang entrepreneur. khususnya yang berhubungan dengan mindset seorang enterpeneur.

Persiapan kemaren lebih kepada bagiamana emmbuat program yang menarik dan khususnya adalah berhubungan dengan rundown selama acara disana. Setiap hari yang dilewati harus bisa dimanfaatkan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi setiap enterpeneur dan juga TKI.

Alhamdulillah, Mind Production yang membantu pelaksanaan acara ini sudah membuatkan scenario yang cukup baik untuk dijalankan disana. Mulai dari kang avip berangkat sampai dengan pulang kembali di Indonesia tanggal 16 septmber 2014.

Demikian juga coach Meriza dan Agus mempersiapkan segala sesuatunya untuk diberikan kepada mereka di Korea Selatan dan pada akhirnya, magrib ssemuanya sudah bisa diselesaikan dengan baik.

Mengakhiri Sesuatu yang Diawali

Dalam satu diskusi kemaren, saya mendapatkan satu statement yang sangat berharga menurut saya. Statement yang bisa membuat saya tersadar. Kenapa demikian? Karena pernyataan ini mengingatkan saya tentang suatu tugas yang harus diselesaikan. 
 
Namun demikian, hal ini juga menyangkut tentang bagaimana responsibility atau tanggung jawab kita terhadap suatu pekerjaan. Tanggung jawab yang mungkin bagi sebagian orang kurang diperhatikan. akan tetapi, menjadi sangat penting untuk menentukan kesuksesan seseorang dalam bekerja tersebut. 
 
Pernyataannya sangat sederhana. Bagaimana mengakhiri sesuatu yang sudah diawali. Hmmmm…. apa maksudnya? Maksudnya adalah bagaimana suatu pekerjaan yang sudah mulai harus diselesaikan sampai akhir. Bekerja sampai akhirlah, itu kurang lebih maknanya. 
 
Pelajaran yang sangat berharga yang dapat saya ambil dari kalimat tersebut adalah kita harus bertanggung jawab dengan pekerjaan kita sendiri. Bekerja sesuai dengan rencana dan kesepakatan yang sudah dibuat. hal ini tidak mudah bagi setiap orang yang kurang memahami makna pekerjaan.
 
Oleh karena itu, marilah kita renungkan kalimat tersebut. Bekerja sesuai dengan rencana untuk mencapai tujuan. Tujuan yang sudah ditetapkan bersama. Sehingga, kita tidak dianggap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi, orang yang bertanggung jawab dalam  pekerjaan. Sukses buat kita hari ini…
By : Meriza Hendri

I Love Business #20 Bersama MotivaKreatif Achmad Faisal

I Love Business 20 bersama Achmad Faisal

Setelah beristirahat seminggu kemarin karena dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan, kini program inspiring GIMB kembali hadir seperti biasa di setiap minggunya. Tidak terasa, minggu ini I Love Business GIMB sudah memasuki I Love Business yang ke 20.

 
Kali ini, I Love Business 20 mengundang Achmad Faisal sang Motivakreatif, BioActivist, dan STIFIn Consultant menjadi pembicara dengan tema “Berbisnis Ala Rosulullah”
 
Seperti fase awal para pebisnis pemula, sebelum menemukan passion bisnisnya, Achmad Faisal memulai business dengan  mencoba-coba.  Dimulai dari distro, konveksi sampai kerudung dia sempat menjualnya.
 
Kehidupan sebagai aktifis membekali dia communication skill yang memadai. Sehingga akhirnya dia menjalani profesi sebagai trainer. 
 
Pembawa acara kita Anggasa membuka acara dengan mulusnya sehingga mencairkan suasana yang sedang dingin karena hujan lebat menjadi hangat dan penuh tawa.
 
Hati, ikuti kata hati.  Begitu pesan beliau pada peserta dan sekaligus menjadi kata penutup Achmad Faisal dalam menyampaikan materi beliau.
 
I Love Business adalah salah satu program rutin yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation setiap Senin, pukul 16.00 – 18.00 WIB di UGD (Antropology Fashion Outlet). Program ini dirancang untuk memberikan sharing pengetahuan, keterampilan dan attitude bagi para pengusaha muda dalam rangka menciptakan a knowledge based entrepreneur atau pengusaha yang berbasis pengetahuan.
Banyak entrepreneur yang sudah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam acara ini yaitu Anne Ahira, Wiwied C59, Perry Tristianto, A Deda MQ Group, Axl Maicih, Jody Bober & J&C Cookies, Aman Kaos Kaki Soka, Abu Marlo, Agustina Restaurateur, Donie Pangestu, Anita Hairunnisa, Mr.Q STEC, Afnil Exportir, Surya Kresnanda, Herdi Produser Bandung TV, Gufron owner Uda Gembul, Riezka Rahmatiana owner Pisang Ijo Justmine dan lain-lain.
 
Acara ini gratis dan terbuka untuk umum dan bagi Anda yang berminat untuk mengikutinya, silahkan datang ke UrsGD ( Antropology Fashion Outlet ) atau mendaftar ke GIMB Foundation. Adapun GIMB Foundation adalah yayasan yang bertujuan untuk menciptakan a knowledge based young entrepreneur melalui berbagai program yang menarik yaitu GIMB Entrepreneur School, GIMB Coaching setiap Rabu dan Jumat, Field Trip ke perusahaan dan juga acara pameran dan buka stand di Car Free Day.
 
Untuk membantu pemasaran bisnis teman-teman, juga dibantu lewat website GIMB Foundation yaitu www.gimbfoundation.org, media cetak/koran dan majalah bisnis, radio dan televisi.
 
Dengan visi To Be The Most Trusted Foundation To Create A Successful Knowledge Based Entrepreneur, kami mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi dalam berbagai program ini. GIMB Foundation beralamat di Komplek Grand Surapati Core, Blok F10 Lantai 2, Jl PHH Mustofa 39 Bandung, Telp 022-61333669.

Menciptakan Learning Organization

Perjalanan setiap organisasi adalah layaknya seperti perjalanan diri manusia juga. Perjalanan bagaimana organisasi mulai berdiri, tumbuh berkembang sampai organisasi tersebut besar. Semua itu adalah proses hidup setiap organisasi.

Satu hal yang sangat penting untuk dipahami adalah bagaimana organisasi tersebut harus terus belajar. Belajar dari apa yang dilewati adalah sangat penting. Itu yang pertama.

Proses yang dilewati oleh organisasi mengandung banyak sekali pelajaran. Inilah yang harus disadari. Kedua, pelajaran dari setiap kejadian harus di manage atau dikelola, dari creating, structuring, sharing dan applying. Itu yang disebut dengan knowledge management.

Ketiga, membangun kesadaran setiap insan dalam organisasi akan pentingnya nilai pengetahuan atas apa yang dialami dalam organisasi. Keempat, setiap karyawan mencatat apa yang dialami di organisasi. Ini penting.

Kelima, membagikan apa yang didapat tersebut kepada teman-teman anggota organisasi. Keenam, memanfaatkan setiap pengetahuan dalam organisasi melalui setiap masalah yang dihadapi organisasi.

Ketujuh, organisasi perlu menyediakan perpustakaan yang berisikan buku, majalah ataupun sumber pengetahuan lainnya. Kedelapan, perlunya mendorong anggota organisasi memberikan apresiasi bagi anggota yang terus membaca berbagai sumber pengetahuan.

Dengan menjadi learning organization, organisasi kita akan semakin maju, tumbuh dan berkembang. Sukses ya buat kita hari ini.

By : Meriza Hendri

Memperkuat Komitmen Diri

Seringkali dalam mengerjakan setiap aktivitas bisnis saat ini, orang menghadapi turun naiknya semangat dan bahkan komitmen diri. Hal ini wajar karena berhubungan dengan perubahan lingkungan. Yang dalam diri setiap individu, lingkungan itu berhubungan dengan diri dan luar.

Saya merasa perlu membahas ini kembali karena berhubungan dengan keberhasilan kita dalam bisnis. Pada akhirnya, dirasakan bahwa keberhasilan organisasi yang notabene adalah bisnis kita, sangat ditentukan oleh komitmen. Komitmen diri setiap anggota dalam perusahaan.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Pertama, kembali kepada tujuan utama diri dalam bisnis. Kedua, kembali melihat tujuan bisnis itu sendiri. Ketiga, menyelaraskan tujuan diri dengan tujuan bisnis.

Keempat, terus belajar dari orang sukses bagaimana mereka mengembangkan dan meningkatkan komitmen diri dalam bisnis.

Kelima, dalam suatu buku yang saya baca kemaren, road to success, dijelaskan bagaimana kita membuat peta jalan untuk mencapai sukses diri dan bisnis kita. Peta jalan ini penting agar tetap menjaga komitmen diri.

Keenam, memtivasi setiap karyawan untuk menjaga komitmen. Dalam buku juga yang baru, taking people with you, digambarkan bagaimana setiap pemimpin, termasuk kita, mampu membawa tim kita untuk bersama-sama menggapai mimpi. Komitmen akan muncul disana.

Ketujuh, memberikan penghargaan dari setiap capaian atas komitmen yang diberikan. Pengalam saya kemaren menunjukkan bahwa nilai diri kita sangat ditentukan oleh komitmen diri dalam pekerjaan. Sukses buat kita semua ya.

By : Meriza Hendri

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.