Pendampingan Mitra Binaan

now browsing by tag

 
 

Jalani, Baru Ajarkan Kepada Karyawan Kita

Tadi pagi, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari Imam Ghazali yang disampaikan oleh Bapak Mahfud MD. Pelajaran yang relevan dengan saya sebagai dosen ataupun entrepreneur yang memiliki tugas memberikan sharing pengetahuan. Apa itu? Pelajaran tentang apa yang kita ajarkan kepada orang lain, termasuk binaan dan juga karyawan kita.

Dalam pembelajaran tersebut, disebutkan bahwa bagaimana Imam Alghazali ditanya oleh jamaah tentang bagaimana membebaskan atau memerdekakan hamba sahaya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, jamaah harus menunggu waktu dua tahun, barulah seorang beliau menjawab pertanyaan jamaah tersebut. Jawabannya sangat sederhana karena sudah diketahui oleh banyak orang.

Akan tetapi, Imam Alghazali menjelaskan bahwa saya membutuhkan waktu dua tahun untuk menjawabnya karena selama itu beliau menjalankan bagaimana caranya dan rasanya membebaskan hamba sahaya. Subhanallah… inilah pelajaran pertama yang saya dapat dari kisah tersebut.

Bagaimana kita menjalani hal apa yang akan kita ajarkan kepada orang lain. Tidak boleh hanya mengajarkan apa yang belum pernah kita ajarkan kepada orang lain. Hal ini sangat penting karena berhubungan dengan perubahan perilaku orang lain. Perilaku tersebut harus dirubah dengan contoh langsung oleh kita yang mengajarkan kepada tim kita, konsumen kita dan stakeholder lainnya.

Jadi, marilah kita pahami apa pelajaran dari Imam Alghazali tersebut untuk mengajarkan sesuatu, lebih baik kita rasakan dulu, kita jalankan dulu, kita pahami dan hayati sehingga orang yang menerima materi dari kita dapat merasakan bahwa orang yang mengajarkan itu juga sudah menjalankannya.

By : Meriza Hendri

Membangun Komitmen

Komitmen bagi setiap entrepreneur selalu menjadi bahasan. Bahasan yang membuat penting bagi setiap entrepreneur. Konsistensi dalam komitmen ini akan menentukan kesuksesan setiap entreprneur dalam menjalankan bisnis tersebut. Kenapa demikian?

Komitmen ini berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur membangun image dan kredibilitas mereka dimata para stakeholer perusahaan. Komitmen ini berhubungan juga dengan bagaimana setiap entrepreneur menjaga konsistensi dalam ucapan dengan tindakan mereka. Kalau kita hubungkan dengan konsep pemasaran, ucapan tersebut membangun harapan kepada konsumen, sementara tindakan berhubungan dengan apa yang diberikan kepada konsumen.

Dalam hal ini, relevan sekali dua hal ini bagi keberhasilan bisnis kita. Bagi entrepreneur yang bisa menjaga ucapan dan tindakannya sesuai, maka konsumen dan stakeholder mereka akan puas sehingga akan bisa membangun loyalitas. Kegagalan dalam membangun komitmen tersebut, akan berdampak negatif bagi kredibilitas kita sendiri.

Jadi, apa yang harus dilakukan saat ini? Bangun komitmen dengan para stakeholder dengan baik. Itulah yang menjadi kata kunci keberhasilan dalam bisnis jangka panjang. Untuk jangka pendek, mungkin terlalu diperhatikan. Akan tetapi, tentu kita berkeinginan untuk membangun bisnis tersebut dalam jangka panjang. Bisa jadi, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun bahkan lebih.

Marilah kita membangun komitmen tersebut dengan baik dan terus memperbaikinya. Keberhasilan seorang entrepreneur dalam membangun komitmen, akan membuat bisnis mereka berhasil dimasa depan.

By : Meriza Hendri

Mengajar Kreativitas dan Inovasi di Kelas Gimb Entrepreneur School, 13 Juli 2013

GIMB School Batch 6

Pagi ini, saya mendapatkan kesempatan memberikan pendidikan dan pengajaran kepada salah satu kelas GIMB Entrepreneur School batch 6. Kelas yang merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dan membahas tentang kreativitas dan inovasi tersebut sangat menarik. Menarik karena merupakan point utama bagi setiap entrepreneur. kreativitas dan inovasi.

Peserta kelas ini sangat bervariatif dan semuanya adalah calon entrepreneur sukses dalam bisnisnya. Para peserta diberikan materi kreativitas dan inovasi secara konseptual dan juga praktis agar mereka memahami apa yang diajarkan. Praktik ini membuat apa apa yang diajarkan kepada mereka. Senang sekali memberikan pembelajaran kepada mereka.

Pertanyaan diberikan kepada saya yang mengajar materi ini. Tajam dan sangat relevan dengan materi yang mereka pertanyakan kepada saya. Selalu saling berhubungan dengan bisnis mereka juga. Hal ini memperlihatkan bagaimana mereka sangat concern dengan materi ini.

Saya mencoba menjawabnya dengan baik dengan tujuan untuk membuat pemahaman yang mendalam kepada mereka. Jawaban ini bisa membuat mereka semakin memahami apa yang diajarkan tersebut. Senangnya.

Tinggal minggu depan mereka harus mengerjakan tugas bagaimana pengembangan diri mereka dalam menjalankan bisnis tersebut. Sukses yaa..

By : Meriza Hendri

Membangun Kebiasaan dalam Bisnis

Pada hari keempat puasa di bulan ramadhan ini, memberikan pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang berhubungan dengan sikap dan kebiasaan sehari-hari dalam menjalankan bisnis. Ini penting untuk setiap entrepreneur.

Secara khusus, kebiasaan dalam bisnis itu sendiri. Kebiasaan khususnya berbisnis selama bulan puasa sangat berbeda dengan bulan-bulan di luar bulan ramadhan. Kebiasaan bangun tidur dan lain-lain adalah contohnya.

Bagaimana membangun kebiasaan tersebut? Pertama, meyadari tujuan bisnis kita kembali. Tujuan tersebut adalah dasar kita menjalankan bisnis tersebut.

Kedua, memahami apa yang kita jalankan dan dampaknya bila berhasil dan gagal. Hal ini menjadi pengetahuan dasar kita menjalankan aktivitas tersebut.

Ketiga, menjaga konsistensi dalam menjalankan aktivitas bisnis akan membuat kebiasaan tersebut dapat terjaga. Kebiasaan atau habit sangat tergantung pada konsistensi.

Keempat, terus melakukan evaluasi atas kegiatan kita di bisnis. Kelima, melakukan perbaikan hasil evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk mendapatkan informasi untuk perbaikan.

Keenam, terus belajar, belajar dan belajar agar pengetahuan kita bertambah. Ini penting untuk membuat kebiasaan tersebut terus lebih baik.

Ketujuh, memberikan apresiasi terhadap diri yang sudah bisa menjadikan habit dalam bisnis tersebut. Kedelapan, tentu juga diperlukan punishment atas kekurangan diri bila gagal menjalankan habit tersebut.

Beberapa hal diatas penting dalam membangun habit dalam bisnis. Sukses ya…

By : Meriza Hendri

Menjadi Pribadi Entrepreneur Unggul

Pelajaran kemaren ketika kedatangan tamu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh para dosen dari Unpad, ITB dan UPI menunjukkan bagaimana kepercayaan daripada stakeholder GIMB FOundation. Pelajaran yang sangat penting dalam hasil kepercayaan atas stakeholder tersebut adalah aset yang paling berharga bagi kemajuan GIMB kedepepannya.

Apa yang perlu diambil dalam kegiatan kemaren adalah, pertama, menyadari kepercayaan atau trustworthiness adalah aset yang paling berharga bagi para entrepreneur. Kedua, oleh karena itu, tugas utama seorang entrepreneur adalah bagaimana membangun dan menjaga kepercayaan tersebut dengan baik.

Ketiga, menjaga kredibilitas setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis mereka, baik dimata para karyawan maupun pihak luar. Keempat, menjaga membangun dan menjaga integritas setiap entrepreneur dalam menjalankan kegiatan bisnis itu sendiri.

Kelima, membangun dan menjaga reliabilitas dalam setiap aktivitas bisnis. Artinya, bagaimana memberikan segala sesuatu kepada stakeholder tersebut sesuai dengan yang dijanjikan. Keenam, meminimalisir self interest dalam berbisnis. Hal ini berhubungan dengan ego setiap entrepreneur yang harus diminimalisir agar bisa memberikan yang terbaik kepada konsumen dan stakeholder bisnis kita.

Ketujuh, konsisten dalam membangung pribadi yang unggul tersebut. Konsisten sangat diperlukan untuk membangun pribadi tersebut. Kedelapan, melakukan evaluasi dan perbaikan atas setiap aktivitas membangun pribadi entrepreneur yang unggul. Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan atas setiap tindakan tersebut.

Sukses buat kita hari ini ya….

By : Meriza Hendri

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.