Pendampingan Mitra Binaan

now browsing by tag

 
 

Sabar

Hal ini benar-benar menjadi kata bertuah buat saya hari ini. Dihari pertama menjalankan ibadah puasa, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Pengalaman dalam mengelola kesabaran. Khususnya dalam mengendarai mobil.

Akan tetapi, hal ini bisa saya umpamakan dengan bagaimana kesabaran dalam menjalankan bisnis itu sendiri. Sabar. Ini menyangkut pengendalian diri dalam menjalankan setiap perjalanan bisnis itu sendiri. Tanpa sabar, kita akan gampang emosi.

Banyak keputusan yang bias gara-gara kita emosi dan tidak bisa sabar dalam menghadapi perubahan dalam bisnis kita itu sendiri. Fatal dampaknya bagi kita nantinya. Kesabaran menjadi dasar untuk menghadapi setiap masalah bisnis kita. Kita perlu tahu, segala sesuatu itu pasti tidak bisa terkontrol dalam hubungannya dengan perubahan lingkungan bisnis.

Jadi, latihlah kesabaran. Kembali ke mobil tadi, saya sampai ditabrak oleh mobil lain di jalan tersebut. Saya juga tidak sabaran tadi mengendarai mobil sehingga tidak hati-hati dalam membuat setiap keputusan jadinya. Hal ini terjadi juga dalam bisnis. Jangan sampai terjadi tabrakan dalam bisnis.

By : Meriza Hendri

Law Of Attraction

Law Of Attraction

Low of Attraction (LoA) atau Hukum Ketertarikan menyatakan bahwa segala sesuatu yang Anda pikirkan, yang menguasai pikiran Anda, baik positif maupun negatif akan datang menghampiri kehidupan realita Anda.

Itulah makanya kita bisa saksikan, orang biasa akan jadi makin biasa, orang hebat akan jadi makin hebat, orang kaya akan jadi makin kaya, orang miskin akan jadi makin miskin.

Orang biasa selalu berpikir hingga tertanam mindset dalam dirinya bahwa dia hanyalah orang biasa-biasa saja, tidak mampu melakukan berbagai hal, membatasi diri, dan seperti itulah yang menjadi bagian real kehidupannya!

Orang hebat selalu berpikir dia sebagai seorang yang punya kemampuan lebih, bisa berprestasi, bisa melakukan yang terbaik, dan seperti itulah mindset dirinya menghantarkan dia pada kenyataan hidupnya!

“Semua pikiran akan menjelma nyata sesuai dengan intensitasnya. Setiap butir pikiran terkecil di dalam benak manusia mampu menggerakkan hukum itu mewujudkan menjadi kenyataan.” (Ernest Holmes)

Dalam LoA tidak dikenal tata nilai positif atau negatif, apapun yang ada dalam pikiran Anda, itulah yang mendorong pada kenyataan sesungguhnya. Jadi, hati-hatilah dalam berpikir, senantiasa berpikir positif dan menghindari berpikir negatif adalah pilihan sangat tepat dan bijak.

Adapun cara kerja LoA adalah seperti magnet. Pikiran Anda memiliki daya magnetik “tarik” yang sangat besar yang bisa menarik daya magnetik “ulur” dari alam semesta. Cara kerja LoA juga seperti saluran frekuensi radio. Saluran frekuensi pikiran Anda akan “tune in” dengan saluran frekuensi alam semesta. So, jika Anda ingin mengubah hidup Anda, ubahlah saluran frekuensi dan tetaplah “tune in” di saluran Pikiran Positif Anda.

Semudah itukah kita bisa tetap “tune in”?

Pergerakan pikiran sangat cepat dan mudah. Menurut penelitian, rata-rata pikiran seseorang berubah sebanyak 60.000 kali dalam sehari semalam. Pikiran selalu bergerak, tidak pernah diam. Semakin banyak dia bergerak, semakin banyak sel neuron otak yang aktif, semakin banyak pula memori terisi.

Keberhasilan Anda mengendalikan pikiran Anda untuk tetap positif, akan mempengaruhi dan menentukan tingkat kesuksesan Anda!

By : Agus Bipoz Santoso

Berani Memulai Bisnis

Berani Memulai Bisnis

Dalam berbisnis mutlak diperlukan keberanian. Penentuan langkah awal untuk berbisnis merupakan perpaduan harmonis antara perhitungan matematis tentang laba/rugi, pengetahuan, naluri bisnis, dan keberanian. Bahkan yang terakhir, secara ekstrim bisa disebut “daya nekad”.

“When you see a successful business, it means someone has made a courageous decision!”(Bilamana Anda melihat bisnis yang sukses, berarti telah ada seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani). Demikian pendapat begawan ekonomi, Peter Drucker.

Ada sebuah kekuatan yang sering tidak disadari oleh kebanyakan orang. Kekuatan itu adalah IMPIAN. The Power of Dream. Sebuah impian, harapan, cita-cita akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk meraih kesuksesan. Setiap orang bisa dipastikan punya impian. Masalahnya, bisakah ia menjadikan impiannya itu sebagai sebuah kekuatan?

Secara teoritis dalam ilmu manajemen, impian adalah “goal”. Artinya tujuan yang telah ditetapkan untuk diraih. Sebagaimana kapal berlabuh tentu memiliki tujuan. Pesawat terbang mengudara tentunya telah ditetapkan ke mana ia akan mendarat, dst.

Setelah impian ditancapkan, langkah berikutnya kita harus bisa mengelola potensi diri kita. Hilangkan rasa takut gagal, kelemahan, kekecewaan, pesimis dan berbagai hal negatif lainnya. Munculkan energi positif kita, semangat, kekuatan, optimis, dsb. Di sinilah kita perlu memahami potensi diri kita secara mendalam.

Berani adalah menjalani sesuatu yang ditakuti. Jika kita melakukan sesuatu yang ditakuti berarti kita berani. Berbisnis, bagi sebagian besar orang Indonesia dianggap menakutkan. Para orang tua biasanya enggan mengenalkan bisnis pada anak-anaknya semasa kecil. Dengan dalih gengsi, memalukan, dsb. Orientasi mereka adalah sekolah setinggi mungkin dan mencari pekerjaan sebagus mungkin.

Begitu pula, kebiasaan orang tua yang terlalu protektif dengan melarang anak untuk berkreasi (hal-hal yang positif), telah mengakibatkan anak-anak mereka menjadi anak-anak penakut. Tidak memiliki keberanian untuk mengambil resiko. Mau ini takut, mau itu takut. Mau berkreasi pun takut.

Bagaimana cara menumbuhkan keberanian dalam berbisnis?
Pertama, tanamkan dalam diri kita keyakinan bahwa dalam berbisnis, Allah telah membukakan 9 dari 10 pintu rezeki. Dengan kata lain, 90 persen pintu rezeki terdapat dalam dunia bisnis. Dengan demikian, kesempatan kita untuk mendapatkan rezeki sangatlah luas.

Kedua, tepis dan hapuslah anggapan bahwa para pelaku bisnis adalah orang-orang golongan kedua (setelah pekerjaan-pekerjaan lain). Pada dasarnya, bisnis merupakan bagian dari pekerjaan yang (kurang lebih) sama dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya, seperti menjadi karyawan swasta, PNS, dll. Namun, akhir-akhir ini justru kecenderungan orang-orang mulai berubah, dengan mulai banyak yang beranggapan bahwa berbisnis justru lebih menjanjikan daripada menjadi karyawan.

Ketiga, hilangkan anggapan bahwa dalam berbisnis penuh resiko. Ingatlah bahwa resiko adalah bagian dari hidup. Resiko bukanlah hanya milik pebisnis. Dalam pekerjaan lain pun pasti ada resiko. Karyawan swasta, ada resiko perusahaannya collaps dan di-PHK, PNS bisa saja dimutasi atau diturunkan jabatan.

Satu hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa dalam berbisnis juga dikenal “Hukum Kekekalan Energi” seperti halnya dalam Ilmu Fisika. Kita berbisnis, jika sukses = kekayaan, jika gagal = pengalaman/ilmu. Jadi, pada hakekatnya, tidak ada kegagalan atau resiko itu, karena sebenarnya ia mengalami perubahan “energi” menjadi “pengalaman/ilmu” yang sama nilainya dengan modal yang kita investasikan.

By :

Agus Bipoz Santoso
Founder GIMB (Gerakan Indonesia Muda Berbisnis)
GIMB Entrepreneur School | Sekolah Entrepreneur Bandung | Komplek Grand Sucore Blok F1o Lt 2 Bandung | Telp 022-61333669 / 085795553475

Memanfaatkan Momentum Bulan Ramadhan 1434 H

Hari ini adalah hari pertama Bulan Ramadhan 1434 H yang bagi umat muslim adalah kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu. Disinilah momentum yang sangat berharga buat setiap umat muslim. Momentum untuk menganalisis diri dan beribadah.

Bagaimana kita sebagai entrepreneur? Kita sebagai entrepreneur harus melihat ini juga sebagai peluang bagi bisnis kita sendiri. Peluang untuk menumbuhkembangkan bisnis kita untuk mencapai tujuan. Apa hubungannya dengan bisnis kita tersebut?

Hal utama adalah kita bisa melakukan kontemplasi atas bisnis kita sendiri. Kesempatan untuk beribadah adalah penting dan sembari berpuasa, dapat melakukan kontemplasi melalui pemikiran untuk melakukan perbaikan atas bisnis kita tersebut.

Banyak kesempatan untuk melakukan perbaikan kepada bisnis kita itu sendiri. Akan tetapi, jelas momentum dibulan ramadhan ini menjadi sangat penting untuk bisnis kita. Setiap saat harus dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis tersebut.

Selain itu, perlu juga memanfaatkan kesempatan akan berbagai peluang bisnis yang ada disekitar kita. Insya Allah dalam kesempatan momen bulan ramadhan ini akan meningkatkan bisnis kita. Ada pendekatan vertikal yaitu kepada Allah dan juga kepada sesama manusia.

Doa dan ibadah selama ramadhan ini semoga akan lebih membuka pintu rejeki dan mengembangkan bisnis kita. Adapun real bisnis kita akan menjadi perbaikan dalam analisis bisnis kedepannya. Sukses buat kita hari ini ya…

By : Meriza Hendri

Pergantian Kepemimpinan di Kota Bandung, HU Bisnis Bandung 5 Juli 2013

PERGANTIAN KEPEMIMPINAN DI BANDUNG DAN PELUANG PENGEMBANGAN ENTREPRENEUR
Meriza Hendri,
Mahasiswa Program Doktor Manajemen Bisnis, Unpad
Dosen Universitas Widyatama, bandung, Dewan pembina GIMB Foundation

Pergantian Kepemimpinan di Kota Bandung

Tak terasa, hampir dua minggu berlalu pesta demokrasi di Kota Bandung yaitu pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandung yang baru. Pemilihan yang diikuti oleh delapan pasang calon. Semuanya berkomitmen kepada Kota Bandung yang lebih baik kedepannya. Dan berdasarkan hitung cepat atau quickcount, suara terbanyak didapat oleh Kang Emil dan Kang Oded.

Terlepas siapapun yang nantinya memimpin Kota Bandung, pastinya mereka memiliki komitmen yang lebih baik untuk kota kembang. Tentu masyarakat Kota Bandung mencatat setiap janji para Calon Walikota dan Wakil Walikota sewaktu mereka berkampanye dulu.
Salah satu yang menarik bagi kita selaku entrepreneur adalah bagaimana komitmen mereka terhadap pengembangan entrpreneurship di Kota Bandung. Hal ini relevan dengan isu utama dalam pengembangan ekonomi di Kota Bandung. khususnya yang digerakkan oleh para entrepreneur yang secara jelas terus berkembang dan meningkat jumlahnya di Kota Kembang ini.

Dalam pergantian kepempinan ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi para entrepreneur. Kontribusi yang nantinya bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas para entrepreneur yang memang mereka sudah memiliki komitmen untuk berhasil dalam bisnis mereka. Hal ini adalah dasar bagi para entrepreneur kedepannya. Adanya minat yang kuat, akan tetapi mereka seringkali terhalang untuk menumbuhkembangkan bisnis mereka untuk jangka waktu yang lama.

Seringkali minat yang tinggi dari para entrepreneur tersebut terkesan terhambat untuk berkembang dan ini membuat bisnis mereka mati sebelum berkembang sesuai yang seharusnya.

Permasalahan utama yang semoga bisa diatasi adalah berhubungan dengan legal formal usaha para entrepreneur. Para entrepreneur membutuhkan dukungan politik dari pemerintah. Bagaimana lembaga terkait khususnya yang berhubungan dengan pembentukan badan hukum ataupun badan usaha para entrepreneur. Itu yang pertama.

Pengalaman para entrepreneur dalam mendirikan bisnis seringkali terhadang oleh banyaknya dan lamanya birokrasi. Hal ini membuat kendala yang sangat mendasar bagi para entrepreneur. Belum adanya kesamaan komitmen daripara pemangku kepentingan menjadi penghalang besar pada aspek ini.

Dengan adanya kepemimpinan yang baru ini, sangat diharapkan mampu mendorong lembaga terkait untuk bersinergi membangun entrepreneurship di Kota Kembang ini lebih cepat. Kecepatan dalam pengurusan badan hukum ataupun badan usaha berupa surat ijin akan mendorong percepatan pengembangan entrepreneurship tersebut.

Kedua, berhubungan dengan lembaga keuangan yang akan menjadi salah satu penopang bagi para entrepreneur dalam mengembangkan bisnis mereka. Saat ini, para entrepreneur terkesan sendiri dalam menghadapi lembaga keuangan. Lembanga keuangan selalu berdalih mereka harus mengikuti peraturan dari Bank sentral yaitu Bank Indonesia.

Disatu sisi, hal itu memang tidak bisa di lewati begitu saja. Memang harus dipatuhi. Akan tetapi, diharapkan pemimpin baru Kota Bandung bisa mencari terobosan yang akan dapat menjadi back up dari para entrepreneur di Kota bandung.

Entrepreneur ini kebanyakan adalah anak muda yang seringkali menghadapi kendala dalam pendanaan dari lembaga keuangan. Diharapkan nantinya, dengan kontribusi pemerintah Kota Bandung, apakah melalui proses seleksi ataupun pembinaan yang sudah dilakukan, akan bisa memberikan pertimbangan dari lembaga keuangan untuk memberikan kredit kepada para entrepreneur.

Selain itu, ada juga program dari perusahaan-perusahaan berupa Corporate Social Responsiblity atau CSR yang bisa dimanfaatkan untuk membantu entrepreneur di Kota Bandung. Hal ini bisa menjadi prioritas untuk diberikan kepada anak muda di kota ini dalam berbisnis.

Ketiga, pembinaan perlu diberikan kepada para entrepreneur. Perlu diketahui bahwa anak muda di bandung sudah memiliki motif yang tinggi untuk menjadi entrepreneur. Tidak hanya dikalangan mahasiswa saja, akan tetapi sudah sampai kepada para siswa dari sekolah menengah atas atau sederajat. Kegiatan komunitas yang kami temui di Gerakan Indonesia Muda Berbisnis (GIMB) ataupun HIPMI Jabar juga mendapatkan fakta bahwa para anak muda tersebut memiliki minat yang tinggi untuk berbisnis.

Fakta ini harus disyukuri. Akan tetapi, berdasarkan pengamatan yang kami lakukan, mereka memiliki keterbatasan dalam knowledge bisnis. Juga dalam aspek skill dan attitude. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah Kota Bandung nantinya agar bisa diberikan pembinaan yang bersifat terintegrasi dalam aspek entrepreneurship, bisnis dan manajemen.
Keempat, pemerintah Kota Bandung perlu mendorong pemasaran produk-produk para pengusaha muda ini. Produk-produk mereka sangat kreatif dan sudah memberikan daya tarik bagi para konsumen mereka. akan tetapi, pada aspek pemasaran, mereka masih membutuhkan dukungan dari pemerintah.

Salah satunya adalah bagaimana mempertemukan antara pembeli dengan mereka. Kegiatan pameran produk kreatif mereka akan dapat membantu pemasaran produk mereka. dapat dilihat bagaimana tingginya minat pengunjung dalam setiap acara pameran di Kota Bandung.
Selain itu, membuat program kerjasama dengan radio, koran, majalah serta televisi yang ada di Kota bandung untuk mempromosikan produk-produk para entrepreneur.

Kelima, mengadakan perlombaan kreativitas dan inovasi para entrepreneur. kegiatan ini akan merangsang berbagai ide kreatif daripara entrepreneur. Memang seringkali diadakan kegiatan perlombaan oleh berbagai lembaga di Kota Bandung. Akan tetapi, kegiatan ini perlu digalakkan oleh pemerintah Kota Bandung itu sendiri.

Keenam, melakukan integrasi antara akademisi, para pebisnis dan pemerintah Kota Bandung itu sendiri. Kampus-kampus sudah sangat peduli dengan entrepreneurship. Bisa diilihat hampir seluruh kampus di Kota Bandung mengembangkan program entrepreneurship. Demikian juga para pebisnis, baik individu melalui perusahaan mereka ataupun melalui asosiasi seperti Kadin dan HIPMI. Keberadaan kampus dan pengusaha ini perlu dirangkul dan dibuatkan sinergisitas dalam pengembangan entrepreneurship di Kota Bandung.

Ketujuh, menjaga dan meningkatkan komitmen terhadap tumbuh dan berkembangnya entrepreneur di Kota Bandung. Komitmen ini harus terus dijaga oleh para pemimpin Kota Bandung. Waktu kepemimpinan yang lima tahun diharapkan nantinya benar-benar akan menghasilkan entrepreneur sukses dari Kota Kembang ini.

By : Meriza Hendri

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.