Pengusaha Muda Sukses

now browsing by tag

 
 

Kunjungan Stakeholder

Dalam satu event kemaren pagi, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Apa itu? kepercayaan dari pihak ketiga yaitu stakeholder daripada Gerakan Indonesia Muda Berbisnis atau yang disebut dengan GIMB. Stakeholder tersebut adalah pihak kampus dan pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kemaren pagi itu adalah adanya kedatangan daripada tiga profesor dan doktor yang mewakili pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mereka berasal dari ITB, UNPAD dan UPI. Kaget dan terharu, itu yang dirasakan ketika menerima kunjungan mereka ke sekretariat atau kantor GIMB Foundation. Kedatangan mereka pada pagi hari dan langsung melakukan diskusi.

Diskusi yang sangat menarik tentang GIMB itu sendiri dan apa yang menjadi inovasi dari GIMB dalam membangun entrepreneur yang memiliki bisnis terus tumbuh dan berkembang. Inovasi dalam konteks ide yang baru sehingga memberikan value yang sangat penting bagi pengembangan entrepreneurship.

Alhamdulillah pertemuan kemaren dapat memberikan penjelasan tentang hakekat daripada GIMB itu sendiri sesuai dengan apa yang ada. Dengan memberikan penjelasan yang komprehensif dan juga detail, bisa memberikan pemahaman kepada para tamu tersebut. Tajam dan kritis pertanyaan yang diberikan oleh para tamu, tetapi senang sekali.

Saya merasakan, itulah kesempatan untuk membangun kepercayaan kepada para stakeholder.

By : Meriza Hendri

Memulai Hari Ini dengan Bismillah

Bismillahirrahmanirrahim… itu adalah ucapan pertama yang harus saya ucapkan sebelum memulai pekerjaan dan bisnis hari ini. Pekerjaan yang setiap hari tidak pernah ada hentinya. Pekerjaan yang menuntut konsentrasi penuh agar bisa menghasilkan apa yang diharapkan. Itu pastinya.

Kenapa harus memulai dengan ucapan tersebut? Belajar dari pengalaman kemaren, saya diingatkan oleh ibu saya untuk selalu berdoa kepada Allah sebelum melakukan apa-apa, biar mendapatkan berkah dari Allah dan juga dijauhkan dari hal-hal yang mengganggu atas pekerjaan tersebut. Haruskah seperti itu?

Pengalaman kemaren ketika saya tidak bisa mengendalikan emosi waktu mengendarai mobil adalah pelajaran berharga. Pelajaran yang membuat saya kurang bisa mengendalikan emosi. Fatal sekali dampaknya bagi saya sendiri. Sampai orang menabrak mobil saya tersebut. Dampaknya sangat merugikan saya sendiri. Untungnya mobil tidak terlalu parah.

Pelajaran lainnya adalah agar saya selalu ingat kepada Allah akan setiap aktivitas bisnis tersebut. Ingat kepada Allah agar apa yang dikerjakan tesebut benar-benar mendapatkan value yang luar biasa sehingga saya dapat barokah atas apa yang saya kerjakan. Harus itu. berkah itu penting.

Sekarang, bagaimana memaknai dan menjalankan apa yang harus saya jalankan dalam hidup ini. Mengucapkan Bismillah adalah sesuatu yang saya butuhkan dalam kehidupan agar benar-benar mendapatkan berkah dari Allah. Harus itu. Semoga konsisten dalam menjalankan aktivitas ini.

By : Meriza Hendri

Coaching Anak Didik, Elsaf, di Rabu, 10 Juli 2013

Coaching StartUp Bersama Elsaf Emamz Burger 10 Juli 2013

Seperti biasa, coaching yang diberikan oleh anak didik pada hari rabu sangat menarik dan memberikan warna baru dalam diri setiap anak didik yang memberikan materi dan juga anak-anak binaan yang hadir dikelas tersebut. Sharing pengalaman dan pengetahuan tentang bisnis mereka menjadi inspirasi juga nantinya bagi teman-teman mereka.

Adapun coaching kemaren diberikan oleh Elsaf, pengusaha muda yang fokus untuk mengembangkan bisnis beliau. Sebagai entrepreneur. Elsaf sudah menjalankan bisnis dari awal dan penuh dengan proses bisnis berhasil dan gagal. Perjalanan panjang dalam berbisnis itu adalah bagian dari proses bisnis yang harus dilewati.

Bisnis yang dijalankan oleh Alsaf adalah burger nasi dan diberi nama dengan Emamz Burger. Elsaf beraniang melakukan diferensiasi terhadap bisnisnya dan ini adalah awal yang sangat menentukan dalam bisnis tersebut. Beliau mencoba keluar dari “box” yang biasa dijalankan orang dalam berbisnis burger. Nasi, itulah yang menjadi pembeda dalam bisnis Elsaf.

Hal yang memberatkan diawal adalah bagaimana mengedukasi pasar tentang burger nasi ini. Edukasi pasar karena produk ini baru dan jelas sekali sangat berbeda dengan yang sudah ada. Disinilah tantangannya. kreativitas dan inovasi harus selalu dikembangkan untuk membesarkan bisnis ini. Setiap orang harus memiliki pemahaman akan hal ini.

Untuk meningkatkan bisnis tersebut, elsaf aktif di GIMB untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari para coach. Jadi, tidak hanya beliau menjadi coach diforum ini, tetapi juga memiliki coach. Berbagaipengalaman kemaren benar-benar membuat peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari aspek aplikasinya….

By : Meriza Hendri

Fokus Membangun Personal Brand

Diskusi dalam kelas tadi malam benar-benar semangat dan bagi saya memberikan value yang luar biasa bagi saya dan juga teman-teman. Apa yang dibahas? Sangat sederhana, bagaimana fokus membangun personal brand dalam konteks kita sebagai entrepreneur. Perdebatan dan pertanyaan menjadi terjadi secara sengit. Senang sekali.

Apa pelajaran yang saya dapatkan semalam adalah relevan dengan bagaimana membangun personal brand kita dan dihubungkan dengan konsep kreativitas dan inovasi itu sendiri. Bertepatan dengan pembalajaran semalam dikelas tersebut.

Pelajaran pertama adalah, entrepreneur harus menyadari bahwa menjadi seorang entrepreneur harus bisa membangun personal brand terlebih dahulu. Hal ini penting karena inilah faktor yang menunjukkan kredibilitas kita dalam bisnis. Kedua, personal brand itu melekat dengan mereka atau business brand kita itu sendiri. Hal ini terjadi diawal. ketika merek usaha kita belum kuat, tetapi, merek pribadi kita yang bisa menopang terlebih dahulu.

Ketiga, fokus pada pesan yang akan disampaikan kepada stakeholder kita. Hal ini bersifat stratejik karena berhubungan dengan persepsi stakeholder terhadap kita. Keempat, menyadari bahwa personal brand kita itu nantinya akan menentukan posisi kita di benak konsumen.

Kelima, fokus membangun persepsi kita dibenak konsumen. Jangan lebih dari satu. Kejelasan persepsi tersebut akan menentukan keberhasilan kita nantinya. Juga unggul dibanding pesaing. Keenam, memanfaatkan media web dan media sosial seperti fb dan twittter untuk membangun personal brand tersebut.

Ketujuh, menjaga karakter seorang entrepreneur yaitu integrity dan juga reliability dimata stakeholder mereka. Integrity dan reliability menjadi data dan informasi yang ditunjukkan oleh isi web kita. Hal ini dapat dilihat dari setiap informasi tentang kita dan relevan dengan bisnis kita untuk meningkatkan personal brand kita tersebut.

Sukses ya dan selamat menjalankan ibadah puasa dihari kedua…..

By : Meriza Hendri

Mengajar Creativity dan Innovation di kelas GIMB Entrepreneur School Batch 5, 10 Juli 2013

Semalam, saya mengajar kelas GIMB Entrepreneur School (GES) batch 5 tentang materi yang sangat penting bagi setiap entrepreneur. Materi yang sangat menarik buat mereka karena merupakan ciri utama bagi setiap entrepreneur. Kenapa demikian? Inilah yang membedakan setiap entrepreneur dengan yang bukan entrepreneur, seperti karyawan.

Materi semalam membuat teman-teman peserta semakin tertarik untuk mempelajari entrepreneurship dan manajemen serta bisnis. Karena materi ini adalah kunci dalam membangun keberhasilan bisnis yang terus tumbuh dan berkembang untuk jangka waktu panjang. Ini menjadi ciri utama setiap entrepreneur di GIMB foundation. Suka tidak suka, mereka harus mendapatkan pelajaran ini.

Semalam materinya membahas bagaimana esensi dari kreativitas dan inovasi dalam entrepreneurship. Konsep ini dibahas dari teori dan implementasinya dalam bisnis, dan yang paling penting adalah bagaimana teman-teman memecahkan masalah mereka dengan konsep ini.

Aplikasi yang paling utama adalah bagaimana teman-teman memanfaatkan blog mereka masing-masing yang harus bisa memberikan kontribusi kepada pengembangan diri khususnya personal brand. Itu menjadi sangat penting bagi anak-anak binaan saya karena untuk menjadi hal tersebut, dibutuhkan media yang bisa menjangkau setiap orang.

Diskusi panjang dan menarik terjadi selama 2,5 jam yang tidak berhenti sedikitpun. Pertanyaan, perdebatan untuk mempertajam konsep mewarnai kelas semalam. Alhamdulillah,saya sebagai gurunya, mendapatkan pengalaman yang sangat berharga juga dalam membuatpemahaman kepada para entrepreneur muda ini di kelas. Semoga bermanfaat ya….

By : Meriza Hendri

Sabar

Hal ini benar-benar menjadi kata bertuah buat saya hari ini. Dihari pertama menjalankan ibadah puasa, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Pengalaman dalam mengelola kesabaran. Khususnya dalam mengendarai mobil.

Akan tetapi, hal ini bisa saya umpamakan dengan bagaimana kesabaran dalam menjalankan bisnis itu sendiri. Sabar. Ini menyangkut pengendalian diri dalam menjalankan setiap perjalanan bisnis itu sendiri. Tanpa sabar, kita akan gampang emosi.

Banyak keputusan yang bias gara-gara kita emosi dan tidak bisa sabar dalam menghadapi perubahan dalam bisnis kita itu sendiri. Fatal dampaknya bagi kita nantinya. Kesabaran menjadi dasar untuk menghadapi setiap masalah bisnis kita. Kita perlu tahu, segala sesuatu itu pasti tidak bisa terkontrol dalam hubungannya dengan perubahan lingkungan bisnis.

Jadi, latihlah kesabaran. Kembali ke mobil tadi, saya sampai ditabrak oleh mobil lain di jalan tersebut. Saya juga tidak sabaran tadi mengendarai mobil sehingga tidak hati-hati dalam membuat setiap keputusan jadinya. Hal ini terjadi juga dalam bisnis. Jangan sampai terjadi tabrakan dalam bisnis.

By : Meriza Hendri

Law Of Attraction

Law Of Attraction

Low of Attraction (LoA) atau Hukum Ketertarikan menyatakan bahwa segala sesuatu yang Anda pikirkan, yang menguasai pikiran Anda, baik positif maupun negatif akan datang menghampiri kehidupan realita Anda.

Itulah makanya kita bisa saksikan, orang biasa akan jadi makin biasa, orang hebat akan jadi makin hebat, orang kaya akan jadi makin kaya, orang miskin akan jadi makin miskin.

Orang biasa selalu berpikir hingga tertanam mindset dalam dirinya bahwa dia hanyalah orang biasa-biasa saja, tidak mampu melakukan berbagai hal, membatasi diri, dan seperti itulah yang menjadi bagian real kehidupannya!

Orang hebat selalu berpikir dia sebagai seorang yang punya kemampuan lebih, bisa berprestasi, bisa melakukan yang terbaik, dan seperti itulah mindset dirinya menghantarkan dia pada kenyataan hidupnya!

“Semua pikiran akan menjelma nyata sesuai dengan intensitasnya. Setiap butir pikiran terkecil di dalam benak manusia mampu menggerakkan hukum itu mewujudkan menjadi kenyataan.” (Ernest Holmes)

Dalam LoA tidak dikenal tata nilai positif atau negatif, apapun yang ada dalam pikiran Anda, itulah yang mendorong pada kenyataan sesungguhnya. Jadi, hati-hatilah dalam berpikir, senantiasa berpikir positif dan menghindari berpikir negatif adalah pilihan sangat tepat dan bijak.

Adapun cara kerja LoA adalah seperti magnet. Pikiran Anda memiliki daya magnetik “tarik” yang sangat besar yang bisa menarik daya magnetik “ulur” dari alam semesta. Cara kerja LoA juga seperti saluran frekuensi radio. Saluran frekuensi pikiran Anda akan “tune in” dengan saluran frekuensi alam semesta. So, jika Anda ingin mengubah hidup Anda, ubahlah saluran frekuensi dan tetaplah “tune in” di saluran Pikiran Positif Anda.

Semudah itukah kita bisa tetap “tune in”?

Pergerakan pikiran sangat cepat dan mudah. Menurut penelitian, rata-rata pikiran seseorang berubah sebanyak 60.000 kali dalam sehari semalam. Pikiran selalu bergerak, tidak pernah diam. Semakin banyak dia bergerak, semakin banyak sel neuron otak yang aktif, semakin banyak pula memori terisi.

Keberhasilan Anda mengendalikan pikiran Anda untuk tetap positif, akan mempengaruhi dan menentukan tingkat kesuksesan Anda!

By : Agus Bipoz Santoso

Berani Memulai Bisnis

Berani Memulai Bisnis

Dalam berbisnis mutlak diperlukan keberanian. Penentuan langkah awal untuk berbisnis merupakan perpaduan harmonis antara perhitungan matematis tentang laba/rugi, pengetahuan, naluri bisnis, dan keberanian. Bahkan yang terakhir, secara ekstrim bisa disebut “daya nekad”.

“When you see a successful business, it means someone has made a courageous decision!”(Bilamana Anda melihat bisnis yang sukses, berarti telah ada seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani). Demikian pendapat begawan ekonomi, Peter Drucker.

Ada sebuah kekuatan yang sering tidak disadari oleh kebanyakan orang. Kekuatan itu adalah IMPIAN. The Power of Dream. Sebuah impian, harapan, cita-cita akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk meraih kesuksesan. Setiap orang bisa dipastikan punya impian. Masalahnya, bisakah ia menjadikan impiannya itu sebagai sebuah kekuatan?

Secara teoritis dalam ilmu manajemen, impian adalah “goal”. Artinya tujuan yang telah ditetapkan untuk diraih. Sebagaimana kapal berlabuh tentu memiliki tujuan. Pesawat terbang mengudara tentunya telah ditetapkan ke mana ia akan mendarat, dst.

Setelah impian ditancapkan, langkah berikutnya kita harus bisa mengelola potensi diri kita. Hilangkan rasa takut gagal, kelemahan, kekecewaan, pesimis dan berbagai hal negatif lainnya. Munculkan energi positif kita, semangat, kekuatan, optimis, dsb. Di sinilah kita perlu memahami potensi diri kita secara mendalam.

Berani adalah menjalani sesuatu yang ditakuti. Jika kita melakukan sesuatu yang ditakuti berarti kita berani. Berbisnis, bagi sebagian besar orang Indonesia dianggap menakutkan. Para orang tua biasanya enggan mengenalkan bisnis pada anak-anaknya semasa kecil. Dengan dalih gengsi, memalukan, dsb. Orientasi mereka adalah sekolah setinggi mungkin dan mencari pekerjaan sebagus mungkin.

Begitu pula, kebiasaan orang tua yang terlalu protektif dengan melarang anak untuk berkreasi (hal-hal yang positif), telah mengakibatkan anak-anak mereka menjadi anak-anak penakut. Tidak memiliki keberanian untuk mengambil resiko. Mau ini takut, mau itu takut. Mau berkreasi pun takut.

Bagaimana cara menumbuhkan keberanian dalam berbisnis?
Pertama, tanamkan dalam diri kita keyakinan bahwa dalam berbisnis, Allah telah membukakan 9 dari 10 pintu rezeki. Dengan kata lain, 90 persen pintu rezeki terdapat dalam dunia bisnis. Dengan demikian, kesempatan kita untuk mendapatkan rezeki sangatlah luas.

Kedua, tepis dan hapuslah anggapan bahwa para pelaku bisnis adalah orang-orang golongan kedua (setelah pekerjaan-pekerjaan lain). Pada dasarnya, bisnis merupakan bagian dari pekerjaan yang (kurang lebih) sama dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya, seperti menjadi karyawan swasta, PNS, dll. Namun, akhir-akhir ini justru kecenderungan orang-orang mulai berubah, dengan mulai banyak yang beranggapan bahwa berbisnis justru lebih menjanjikan daripada menjadi karyawan.

Ketiga, hilangkan anggapan bahwa dalam berbisnis penuh resiko. Ingatlah bahwa resiko adalah bagian dari hidup. Resiko bukanlah hanya milik pebisnis. Dalam pekerjaan lain pun pasti ada resiko. Karyawan swasta, ada resiko perusahaannya collaps dan di-PHK, PNS bisa saja dimutasi atau diturunkan jabatan.

Satu hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa dalam berbisnis juga dikenal “Hukum Kekekalan Energi” seperti halnya dalam Ilmu Fisika. Kita berbisnis, jika sukses = kekayaan, jika gagal = pengalaman/ilmu. Jadi, pada hakekatnya, tidak ada kegagalan atau resiko itu, karena sebenarnya ia mengalami perubahan “energi” menjadi “pengalaman/ilmu” yang sama nilainya dengan modal yang kita investasikan.

By :

Agus Bipoz Santoso
Founder GIMB (Gerakan Indonesia Muda Berbisnis)
GIMB Entrepreneur School | Sekolah Entrepreneur Bandung | Komplek Grand Sucore Blok F1o Lt 2 Bandung | Telp 022-61333669 / 085795553475

Memanfaatkan Momentum Bulan Ramadhan 1434 H

Hari ini adalah hari pertama Bulan Ramadhan 1434 H yang bagi umat muslim adalah kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu. Disinilah momentum yang sangat berharga buat setiap umat muslim. Momentum untuk menganalisis diri dan beribadah.

Bagaimana kita sebagai entrepreneur? Kita sebagai entrepreneur harus melihat ini juga sebagai peluang bagi bisnis kita sendiri. Peluang untuk menumbuhkembangkan bisnis kita untuk mencapai tujuan. Apa hubungannya dengan bisnis kita tersebut?

Hal utama adalah kita bisa melakukan kontemplasi atas bisnis kita sendiri. Kesempatan untuk beribadah adalah penting dan sembari berpuasa, dapat melakukan kontemplasi melalui pemikiran untuk melakukan perbaikan atas bisnis kita tersebut.

Banyak kesempatan untuk melakukan perbaikan kepada bisnis kita itu sendiri. Akan tetapi, jelas momentum dibulan ramadhan ini menjadi sangat penting untuk bisnis kita. Setiap saat harus dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis tersebut.

Selain itu, perlu juga memanfaatkan kesempatan akan berbagai peluang bisnis yang ada disekitar kita. Insya Allah dalam kesempatan momen bulan ramadhan ini akan meningkatkan bisnis kita. Ada pendekatan vertikal yaitu kepada Allah dan juga kepada sesama manusia.

Doa dan ibadah selama ramadhan ini semoga akan lebih membuka pintu rejeki dan mengembangkan bisnis kita. Adapun real bisnis kita akan menjadi perbaikan dalam analisis bisnis kedepannya. Sukses buat kita hari ini ya…

By : Meriza Hendri

Pergantian Kepemimpinan di Kota Bandung, HU Bisnis Bandung 5 Juli 2013

PERGANTIAN KEPEMIMPINAN DI BANDUNG DAN PELUANG PENGEMBANGAN ENTREPRENEUR
Meriza Hendri,
Mahasiswa Program Doktor Manajemen Bisnis, Unpad
Dosen Universitas Widyatama, bandung, Dewan pembina GIMB Foundation

Pergantian Kepemimpinan di Kota Bandung

Tak terasa, hampir dua minggu berlalu pesta demokrasi di Kota Bandung yaitu pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandung yang baru. Pemilihan yang diikuti oleh delapan pasang calon. Semuanya berkomitmen kepada Kota Bandung yang lebih baik kedepannya. Dan berdasarkan hitung cepat atau quickcount, suara terbanyak didapat oleh Kang Emil dan Kang Oded.

Terlepas siapapun yang nantinya memimpin Kota Bandung, pastinya mereka memiliki komitmen yang lebih baik untuk kota kembang. Tentu masyarakat Kota Bandung mencatat setiap janji para Calon Walikota dan Wakil Walikota sewaktu mereka berkampanye dulu.
Salah satu yang menarik bagi kita selaku entrepreneur adalah bagaimana komitmen mereka terhadap pengembangan entrpreneurship di Kota Bandung. Hal ini relevan dengan isu utama dalam pengembangan ekonomi di Kota Bandung. khususnya yang digerakkan oleh para entrepreneur yang secara jelas terus berkembang dan meningkat jumlahnya di Kota Kembang ini.

Dalam pergantian kepempinan ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi para entrepreneur. Kontribusi yang nantinya bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas para entrepreneur yang memang mereka sudah memiliki komitmen untuk berhasil dalam bisnis mereka. Hal ini adalah dasar bagi para entrepreneur kedepannya. Adanya minat yang kuat, akan tetapi mereka seringkali terhalang untuk menumbuhkembangkan bisnis mereka untuk jangka waktu yang lama.

Seringkali minat yang tinggi dari para entrepreneur tersebut terkesan terhambat untuk berkembang dan ini membuat bisnis mereka mati sebelum berkembang sesuai yang seharusnya.

Permasalahan utama yang semoga bisa diatasi adalah berhubungan dengan legal formal usaha para entrepreneur. Para entrepreneur membutuhkan dukungan politik dari pemerintah. Bagaimana lembaga terkait khususnya yang berhubungan dengan pembentukan badan hukum ataupun badan usaha para entrepreneur. Itu yang pertama.

Pengalaman para entrepreneur dalam mendirikan bisnis seringkali terhadang oleh banyaknya dan lamanya birokrasi. Hal ini membuat kendala yang sangat mendasar bagi para entrepreneur. Belum adanya kesamaan komitmen daripara pemangku kepentingan menjadi penghalang besar pada aspek ini.

Dengan adanya kepemimpinan yang baru ini, sangat diharapkan mampu mendorong lembaga terkait untuk bersinergi membangun entrepreneurship di Kota Kembang ini lebih cepat. Kecepatan dalam pengurusan badan hukum ataupun badan usaha berupa surat ijin akan mendorong percepatan pengembangan entrepreneurship tersebut.

Kedua, berhubungan dengan lembaga keuangan yang akan menjadi salah satu penopang bagi para entrepreneur dalam mengembangkan bisnis mereka. Saat ini, para entrepreneur terkesan sendiri dalam menghadapi lembaga keuangan. Lembanga keuangan selalu berdalih mereka harus mengikuti peraturan dari Bank sentral yaitu Bank Indonesia.

Disatu sisi, hal itu memang tidak bisa di lewati begitu saja. Memang harus dipatuhi. Akan tetapi, diharapkan pemimpin baru Kota Bandung bisa mencari terobosan yang akan dapat menjadi back up dari para entrepreneur di Kota bandung.

Entrepreneur ini kebanyakan adalah anak muda yang seringkali menghadapi kendala dalam pendanaan dari lembaga keuangan. Diharapkan nantinya, dengan kontribusi pemerintah Kota Bandung, apakah melalui proses seleksi ataupun pembinaan yang sudah dilakukan, akan bisa memberikan pertimbangan dari lembaga keuangan untuk memberikan kredit kepada para entrepreneur.

Selain itu, ada juga program dari perusahaan-perusahaan berupa Corporate Social Responsiblity atau CSR yang bisa dimanfaatkan untuk membantu entrepreneur di Kota Bandung. Hal ini bisa menjadi prioritas untuk diberikan kepada anak muda di kota ini dalam berbisnis.

Ketiga, pembinaan perlu diberikan kepada para entrepreneur. Perlu diketahui bahwa anak muda di bandung sudah memiliki motif yang tinggi untuk menjadi entrepreneur. Tidak hanya dikalangan mahasiswa saja, akan tetapi sudah sampai kepada para siswa dari sekolah menengah atas atau sederajat. Kegiatan komunitas yang kami temui di Gerakan Indonesia Muda Berbisnis (GIMB) ataupun HIPMI Jabar juga mendapatkan fakta bahwa para anak muda tersebut memiliki minat yang tinggi untuk berbisnis.

Fakta ini harus disyukuri. Akan tetapi, berdasarkan pengamatan yang kami lakukan, mereka memiliki keterbatasan dalam knowledge bisnis. Juga dalam aspek skill dan attitude. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah Kota Bandung nantinya agar bisa diberikan pembinaan yang bersifat terintegrasi dalam aspek entrepreneurship, bisnis dan manajemen.
Keempat, pemerintah Kota Bandung perlu mendorong pemasaran produk-produk para pengusaha muda ini. Produk-produk mereka sangat kreatif dan sudah memberikan daya tarik bagi para konsumen mereka. akan tetapi, pada aspek pemasaran, mereka masih membutuhkan dukungan dari pemerintah.

Salah satunya adalah bagaimana mempertemukan antara pembeli dengan mereka. Kegiatan pameran produk kreatif mereka akan dapat membantu pemasaran produk mereka. dapat dilihat bagaimana tingginya minat pengunjung dalam setiap acara pameran di Kota Bandung.
Selain itu, membuat program kerjasama dengan radio, koran, majalah serta televisi yang ada di Kota bandung untuk mempromosikan produk-produk para entrepreneur.

Kelima, mengadakan perlombaan kreativitas dan inovasi para entrepreneur. kegiatan ini akan merangsang berbagai ide kreatif daripara entrepreneur. Memang seringkali diadakan kegiatan perlombaan oleh berbagai lembaga di Kota Bandung. Akan tetapi, kegiatan ini perlu digalakkan oleh pemerintah Kota Bandung itu sendiri.

Keenam, melakukan integrasi antara akademisi, para pebisnis dan pemerintah Kota Bandung itu sendiri. Kampus-kampus sudah sangat peduli dengan entrepreneurship. Bisa diilihat hampir seluruh kampus di Kota Bandung mengembangkan program entrepreneurship. Demikian juga para pebisnis, baik individu melalui perusahaan mereka ataupun melalui asosiasi seperti Kadin dan HIPMI. Keberadaan kampus dan pengusaha ini perlu dirangkul dan dibuatkan sinergisitas dalam pengembangan entrepreneurship di Kota Bandung.

Ketujuh, menjaga dan meningkatkan komitmen terhadap tumbuh dan berkembangnya entrepreneur di Kota Bandung. Komitmen ini harus terus dijaga oleh para pemimpin Kota Bandung. Waktu kepemimpinan yang lima tahun diharapkan nantinya benar-benar akan menghasilkan entrepreneur sukses dari Kota Kembang ini.

By : Meriza Hendri