sekolah bisnis di bandung

now browsing by tag

 
 

PREVIEW KELAS GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL

Kemaren sore, Coach Meriza berkesempatan untukmemberikan preview kepada entrepreneur baru yang memang ingin mengembangkan bisnis mereka untuk naik kelas. Bisnis yang seharusnya bisa tumbuh dan berkembang.

 Ada enam orang calon siswa GIMB Entrepreneur School yang hadir dan memiliki bisnis yang beragam sehingga menambah semaraknya bisnsi yang dimiliki oleh siswa GIMB Entrepreneur School. Hal ini berasal dari latar belakang bisni s yang berbeda-beda.
Coach Meriza menjelaskan bagaimana bisnsi itu harus berbasis pengetahuan oleh setiap entrepreneur karena lingkungan bisnis selalu berubah dan menuntut entrepreneur untuk bisa selalu mengoptimalkan pengetahuan dalam membuat keputusan.
Karena tugas setiap entrepreneur yang paling utama dalah membuat keputusan bisnis bisa memberikan kontribusi kepada pencapaian tujuan bisnsi itu sendiri. Hal ini seringkali kurang disadari oleh setiap entrepreneur dalam bisnis tersebut.
Alhamdulillah, mereka mendapatkan pengetahuan dasar tentang apa yang disampaikan di kelas sehingga membuat mindset dan persepsi baru tentang belajar entrepreneurship, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen dalam diri setiap entrepreneur……..

BERTEMU DENGAN BANK BRI

Kemaren siang, Coach Meriza,  Coach Agus dan juga Coach Avip bersama dengan pak Bekti bertemu dengan manajer Umum Bank BRI cabang Dewi sartika Bandung dikantor bank BUMN ini. Pertemuan yang membahas bagaimana mengembangkan kualitas karyawan penjulan dengan pelatihan hypnoselling.

Pertemuan kemaren ditujukan untuk membentuk program bersama dalam peningkatan kompetensi karyawan Bank BRI. Pelatihan yang penting bagi setiap karyawan ditengah tingginya kompetisi bisnis diantara para bank-bank yang ada di negeri ini, termasuk bank-bank swasta dalam dan luar negeri.
Bahasan difokuskan kepada bagaimaan merancang pelatihan dengan menyusun training need analysis, pelaksanaan pelatihan dan juga training evaluation yang akan dilakukan dalam bentuk training evaluation level 1, level 2, level 3 dan level 4.
Keberhasilan pelatihan tidak bisa hanya digantungkan kepada training provider yang memang menjadi pihak yang memberikan materi dan juga sharing tentang hypno selling. Kerangka inilah yang harus dipahami oleh manajemen Bank BRI cabang Dewi sartika.
Coach Meriza menjelaskan materi dengan gamblang sehingga memudahkan untuk dipahami karena nantinya yang paling menentukan adalah bagaimana komitmen dari Bank BRI untuk menjalankannya.
Pak bekti juga memaparkan materi yang akan disampaikan dalam kelas nantinya dan diharapkan seluruh peserta memilii komitmen yang sama untuk membuat pengertian dan pemahaman yang kuat

AUDIENSI DENGAN KADIS KUMKM JABAR

Kemaren sore, saya dan pak komang, direktur utama Bandung TV berkesempatan untuk melakukan audiensi dengan kepala dinas KUMKM Jawa Barat, Bapak Gustoni dan jajarannya. Hal ini berhubungan dengan program yang akan dijalankan oleh GIMB Foundation bersama dengan bandung TV.

 Acara yang digagas adalah bagaimana memecahkan rekor muri dengan membuat komitmen dari 1000 entrepeneur muda untuk menjadi pebisnis sukses dengan ilmu. Mereka itu diharapkan nantinya bisa menjadi pebisnis yang tidak hanya berbisnis berdasarkan intuisi, tetapi lebih kepada pengetahuan bisnsi yang memang harus dimiliki.

 Meriza memberikan gambaran tentang acara ini dan ditampilkan dalam bentuk power point kepada kepalan Dinas dan jajarannya. Banyak respon yang diberikan dan beliau mendukung program ini karena berhubungan dengan bagaimana membentuk entrepreneur sukses.

 Masukan juga diberikan oleh Pak Gustoni dan tim beliau karena ada potensi yang bisa beliau berikan kepada pengembangan program ini. Luar biasa, ide –ide dan potensi yang mereka miliki dan seharusnya menjadi tantangan untuk bisa dimanfaatkan dengan baik.

Pak Komang juga memberikan pandangan dan masukan untuk program ini agar bisa berkolaborasi dengan bandung TV serta Koran Bisnis Bandung. Hal ini mengingat hari ulang tahun kedua media yang berkontribusi kepada program-programyang sudah dijalankan selam ini.

Alhamdulillah, audiensi berjalan dengan baik dan akan ditindaklanjuti dengan penyempurnaan konsep yang akan didiskusikan kembali lebih lanjut dengan pak Deni, bagian Diklat Dinas KUMKM Jawa barat. Selanjutnya akan dibawa ke Gedung sate……

Oleh Meriza Hendri 

PEMBICARA DI ACARA MQ FM

BELBIZ

Kemaren pagi, Kang Meriza dan kang agus berkesempatan untuk sharing di acara entrepreneur di radi MQ FM yang beralamat di geger kalong. Sharing bisnsi yang memang diberikan kepada entprenreur muda yang diarahkan untuk meningkatkan value bisnis seperti profit, people,planet, sustainabilility serta tumbuh dan berkembang.

Coach Meriza memberikan gambaran bagaimana setiap entrepenur dituntut untuk bisa bergerak cepat dalam mengembangkan bisnis tersebut karena berhubungan dengan dimensi waktu yang harus dikejar oleh entrepreneur.

Salah satu hal yangharus diperhatikan adalah bagaimana berbisnsi dengan dukungan pengetahuan bisnis yang kuat dalam diri setiap entrepreneur.  Hal ini bisa didapatkan dari pendidikan yang diberikan oleh GIMB Entrepreneur School yang memang diarahkan untuk meningkatkan knowledge, skill dan attitude setiap entrepreneur.

Hal ini juga didukung oleh kang Agus yang memberikan gambaran bagaimana GIMB Entrpeneuer school menjadi salah satu alternative untuk meningkatkan pengetahuan tentang bisnis. Setiap entrepreneur harus memiliki tiga ilmu yaitu entrepeneuship, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen.

Inilah tantangan setiap entrepreneur saat ini karena bisnsi itu berubah begitu cepat dan tidak akan bisa diantisipasi dengan baik bila entrepreneur tidak memiliki pengetahuan bisnis dan manajemen dengan baik. Jangan sampai salah dalam berbisnis.

Diskusi kemaren juga didukung oleh syarif dan ismi yang merupakan alumni dan siswa GIMB yang masih mendapatkan pengetahun dari kelas. Mereka masih mendapatkanpenethauan yang berhubungan dengan bisnis karena merasa perlu pengetahuan bisnsi tersebut harus diupgrade.

Akhirnya, terjadi juga Tanya jawab dari para entrepreneur dalam berbisnis. Mereka memberikan respon yang positif terhadap kegiatan kemaren….

MEMBUAT MATERI UNTUK KATALOG AIJB

DSC02016

Kemaren, Meriza dan pengurus GIMB foundation membuat catalog tentang GIMB Foundation yang berhubungan dengan program Anugerah Inovasi Jawa Barat yang didapatkan oleh GIMB Foundation pada tahun 2013 yang lalu. Catalog yang menjadi alat untuk melihat hasil inovasi entrepreneur di jawa Barat.

 Materi ini dibuat dan dikirim kepada panitia yang berada di bawah setda Jabar pada hari senin, 29 september 2014 yang lalu karena memang diharapkan oleh panitia untuk bisa menerimanya pada hari tersebut.

 Banyak informasi yang harus disampaikan dan Alhamdulillah, Meriza bisa membuatnya secara sederhana dan sesuai dengan fakta yang ada dalam yayasan yang bergerak dalam bidang pengembangan entrepeneurship ini di jawa Barat.

 Informasi tentang hasil karya inovatif dalam mengembangkan entrepreneur muda berbasis pengetahuan atau knowledge based young entrepreneur sehingga dalam 10 tahun yang akan datang, mereka akan bisa menghasilkan entrepreneur sukses dengan memiliki banyak karyawan.

 Selain itu, digambarkan juga perjalanan GIMB Foundation dari awal sampai sekarang dan apa saja kendala yang dihadapi dalam mengembangkan GIMB Foundation ini karena tentu tidak mudah untuk menjadi yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan.

 Akan tetapi, semunya dianggap sebagai tantangan dan bukannya halangan dalam membangun GIMB. Ada satu konsep dasar yang harus diutamakan yaitu bagaimana entrepreneur itu harus dibina dan didampingi agar mereka bisa membangun bisnsi yang kuat untuk jangka panjang.

Oleh Meriza Hendri

PERSIAPAN LOMBA PENGGERAK WIRAUSAHA

GIMB Foundation mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba tingkat nasional yaitu penggerak wirausaha di Indoesia yang diselenggarakan oleh Kemenpora. Memang kegiatan ini  adalah kegiatan pertama yang diikuti, tetapi, merupakan kesempatan untuk menunjukkan kepada stakeholders tentang aktivitas pengembangan wirausaha.

Konsep penggerak wirausaha menjadi stratejik untuk membuat bisnis anak muda yang memilih untuk menjadi entrepeneur bisa sukses. Seringkali orang tidak berfikir untuk memanfaatkan pengetahuan untuk mengembangkan bisnsi mereka karena berasumsi bahwa bisnis itu cukup seperti air mengalir.

Tidak demikian halnya ketika entrepeneur akan membuat bisnisnya menjadi besar. semuanya harus benar-benar dianalisis dengan menggunakan ilmu yang terdiri dari ilmu yang berhubungan dengan entrepreneurship, bisnis dan lingkungan bisnsi serta manajemen yang dibutuhkan oleh entrepreneur.

Manajemen itu penting bagi entrepreneur, khususnya yang berhubungan dengan manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasi, manajemen sumber daya manusia. Inilah yang harus diberikan kepada setiap entrepeneur dalam kerangka menggerakkan entrepreneurship di negeri ini.

GIMB yang sudah berdiri sejak 2 Juni 2012 dan diawali dengan pendirian Info seminar bandung bulan Juni 2011, fokus kepada pengembangan knowledge setiap entrepeneur agar bisnsi mereka  bisa mencapai tujuan, khususnya yang relevan dengan sustainability serta tumbuh dan berkembang.

Dengan mengikuti program Kemenpora ini, akan bisa memberikan value dan inspirasi kepada stakeholder tentang apa yang selama ini dilakukan untuk mengembangkan entrepreneur……

Oleh Coach Meriza 

Bagaimana Setia pada Bisnis Inti Sembari Ekspansi

Bagaimana Setia pada Bisnis Inti Sembari Ekspansi

Bisnis inti Anda adalah bisnis yang Anda pahami dengan baik dan bisnis yang membawa yang pendapatan tertinggi. Sering ada godaan untuk memilih bisnis yang Anda tidak mengerti dengan baik. Dalam situasi seperti itu Anda perlu bertanya pada diri sendiri, apakah bisnis tambahan ini akan menghasilkan pelanggan bisa diandalkan dan juga membantu naiknya keuntungan Anda? Jika tidak bisa menjawabnya dengan meyakinkan, Anda harus mempertimbangkan lagi atau bahkan tidak mengambil bisnis itu.

Usaha yang merupakan bagian dari bisnis inti Anda, misalnya mendirikan jaringan kantor (jika Anda memiliki perusahaan jaringan komputer) bisa dipahami. Anda akan mampu menggarapnya dengan keuntungan yang wajar karena Anda memahami bisnis inti Anda.

Seiring dengan Anda dibayar, pelanggan akan bahagia.

Sekarang tidak ada gunanya untuk memilih bisnis di mana Anda tidak dapat menghasilkan pengalaman terbaik untuk klien dan di mana Anda bereksperimen dengan waktu klien.

Kelelahan biasanya akan terjadi saat Anda melakukan bisnis yang Anda tidak mengerti. Sebuah tindakan yang lebih baik adalah menemukan vendor yang cocok dengan rekomendasi yang baik dan memperkenalkan mereka kepada klien.

Klien masih akan menyukai Anda karena Anda telah membantu mereka dan Anda juga akan memiliki hubungan baru dengan vendor baru.

Kadang-kadang ada pengecualian di mana Anda mungkin ingin memasuki bidang usaha tertentu dan bersedia menanggung beban tambahan demi belajar bisnis baru karena itulah strategi bisnisnya. Dalam hal ini, yang sering lebih baik mengorbankan keuntungan dan membawa konsultan agar Anda dapat belajar sesuatu yang baru. (ap)

Mengakhiri Sesuatu yang Diawali

Dalam satu diskusi kemaren, saya mendapatkan satu statement yang sangat berharga menurut saya. Statement yang bisa membuat saya tersadar. Kenapa demikian? Karena pernyataan ini mengingatkan saya tentang suatu tugas yang harus diselesaikan. 
 
Namun demikian, hal ini juga menyangkut tentang bagaimana responsibility atau tanggung jawab kita terhadap suatu pekerjaan. Tanggung jawab yang mungkin bagi sebagian orang kurang diperhatikan. akan tetapi, menjadi sangat penting untuk menentukan kesuksesan seseorang dalam bekerja tersebut. 
 
Pernyataannya sangat sederhana. Bagaimana mengakhiri sesuatu yang sudah diawali. Hmmmm…. apa maksudnya? Maksudnya adalah bagaimana suatu pekerjaan yang sudah mulai harus diselesaikan sampai akhir. Bekerja sampai akhirlah, itu kurang lebih maknanya. 
 
Pelajaran yang sangat berharga yang dapat saya ambil dari kalimat tersebut adalah kita harus bertanggung jawab dengan pekerjaan kita sendiri. Bekerja sesuai dengan rencana dan kesepakatan yang sudah dibuat. hal ini tidak mudah bagi setiap orang yang kurang memahami makna pekerjaan.
 
Oleh karena itu, marilah kita renungkan kalimat tersebut. Bekerja sesuai dengan rencana untuk mencapai tujuan. Tujuan yang sudah ditetapkan bersama. Sehingga, kita tidak dianggap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi, orang yang bertanggung jawab dalam  pekerjaan. Sukses buat kita hari ini…
By : Meriza Hendri

I Love Business #20 Bersama MotivaKreatif Achmad Faisal

I Love Business 20 bersama Achmad Faisal

Setelah beristirahat seminggu kemarin karena dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan, kini program inspiring GIMB kembali hadir seperti biasa di setiap minggunya. Tidak terasa, minggu ini I Love Business GIMB sudah memasuki I Love Business yang ke 20.

 
Kali ini, I Love Business 20 mengundang Achmad Faisal sang Motivakreatif, BioActivist, dan STIFIn Consultant menjadi pembicara dengan tema “Berbisnis Ala Rosulullah”
 
Seperti fase awal para pebisnis pemula, sebelum menemukan passion bisnisnya, Achmad Faisal memulai business dengan  mencoba-coba.  Dimulai dari distro, konveksi sampai kerudung dia sempat menjualnya.
 
Kehidupan sebagai aktifis membekali dia communication skill yang memadai. Sehingga akhirnya dia menjalani profesi sebagai trainer. 
 
Pembawa acara kita Anggasa membuka acara dengan mulusnya sehingga mencairkan suasana yang sedang dingin karena hujan lebat menjadi hangat dan penuh tawa.
 
Hati, ikuti kata hati.  Begitu pesan beliau pada peserta dan sekaligus menjadi kata penutup Achmad Faisal dalam menyampaikan materi beliau.
 
I Love Business adalah salah satu program rutin yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation setiap Senin, pukul 16.00 – 18.00 WIB di UGD (Antropology Fashion Outlet). Program ini dirancang untuk memberikan sharing pengetahuan, keterampilan dan attitude bagi para pengusaha muda dalam rangka menciptakan a knowledge based entrepreneur atau pengusaha yang berbasis pengetahuan.
Banyak entrepreneur yang sudah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam acara ini yaitu Anne Ahira, Wiwied C59, Perry Tristianto, A Deda MQ Group, Axl Maicih, Jody Bober & J&C Cookies, Aman Kaos Kaki Soka, Abu Marlo, Agustina Restaurateur, Donie Pangestu, Anita Hairunnisa, Mr.Q STEC, Afnil Exportir, Surya Kresnanda, Herdi Produser Bandung TV, Gufron owner Uda Gembul, Riezka Rahmatiana owner Pisang Ijo Justmine dan lain-lain.
 
Acara ini gratis dan terbuka untuk umum dan bagi Anda yang berminat untuk mengikutinya, silahkan datang ke UrsGD ( Antropology Fashion Outlet ) atau mendaftar ke GIMB Foundation. Adapun GIMB Foundation adalah yayasan yang bertujuan untuk menciptakan a knowledge based young entrepreneur melalui berbagai program yang menarik yaitu GIMB Entrepreneur School, GIMB Coaching setiap Rabu dan Jumat, Field Trip ke perusahaan dan juga acara pameran dan buka stand di Car Free Day.
 
Untuk membantu pemasaran bisnis teman-teman, juga dibantu lewat website GIMB Foundation yaitu www.gimbfoundation.org, media cetak/koran dan majalah bisnis, radio dan televisi.
 
Dengan visi To Be The Most Trusted Foundation To Create A Successful Knowledge Based Entrepreneur, kami mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi dalam berbagai program ini. GIMB Foundation beralamat di Komplek Grand Surapati Core, Blok F10 Lantai 2, Jl PHH Mustofa 39 Bandung, Telp 022-61333669.

Menciptakan Learning Organization

Perjalanan setiap organisasi adalah layaknya seperti perjalanan diri manusia juga. Perjalanan bagaimana organisasi mulai berdiri, tumbuh berkembang sampai organisasi tersebut besar. Semua itu adalah proses hidup setiap organisasi.

Satu hal yang sangat penting untuk dipahami adalah bagaimana organisasi tersebut harus terus belajar. Belajar dari apa yang dilewati adalah sangat penting. Itu yang pertama.

Proses yang dilewati oleh organisasi mengandung banyak sekali pelajaran. Inilah yang harus disadari. Kedua, pelajaran dari setiap kejadian harus di manage atau dikelola, dari creating, structuring, sharing dan applying. Itu yang disebut dengan knowledge management.

Ketiga, membangun kesadaran setiap insan dalam organisasi akan pentingnya nilai pengetahuan atas apa yang dialami dalam organisasi. Keempat, setiap karyawan mencatat apa yang dialami di organisasi. Ini penting.

Kelima, membagikan apa yang didapat tersebut kepada teman-teman anggota organisasi. Keenam, memanfaatkan setiap pengetahuan dalam organisasi melalui setiap masalah yang dihadapi organisasi.

Ketujuh, organisasi perlu menyediakan perpustakaan yang berisikan buku, majalah ataupun sumber pengetahuan lainnya. Kedelapan, perlunya mendorong anggota organisasi memberikan apresiasi bagi anggota yang terus membaca berbagai sumber pengetahuan.

Dengan menjadi learning organization, organisasi kita akan semakin maju, tumbuh dan berkembang. Sukses ya buat kita hari ini.

By : Meriza Hendri