sekolah bisnis indonesia

now browsing by tag

 
 

MEMANFAATKAN REKOMENDASI KONSUMEN

Coblong-20150201-00921

Salah satu perhatian setiap entrepreneur dalam mengembangkan konsep loyalitas konsumen kepada produk dan perusahaan mereka adalah rekomendasi konsumen tentang produk mereka kepada orang lain, bisa saja saudara, keluarga, sahabat, teman dan lain-lain. Hal ini memang berhubungan dengan bagaimana entrepreneur bisa mencapai apa yang disebut dengan konsep word of mouth untuk setiap kegiatan yang mereka lakukan dalam bisnis.

Konsep WOM ini menjadi penting untuk meningkatkan jumlah konsumen dalam suatu perusahaan. Ada hal mendasar yang perlu mendapatkan perhatian ketika tingkat persaingan semakin tinggi dimana setiap perusahaan berupaya untuk mendapatkan konsumen bagi bisnis mereka. konsumen itu adalah jantungnya perusahaan dan harus terus dikembangkan untuk dapat meningkatkan skala bisnis setiap entrepreneur.

Konsep WOM yang merupakan bentuk rekomendasi dari konsumen kita kepada orang lain adalah sebuah tool yang sangat efektif dalam mendapatkan konsumen baru. Tidak bisa dipungkiri bahwa tidak mudah untuk mendapatkan konsumen baru saat ini dan sudah seharusnya seorang entrpeeneur memperhatikan aspek rekomendasi ini. kegagalan memanfaatkan konsep WOM dalam bisnis, akan berdampak kepada biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan konsumen perusahaan yang semakin susah.

Oleh karena itu, sudah saatnya entrepreneur perlu memahami dengan baik bagaimana konsep loyalitas konsumen menjadi penting untuk meningkatkan kualitas bisnis setiap entrepreneur. dari setiap konsumen, harus bisa mencapai tingkat loyalitas yang tinggi dan memberikan rekomendasi kepada orang lain dalam bisnis. Disinilah potensi peningkatan konsumen baru dan bisa dijadikan sebagai konsumen perusahaan mereka.

Rekomendasi yang diberikan oleh konsumen tentu rekomendasi yang positif tentang produk dan juga bisnis para entrepreneur. rekomendasi yang nantinya akan bisa mempengaruhi orang lain untuk membeli produk-produk dari entrepreneur. rekomendasi dari mereka akan sangat bisa mempengaruhi calon konsumen untuk membeli produk. Tidak terkecuali dengan produk-produk yang dihasilkan entrepreneur itu sendiri.

Untuk bisa mengeluarkan rekomendasi dengan baik, maka perlu setiap entrepreneur bisa memberikan layanan kepada konsumen dan membuat mereka puas. Inilah yang menjadi bahasan di program Belbiz minggu lalu bagaimana setiap entrepreneur harus bisa membuat konsumen mereka puas dengan produk dan layanan yang diberikan. Mereka akan cenderung bisa menjadi konsumen yang loyal kepada perusahaan.

So,, bagaimana dengan anda? Sudahkah membuat konsumen menjadi puas dan loyal terhadap perusahaan? Inilah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Meriza Hendri

Tulisan ada di www.belbizonradio.com

KOMITMEN PEMERINTAH JAWA BARAT UNTUK ENTREPENEUR

unduhan (1)

Dalam program Nubiz minggu lalu, Pak Deni, Kepala Balatkop Dinas KUMKM jawa barat dengan tegas menyatakan bagaimana pemerintah Jawa Barat, yang dalam hal ini Gubernur Jawa Barat benar-benar fokus dalam penciptaan wirausaha baru untuk bisa menggerakkan roda ekonomi di provinsi ini. 100.000 wirausaha baru akan dicetak selama lima tahun sejak tahun 2014. Pencetakan ini tidak hanya dalam konteks memberikan pelatihan dan pedampingan, akan tetapi juga membantu pembiayaan melalui produk Kredit Cinta Rakyat (KCR) yang bekerjasama dengan Bank BJB.

Hmmmm… rasanya, bagi para entrepreneur muda di jawa Barat harus menjadi sebuah peluang yang benar-benar harus dimanfaatkanuntuk menggapai kesuksesan dalam bisnis. Kesuksesan yang sejatinya menjadi kunci untuk mendapatkan apa yang diharapkan dalam bisnis tersebut. Seringkali orang terjebak dengan apa yang dihadapan mereka dan kurang membuka mata untuk meraih tujuan dengan asumsi bahwa lingkungan bisnis itu begitu saja. Yang ada hanya persaingan dan tidak memberikan peluang kepada mereka, akan tetapi memberikan ancaman.

Tentu konsep ini harus mulai dirubah oleh setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Tidak ada konsep yang selalu menjadi ancaman dari lingkungan bisnis, akan tetapi, ada juga peluang yang harus dimanfaatkan. Ingat, konsep entrepreneurship itu sangat relevan dengan bagaimana mereka bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada dalam bisnis sehingga bisa mengembangkan bisnis mereka masing-masing.

Peluang yang bisa dimanfaatkan itu adalah dari pemerintah yang memiliki peran sebagai regulator dan juga pemilik uang atau anggaran yang harus dikelola untuk kemaslahatan rakyat. Kalau kita di Jawa Barat, tentu pemerintah Jawa Barat memiliki program untuk pengembangan ekonomi masyarakat Jawa Barat, khususnya bagi entrepreneur muda yang memang sedang tinggi-tingginya komitmen mereka untuk sukses dengan menjadi entrepreneur muda.

Program pencetakan 100.000 wirausaha baru Jawa Barat ini perlu mendapatkan perhatian khusus oleh setiap entrepreneur dalam menggapai kesuksesan dalam bisnis. Perhatian untuk memanfaatkannya dalam setiap aktivitas bisnis yang mereka jalankan. Dengan menjadi bagian dari program mencetak 100.000 WUB ini, maka entrepreneur bisa mendapatkan, pertama, kesempatan untuk meningkatkan knowledge, skill dan attitude (KSA) yang dibutuhkan oleh entrepreneur dalam membangun bisnis.

Entrepreneur yang sukses itu adalah berbasis pengetahuan, khususnya pengetahuan tentang entrepeneurhsip, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen dalam menjankan bisnis tersebut setiap hari. Pelatihan dan pendampingan dari sarjana wirausaha nantinya akan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas entrepeneurship anak muda.

Kedua, kesempatan untukmendapatkan networking dari berbagai stakeholder. Ini penting bagi entrepreneur yang memang berkomitmen untuk meningkatkan skala bisnis mereka. ada konsep social capital yang bisa dimanfaatkan oleh entrepreneur dalam membangun bisnis. Modal sosial berupa jaringan bisnis yang sejatinya dapat dimanfaatkan dengan baik.

Ketiga, kesempatan untuk berpromosi dengan memanfaatkan setiap momentum yang diberikan oleh dinas dan pemerintah Jawa Barat kepada setiap entrepreneur. hal ini tidak mudah untuk didapatkan dan kesempatan menjadi bagian dari program WUB akan menjadi penting.

Keempat, kesempatan untuk mendapatkan pendanaan dengan menjadi bagian dari program WUB dimana program Kredit Cinta Rakyat memang diarahkan untuk wirausaha. Inilah yang penting juga karena tidak semua orang berkesempatan untuk mendapatkan kesempatan ini.

Oleh karena itu, sudah sejatinyalah entrepreneur mulai peduli dengan apa yang mereka lakukan dengan mencari peluang yang ada di masyarakat untuk bisa dioptimasi menjadi nilai bagi perusahaan.

 Tulisan ada di www.nubizontv.com

Bagaimana Setia pada Bisnis Inti Sembari Ekspansi

Bagaimana Setia pada Bisnis Inti Sembari Ekspansi

Bisnis inti Anda adalah bisnis yang Anda pahami dengan baik dan bisnis yang membawa yang pendapatan tertinggi. Sering ada godaan untuk memilih bisnis yang Anda tidak mengerti dengan baik. Dalam situasi seperti itu Anda perlu bertanya pada diri sendiri, apakah bisnis tambahan ini akan menghasilkan pelanggan bisa diandalkan dan juga membantu naiknya keuntungan Anda? Jika tidak bisa menjawabnya dengan meyakinkan, Anda harus mempertimbangkan lagi atau bahkan tidak mengambil bisnis itu.

Usaha yang merupakan bagian dari bisnis inti Anda, misalnya mendirikan jaringan kantor (jika Anda memiliki perusahaan jaringan komputer) bisa dipahami. Anda akan mampu menggarapnya dengan keuntungan yang wajar karena Anda memahami bisnis inti Anda.

Seiring dengan Anda dibayar, pelanggan akan bahagia.

Sekarang tidak ada gunanya untuk memilih bisnis di mana Anda tidak dapat menghasilkan pengalaman terbaik untuk klien dan di mana Anda bereksperimen dengan waktu klien.

Kelelahan biasanya akan terjadi saat Anda melakukan bisnis yang Anda tidak mengerti. Sebuah tindakan yang lebih baik adalah menemukan vendor yang cocok dengan rekomendasi yang baik dan memperkenalkan mereka kepada klien.

Klien masih akan menyukai Anda karena Anda telah membantu mereka dan Anda juga akan memiliki hubungan baru dengan vendor baru.

Kadang-kadang ada pengecualian di mana Anda mungkin ingin memasuki bidang usaha tertentu dan bersedia menanggung beban tambahan demi belajar bisnis baru karena itulah strategi bisnisnya. Dalam hal ini, yang sering lebih baik mengorbankan keuntungan dan membawa konsultan agar Anda dapat belajar sesuatu yang baru. (ap)

NUBIZ #5, Bisnis dan Komunitas

web nubizTadi malam, program rutin Nubiz, yang muda yang berbisnis di Bandung TV membahas salah satu hal yang penting bagi para entrepreneur yaitu berhubungan dengan komunitas bisnis.Konsep tersebut menjadi relevan ketika para entrepreneur menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat dan memberikan dampak kepada peluang dan ancaman yang harus dihadapi oleh para entrepreneur dalam bisnis mereka.

Narasumber dalam acara tadi malam adalah ketua komunitas Tangan Di Atas (TDA) Kota Bandung yaitu Kang Ade. Beliau adalah salah satu pebisnis muda yang sukses dengan bisnis fashion yang dijalankan. Dengan gamblang kang Ade menjelaskan bagaimana pada awalnya TDA terbentuk dan apa saja kegiatan yang dilakukan bersama-sama entrepreneur muda untuk mengembangkan bisnis mereka.
Ada satu kesamaan yang dijelaskan oleh Kang Ade diantara para entreprenur muda yaitu mereka memiliki nilai atau value yang sama. Hal ini relevan dengan yang dijelaskan oleh Kang Meriza pada awal acara dimana konsep komunitas adalah model yang digunakan untuk mengembangkan bisnis para entrepreneur saat ini setelah mereka menghadapi perubahan lingkungan yang begitu cepat sehingga menuntut mereka untuk bekerjasama diantara para pelaku bisnis.
Motif seorang entreprepeneur untuk bergabung dengan komunitas ini adalah adanya kesamaan kepentingan dimana mereka bertujuan untuk meningkatkan bisnis dengan bentuk profit yang meningkat, manfaat bagi masyarakat, menjaga kelestarian alam serta jangka panjang dan bisnis yang tumbuh dan berkembang. Inilah penjelasan kang Meriza di awal diskusi.
Hal ini dijelaskan oleh Kang Ade dalam konteks aplikasinya di TDA dan dalam diri setiap entrepreneur untuk mencapai sukses mereka bersama-sama. Kang Ade juga menjelaskan bagaimana peluang yang ada di komunitas ini seperti kegiatan bersama dan juga value bersama yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan.

Pertanyaan juga disampaikan oleh para pebisnis muda di rumah dan juga di studio tentang bagaimana mengembangkan bisnis. Kang Ade dan Kang Meriza memberikan jawaban dengan lugas dan gamblang.

Mengakhiri Sesuatu yang Diawali

Dalam satu diskusi kemaren, saya mendapatkan satu statement yang sangat berharga menurut saya. Statement yang bisa membuat saya tersadar. Kenapa demikian? Karena pernyataan ini mengingatkan saya tentang suatu tugas yang harus diselesaikan. 
 
Namun demikian, hal ini juga menyangkut tentang bagaimana responsibility atau tanggung jawab kita terhadap suatu pekerjaan. Tanggung jawab yang mungkin bagi sebagian orang kurang diperhatikan. akan tetapi, menjadi sangat penting untuk menentukan kesuksesan seseorang dalam bekerja tersebut. 
 
Pernyataannya sangat sederhana. Bagaimana mengakhiri sesuatu yang sudah diawali. Hmmmm…. apa maksudnya? Maksudnya adalah bagaimana suatu pekerjaan yang sudah mulai harus diselesaikan sampai akhir. Bekerja sampai akhirlah, itu kurang lebih maknanya. 
 
Pelajaran yang sangat berharga yang dapat saya ambil dari kalimat tersebut adalah kita harus bertanggung jawab dengan pekerjaan kita sendiri. Bekerja sesuai dengan rencana dan kesepakatan yang sudah dibuat. hal ini tidak mudah bagi setiap orang yang kurang memahami makna pekerjaan.
 
Oleh karena itu, marilah kita renungkan kalimat tersebut. Bekerja sesuai dengan rencana untuk mencapai tujuan. Tujuan yang sudah ditetapkan bersama. Sehingga, kita tidak dianggap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi, orang yang bertanggung jawab dalam  pekerjaan. Sukses buat kita hari ini…
By : Meriza Hendri

I Love Business #20 Bersama MotivaKreatif Achmad Faisal

I Love Business 20 bersama Achmad Faisal

Setelah beristirahat seminggu kemarin karena dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan, kini program inspiring GIMB kembali hadir seperti biasa di setiap minggunya. Tidak terasa, minggu ini I Love Business GIMB sudah memasuki I Love Business yang ke 20.

 
Kali ini, I Love Business 20 mengundang Achmad Faisal sang Motivakreatif, BioActivist, dan STIFIn Consultant menjadi pembicara dengan tema “Berbisnis Ala Rosulullah”
 
Seperti fase awal para pebisnis pemula, sebelum menemukan passion bisnisnya, Achmad Faisal memulai business dengan  mencoba-coba.  Dimulai dari distro, konveksi sampai kerudung dia sempat menjualnya.
 
Kehidupan sebagai aktifis membekali dia communication skill yang memadai. Sehingga akhirnya dia menjalani profesi sebagai trainer. 
 
Pembawa acara kita Anggasa membuka acara dengan mulusnya sehingga mencairkan suasana yang sedang dingin karena hujan lebat menjadi hangat dan penuh tawa.
 
Hati, ikuti kata hati.  Begitu pesan beliau pada peserta dan sekaligus menjadi kata penutup Achmad Faisal dalam menyampaikan materi beliau.
 
I Love Business adalah salah satu program rutin yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation setiap Senin, pukul 16.00 – 18.00 WIB di UGD (Antropology Fashion Outlet). Program ini dirancang untuk memberikan sharing pengetahuan, keterampilan dan attitude bagi para pengusaha muda dalam rangka menciptakan a knowledge based entrepreneur atau pengusaha yang berbasis pengetahuan.
Banyak entrepreneur yang sudah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam acara ini yaitu Anne Ahira, Wiwied C59, Perry Tristianto, A Deda MQ Group, Axl Maicih, Jody Bober & J&C Cookies, Aman Kaos Kaki Soka, Abu Marlo, Agustina Restaurateur, Donie Pangestu, Anita Hairunnisa, Mr.Q STEC, Afnil Exportir, Surya Kresnanda, Herdi Produser Bandung TV, Gufron owner Uda Gembul, Riezka Rahmatiana owner Pisang Ijo Justmine dan lain-lain.
 
Acara ini gratis dan terbuka untuk umum dan bagi Anda yang berminat untuk mengikutinya, silahkan datang ke UrsGD ( Antropology Fashion Outlet ) atau mendaftar ke GIMB Foundation. Adapun GIMB Foundation adalah yayasan yang bertujuan untuk menciptakan a knowledge based young entrepreneur melalui berbagai program yang menarik yaitu GIMB Entrepreneur School, GIMB Coaching setiap Rabu dan Jumat, Field Trip ke perusahaan dan juga acara pameran dan buka stand di Car Free Day.
 
Untuk membantu pemasaran bisnis teman-teman, juga dibantu lewat website GIMB Foundation yaitu www.gimbfoundation.org, media cetak/koran dan majalah bisnis, radio dan televisi.
 
Dengan visi To Be The Most Trusted Foundation To Create A Successful Knowledge Based Entrepreneur, kami mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi dalam berbagai program ini. GIMB Foundation beralamat di Komplek Grand Surapati Core, Blok F10 Lantai 2, Jl PHH Mustofa 39 Bandung, Telp 022-61333669.

Menciptakan Learning Organization

Perjalanan setiap organisasi adalah layaknya seperti perjalanan diri manusia juga. Perjalanan bagaimana organisasi mulai berdiri, tumbuh berkembang sampai organisasi tersebut besar. Semua itu adalah proses hidup setiap organisasi.

Satu hal yang sangat penting untuk dipahami adalah bagaimana organisasi tersebut harus terus belajar. Belajar dari apa yang dilewati adalah sangat penting. Itu yang pertama.

Proses yang dilewati oleh organisasi mengandung banyak sekali pelajaran. Inilah yang harus disadari. Kedua, pelajaran dari setiap kejadian harus di manage atau dikelola, dari creating, structuring, sharing dan applying. Itu yang disebut dengan knowledge management.

Ketiga, membangun kesadaran setiap insan dalam organisasi akan pentingnya nilai pengetahuan atas apa yang dialami dalam organisasi. Keempat, setiap karyawan mencatat apa yang dialami di organisasi. Ini penting.

Kelima, membagikan apa yang didapat tersebut kepada teman-teman anggota organisasi. Keenam, memanfaatkan setiap pengetahuan dalam organisasi melalui setiap masalah yang dihadapi organisasi.

Ketujuh, organisasi perlu menyediakan perpustakaan yang berisikan buku, majalah ataupun sumber pengetahuan lainnya. Kedelapan, perlunya mendorong anggota organisasi memberikan apresiasi bagi anggota yang terus membaca berbagai sumber pengetahuan.

Dengan menjadi learning organization, organisasi kita akan semakin maju, tumbuh dan berkembang. Sukses ya buat kita hari ini.

By : Meriza Hendri

Memperkuat Komitmen Diri

Seringkali dalam mengerjakan setiap aktivitas bisnis saat ini, orang menghadapi turun naiknya semangat dan bahkan komitmen diri. Hal ini wajar karena berhubungan dengan perubahan lingkungan. Yang dalam diri setiap individu, lingkungan itu berhubungan dengan diri dan luar.

Saya merasa perlu membahas ini kembali karena berhubungan dengan keberhasilan kita dalam bisnis. Pada akhirnya, dirasakan bahwa keberhasilan organisasi yang notabene adalah bisnis kita, sangat ditentukan oleh komitmen. Komitmen diri setiap anggota dalam perusahaan.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Pertama, kembali kepada tujuan utama diri dalam bisnis. Kedua, kembali melihat tujuan bisnis itu sendiri. Ketiga, menyelaraskan tujuan diri dengan tujuan bisnis.

Keempat, terus belajar dari orang sukses bagaimana mereka mengembangkan dan meningkatkan komitmen diri dalam bisnis.

Kelima, dalam suatu buku yang saya baca kemaren, road to success, dijelaskan bagaimana kita membuat peta jalan untuk mencapai sukses diri dan bisnis kita. Peta jalan ini penting agar tetap menjaga komitmen diri.

Keenam, memtivasi setiap karyawan untuk menjaga komitmen. Dalam buku juga yang baru, taking people with you, digambarkan bagaimana setiap pemimpin, termasuk kita, mampu membawa tim kita untuk bersama-sama menggapai mimpi. Komitmen akan muncul disana.

Ketujuh, memberikan penghargaan dari setiap capaian atas komitmen yang diberikan. Pengalam saya kemaren menunjukkan bahwa nilai diri kita sangat ditentukan oleh komitmen diri dalam pekerjaan. Sukses buat kita semua ya.

By : Meriza Hendri

Pengembangan Entrepreneur di Jawa Barat, HU Bisnis Bandung 12 Juli 2013

Pengembangan Entrepreneur di Jawa Barat

Meriza Hendri,
Mahasiswa Program Doktor Manajemen Bisnis, Unpad
Dosen Universitas Widyatama, bandung, Dewan pembina GIMB Foundation

Tingginya minat para anak muda untuk menjadi entrepreneur di Jawa Barat adalah fenomena yang sangat menarik dan patut untuk disyukuri. Perjalanan ke berbagai kota dan Kabupaten di provinsi ini menunjukkan fakta bahwa memang para anak muda di Jawa Barat ingin menjadi entrepreneur.

Namun demikian, kondisi ini perlu dicermati dengan baik. Hal ini baru sampai pada tahap minat dan sedikit yang menjalankan bisnis dengan baik. Apalagi bisnis yang bisa tumbuh dan berkembang dari mikro, kecil, menengah dan menjadi besar. Bila bisa tumbuh dan berkembang bisnisnya, barulah para anak muda memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Jawa Barat. Hal ini bukan karena ketidakmampuan mereka, tetapi, belum optimalnya sinergi dari para stakeholder di Jawa Barat untuk berintegrasi menumbuhkembangkan para entrepreneur muda tersebut.

Tiga stakeholder utama yang perlu melakukan sinergi dalam pengembangan entrepreneur muda adalah academician (akademisi), Business (para pelaku bisnis) dan Government (pemerintah) yang sering disebut dengan ABG. Selama ini, masing-masing pihak sudah melakukan pengembangan entrepreneurship di Jawa Barat.

Para akademisi di kampus dan sekolah memiliki program pengembangan entrepreneurship melalui kurikulum, pelatihan dan pembinaan melalui berbagai kegiatan mahasiswa dan siswa di kampus dan sekolah. Demikian juga para pelaku usaha yang memiliki program Corporate social responsibility (CSR) dan juga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) oleh BUMN ataupun program yang dijalankan oleh asosiasi seperti HIPMI dan juga KADIN.

Demikian juga dengan pemerintah yang membuat berbagai kebijakan yang bersentuhan dengan pengembangan entrepreneurship tersebut. Selain kebijakan, pemerintah juga bekerjasama dengan pelaku bisnis dalam pengembangannya. Akan tetapi, kenapa hasilnya belum optimal dalam menghasilkan entrepeneur yang memiliki bisnis yang terus tumbuh dan berkembang?

Belum optimalnya sinergisitas antara para akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah dalam menumbuhkembangkan entrepreneur di Jawa Barat ini perlu menjadi perhatian. Khususnya dalam melakukan pembinaan kepada para entreprepreneur muda ini. Khusus mengenai pembinaan, pengalaman di GIMB Foundation (Gerakan Indonesia Muda Berbisnis) memperlihatkan bagaimana konsep pembinaan menjadi sangat stratejik. Hal ini adalah kerjasama dengan Jabar Media Club, Bank BJB, HIPMI Jabar dan Kadin Jabar, Bandung TV, Harian Bisnis Bandung, kampus dan berbagai pihak lainnya.

Demikian juga dengan pengalaman dalam pembinaan para Bobotohnomic yang digerakkan oleh Radio Bobotoh FM dan QP Indonusa dalam membina entrepreneur tersebut menjadi key success factor untuk menumbuhkembangkan entreprepeneur tersebut.
Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan sinergisitas ABG tersebut. Para akademisi memiliki resources yang baik dalam memberikan pelatihan dan pembinaan para entrepreneur. Diantaranya adalah dosen yang kebanyakan saat ini adalah pelaku bisnis juga, materi dan metode pengajaran dan pembinaan.

Kemudian, para praktisi yang sudah berhasil dalam bisnis mereka. Dari aspek pendanaan, ada perbankan dan perusahaan dengan dana CSR atau PKBL mereka. Dari aspek pengalaman dan relasi, ada pelaku bisnis itu sendiri dan juga HIPMI dan KADIN. Dari aspek pemasaran, ada perusahaan yang bisa berperan sebagai buyer dan media cetak dan media elektronik yang bisa membantu mempromosikan produk para entrepreneur.

Adapun dari pemerintah, memiliki wewenang dalam pembuatan regulasi untuk mendorong terciptanya stabilitas politik, ekonomi dan berbagai peraturan yang berhubungan dengan perekonomian dan juga berbagai kemudahan, khususnya dalam pendirian usaha.
Bagaimana dengan Jawa Barat? Banyak perguruan tinggi di provinsi ini. Hampir semua memiliki program pengembangan entrepreneurship. Demikian juga SMK dan sederajat. Potensi ini perlu disinergikan dengan Business dan Government.

Apalagi perusahaan di provinsi ini. Perusahaan asing dan perusahaan domestik banyak di Jawa barat. Mereka memiliki program CSR dan PKBL bagi BUMN. Belum lagi perbankan milik BUMN dan Bank BJB serta bank swasta. Program-program mereka perlu diintegrasikan dalam hal pendanaan buat entrepreneur. Apalagi KADIN Jabar dan HIPMI Jabar yang memiliki potensi untuk berbagi dengan para entrepreneur muda. Dari sisi media, ada banyak media cetak dan media elektronik yang concern kepada pengembangan entrepreneurship.

Pengalaman dalam melakukan sinergi ABG tersebut di Kabupaten Garut sudah membuktikan bahwa para entrepreneur yang sukses dengan indikator bisnis yang terus tumbuh dan berkembang tersebut memang sangat efektif. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bank BJB dan Kadin Garut sebagai business, Pemerintah Garut sebagai Government dan Universitas Widyatama sebagai academician.

Setahun setelah pelatihan dilaksanakan, para entrepreneur sudah memiliki bisnis yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum mereka mendapatkan pelatihan dan pembinaan selama tiga bulan dan dilanjutkan dengan pemantauan kepada mereka.

Oleh karena itu, potensi dari akademisi, pebisnis serta pemerintah Jawa Barat serta Kabupaten/Kota perlu dioptimalkan sinergi nya untuk mendapatkan entrepreneur muda yang memiliki bisnis selalu tumbuh dan berkembang sehingga memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian Jawa Barat. .

Jalani, Baru Ajarkan Kepada Karyawan Kita

Tadi pagi, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari Imam Ghazali yang disampaikan oleh Bapak Mahfud MD. Pelajaran yang relevan dengan saya sebagai dosen ataupun entrepreneur yang memiliki tugas memberikan sharing pengetahuan. Apa itu? Pelajaran tentang apa yang kita ajarkan kepada orang lain, termasuk binaan dan juga karyawan kita.

Dalam pembelajaran tersebut, disebutkan bahwa bagaimana Imam Alghazali ditanya oleh jamaah tentang bagaimana membebaskan atau memerdekakan hamba sahaya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, jamaah harus menunggu waktu dua tahun, barulah seorang beliau menjawab pertanyaan jamaah tersebut. Jawabannya sangat sederhana karena sudah diketahui oleh banyak orang.

Akan tetapi, Imam Alghazali menjelaskan bahwa saya membutuhkan waktu dua tahun untuk menjawabnya karena selama itu beliau menjalankan bagaimana caranya dan rasanya membebaskan hamba sahaya. Subhanallah… inilah pelajaran pertama yang saya dapat dari kisah tersebut.

Bagaimana kita menjalani hal apa yang akan kita ajarkan kepada orang lain. Tidak boleh hanya mengajarkan apa yang belum pernah kita ajarkan kepada orang lain. Hal ini sangat penting karena berhubungan dengan perubahan perilaku orang lain. Perilaku tersebut harus dirubah dengan contoh langsung oleh kita yang mengajarkan kepada tim kita, konsumen kita dan stakeholder lainnya.

Jadi, marilah kita pahami apa pelajaran dari Imam Alghazali tersebut untuk mengajarkan sesuatu, lebih baik kita rasakan dulu, kita jalankan dulu, kita pahami dan hayati sehingga orang yang menerima materi dari kita dapat merasakan bahwa orang yang mengajarkan itu juga sudah menjalankannya.

By : Meriza Hendri