Sekolah bisnis

now browsing by tag

 
 

REPUTASI BISNIS BINAAN

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos

Pelajaran yang sangat berharga diberikan oleh GIMB Entrepreneur School adalah bagaimana pengurus GIMB Foundation membangun reputasi yang berhubungan dengan system yang digunakan untuk memberikan pendidikan kepada anak didik. GIMB membangun reputasi dengan system pembelajaran yang terintegrasi dan diharapkan mampu memberikan value kepada setiap orang yang berkepentingan dengan penciptaan entrepreneur sukses berbasis pengetahuan.

Pelajaran ini juga diberikan kepada setiap binaan yang didik dimana mereka diberikan pendidikan yang berhubungan dengan membangun sebuah system bisnis yang bisa diterima oleh stakeholders mereka sehingga reputasi perusahaan setiap entrepreneur menjadi positif. System manajemen menjadi penting bagi setiap entrepreneur dalam berbisnis dan ini dijadikan sebagai tolak ukur untuk kepentingan bisnis mereka.
Selanjutnya., GIMB foundation focus dalam membangun reputasi manajemennya. Dalam konteks ini, ada tiga orang founder dan masing-masing memiliki kompetensi yang berhubungan dengan akademisi, pengusaha dan komunitas yang bisa membangun link dengan pemerintah, media dan bahkan perbankan. Ini menjadi factor penting bagi pembangunan reputasi manajemen GIMB Foundation.
Yang terakhir adalah reputasi yang berhubungan dengan produk yang ditawarkan kepada konsumen. Produk-produk yang ditawarkan kepada konsumen adalah berhubungan dengan knowledge, skill dan attitude yang harus dimiliki oleh setiap entrepreneur dalam membangun bisnsi tersebut. Bentuknya adalah kelas GIMB Entrepreneur School, GIMB Training yang didukung oleh hubungan entrepenuer dengan media, perbankan, komunitas, pemerintah, pelaku usaha dan lain-lain.
Inilah yang menjadi bagian dari upaya membangun reputasi yang dijalankan oleh entrepreneur dalam berbisnis dan dimulai dari GIMB Entrepreneur School dan GIMB Foundation sebagai lembaga yang focus memberikan pendidikan dan pengajaran tentang bagaimana menjadi seorang entrepreneur muda sukses berbasis pengetahuan.

 

Tulisan ada di www.gimbfoundation.org

Posted by

KONSISTEN PENGELOLAAN KEUANGAN BISNIS BINAAN

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Salah satu pelajaran yang paling berat dipahami oleh para entreprneuer di bawah GIMB foundation adalah ketika mengajarkan manajemen keuangan dan akuntansi. Materi ini sangat berat karena rata-rata entrepreneur memiliki keterbatasan dalam pengetahuan, keterampilan serta sikap terhadap pengelolaan keuangan perusahaan. Hal ini bisa dimengerti ketika dianalisis banyak factor yang mempengaruhi mereka dalam menjalankan bisnis.
Salah satu nya adalah latar belakang pendidikan para entrepreneur yaitu bukan dari manajemen, khususnya manajemen keuangan.  Ketika entrepreneur dihadapkan pada pilihan untuk menjadi seorang entrepreneur, seringkali mereka terjebak dengan bagaimana bisnis tersebut bisa dijalankan dengan baik akan tetapi, karena keterbatasan dalam pengetahuan, keterampilan dan pengalaman, membuat entrepreneur tidak memahami dengan baik tentang keuangan, sementara, keuangan adalah aspek penting dalam bisnis.

 

Factor lainnya adalah mindset entrepreneur terhadap manajemen keuangan yang seringkali disalah artikan. Keuangan itu adalah pekerjaan nomor dua bagi entrepreneur karena bisa didelegasikan kepada orang orang lain. Jangan terjebak dengan keuangan yang hanya focus kepada bagaimana pekerjaan teknis dan tidak berdampak langsung kepada para entrepreneur dala mengembangkan bisnis tersebut.
Lebih parah lagi, entrepreneur mendapatkan motivasi dari berbagai pihak yang jarang sekali membahas tentang manajemen keuangan dan lebih focus kepada pemasaran dari bisnis mereka. saya jarang sekali menemui motivator yang focus pada keuangan perusahaan atau keuangan para entrepreneur. Yang digambarkan hanya terjadinya transaksi dan kenikmatan menjadi seorang entrepreneur dalam menjalankan bisnis.
Tentu hal ini tidak bisa ditolak, artinya, kondisi yang sudah mengakar dalam diri para entrepreneur. Tinggal bagaimana entrepreneur bisa merubah mindset dan pengetahuan mereka sehingga memilii kapabilitas dlaam pengelolaan keuangan. Hal ini harus disadarkan dan ini dilakukan di GIMB Foundation dengan konteks GIMB Entrepreneur School dimana siswa dan binaan wajib memiliki mindset yang benar dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Pendidikan kepada para entrperneeur dimulai dari bagaimana mereka memisahkan keuangan pribadi dengan usaha usaha sehingga jelas terlihat mana uang perusahaan dan uang pribadi mereka. hal ini bertujuan untuk membangun kesepahaman dengan para entrepreneur bahwa mereka itu seolah-olah bekerja untuk perusahaan dimana mereka menjalankan bisnis tersebut.

 

Hal ini selalu saya lakukan kepada para entrepreneur agar mereka bisa memahami bahwa keuangan itu adalah control yang paling utama bagi setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis dan pastinya akan berdampak kepada bisnis mereka saat ini dan yang akan datang. Harapannya adalah bagaimana entrepreneur memiliki pemahaman yang sama akan hal ini.
Tulisan ada di www.gimbfoundation,org

Posted by

GIMBERS HARUS DIRUBAH MINDSET NYA DULU

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Tantangan yang harus dikalahkan oleh setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis adalah bagaimana mereka memiliki mindset atau sikap mental yang benar dalam menjalankan bisnis. Kenapa disebut sebagai tantangan? Karena tidak semua orang dalam bisnis memiliki mindset yang benar dalam mengawali bisnis mereka sehingga ketika mereka menghadapi masalah dengan bisnis, biasanya akan menyerah dan tidak mau melanjutkan usaha tersebut.
Mindset ini harus menjadi awal yang harus dirubah setiap orang dalam berbisnis. Seringkali ditemui bahwa mereka menggunakan mindset yang penting bisnis jalan dulu, akan tetapi, tidak berfikir bagaimana bisnis itu akan bisa bertahan dalam jangka panjang dan memberikan value yang optimal bagi diri dan orang lain dari bisnis tersebut. Tidak dapat dipungkiri kenyataan ini masih sangat banyak pada diri setiap entrepenuer yang menjalankan bisnis.
Untuk merubah mindset ini, diperlukan upaya yang bersifat terintegrasi dan dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Hal ini berhubungan dengan bagaimana system pendidikan yang ada dan dijalankan oleh beberapa factor yaitu metode, peralatan, materi, fasilitas dan yang tidak kalah penting adalah orang yang memberikan materi tersebut kepada para entrepreneur. Menjadi tugas para entrepreneur dalam menjalankan program perubahan mindset.
Metode menjadi penting karena berhubungan dengan cara merubah mindset dan bagi para entrepreneur yang sudah memiliki usia remaja danpemuda, mereka memerlukan metode yang relevan dan berhubungan langsung dengan bisnis yang mereka jalankan. Perlu bagi entrepreneur focus pada aspek ini karena akan berdampak kepada kesuksesan pendidikan. Konsep andragogi harus dipahami oleh setiap pendidik dalam mengajarkan entrepreneur memiliki mindset yang benar.
Metode andragogi sangat penting dalam membangun pola pengajaran yang berhubungan dengan konteks bisnis yang dijalankan entrepreneur. Jangan hanya focus pada teori saja, akan tetapi, juga pada aplikasi teori dalam bisnsi  yang sebenarnya. Berikan mereka pengalaman dengan bisnis yang sejatinya mereka jalankan.
Peralatan dan fasilitas itu saling berhubungan dan dalam hal ini, diperlukan fasilitas seperti video, flipchart, modul dan lain-lain. Fasilitas itu akan mempengaruhi bagaimana entrepreneur bisa memahami apa yang mereka lakukan dalam bisnis. Dengan melihat, mendengar, merasakan, mencium dan mencicipi akan memberikan pengalaman tersendiri bagi entrepreneur dalam belajar dan merubah mindset yang ada dalam diri mereka masing-masing.
Yang terakhir adalah bagaimana entrepreneur harus diberikan pelajaran dengan instruktur atau pengajar yang memiliki pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan sikap yang benar dalam berbisnis sehingga membuat entrepreneur harus bisa focus pada hal yang berhubungan dengan bisnis dan membuat mindset nya menjadi benar. Inilah yang harus dipahami untuk merubah mindset dan ditambah pada akhirnya dengan pendampingan dan pembinaan kepada setiap entrepreneur.

 

 Tulisan ada di www.gimbers.com, www.gimbfoundation.org

Posted by

ENTREPRENEUR MUDA BERBASIS PENGETAHUAN

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Menjadi entrepreneur yang kuat dalam menjalankan bisnis adalah point utama yang diharapkan oleh manajemen dan pengurus GIMB Foundation ditengah banyaknya entrepreneur  yang tidak mampu menncapai tujuan bisnis mereka yaitu profit, people, planet, sustainability serta bisnis yang terus tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Hal ini harus menjadi perhatian setiap entrepreneur.
Pendidikan sekolah yang tersistematis menjadi point utama ketika entrepreneur akan meningkatkan pengetahuan dan skill mereka dalam berbisnis. Pendidikan adalah kunci untuk mereka meraih sukses danini harus mendapatkan perhatian setiap entrepreneur. Ketika mereka bergabung dengan sekolah bisnis, sudah menjadi kewajiban untuk belajar dengan baik dan konsep sistematis in berhubungan dengan pendidikan yang memiliki SAP dan GBPP.
GIMB Entrepreneur school memang diarahkan untuk memberikan pendidikan informal kepada para entrepreneur agar bisa memiliki knowledge dalam berbisnis. Konsep yang dibangun adalah bagaimana menjadi entrepreneur sukses berbasis knowledge yaitu bagaimana entrepreneur dalam menjalankan bisnis yang mereka pilih tidak lagi pada basis intuisi ataupun pengalaman yang pastinya berbeda dengan konteks bisnis.
Konteks bisnis tersebut bersifat selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi  yang pastinya berdampak kepada bisnis setiap entrepreneur. Sudah pasti setiap entrepreneur harus memiliki pengetahuan yang kuat dalam bisnis mereka masing-masing ketika mereka berharap bisnis tersebut bisa mencapai keunggulan bersaing dan tujuan perusahaan dapat dicapai dengan baik. Sudah menjadi dasar setiap entrepreneur untuk memiliki knowledge.
Pelajaran yang penting sekali bagi entrepreneur adalah teruslah belajar, belajar dan belajar serta entrepreneur diharapkan bisa bergabung dengan lembaga pendidikan dan GIMB Foundation bisa menjadi salah satu alternative bagi para entrepreneur dalam mendapatkan ilmu. Harus ada gabungan antara teori dan praktek dalam proses pembelajaran yang diberikan oleh GIMB Foundation sehingga semuanya akan dirasakan oleh para entrepreneur dengan baik.
Tiga tahun GIMB Foundation sudah menjalankan aktivitasnya, terlihat bagaimana sistem pembelajaran yang dimiliki oleh para entrepreneur dalam berbisnis dan sudah sejatinya system tersebut perlu dimanfaatkan oleh para entrepreneur. Memang GIMB Foundation berbeda dengan lembaga lainnya dimana konsep yang dibangun oleh GIMB adalah bagaimana focus pada peningkatan knowledge, skill dan attitude mereka dalam berbisnis.
Oleh karena itu, GIMB Foundation perlu dimanfaatkan oleh setiap entrepreneur dalam berbisnis, khususnya dalam menganalisis setiap pengetahuan baru dan memberikan value yang optimal ketika entrepreneur mau membuat setiap keputusan bisnis mereka.

 

Tulisan ada di www.gimbfoundation.org

Oleh

MENGINGATKAN VALUES PERUSAHAAN

belbiz
Kang, kok karyawan saya selama ini kurang menyadari dan menjalankan value perusahaan? Padahal saya sudah membuat values tersebut dengan serius dan menggali dari diri sendiri karena akang menyarankan untuk menintegrasikan values pribadi dengan values perusahaan.
Inilah pertanyaan yang saya dapatkan kemaren ketika bicara tentang values dalam program Belbiz, di Radio K-Lite 107,1 FM Bandung. Pertanyaan yang menurut saya sangat mendasar dan harus dijawab dengan hati-hati agar tidak salah diterima entrepreneur muda.
Memang tidak gampang untuk menuliskan values yang dimiliki oleh sebuah perusahaan karena diharapkan values tersebut terlahir dari nilai-nilai yang dimiliki oleh entrepreneur itu sendiri sehingga memudahkan mereka untuk bisa mengikuti dan menjalankan values tersebut.
Akan tetapi, lebih sulit lagi untuk menjalankan values karena inilah yang menjadi critical point bagi setiap entrepreneur untuk bisa berhasil dalam membangun budaya karena values ini adalah bagian penting dalam budaya perusahaan.
Perlu disadari bahwa budaya perusahaan itu menjadi strategic bagi entrepreneur saat ini ditengah tingginya persaingan dan tingginya tuntutan dari konsumen terhadap values yang mereka dapatkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap konsumen meminta values yang superior.
Oleh karena itu, entrepreneur juga harus bisa memiliki nilai yang superior agar bisa memberikan superior values bagi konsumen mereka. Apa yang harus dilakukan entrepreneur?
Entrepreneur harus menjadi orangyang paling depan dalam menjalankan values tersebut sehingga setiap orang dalam perusahaan, termasuk manajemen dankaryawan dapat diingatkan terus tentang values perusahaan. Tidak ada alasan untuk menunda ataupun mendelegasikan pelaksanaan values karena orang pertama itu adalah entrepreneur itu sendiri.
Disinilah tantangan terbesar seorang entrepreneur untuk bisa menjalankan nilai perusahaan mereka dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

Posted by

BELBIZ : TECHNOPRENEUR MENUJU MEA

belbiz
Tadi malam, program Belajar Bisnis atau Belbiz di Radio K-Lite 107,1 FM bersama Sahabat Meriza dan didampimgi oleh Sahabat Kujang dan Sahabat Adam dengan membahas tentang technopreneur menuju Masyarakat Ekonomi Asean yang akan diberlakukan pada tanggal 31 Desember 2015. Tema yang memang diambil untuk mempersiapkan entrepreneur untuk menghadapi MEA.
“Entrepreneur saat ini disibukkan dengan kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan sehingga seolah-olah lupa dengan tantangan yang akan dihadapi diakhir tahun yaitu MEA” kata Sahabat Meriza memulai belbiz. Hal ini memang terlihat bagaiman kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan setiap entrepreneur dengan nilai tukar rupiah yang masih lemah, inflasi yang tinggi.
“oleh karena itu, entrepreneur diharapkan tetapi mempersiapkan diri dan bisnsi mereka untuk menghadapi MEA dan salah satunya adalah memanfaatkan teknologi untuk bisnis mereka yang disebut dengan technopreneur” tambahnya.
Sahabat Wawan Dewanto, ketua program studi kewirausahaan di School of Business and Management ITB menjelaskan konsep MEA dan technopreneur. “MEA harus dilihat sebagai peluang dan ancaman sehingga akan membuat entrepreneur untuk lebih kreatif dan inovatif” kata sahabat Wawan memulai pandanganya. MEA sebagai peluang yang harus dimanfaat oleh setiap entrepreneur dalam berbisnis memasuki pasar yang lebih luas sehingga berkontribusi pada perkembangan bisnis masing-masing.
“untuk itu, entrepreneur harus menjadi technopreneur dan bisa dalam bentuk bisnisnya berhubungan dengan teknologi dan yang kedua, teknologi sebagai support bagi bisnisnya” tambah Sahabat Wawan. “Hal ini bisa dimulai dari penggunaan program yang biasa seperti Microsoft, membuat web sampai sosial media bagi proses bisnis setiap entrepreneur” kata Sahabat Wawan.
Sahabat Meriza juga menjelaskan “teknologi ini dapat membuat proses bisnis atau lebih baik dan mencapai keunggulan bersaing” tambahnya. Contoh yang diberikan dalam diskusi ini adalah sahabat Ibo, yang merupakan mahasiswa SBM ITB. “saya berbisnis roti bakar dengan berbagai topping dan menggunakan IT sebagai tool untuk membantu bisnis saya yang dimulai dari facebook, twitter, sampai instagram” katanya.
Sahabat Adam memberikan ilustrasi bagaimana seorang entrepreneur kalau ingin sukses dituntut untuk memanfaatkan teknologi dan diberikan contoh pada sebuah film. “saya kemaren menonton sebuah film yang berjudul Chef, dan berbisnsi roti bakar dengan konsep food truck serta memanfaatkan social media untuk mengembangkan bisnisnya yang dimulai dari dampak negative dari IT itu sendiri yaitu opini dari food blogger. Tetapi, dia bisa bangkit lagi dalam berbisnis” katanya.
Akhirnya, belbiz diakhiri dengan bagaimana seharusnya entrepreneur merubah mindset bahwa MEA itu ad peluang dan juga memanfaatkan teknologi untuk bisnis nya.

Posted by

GIMB MENGEJAR STANDAR LEMBAGA PENDIDIKAN

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Memiliki sebuah lembaga pendidikan, seperti GIMB Entreprneur School adalah sebuah kebahagiaan karena ada kesempatan untuk berbagi dengan banyak orang dengan memberikan value yang optimal bagi para entrepreneur dalam berbisnis. Kesempatan untuk membentuk sebuah tempat belajar untuk mencapai bisnis yang beneficial dengan bekal pengetahuan dan skill serta attitude  yang benar dalam berbisnis.
Ketika entrepreneur mendapatkan pengetahuan yang kuat dan keterampilan yang baik, maka akan mempermudah entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Oleh karena itu, GIMB Foundation fokus dalam pengembangan kualitas manajerial GIMB Entrepreneur School dan juga mendekatkan diri kepada pemerintah sebagai regulator yang bertanggungjawab pada pengembangan dan peningkatan kualitas lembaga pendidikan, khususnya yang berhubungan dengan entrepreneurship.
Oleh karena itu, pengurus GIMB Foundation fokus dalam mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan sesuai dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia, khhususnya yang berhubungan dengan bagaimana management system yang seharusnya dimiliki oleh sebuah lembaga pendidikan untuk melayani konsumen atau siswa dengan baik.
Standar yang digunakan adalah berdasarkan kepada standar pemerintah yang meliputi standar dalam hal keuangan, standar dalam pemasaran, standar dalam operasi dan standar alam hal sumber daya manusia baik instruktur dan juga staf yang terlibat dalam proses belajar mengajar di lembaga tersebut. Hal ini harus dipahami oleh para pemilik dan GIMB sedang mempersiapkan ini untuk kemajuan sekolah.
Semoga GIMB Entrepreneur School akan terus maju dalam memberikan layanan kepada entrepreneur yang berharap mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang bisnis dan manajemen serta terus ditingkatkan dalam pengalaman mereka untuk mencapai sukses dalam bisnis yaitu profit,people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Oleh Meriza Hendri

GES SIANG; MEMBUAT SOP

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Kelas GIMB Entrepreneur School yang memang diselenggarakan pada hari Sabtu, pukul 14.00 – 17.00 WIB membahas tentang Standard Operation Procedures atau yang lebih dikenal dengan SOP. Materi pelajaran yang sangat berharga bagi para entrepreneur dalam rangka mereka harus memiliki bisnis yang terus berjalan sesuai dengan standar yang ada dan fokus mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh manajemen dan owner.
Hanya saja, entrepreneur dituntut untuk bisa fokus dalam mengembangkan bisnis dan kegiatanyang sudah dijalankan secara rutin, harus bisa didelegasikan kepada karyawan atau orang lain. Waktunya bisa difokuskan untuk membuat keputusan, meningkatkan knowledge, skill dan attitude setiap karyawan dan juga fokus untuk mengembangkan bisnis yang dimiliki oleh para entrepreneur.
Memang tidak mudah. Hal ini tercermin pada apa yang disampaikn oleh para siswa GIMB. “saya hanya berkutat pada kegiatan rutin, kang” kata AJi yang menjelaskan bagaimana kegiatan sehari-harinya hanya fokus pada kegiatan rutin mencari pasar, menghubungi supplier, jasa pengiriman dan juga konsumen.
“saya fokus membeli bahan baku di pasar, mengolahnya dirumah dan menyajikan kepada konsumen berupa sate maranggi” tambah Ardi yang berbisnis sate maranggi dengan nama Malampir. Kedua siswa ini memang menyatakan hal yang hampir sama. Akibatnya? Bisnis mereka tidak berkembang dengan baik dan hanya segitu saja. Tidak ada perubahan yang signifikan dalam bisnis mereka.
Tentu hal ini tidak boleh lama-lama. Pada sabtu kemaren, Kang Meriza mewngajarkan bagaimana entrepreneur harus membuat desain bisnis mereka dengan dasar Standard Operation Procedures (SOP) untuk seluruh aktivitas bisnis mereka, mulai dari keuangan dan akuntansi, pemasaran, operasi, dan sumber daya manusia. Semua aktivitas tersebut harus dibuatkan SOP nya.
“Kita harus menuliskan apa yang kita kerjakan dan mengerjakan apa yang kita tulis” kata Kang Meriza mengawali materi yang berhubungan dengan SOP. “Ini kunci untuk membuat SOP” tambahnya. Memang diajarkan untuk menuliskan apa saja aktivitas yang mereka kerjakan untuk mengembangkan bisnis tersebut dalam keseharian mereka masing-masing dalam bisnis.
Alhamdulillah, para GIMBers bersemangat mengerjakan tugas dari Kang Meriza untuk masing-masing SOP pada keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia. Dengan bekal desain dari kang Meriza, mereka bisa mendalamkan pada bisnis masing-masing. luar biasa, meskipun waktunya singkat, mereka mampu membuat SOP sederhana atas bisnis yang ada sesuai dengan karakter bisnisnya.

Oleh Meriza Hendri

Tulisan ada di: www.gimbers.com

GES PAGI; DESAIN BUSINES MODEL

ges pagi

GIMB IKUT PELATIHAN Program Pemantapan Penilaian Kinerja LKP

Pelatihan
Rabu-Jumat, 26-28 Agustus 2015 GIMB Foundation terpilih menjadi utusan dari Disdik Kota Bandung untuk mengikuti Program Pemantapan Penilaian Kinerja LKP yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, bertempat di Hotel Bumi Makmur Indah Lembang.

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja LKP yang berada dalam cakupan wilayah Jawa Barat sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Pelatihan ini diikuti oleh 127 orang perwakilan dari setiap LKP dan PAUD dari 27 kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Materi pelatihann meliputi h mekanisme evaluasi kinerja LKP dan Sistem Online, Evaluasi Kinerja Perspektif Kelembagaan, Kerjasama dan Kemitraan, Evaluasi Kinerj Perspektif Produktivitas SDM, Evaluasi Kinerja Perspektif Pemasaran, Pengelolaan Pendidik dan Pelayanan stlh Pendidikan dan Perspektif Keuangan, Pengembangan Prosedur Operasionaal Baku (SOP)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Oleh Meriza Hendri