Sekolah bisnis

now browsing by tag

 
 

WALK THE TALK….. MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN

unduhan (1)
Bicara budaya perusahaan, tidak hanya dalam konteks bagaimana entrepreneur mendesain values, belief, habit, bahasa dan komunikasiyang dimiliki oleh perusahaan milik entrepreneur. Memang penting untuk membuat tersebut, akan tetapi, ada satu aspek yang lebih penting yaitu bagaimana mengimplementasikan budaya tersebut.
Menjalankan budaya perusahaan sangat penting dan sifatnya stratejik bagi perusahaan karena berhubungan dengan bagaimana entrepreneur dapat meng-actuating kan rencana dalam budaya perusahaan. Seringkali orang orang terjebak dengan membuat saja, tetapi kurang memperhatikan implementasinya.
Leadership sangat memegang peranan dalam konteks implementasi budaya perusahaan. Leadership berhubungan dengan bagaimaan seorang entrepreneur memiliki pengaruh atas orang-orang yang mereka pimpin. Bisa saja mereka adalah karyawan perusahaan yang memang membutuhkan pengaruh untuk bisa digerakkan.
Leadership terasa penting saat nilai-nilai perusahaan seperti integrity, disiplin, bertanggungjawab, memberikan layanan optimal kepada konsumen dan lain-lain. Nilai-nilai ini sifatnya lebih kepada sesuatu yang dipegang dalam perusahaan, dan untuk mendapatkan manfaatnya, leadership memegang peranan penting dan bersifat stratejik bagi perusahaan.
Model kepemimpinan sederhana yang digunakan adalah walk the talk yang biasanya disebutkan oleh ahli kepemimpinan. Walk the talk menggambarkan bagaimana entrepreneur harus bisa benar-benar berjalan dengan apa yang mereka bicarakan. Bisa jadi komitmen ini yang ditulis adalah bentuk dari talk yang dibahas di atas.
Penting bagi entrepreneur untuk bisa mewujudkan apa yang mereka sampaikan dan tetapkan sebagai peraturan dalam perusahaan untuk dijalankan sendiri dulu. Mereka harus menjadi orang yang paling didepan untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut. Jangan mengandalkan karyawan untuk menjalankan karena itu akan memberikan preseden yang tidak baik bagi entrepreneur.
Pada hakekatnya, entrepreneur itu menjadi role model dalam setiap nilai-nilai yang sudah ada dalam perusahaan. Role model yang membuat setiap orang dalam perusahaan meniru entrepreneur. Jangan sampai tidak sama antara apa yang diucapkan dengan apa yang dijalankan karena itu akan berdampak kepada persepsi yang ada dibenak karyawan.

 

Walk the talk adalah bentuk bagaimana kepemimpinan seorang entrepeneru dalam menjalankan apa yang sudah disepakati dalam bentuk nilai-nilai perusahaan. Kepemimpinan menentukan keberhasilan pembentukan budaya perusahaan dalam bisnis setiap entrepreneur so, hati-hati dengan kepemimpiinan setiap diri entrepreneur.
Tulisan ada di www.nubizontv.com

Posted by

BERFIKIR STRATEJIK DAN ENTREPRENEUR SUKSES

Meriza-Hendri1-150x150
Seringkali orang bertanya kepada saya ketika memberikan sharing berupa pelatihan ataupun ceramah, baik di off air, radio ataupun TV, kenapa seorang entrepreneur itu harus berfikir stratejik, kang Meriza? Pertanyaan yang seringkali disampaikan kepada saya dan membuat saya bertanya, kenapa orang harus bertanya seperti itu?
Pertanyaannya sangat sederhana karena memang berhubungan dengan bisnis yang sudah dipilih oleh para entrepreneur. Kenapa mereka belum menyadari akan hal ini? Padahal, pemahaman akan konsep berfikir stratejik ini sangat penting untuk membuat bisnis para entepreneur bisa mencapai tujuan seperti yang direncanakan.
Saya tidak mencoba untuk berteori dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan tersebut. karena setiap orang pasti memiliki jawaban dan pandangan. Saya mencoba menjawabnya dari pengetahuan dan pengalaman selama membina entrepreneur, baik dikampus maupun di GIMB Entrepreneur dan juga di HIPMI serta berbagai daerah seperti di Jambi, samosir, Makasar, Jogyakarta dan lanin-lain.
Permasalahan ini timbul karena entrepreneur banyak yang berlatar belakang pendidikan bukan bisnis dan manajemen dan ini wajar karena tidak ada batasan yang menyatakan bahwa setiap entrepreneur harus berasal dari lulusan manajemen dan bisnis. Selain itu, konsep ini memang masih rada asing ditelinga dan aplikasikasinya bagaimana dalam konteks bisnis yang dijalankan oleh setiap entrepreneur.
Namun demikian, setiap entrepreneur sudah memilih jalan yang mungkin berbeda dengan jalan pendidikan mereka. Jalan tersebut adalah bisnis dan suka tidak suka, bisnis tersebut sangat erat hubungannya dengan ilmu manajemen. Inilah yang perlu dipahami oleh setiap entrepreneur dalam membuat bisnis mereka bisa tumbuh dan berkembang untuk jangka panjang.
Dalam konteks bisnis dan mananjemen, berfikir stratejik menjadi salah satu hal yang penting dan mendasar agar entrepreneur bisa mengoptimalkan kekuatan dan meminimalisir kelemahan serta memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman yang datang dari lingkungan eksternal, baik mikro, makro maupun global. Inilah faktor yang paling mempengaruhi bisnis setiap entrepreneur saat ini dan yang akan datang.
Berfikir stratejik adalah bagaimana setiap entrepreneur bisa terus menganalisis lingkungan internal dan eksternal bisnisnya dalam membuat setiap keputusan bisnis yang akan diambil. Tidak bisa lagi lingkungan bisnis itu dianggap sebagai ceteris paribus, yang tidak berubah dan tidak berpengaruh terhadap bisnis mereka.
Pengetahuan tentang bagaimana berfikir stratejik ini menjadi penting diberikan kepada setiap entrepreneur. Jelas dengan keterbatasan pengetahuan tadi, membuat entrepreneur membutuhkan knowledge dan skill bagaimana berfikir stratejik tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran dan sharing tentang berfikir stratejik ini perlu diberikan kepada mereka.
Hal ini bisa diawali dengan membuat analisis lingkungan internal dan eksternal dari setiap bisnis entrepreneur itu sendiri. Mereka perlu disadarkan akan lingkungan tersebut dan bagaimana pengaruh terhadap bisnis. Sensitivity entrepreneur perlu ditingkatkan agar dapat menimbulkan kesadaran dan pengetahuan serta kemampuan dalam berfikir stratejik itu sendiri. learning by doing akan bisa mempercepat pengetahuan, pemahaman, penghayatan dan memanfaatkan berfikir stratejik ini dalam bisnis mereka.

 

Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com

Oleh

ILB TALKSHOW

Coaching 1

ILB Talkshow, yang digelar di Bober Cafe Jl Sumatera No. 5Bandung. Selain menghadirkan Deddy Armiyadi, Owner LaundrySi  Kinclong,  juga  menghadirkan  ibu  muda,  Lucy  Mayasanti,Owner Serba Susu Lembang, sebagai pembicara. Talkshow   yang  rutin  diselenggarakan  oleh  GIMBEntrepreneur School ini dipandu oleh Agus Santoso, salah satufounder  GIMB.  Lucy  mengawali  usahanya  dengan  mengelolapeternakan sapi miliknya. Tak memiliki  bekal  ilmu dan passiondalam bidang peternakan, akhirnya Lucy berusaha keras untukpengembangkannya dalam industri pengolahan berbahan susu.Berangkat  dari  kegemarannya  mengolah  makanan,akhirnya  Master  dalam  Ilmu  Psikologi  ini,  mendirikan  industrirumahan pengolahan susu yang diberi nama Serba Susu. Lucytergerak  untuk  memberikan  nilai  tambah  pada  produk  huluberupa susu sapi menjadi berbagai varian produk olahan kreatifdan berkualitas.Hasilnya, setiap jelang weekend, Serba Susu selalu menjadialternatif  tempat  belanja  para  wisatawan  yang  berkunjung  keLembang. Selain itu, Lucy juga mampu mengoptimalkan produksisusu  dari  beberapa  kelompok  ternak  di  Lembang.  Lucy  punmendapat banyak penghargaan dari pemerintah.Sampai  jumpa di  ILB Talkshow berikutnya.  Salam suksesunggul!

HEART BRAIN

agusprofil-150x150

Dalam sebuah sesi training bertema “Brain Management” di GIMB Entrepreneur School (GES), ada seorang alumnus GES yang bertanya, “Kenapa banyak orang berpendidikan tinggi, tapi menjadi koruptor besar dan masuk penjara?” Begitu kira-kira pertanyaannya.

Sebagai pembicara training, saya tertantang untuk mencoba mengurai permasalahan klise ini secara sederhana dalam konsep Brain Management. Jika dicermati, dalam kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan permasalahan serupa. Terkadang, sulit dicerna dengan logika. Tapi, itulah kenyataannya.

Kasus seperti itu saya sebut sebagai “brain error” atau “miss management otak”. Sebuah kesalahan pengelolaan otak, berupa ketidaksinkronan antara otak kepala dan otak jantung (biasa disebut qalbu atau hati).

Apa yang disebut otak jantung? Seorang ahli neurocardiology asal Canada, Dr. John Andrew Armour menemukan bahwa dalam jantung ternyata ada bagian yang dia sebut “little brain” atau “heart brain” yang memiliki struktur yang sama dengan otak di kepala, yakni memiliki 400.000 neuron, bisa memahami, merasakan, menyimpan memori, dan gelombang elektromagnetik tinggi, lebih tinggi daripada otak kepala.

 Berdasarkan penelitian inilah saya temukan bahwa ternyata yang disebut qalbu oleh Rasulullah Muhammad SAW, tak lain adalah “jantung” sebagai organ fisik dan non fisik. Inilah yang disebut sebagai mudghah (segumpal daging), yang jika dia baik, maka baiklah keseluruhannya, dan sebaliknya, jika buruk, maka buruklah keseluruhannya.

Dalam konsep Brain Management yang saya kembangkan, saya mengintegrasikan seluruh potensi kekuatan yang ada di otak kepala (neocortex, limbic, dan reptilian) dengan yang ada di “otak jantung”. Kekuatan-kekuatan inilah yang merupakan kombinasi keseimbangan antara IQ, EQ, dan SQ.

Neocortex memiliki fungsi utama sebagai alat berpikir, analisis, pengetahuan, ilmu, nalar, dll. Bagian limbic berfungsi sebagai pusat emosi dan bagian Reptilian berfungsi sebagai pusat kendali refleks, insting, nafsu, dll.

Sementara, otak jantung yang biasa disebut qalbu atau dalam bahasa Indonesia disebut “hati” (unsur non fisik, bukan organ hati yang dalam bahasa Inggris disebut “liver”) adalah pusat kendali nilai, baik dan buruk, cinta dan benci, dll. Qalbu inilah yang seharusnya menjadi leader, bukan otak kepala.

Jadi, tak heran jika orang berpendidikan tinggi jadi koruptor. Meski Neocortex-nya tahu bahwa korupsi sebenarnya terlarang dan dosa. Jika, Qalbu-nya kotor dan tertutup dari cahaya kebenaran, maka Qalbu-nya hanya sebagai penonton, tak kuasa mengendalikan Reptilian-nya melakukan kejahatan. Qalbu-nya hanya sebagai komentator, setelah perbuatan itu dilakukan.

 

Salam sukses unggul!

Agus Santoso, Founder GIMB | Mahasiswa Magister Manajemen STIE Pasundan Bandung | @agusbipoz | www.gimbers.com


Agus Santoso

GIMB FOUNDATION | GIMB Entrepreneur School
Komplek Grand Surapati Core Blok F10 Lt. 2 Bandung
022-61333669 | 085795553475 | www.agusbipoz.com 

www.gimbfoundation.org | www.gimbentrepreneurschool.com | www.gimbilovebusiness.com | Follow @agusbipoz | Follow @GIMBFoundation

SUKSES BERSAMA WUB JABAR

unduhan (1)

Program Wirausaha Baru Jawa Barat yang diulas kembali dalam Nubiz Bandung TV yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation bersama Bandung TV dan Koran BIsnis Bandung. Tadi malam, Anton Gustoni, Kepala Dinas UMKM Jawa Barat berkenan hadir.

“Program WUB sudah memasuki satu tahun pertama dan Alhamdulillah, sudah bisa mencetak 19.600 an wirausaha  baru” katanya. Memang target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Jawa Barat adalah sebanyak 20.000 wirausaha baru Jabar dengan konsep Jabar Masagi

“Jabar Masagi adalah strategi yang digunakan oleh pemerintah untuk mencapai target 100.000 WUB tersebut” kata Anton. Semuanya bersinergi untuk mencetak wirausaha baru dan pada tahun pertama ini, sudah memperlihatkan hasil yang memuaskan. “Hal ini dapat dilihat pada kegiatan gelar 1000 produk wub Jabar pada tanggal 14 Maret 2015 lalu” katanya.

“Dinas KUMKM juga sudah menjalankan program perekrutan dan sampai saat ini sudah menetapkan target 1500 WUB” kata Aty, kabalatkop dan UMKM Jabar. “ada lebih dari 5000 yang mendaftar dan yang diterima adalah 1500 setelah melewati fase seleksi yang diikuti oleh mereka melalui online” katanya.

Dinas KUMKM jabar memang menjadi koordinator untuk pencetakan 100.000 WUB Jabar dan program tahun ini ditargetkan oleh pemerintah untuk mencapai 1500 WUB baru. Pelatihan bahkan sudah diberikan kepada 100 peserta selama lima hari dalam bentuk pelatihan di kelas sampai dengan benchmarking ke tempat pengusaha sukses selama dua hari.

Tiga orang pengusaha muda yang sudah mengikuti program WUB juga memberikan pendapat bagaimana manfaat yang mereka dapatkan dari program WUB. “Program WUB sudah memberikan value dan pengalaman kepada saya selaku pengusaha sampai bisa memasarkan produk ke luar negeri” kata Milah, owner Rumah Kue Millah. Banyak hal yang dia rasakan dan bisa dimanfaatkan dari program WUB ini.

Lain lagi dengan Teti, owner Ataya Collection yang menyatakan bagaimana dia sampai keluar negeri setelah mendapatkan knowledge, skill dan attitude dari program WUB ini. “saya bisa sampai keluar negeri setelah mendapatkan pelajaran dan pengalaman dari WUB. Saya sangat bersyukur” katanya.

Beda lagi dengan yati, owner YN salon dan merasakan bahwa perubahan yang luar biasa dalam bisnis nya ketika mengikuti program WUB tersebut. Padahal bisnisnya itu ada di Garut dan sudah merasakan manfaat dari program ini.

MANFAATKAN IT

belbiz
Inilah salah satu pelajaran yang sangat penting bagi setiap wirausaha ketika menjalankan bisnis, khususnya dalam pengembangan pemasaran mereka. Milah dari Rumah Kue Milah menjelaskan bagiamana dia mengembangkan pemasaran dengan memanfaatkan IT berupa internet dan social media untuk terus berkomunikasi dan branding produk mereka kepada konsumen.
Banyak halyang perlu diperhatikan oleh wirausaha ketika mereka sudah siap memasarkan produk kepada konsumen. kalau dulu, orang fokus kepada pemasaran off line dan hanya memanfaatkan hubungan pertemanan dan hubungan baik satu sama lain. tentu saat ini perlu direvisi agar memberikan value yang optimal bagi perusahaan.

Setiap orang dalam perusahaan, khususnya entrepreneur sudah harus concern dengan bagaimana mereka membangun bisnis itu sendiri dengan memanfaatkan IT. Inilah salah satu keunggulan anak muda ketika mereka diminta untuk memasarkan produk dengan baik kepada target mereka dan IT menjadi solusinya.
Ketika ini bisa dijalankan, setiap wirausaha akan mendapatkan value yang luar biasa dan dampaknya kepada bisnis adalah akan semakin memberikan value yang optimal ketika itu bisa dikelola dengan baik. Jangan terjebak dengan apa yang selama ini dimiliki karena hanya akan berdampak kepada hal-hal yang sedikit.
Fokuslah kepada IT dan rasakan manfaatnya,,,, demikian lah anak muda seringkali sampaikan dan rasanya, ketika dihubungkan dengan konsep strageic management, itu akan sangat terasa ketika bisnsi itu bisa dijalankan secara bersamaan dengan IT.
Competitive advantage sebagai tujuan bisnis akan bisa tercapai dengan hal ini. so.. mari manfaatkan IT
Tulisan ada di www.belbizonradio.com

Oleh 

PELUANG BISNIS

ISMBEA-2014
Setiap hari harus dilihat sebagai sebuah peluang dan tentu juga tidak dilepaskan dari ancaman dari setiap bisnis itu sendiri.. Rasanya, kalimat ini perlu dicerna dengan lebih baik oleh setiap wirausaha dalam menjalankan usaha ketika banyak orang yang mulai pesimis dengan kondisi lingkungan bisnis, seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya serta teknologi. apalagi dalam konteks konsumen, pesaing, distributor dan juga supplier.

Perlu direnungkan bahwa menjadi wirausaha itu memang dituntut untuk bisa menjadi seorang ahli strategi dalam bisnis dan disinilah tantangannya ketika mereka akan menjadi seorang yang sukses dalam berbisnis, harus bisa memanfaatkan setiap peluang yang relevan dengan bisnis mereka itu sendiri. Tidak boleh menyerah dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi dan sejatinya harus diambil sebagai sebuah peluang.
Pada hari ini, khususnya bulan ini, akan banyak sekali kejadian yang akan sangat berpengaruh terhadap bisnis para wirausaha dalam menjalankan bisnis mereka. Kemaren saja, nilai rupiah selalu diatas Rp. 13.000, meskipun banyak yang tidak membahasnya secara mendalam. Lalu, situasi politik yang memanas ketika akan diperingatinya hari kebangkitan nasional.
Belum lagi perubahan lingkungan lainnya. tentu sebagai wirausaha perlu kembali kemindset untuk mencapai sukses dimana perubahan lingkungan ini adalah sesuatu yang sudah pasti dan tidak akan bisa dirubah lagi. Perubahan yang akan berdampak kepada bisnis itu sendiri, baik sebagai ancaman ataupun peluang sehingga dua-duanya perlu disikapi dengan positif.
Perlu setiap wirausaha untuk berfikir positif dan fokus dalam menjalankan bisnis dengan melihat setiap perubahan lingkungan itu akan berdampak kepada peluang dan ancaman. sejatinya wirausaha itu akan selalu mencari sebuah peluang untuk bisnisnya agar bisa terus sukses mengembangkan bisnis saat ini dan yang akan datang. bagaimana dengan anda? hmmm…

Oleh

STRATEGI PEMASARAN UMKM

“UMKM harus memahami dengan baik strategi pemasaran dan menjalankannya dalam bisnis tersebut,,”kata Meriza ketika ditanya oleh Kujang S, penyiar Radio K-Lite dalam program Belbiz on Radio K-Lite pada Jumat, 15 Mei yang lalu. Memang tema yang diangkat berhubungan dengan strategi pemasaran yang seringkali menjadi permintaan banyak sahabat K-Lite ketika mendengar program Belbiz ini.

“sebagai seorang pebisnis, sudah sejatinya memahami konsep bahwa bisnis itu berhubungan dengan bagaimana memindahkan uang dari saku konsumen kepada saku entrepreneur” tambahnya. Filosofi ini menjadi dasar bagaimana knowledge, skill dan attitude yang sebenarnya harus dimiliki oleh setiap entrepreneur untuk sukses dalam berbisnis.

Kunto Aji, pemimpin cabang Bank BJB Purwakarta setuju dengan pernyataan ini. “sudah seharusnya seorang wirausaha bisa fokus dalam memasarkan produk karena percuma produk yang bagus diproduksi oleh setiap entrepeneur, sementara tidak ada yang beli…” katanya. Konsep pemasaran menjadi kunci sukses setiap pebisnis dan itu sejatinya menjadi point untuk mencapai kesuksesan.
“Apalagi untuk bisnis yang berhubungan dengan fashion dan kuliner, dimana saat ini sangat digemari oleh masyarakat” kata Kunto. Dimasyarakat, sangat berkembang kedua bisnis ini sehingga diperlukan konsep pemasaran yang kuat dan memiliki differensiasi yang jelas.
Kedua pendapat diatas didukung oleh Milah, owner Rumah Kue Milah yang menjadi narasumber pada program Belbiz malam itu. Milah yang berbisnis kue menjelaskan bagaimana mulanya berbisnis kue yang memang berangkat dari motif bakat “kubutuh” tetapi selanjutnya berkembang sesuai dengan peluang yang dimilikinya.
“saya memulai dari bakat kubutuh untuk biaya kuliah, tetapi semakin kesini mendapatkan peluang untuk mengembangkan bisnis ini” katanya. Disinilah pelajaran yang disampaikan oleh Meriza bahwa bisnis itu butuh percepatan untuk bisa bersaing di pasar yaitu dimulai dari potensi diri. “Potensi diri yang dikembangkan menjadi bisnis akan mempermudah berjalanannya bisnis” kata Meriza.
Teti, owner Ataya Collection juga memberikan gambaran bagaimaan dia memulai bisnis. “saya dulunya adalah karyawan perusahaan garment dan saat ini mengembangkan bisnsi tersebut..”katanya.  Inilah awal pengembangan bisnisnya sehingga mulai bisa menghasilkan produk yang sesuai dengan need, want dan demand konsumen.
Belbiz malam itu juga membahas konsep dasar pemasaran sehingga dapat memberikan gambaran bagaimana seharusnya seorang wirausaha mengelola pemasaran untuk bisa mencapai keunggulan dalam bisnisnya.

 

Oleh

FOKUS PADA MINDSET

Semakin hari, semakin banyak saja tantangan setiap wirausaha dalam menjalankan bisnis, khususnya yang berasal dari lingkungan di sekitar mereka. Tantangan yang berhubungan dengan politik, ekonomi, sosial dan budaya serta teknologi yang pada akhirnya menjadi faktor kunci dalam hubungan bisnis setiap entrepreneur dalam konteks konsumen, pesaing, distributor serta center atau supplier bagi produk setiap wirausaha.
Rasanya, tidak ada henti-hentinya perubahan terjadi dalam lingkungan bisnis setiap wirausaha, khususnya lingkungan politik dan ekonomi yang mengalami perubahan begitu cepat dan bahkan berdampak kepada bisnis yang sangat signifikan karena sangat terasa dan kelihatan secara jelas oleh setiap wirausaha. Ekonomi dan politik sangat erat hubungannya dalam bisnis.
Disinilah tuntutan kepada setiap wirausaha untuk mulai fokus dalam mengembangkan dan meningkatkan mindset dalam berbisnis atau entrepreneurial mindset yang sejatinya menjadi sebuah kekuatan dalam diri setiap wirausaha. Bisa dilihat saat ini banyak anak muda yang memilih entrepreneurship sebagai sebuah pilihan hidup dengan beralih pada membangun bisnis, baik sendiri maupun bekerjasama dengan teman-teman mereka.
Pada awalnya, boleh saja menjadi seorang wirausaha dengan modal awal yang memiliki karaktersitik cenderung nekat. Memang itu diperlukan sebagai langkah awal yang harus diambil oleh setiap calon entrepreneur sukses. Akan tetapi, tidak boleh selamanya seperti itu. Adakalanya setiap entrepreneur harus bisa merubah mindset mereka yang awalnya adalah seorang entrepreneur, akan tetapi menjadi seorang manajer.
Mindset itu berhubungan dengan sikap mental mereka dalam menjalankan bisnis dan sangat lekat dengan bagaimana mereka melihat sebuah peluang dari kondisi lingkungan yang begitu cepat perubahannya sehingga bila tidak bisa mengantisipasi perubahan, maka akan berdampak kepada bisnis mereka jangka panjang. Atau malah sebaliknya, sebuah ancaman yang harus diambil sikap agar tidak terjerumus kepada dampak ancaman tersebut.
Mindset ini harus dikembangkan dan diasah dengan melihat kondisi lingkungan bisnis dan juga sejauh mana peluang dan ancaman tersebut berpengaruh kepada bisnis setiap wirausaha. Tidak bisa dipungkiri bahwa hal itu akan selalu dirasakan oleh setiap entrepreneur ketika mereka membangun bisnis untuk saat ini dan  yang akan datang.

 

Mindset itu sangat dinamis dan fokus seseorang untuk menumbuhkembangkan akan sangat menentukan kedepannya. Teruslah mengasah dan mendalami mindset bisnis agar setiap perubahan lingkungan bisnsi yang akan berdampak kepada peluang dan ancaman bisa ambil sikap yang lebih awal dan bermanfaat bagi bisnis. Intinya adalah peluang bisa dioptimasi dan ancaman bisa diminimalisasi… bagaimana dengan anda?… hmm…..
Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com

Oleh

PELATIHAN WUB 2015 DINAS UMKM DIMULAI

cropped-Logo-GIMB-Foundation-Merah.jpg
Minggu ini adalah minggu yang sangat special bagi para wirausaha baru Jawa Barat karena setelah mengikuti riuhnya peringatan Konferensi Asia Afrika yang sudah berlangsung selama kurang lebih satu minggu dan bahkan masih berjalan sampai akhir bulan April 2015, para wirausaha muda Jabar yang sudah mengikuti seleksi program yang sudah digagas oleh Gubernur Ahmad Heryawan sejak tahun 2014. Program yang menjadi salah satu satu program unggulan untuk mencetak wirausaha muda sukses berbasis pengetahuan.
Memang acara peringatan Konferensi Asia Afrika kemaren juga menjadi ajang bagi wirausaha muda untuk mengembangkan bisnis mereka dan secara teknis, terlihat betapa banyaknya wirausaha yang terlibat dalam acara ini sebagai relawan ataupun menjadi bagian dari panitia yang sudah membuat acara tersebut berjalan dengan lancara. Banyak sekali wirausaha yang terlibat dan pelajaran dan pengalaman dari acara ini menjadi sebuah social capital yang tidak bisa diabaikan untuk membangun bisnis menjadi tumbuh dan berkembang.
Sekarang, saatnya wirausaha baru Jabar, khususnya yang sudah mengikuti seleksi pencetakan 100.000 wirausaha baru Jabar tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas UMKM Jabar, untuk mulia mempersiapkan diri dalam program pelatihan yang akan mereka dapatkan selama beberapa hari di Balatkop Dinas UMKM Jabar. Pelatihan yang berupakan bagian dari benefit yang didapatkan oleh setiap wirausaha baru Jabar.
Agar kegiatan ini dapat memberikan value yang optimal bagi wirausaha baru Jabar sehigga mereka mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang benar dalam berbisnis. Pada akhirnya, dapat membuat bisnis mereka mendapatkan profit, memberikan manfaat bagi banyak orang (people), menjaga kelestarian lingkungan alam (planet)  dan berkelanjutan dalam 10 tahun kedepan (sustainability) serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Oleh karena itu, perlu memperhatikan beberapa hal sehingga nantinya 1500 WUB yang dicetak oleh Dinas UMKM dapat mencapai tujuannya. Pertama, perlu mempersiapkan diri setiap calon WUB tersebut tentang apa yang akan mereka lakukan selama pelatihan. Hal ini penting karena mereka akan menjadi actor utama dan bahkan factor penentu untuk keberhasilan pelaksanaan program WUB itu sendiri. Kesamaan persepsi akan memudahkan pencapaian tujuan pelaksanaan WUB.
Kedua, instruktur pelatihan yang memiliki knowledge, skill, attitude serta pengalaman bisnis yang relevan dengan wirausaha. Hal ini penting karena calon WUB itu sudah memiliki komitmen, rencana dan bahkan bisnis itu sendiri. Mereka membutuhkan instruktur yang bisa memberikan sharing pengethauan, pengalaman, sikap dan bahkan tips-tips bisnis yang bisa digunakan oleh wirausaha dalam menghadapi masalah bisnis mereka.
Ketiga, materi yang diberikan juga menjadi factor kunci sukses dalam pelatihan ini. Jangan sampai materi tidak relevan dengan yang dibutuhkan oleh peserta WUB. Oleh karena itu, perlu diberikan materi yang sesuai dengan tingkat bisnis yang sudah dijalankan. Pembagian atas tiga kelompok itu penting dimana ada yang baru berencana untuk menjalankan bisnis, sudah menjalankan bisnis antara 1 – 3 tahun dan sisanya, bisnis yang sudah berjalan antara 3 – 5 tahun. Keseuaian materi menajdi penting.
Keempat, metode pelatihan dan fasilitas yang diperlukan selama pelatihan juga menjadi factor kunci yang perlu disiapkan. Karena, material tidak akan dipahami dengan baik bila tidak didukung oleh metode dan fasilitas sehingga mereka akan lebih mudah mengerti. Berikan contoh, diskusi kelompok, simulasi, pemutaran film, studi kasus adalah beberapa metode yang penting untuk digunakan. Kemudian, laptop, infocus dan lain-lain menjadi penting sebagai fasilitas pendukung.

 

Yang terakhir adalah bagaimana disiapkan evaluasi atas pelatihan yang diberikan,sehingga diketahui perubahan atas pengetahuan, keterampilan serta sikap mereka dalam berbisnis. Inilah yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara pelatihan bagi WUB dan juga peserta WUB dinas UMKM itu sendiri sehingga tujuan bisa tercapai secara efektif dan efisien. Selamat mengikuti pelatihan….
Tulisan ada di Koran Bisnis Bandung

Oleh