sekolah entrepreneur di bandung

now browsing by tag

 
 

Pentingnya Online Marketing bagi Pengusaha, GIMB Entrepreneur School Batch 39

pembicara-internet-marketingbekti-pakuhaji-www-professionaltrainingcenter-net-0822-18-66-88-76Pembelajaran pada kelas terakhir hari ini di sekolah entrepreneur GIMB Entrepreneur School diikuti oleh 10 orang. Semua peserta sangat antusias dalam mengikuti kelas ini.

Kelas yang membahas tentang internet marketing, memulai bisnis online secara mudah, dan bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai sarana jualan. Dan pembahasan tentang langkah-langkah memulai marekting online yang dipandu langsung oleh Bp. Bekti Soehartono sebagai pengajar dan praktisi internet marketing serta kursus internet marketing sebagai berikut, diharapkan dengan langkah mudah ini dapat menghasilkan Side Income di Internet, dapat membantu anda dan meningkatkan penghasilan anda berlimpah ruah dan makmur.

Continue reading “Pentingnya Online Marketing bagi Pengusaha, GIMB Entrepreneur School Batch 39” »

ENTREPRENEUR MUDA BERBASIS PENGETAHUAN

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Menjadi entrepreneur yang kuat dalam menjalankan bisnis adalah point utama yang diharapkan oleh manajemen dan pengurus GIMB Foundation ditengah banyaknya entrepreneur  yang tidak mampu menncapai tujuan bisnis mereka yaitu profit, people, planet, sustainability serta bisnis yang terus tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Hal ini harus menjadi perhatian setiap entrepreneur.
Pendidikan sekolah yang tersistematis menjadi point utama ketika entrepreneur akan meningkatkan pengetahuan dan skill mereka dalam berbisnis. Pendidikan adalah kunci untuk mereka meraih sukses danini harus mendapatkan perhatian setiap entrepreneur. Ketika mereka bergabung dengan sekolah bisnis, sudah menjadi kewajiban untuk belajar dengan baik dan konsep sistematis in berhubungan dengan pendidikan yang memiliki SAP dan GBPP.
GIMB Entrepreneur school memang diarahkan untuk memberikan pendidikan informal kepada para entrepreneur agar bisa memiliki knowledge dalam berbisnis. Konsep yang dibangun adalah bagaimana menjadi entrepreneur sukses berbasis knowledge yaitu bagaimana entrepreneur dalam menjalankan bisnis yang mereka pilih tidak lagi pada basis intuisi ataupun pengalaman yang pastinya berbeda dengan konteks bisnis.
Konteks bisnis tersebut bersifat selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi  yang pastinya berdampak kepada bisnis setiap entrepreneur. Sudah pasti setiap entrepreneur harus memiliki pengetahuan yang kuat dalam bisnis mereka masing-masing ketika mereka berharap bisnis tersebut bisa mencapai keunggulan bersaing dan tujuan perusahaan dapat dicapai dengan baik. Sudah menjadi dasar setiap entrepreneur untuk memiliki knowledge.
Pelajaran yang penting sekali bagi entrepreneur adalah teruslah belajar, belajar dan belajar serta entrepreneur diharapkan bisa bergabung dengan lembaga pendidikan dan GIMB Foundation bisa menjadi salah satu alternative bagi para entrepreneur dalam mendapatkan ilmu. Harus ada gabungan antara teori dan praktek dalam proses pembelajaran yang diberikan oleh GIMB Foundation sehingga semuanya akan dirasakan oleh para entrepreneur dengan baik.
Tiga tahun GIMB Foundation sudah menjalankan aktivitasnya, terlihat bagaimana sistem pembelajaran yang dimiliki oleh para entrepreneur dalam berbisnis dan sudah sejatinya system tersebut perlu dimanfaatkan oleh para entrepreneur. Memang GIMB Foundation berbeda dengan lembaga lainnya dimana konsep yang dibangun oleh GIMB adalah bagaimana focus pada peningkatan knowledge, skill dan attitude mereka dalam berbisnis.
Oleh karena itu, GIMB Foundation perlu dimanfaatkan oleh setiap entrepreneur dalam berbisnis, khususnya dalam menganalisis setiap pengetahuan baru dan memberikan value yang optimal ketika entrepreneur mau membuat setiap keputusan bisnis mereka.

 

Tulisan ada di www.gimbfoundation.org

Oleh

GIMB MENGEJAR STANDAR LEMBAGA PENDIDIKAN

NEW GIMB ENTREPRENEUR SCHOOL Logo Polos
Memiliki sebuah lembaga pendidikan, seperti GIMB Entreprneur School adalah sebuah kebahagiaan karena ada kesempatan untuk berbagi dengan banyak orang dengan memberikan value yang optimal bagi para entrepreneur dalam berbisnis. Kesempatan untuk membentuk sebuah tempat belajar untuk mencapai bisnis yang beneficial dengan bekal pengetahuan dan skill serta attitude  yang benar dalam berbisnis.
Ketika entrepreneur mendapatkan pengetahuan yang kuat dan keterampilan yang baik, maka akan mempermudah entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Oleh karena itu, GIMB Foundation fokus dalam pengembangan kualitas manajerial GIMB Entrepreneur School dan juga mendekatkan diri kepada pemerintah sebagai regulator yang bertanggungjawab pada pengembangan dan peningkatan kualitas lembaga pendidikan, khususnya yang berhubungan dengan entrepreneurship.
Oleh karena itu, pengurus GIMB Foundation fokus dalam mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan sesuai dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia, khhususnya yang berhubungan dengan bagaimana management system yang seharusnya dimiliki oleh sebuah lembaga pendidikan untuk melayani konsumen atau siswa dengan baik.
Standar yang digunakan adalah berdasarkan kepada standar pemerintah yang meliputi standar dalam hal keuangan, standar dalam pemasaran, standar dalam operasi dan standar alam hal sumber daya manusia baik instruktur dan juga staf yang terlibat dalam proses belajar mengajar di lembaga tersebut. Hal ini harus dipahami oleh para pemilik dan GIMB sedang mempersiapkan ini untuk kemajuan sekolah.
Semoga GIMB Entrepreneur School akan terus maju dalam memberikan layanan kepada entrepreneur yang berharap mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang bisnis dan manajemen serta terus ditingkatkan dalam pengalaman mereka untuk mencapai sukses dalam bisnis yaitu profit,people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Oleh Meriza Hendri

Rapat Pengurus HIPMI JABAR

web hipmi imagesKemarin siang, setelah jumatan, Kang Meriza tergesa-gesa ke Hotel D’summit Bandung yang berada di Jalan Seram untuk mengikuti rapat pengurus HIPMI Jabar dan membahas beberapa agenda penting untuk kegiatan HIPMI Jabar dan juga rencana program kedepan. Luar biasa, bertemu dengan teman-teman pebisnis yang sudah sukses dengan bisnis mereka sehingga membuat ‘warna” dalam kepengurusan semakin beragam.
Rapat ini juga diikuti oleh calon pengurus baru yang diundang oleh Kang Yedi dan Kang Avip selaku ketua dan sekretaris HIPMI BPD Jabar. Hal ini berhubungan dengan salah satu agenda yang dibahas dalam rapat tersebut yaitu bagiamana memberikan kesempatan pada penyegaran dalam pengurus HIPMI BPD Jabar.
Bahasan selanjutnya adalah evaluasi tentang kegiatan yang sudah dilakukan dan dikerjakan oleh pengurus dan salah satunya adalah bagaimana kegiatan dalam HIPMI Jabar peduli dan juga kegiatan lainnya yang relevan dengan bagaimana setiap kegiatan tersbeut memberikan manfaat bagi banyak orang, khususnya masyarakat sekitar yang terkena bencana.
Kang Meriza juga memberikan laporan tentang kegiatan bidang 8 dimana beliau terlibat disitu. Ada program KCR atau Kredit Cinta Rakyat for HIPMI yang diberikan kepada anggota HIPMI yang memenuhi syarat mendapatkan kredit dari Bank BJB dan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis mereka. Kedepannya akan dillaunching bersamaan dengan Rapat Kerja Daerah Pengurus HIPMI BPD Jabar

Dikarenakan Kang Meriza harus mengajar di Universitas Widyatama, jam 15.30 WIB beliau harus meninggalkan rapat dan meminta ijin kepada Kang Yedi, Kang Avip, Kang Aman dan juga pengurus lainnya.

ILB #28 , RESEARCH BRAND with Fachry Rozi

ILB #28

ILB #28

Fakta menunjukan keberhasilan sebuah perusahaan  Membangun branding  di zaman sekarang, ternyata memiliki perbedaan  bila dibandingkan dengan keberhasilan  membangun brand  di masa lalu. Kita bisa bedakan, dimasa lalu, relative sulit dan membuthkan proses dalam waktu lama , sedangkan sekarang  relative lebih mudah dan cepat, tapi ingat mudah dan cepat bagi yang tau ilmunya .  Fachry Rozi, pemateri di Fun Disucussion ILBGladiator 28 berkata “ada org yang mengetahui efektif atau tidaknya sebuah brand di bulan ke 10, setelah dia mengalaminya sendiri dengan melihat feedback dari pasar, lalu ia pun mengevaluasinya. Dengan Research, kita tidak perlu menunggu 10 bulan untuk mengetahui evaluasi tersebut, dengan kata lain, Brand Research membuat kita berjalan selangkah  lebih jauh didepan. Fun Discussion di I Love Business Gladiator 30 September 2013, diadakan di UrsGrandDago Food market ,FO Antropology dago 152,  menghadirkan  Muhammad Fachryozi, seorang anak muda yang lama berkarir sebagai Analyst Program Development  disebuah perusahaan konsultan marketing Terbesar di Indonesia, selain itu juga ia pernah menjabat sebagai ketua BEM fakultas Ekonomi UNPAD dan bergabung dalam Forum Bandung Strategic Leader I Love Business Gladiator Oktober hadir dengan  Tema ” Oktober Remember” , amunisi-amunisi untuk memenangkan kompetisi business akan di sajikan sepanjang bulan oktober . Info 314c229b

Mengakhiri Sesuatu yang Diawali

Dalam satu diskusi kemaren, saya mendapatkan satu statement yang sangat berharga menurut saya. Statement yang bisa membuat saya tersadar. Kenapa demikian? Karena pernyataan ini mengingatkan saya tentang suatu tugas yang harus diselesaikan. 
 
Namun demikian, hal ini juga menyangkut tentang bagaimana responsibility atau tanggung jawab kita terhadap suatu pekerjaan. Tanggung jawab yang mungkin bagi sebagian orang kurang diperhatikan. akan tetapi, menjadi sangat penting untuk menentukan kesuksesan seseorang dalam bekerja tersebut. 
 
Pernyataannya sangat sederhana. Bagaimana mengakhiri sesuatu yang sudah diawali. Hmmmm…. apa maksudnya? Maksudnya adalah bagaimana suatu pekerjaan yang sudah mulai harus diselesaikan sampai akhir. Bekerja sampai akhirlah, itu kurang lebih maknanya. 
 
Pelajaran yang sangat berharga yang dapat saya ambil dari kalimat tersebut adalah kita harus bertanggung jawab dengan pekerjaan kita sendiri. Bekerja sesuai dengan rencana dan kesepakatan yang sudah dibuat. hal ini tidak mudah bagi setiap orang yang kurang memahami makna pekerjaan.
 
Oleh karena itu, marilah kita renungkan kalimat tersebut. Bekerja sesuai dengan rencana untuk mencapai tujuan. Tujuan yang sudah ditetapkan bersama. Sehingga, kita tidak dianggap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi, orang yang bertanggung jawab dalam  pekerjaan. Sukses buat kita hari ini…
By : Meriza Hendri

I Love Business #20 Bersama MotivaKreatif Achmad Faisal

I Love Business 20 bersama Achmad Faisal

Setelah beristirahat seminggu kemarin karena dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan, kini program inspiring GIMB kembali hadir seperti biasa di setiap minggunya. Tidak terasa, minggu ini I Love Business GIMB sudah memasuki I Love Business yang ke 20.

 
Kali ini, I Love Business 20 mengundang Achmad Faisal sang Motivakreatif, BioActivist, dan STIFIn Consultant menjadi pembicara dengan tema “Berbisnis Ala Rosulullah”
 
Seperti fase awal para pebisnis pemula, sebelum menemukan passion bisnisnya, Achmad Faisal memulai business dengan  mencoba-coba.  Dimulai dari distro, konveksi sampai kerudung dia sempat menjualnya.
 
Kehidupan sebagai aktifis membekali dia communication skill yang memadai. Sehingga akhirnya dia menjalani profesi sebagai trainer. 
 
Pembawa acara kita Anggasa membuka acara dengan mulusnya sehingga mencairkan suasana yang sedang dingin karena hujan lebat menjadi hangat dan penuh tawa.
 
Hati, ikuti kata hati.  Begitu pesan beliau pada peserta dan sekaligus menjadi kata penutup Achmad Faisal dalam menyampaikan materi beliau.
 
I Love Business adalah salah satu program rutin yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation setiap Senin, pukul 16.00 – 18.00 WIB di UGD (Antropology Fashion Outlet). Program ini dirancang untuk memberikan sharing pengetahuan, keterampilan dan attitude bagi para pengusaha muda dalam rangka menciptakan a knowledge based entrepreneur atau pengusaha yang berbasis pengetahuan.
Banyak entrepreneur yang sudah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam acara ini yaitu Anne Ahira, Wiwied C59, Perry Tristianto, A Deda MQ Group, Axl Maicih, Jody Bober & J&C Cookies, Aman Kaos Kaki Soka, Abu Marlo, Agustina Restaurateur, Donie Pangestu, Anita Hairunnisa, Mr.Q STEC, Afnil Exportir, Surya Kresnanda, Herdi Produser Bandung TV, Gufron owner Uda Gembul, Riezka Rahmatiana owner Pisang Ijo Justmine dan lain-lain.
 
Acara ini gratis dan terbuka untuk umum dan bagi Anda yang berminat untuk mengikutinya, silahkan datang ke UrsGD ( Antropology Fashion Outlet ) atau mendaftar ke GIMB Foundation. Adapun GIMB Foundation adalah yayasan yang bertujuan untuk menciptakan a knowledge based young entrepreneur melalui berbagai program yang menarik yaitu GIMB Entrepreneur School, GIMB Coaching setiap Rabu dan Jumat, Field Trip ke perusahaan dan juga acara pameran dan buka stand di Car Free Day.
 
Untuk membantu pemasaran bisnis teman-teman, juga dibantu lewat website GIMB Foundation yaitu www.gimbfoundation.org, media cetak/koran dan majalah bisnis, radio dan televisi.
 
Dengan visi To Be The Most Trusted Foundation To Create A Successful Knowledge Based Entrepreneur, kami mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi dalam berbagai program ini. GIMB Foundation beralamat di Komplek Grand Surapati Core, Blok F10 Lantai 2, Jl PHH Mustofa 39 Bandung, Telp 022-61333669.

Menciptakan Learning Organization

Perjalanan setiap organisasi adalah layaknya seperti perjalanan diri manusia juga. Perjalanan bagaimana organisasi mulai berdiri, tumbuh berkembang sampai organisasi tersebut besar. Semua itu adalah proses hidup setiap organisasi.

Satu hal yang sangat penting untuk dipahami adalah bagaimana organisasi tersebut harus terus belajar. Belajar dari apa yang dilewati adalah sangat penting. Itu yang pertama.

Proses yang dilewati oleh organisasi mengandung banyak sekali pelajaran. Inilah yang harus disadari. Kedua, pelajaran dari setiap kejadian harus di manage atau dikelola, dari creating, structuring, sharing dan applying. Itu yang disebut dengan knowledge management.

Ketiga, membangun kesadaran setiap insan dalam organisasi akan pentingnya nilai pengetahuan atas apa yang dialami dalam organisasi. Keempat, setiap karyawan mencatat apa yang dialami di organisasi. Ini penting.

Kelima, membagikan apa yang didapat tersebut kepada teman-teman anggota organisasi. Keenam, memanfaatkan setiap pengetahuan dalam organisasi melalui setiap masalah yang dihadapi organisasi.

Ketujuh, organisasi perlu menyediakan perpustakaan yang berisikan buku, majalah ataupun sumber pengetahuan lainnya. Kedelapan, perlunya mendorong anggota organisasi memberikan apresiasi bagi anggota yang terus membaca berbagai sumber pengetahuan.

Dengan menjadi learning organization, organisasi kita akan semakin maju, tumbuh dan berkembang. Sukses ya buat kita hari ini.

By : Meriza Hendri

Memperkuat Komitmen Diri

Seringkali dalam mengerjakan setiap aktivitas bisnis saat ini, orang menghadapi turun naiknya semangat dan bahkan komitmen diri. Hal ini wajar karena berhubungan dengan perubahan lingkungan. Yang dalam diri setiap individu, lingkungan itu berhubungan dengan diri dan luar.

Saya merasa perlu membahas ini kembali karena berhubungan dengan keberhasilan kita dalam bisnis. Pada akhirnya, dirasakan bahwa keberhasilan organisasi yang notabene adalah bisnis kita, sangat ditentukan oleh komitmen. Komitmen diri setiap anggota dalam perusahaan.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Pertama, kembali kepada tujuan utama diri dalam bisnis. Kedua, kembali melihat tujuan bisnis itu sendiri. Ketiga, menyelaraskan tujuan diri dengan tujuan bisnis.

Keempat, terus belajar dari orang sukses bagaimana mereka mengembangkan dan meningkatkan komitmen diri dalam bisnis.

Kelima, dalam suatu buku yang saya baca kemaren, road to success, dijelaskan bagaimana kita membuat peta jalan untuk mencapai sukses diri dan bisnis kita. Peta jalan ini penting agar tetap menjaga komitmen diri.

Keenam, memtivasi setiap karyawan untuk menjaga komitmen. Dalam buku juga yang baru, taking people with you, digambarkan bagaimana setiap pemimpin, termasuk kita, mampu membawa tim kita untuk bersama-sama menggapai mimpi. Komitmen akan muncul disana.

Ketujuh, memberikan penghargaan dari setiap capaian atas komitmen yang diberikan. Pengalam saya kemaren menunjukkan bahwa nilai diri kita sangat ditentukan oleh komitmen diri dalam pekerjaan. Sukses buat kita semua ya.

By : Meriza Hendri

Pengembangan Entrepreneur di Jawa Barat, HU Bisnis Bandung 12 Juli 2013

Pengembangan Entrepreneur di Jawa Barat

Meriza Hendri,
Mahasiswa Program Doktor Manajemen Bisnis, Unpad
Dosen Universitas Widyatama, bandung, Dewan pembina GIMB Foundation

Tingginya minat para anak muda untuk menjadi entrepreneur di Jawa Barat adalah fenomena yang sangat menarik dan patut untuk disyukuri. Perjalanan ke berbagai kota dan Kabupaten di provinsi ini menunjukkan fakta bahwa memang para anak muda di Jawa Barat ingin menjadi entrepreneur.

Namun demikian, kondisi ini perlu dicermati dengan baik. Hal ini baru sampai pada tahap minat dan sedikit yang menjalankan bisnis dengan baik. Apalagi bisnis yang bisa tumbuh dan berkembang dari mikro, kecil, menengah dan menjadi besar. Bila bisa tumbuh dan berkembang bisnisnya, barulah para anak muda memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Jawa Barat. Hal ini bukan karena ketidakmampuan mereka, tetapi, belum optimalnya sinergi dari para stakeholder di Jawa Barat untuk berintegrasi menumbuhkembangkan para entrepreneur muda tersebut.

Tiga stakeholder utama yang perlu melakukan sinergi dalam pengembangan entrepreneur muda adalah academician (akademisi), Business (para pelaku bisnis) dan Government (pemerintah) yang sering disebut dengan ABG. Selama ini, masing-masing pihak sudah melakukan pengembangan entrepreneurship di Jawa Barat.

Para akademisi di kampus dan sekolah memiliki program pengembangan entrepreneurship melalui kurikulum, pelatihan dan pembinaan melalui berbagai kegiatan mahasiswa dan siswa di kampus dan sekolah. Demikian juga para pelaku usaha yang memiliki program Corporate social responsibility (CSR) dan juga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) oleh BUMN ataupun program yang dijalankan oleh asosiasi seperti HIPMI dan juga KADIN.

Demikian juga dengan pemerintah yang membuat berbagai kebijakan yang bersentuhan dengan pengembangan entrepreneurship tersebut. Selain kebijakan, pemerintah juga bekerjasama dengan pelaku bisnis dalam pengembangannya. Akan tetapi, kenapa hasilnya belum optimal dalam menghasilkan entrepeneur yang memiliki bisnis yang terus tumbuh dan berkembang?

Belum optimalnya sinergisitas antara para akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah dalam menumbuhkembangkan entrepreneur di Jawa Barat ini perlu menjadi perhatian. Khususnya dalam melakukan pembinaan kepada para entreprepreneur muda ini. Khusus mengenai pembinaan, pengalaman di GIMB Foundation (Gerakan Indonesia Muda Berbisnis) memperlihatkan bagaimana konsep pembinaan menjadi sangat stratejik. Hal ini adalah kerjasama dengan Jabar Media Club, Bank BJB, HIPMI Jabar dan Kadin Jabar, Bandung TV, Harian Bisnis Bandung, kampus dan berbagai pihak lainnya.

Demikian juga dengan pengalaman dalam pembinaan para Bobotohnomic yang digerakkan oleh Radio Bobotoh FM dan QP Indonusa dalam membina entrepreneur tersebut menjadi key success factor untuk menumbuhkembangkan entreprepeneur tersebut.
Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan sinergisitas ABG tersebut. Para akademisi memiliki resources yang baik dalam memberikan pelatihan dan pembinaan para entrepreneur. Diantaranya adalah dosen yang kebanyakan saat ini adalah pelaku bisnis juga, materi dan metode pengajaran dan pembinaan.

Kemudian, para praktisi yang sudah berhasil dalam bisnis mereka. Dari aspek pendanaan, ada perbankan dan perusahaan dengan dana CSR atau PKBL mereka. Dari aspek pengalaman dan relasi, ada pelaku bisnis itu sendiri dan juga HIPMI dan KADIN. Dari aspek pemasaran, ada perusahaan yang bisa berperan sebagai buyer dan media cetak dan media elektronik yang bisa membantu mempromosikan produk para entrepreneur.

Adapun dari pemerintah, memiliki wewenang dalam pembuatan regulasi untuk mendorong terciptanya stabilitas politik, ekonomi dan berbagai peraturan yang berhubungan dengan perekonomian dan juga berbagai kemudahan, khususnya dalam pendirian usaha.
Bagaimana dengan Jawa Barat? Banyak perguruan tinggi di provinsi ini. Hampir semua memiliki program pengembangan entrepreneurship. Demikian juga SMK dan sederajat. Potensi ini perlu disinergikan dengan Business dan Government.

Apalagi perusahaan di provinsi ini. Perusahaan asing dan perusahaan domestik banyak di Jawa barat. Mereka memiliki program CSR dan PKBL bagi BUMN. Belum lagi perbankan milik BUMN dan Bank BJB serta bank swasta. Program-program mereka perlu diintegrasikan dalam hal pendanaan buat entrepreneur. Apalagi KADIN Jabar dan HIPMI Jabar yang memiliki potensi untuk berbagi dengan para entrepreneur muda. Dari sisi media, ada banyak media cetak dan media elektronik yang concern kepada pengembangan entrepreneurship.

Pengalaman dalam melakukan sinergi ABG tersebut di Kabupaten Garut sudah membuktikan bahwa para entrepreneur yang sukses dengan indikator bisnis yang terus tumbuh dan berkembang tersebut memang sangat efektif. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bank BJB dan Kadin Garut sebagai business, Pemerintah Garut sebagai Government dan Universitas Widyatama sebagai academician.

Setahun setelah pelatihan dilaksanakan, para entrepreneur sudah memiliki bisnis yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum mereka mendapatkan pelatihan dan pembinaan selama tiga bulan dan dilanjutkan dengan pemantauan kepada mereka.

Oleh karena itu, potensi dari akademisi, pebisnis serta pemerintah Jawa Barat serta Kabupaten/Kota perlu dioptimalkan sinergi nya untuk mendapatkan entrepreneur muda yang memiliki bisnis selalu tumbuh dan berkembang sehingga memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian Jawa Barat. .