Sekolah Entreprneur di Bandung

now browsing by tag

 
 

KONSUMEN MEMBELI PRODUK LAIN

belbiz

Loyalitas konsumen yang menjadi perhatian setiap entrepreneur agar sukses dalam bisnis adalah bagiamana konsumen itu membeli produk lain yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Loyalitas harus menjadi perhatian utama setiap entrepreneur untuk sukses. Dan salah satu konsep yang menjadi perhatian setiap entrpeeneur adalah bagiamana konsumen mau membeli produk lain yang dihasilkan oleh entrepreneur.

Bentuknya adalah  konsumen membeli produk lain. Hal ini penting untuk dipahami agar terjadi peningkatan penjualan dalam bisnis setiap entrepreneur. tidak perlu lagi melakukan promosi ke banyak orang karena pasti akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan adanya pembelian untuk produk lain oleh konsumen, maka, biaya promosi akan bisa diturunkan dan akan berdampak pada peningkatan profit.

Pembelian produk lain tersebut tentu harus memiliki persyaratan yang ketat dan salah satunya adalah kualitas produk yang menjadi kunci untuk pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Kualitas berhubungan dengan bagaimana kondisi produk yang diharapkan oleh setiap konsumen. Kesesuaian antara harapan dengan apa yang diterima oleh konsumen, akan membuat mereka cenderung merasakan bahwa produk tersebut memang berkualitas.

Ada beberapa indikator kualitas yang bisa dimanfaatkan oleh setiap entrepreneur yaitu endurance atau daya tahun dari produk tersebut, estetika atau keindahan dari produk tersebut, bahan baku produk tersebut dan juga bagaimana service yang diberikan oleh setiap entrepreneur kepada konsumen. Inilah beberapa hal yang perlu menjadi perhatian entrepreneur dalam memberikan produk yang berkualitas kepada konsumen.

Selanjutnya adalah bagiamana membangun hubungan baik dengan konsumen. Hubungan baik dibentuk dari aktivitas komunikasi yang dijalankan kepada konsumen. Mereka juga membutuhkan komunikasi verbal dan non verbal secara rutin sehingga apa yang mereka harapkan dan rasakan bisa menjadi sebuah dasar untuk melayani mereka. need, want dan demand dari masing-masing konsumen akan semakin bisa diketahui dengan baik.

Demikian juga dengan aspek bagaimana entrepreneur bisa lebih memberikan perhatian kepada konsumen. Care adalah konsep dasar yang harus dimiliki dan diberikan kepada konsumen sehingga mereka menjadi seseorang yang mendapatkan perhatian dari entrepneur. Hati mereka akan langsung didapatkan oleh setiap entrepenur dan tentu mereka akan percaya. Kepercayaan inilah yang menjadi dasar untuk membeli produk lain.

Disinilah pentingnya entrepreneur memahami bagaimana loyalitas itu bisa memberikan dampak kepada setiap konsumen dalan pembelian produk yang lain. Hal ini menjadi asset yang luar biasa bagi entrepreneur dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan yang semakin tinggi di dalam lingkungan bisnis.

Meriza Hendri

Ajak Karyawan untuk Memanfaatkan Pengetahuan Dalam Bisnis dan Bekerja

Bagi setiap manajemen perusahaan, harus mulai peduli bagi pengetahuan perusahaan. Corporate knowledge mange ment harus mulai dimanfaatkan. Corporate knowledge management itu akan menjadi keunggulan bersaing bagi perusahaan.

Saat ini, bagi setiap orang, keunggulan daripada knowledge management harus terus dimaksimalkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Salah satu knowledge management itu sendiri adalah dari aspek karyawan tersebut. Karyawan tersebut sebenarnya memiliki knowledge, skill dan attitude atau KSA dari setiap manajemen.

Dalam keseharian para karyawan, mereka memiliki kesempatan untuk terus belajar, belajar dan belajar. Belajar tersebut dilakukan selama bekerja di perusahaan. Ada juga mereka mendapatkan pengetahuan dari pelatihan juga.

Alangkah ruginya setiap perusahaan kalau tidak memanfaatkan pengetahuan para karyawan. Kenapa demiakan? Karena akan susah bagi perusahaan untuk bersaing bila tidak memanfaatkan pengetahuan karyawan tersebut. Hal ini perlu dipahami dengan baik.

Selama ini, seringkali hal ini kurang diperhatikan. Mulailah menggali potensi diri daripada setiap karyawan. Potensi dari aspek pengetahuan mereka dalam bekerja dan hubungannya dengan pekerjaan. Jadilah beliau akan mampu meningkatkan pengetahuan karyawan.

By : Meriza Hendri

Siapkan Karyawan yang Terbaik

Karyawan adalah aset utama bagi setiap bisnis saat ini. Aset yang tak ternilai dari aspek bagaimana perusahaan berupaya untuk mencapai value yang paling tinggi bagi perusahaan. Aset inilah yang menggerakkan perusahaan itu sendiri. Bagaimana perusahaan akan jalan kalau aset karyawan ini tidak bergerak.

Akan mati kegiatan perusahaan saat ini dan yang akan datang. Fatal bagi perusahaan bila mendapatkan hal ini. Fatal karena akan memberikan kematian bagi perusahaan kita. sia-sia kegiatan lainnya bagi perusahaan.

Apa yang perlu dipahami adalah bagaimana perusahaan mempersiapkan karyawan yang terbaik dalam perusahaan. Karyawan terbaik dalam menjalankan tugas perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan knowledge, skill dan attitude mereka.

Pola yang dijalankan selama ini adalah dengan menggunakan pelatihan dan pengembangan karyawan itu sendiri. Pelatihan yang diselenggarakan secara tutin akan mampu meningkatkan ksa tadi. Akan tetapi, hal ini saja tidak cukup.

Ada kondisi yang memungkinkan mereka untuk lebih baik dalam perusahaan. Yaitu coaching danmentoring dalam bekerja. Kegiatan ini memberikan makna yang sangat tinggi bagi karyawan. Kegiatan ini yang mereka butuhkan selama ini agar bisa memberikan peningkatan bagi diri mereka.

By : Meriza Hendri

Jamin Proses Bisnis Tidak Ada Trouble

Kenapa ada pernyataan seperti ini dalam bisnis? Pernyataan yang seringkali membuat orang kaget untuk menjadi sukses dalam bisnis mereka. Proses bisnis menjadi penting untuk dipahami seiring dengan berjalanannya bisnis kita itu sendiri. Jelas sekali itu mah….

Adanya jaminan tidak ada trouble dalam bisnis adalah sesuatu yang wajib. Wajib untuk tidak terjadi agar bisa memberikan value bagi perusahaan. Seringkali orang kurang memperhatikan aspek ini dalam konteks manajemen.

Dampaknya adalah perusahaan tidak akan bisa meningkatkan value dari sisipenurunan cost perusahaan. Akan beresiko bagi perusahaan atau bisnis yang dijalankan tersebut. Percuma kita meningkatkan total revenue, sementara cost sendiri bocor.

Bagi seorang entrepreneur, hal ini harus menjadi hitung-hitungan utama untuk meningkatkan value perusahaan. Hitung-hitungan dalam artian bahwa trouble tersebut harus tidak boleh terjadi. Biar nilai perusahaan dari sisi penuruan cost dapat dicapai.

Berbagai alat manajemen digunakan untuk mengurangkan ini. Salah satunya adalah six sigma. Adanya upaya memininmalkan resiko adalah upaya yang dijalankan oleh manajemen. Tidak ada toleransi untuk kesalahan dalam bisnis tersebut. Itulah intinya.

By : Meriza Hendri

Pasarkan Produk Kita dengan Baik

Kalau kita memiliki produk, kita harus tahu dan sadar bahwa produk itu tidak akan memasarkan dirinya sendiri. Kenapa demikian? Karena bisa jadii produk kita belum dikenal baik oleh pasar. Selain itu, belum memberikan value bagi konsumen.

Idealnya adalah bagaimana nantinya setiap produk itu juga bisa memasarkan diri mereka sendiri. Jadi, akan membantu program pemasaran perusahaan untuk produk tersebut. Hal ini penting untuk program pemasaran.

Dalam hal ini, perusahaan yang tidak atau belum memiliki produk yang bisa memasarkan sendiri, akan mengalami masalah. Masalahnya adalah relevan dengan bagaimana produk itu harus dipasarkan. Membutuhkan energi tambahan untuk memasarkankannya.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Pasarkan produk kita dengan baik. Baik disini adalah relevan dengan program pemasaran yang memiliki strategi yang tepat untuk pasar yang tepat. Ketepatan strategi dan program akan menentukan keberhasilan pemasaran produk tersebut.

Pemahaman akan strategi dan program pemasaran menjadi sangat pentingsekarang ini. Membuat program itu tidak gampang. Artinya, harus bisa efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya.

By : Meriza Hendri

Maximize Value Bisnis Kita

Dalam bahasan diskusi dengan beberapa teman kemaren, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran bagi bisnis yang saya jalankan. Itu penting sekali dalam bisnis itu sendiri. Apa itu? Masalah value bagi perusahaan itu sendiri.

Tepatnya adalah bagaimana setiap entrepreneur memaksimalkan value bagi bisnis mereka. Memaksimalkan value buat perusahaan, pemegang saham, karyawan sebagian bagian dari internal perusahaan. Hal ini menjadi sangat mendasar dalam berbisnis.

Apa yang perlu kita ambil pelajaran disini? Pertama, memang kita harus memahami bahwa dalam bisnis, kita itu create value buat para stakeholder. Adapun bagi pemilik perusahaan adalah create value for money. Tentu ada juga tujuan lainnya.

Kedua, kita melihat value itu apa? Value bagi pemegang saham atau pemilik perusahaan adalah laba atau profit, itu harus jelas. Laba itu tujuan pemegang saham.

Ketiga, value yang diharapkan itu adalah yang maksimal mereka bisa dapatkan dalam bisnis ini. Artinya, dengan inventasi yang mereka berikan, akan dapat berapa mereka dalam aktivitas bisnis tersebut.

Keempat, ingat rumus TP = TR – TC, yaitu total profit adalah selisih total revenue dengan total cost. Ini adalah point penting value yang bersifat tangible bagi seorang entrepreneur. Value yang intangible pun bisa didapat.

Kelima, memahami konsep dasar cara menaikkan atau memaksimalkan value tersebut. Caranya adalah mengelola TP dengan menggunakan konsep manajemen keuangan dan akuntansi. Meningkatkan TP dengan manajemen pemasaran, meminimalisirkan TC dengan manajemen operasi dan manajemen sumber daya manusia.

Keenam, terus mengamati perubahan lingkungan bisnis itu sendiri. Bisnis kita yang bertujuan maximize value itu tidak berada dalam lingkungan statis, tetapi dinamis, selalu berubah. Itu point nya. Dalam setiap perubahan, kita harus mampu meningkatkan peluang dan mengurangi dampak ancaman sembari meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan.

Ketujuh, mengevaluasi kinerja bisnis dan melakukan perbaikan. Itu harus dilakukan. Selamat beraktivitas dan sukses buat kita semua.

By : Meriza Hendri

Sensitif Lagi Dengan Lingkungan Bisnis Kita

Isu utama yang menjadi bahasan saat ini di negara kita adalah berhubungan dengan rencana kenaikan harga BBM. Harga BBM belum ditetapkan, akan tetapi, sudah menjadi bahasan utama bagi para pebisnis. Dan dampaknya yang begitu dahsyat, sangat dirasakan oleh masyarakat dan pebisnis.

Nah lho…. bagaimana dengan kita selaku entreprneur? Apa yang harus kita lakukan? Apakah bisa bermanfaat buat bisnis kita?

Secara konseptual, tentu akan ada pengaruhnya. Demikian juga dengan faktanya. Pengaruh kepada bisnis akan pasti ada. Tidak bisa dihindari dan dianggap tidak ada. Oleh karena itu, bagi setiap entrepreneur, harus bisa sensitif dengan perubahan lingkungan tersebut.

Sensitif ini relevan dengan strategi perusahaan. Manajemen strategi harus semakin dipahami untuk perbaikan dan kemajuan daripada perusahaan. Tidak bisa dihindari, perubahan lingkungan bisnis pasti terjadi.

Mari membiasakan diri untuk sensitif dalam melihat perubahan lingkungan. Sensitif untuk membuat keputusan terbaik. Sehingga tujuan perusahaan akan tetap bisa dicapai secara efektif dan efisien.

By : Meriza Hendri

Aturlah Keuangan Diri

Keberhasilan kita dalam mengelola keuangan sangat ditentukan oleh kita sendiri. Kenapa demikian? Banyak sekali yang saya temukan dalam kehidupan ini dan juga dalam kehidupan berbisnis. Semuanya relevan dengan permasalahan keuangan. Begitukah?

Benar sekali. Ada satu konsep yang saya temukan ketika bertemu dengan para entrepreneur juga dimanapun berada. Mereka akan selalu berhubungan dengan keuangan. Konsep utamanya adalah hubungan antara keuangan keluarga dan keuangan perusahaan atau bisnis.

Secara sederhana, pengelolaan keuangan tersebut tetap menggunakan konsep total profit = total revenue – total cost. Atau yang lebih dikenal dengan TP = TR – TC. Hal ini sangat relevan dengan pengelolaan keuangan keluarga dan bisnis.

Untuk itu, kita perlu memiliki pemahaman yang sama dan mendalam terhadap konsep ini. Implementasinya juga harus diperhatikan. Keberhasilan keuangan keluarga dan bisnis akan menjadi acuan pada perjalanan bisnis dan keluarga itu sendiri.

Perlu menjadi perhatian utama setiap entrepreneur saat ini untuk menjadi sukses dalam bisnis dan kehidupan keluarga mereka.

By : Meriza Hendri

Berikan Manajemen Juga Kepada Bawahan

Manajemen adalah kata kunci dalam menjalankan bisnis untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Penggunaan manajemen ini akan sangat relevan dengan bagaimana membuat perusahaan tersebut menjadi lebi baik dan teratur dalam menjalankan bisnisnya. Seringkali orang tidak peduli dengan manajemen. Akan tetapi, inilah kata kuncinya.

Manajemen tidak hanya menjadi domain daripada atasan perusahaan. Artinya, tanggung jawab manajemen itu ada juga di tangan karyawan. Manajemen di tangan karyawan akan membantu pencapaian tujuan perusahaan dengan baik.

Kesalahan yang seringkali saya temukan dalam perusahaan adalah manajemen yang ada dikaryawan belum optimal. Kemampuan manajerial mereka sangat terbatas. Meskipun mereka berada dalam posisi yang berbeda. Artinya di leval manajemen bawah.

Pembelajaran manajerial ini perlu diberikan secara lebih baik. Proses manajerial dari planning, organizing, actuating dan controlling harus dipahami dan dijalani oleh mereka. tidak boleh hanya sebatas bagian saja.

Selain pembelajaran, mereka juga dilihatkan dalam perbaikan terus menerus dalam kemampuan manajerial tersebut. Penting untuk dipahami, manajemen bukan saja teori, akan tetapi seni dalam mengelola perusahaan.

By : Meriza Hendri

Coaching Start Up Bersama Teh Chris Nabata Fashion 19 Juni 2013

Teh Chris Nabata Fashion Dalam Coaching Start Up Rabu 19 Juni 2013

Coaching Start Up kali ini, giliran Teh Chris yang menjadi pemateri untuk peserta coaching. Ibu rumah tangga yang sangat ceria ini memulai materinya dengan bercerita dari awal beliau sebelum memulai usaha, sampai sekarang beliau menikah dan memiliki anak serta mempunyai usahanya sendiri. “kalau ada istilah apa adanya, saya bisa dibilang ada apanya” itulah ucapan pembuka dari ibu muda yang satu ini.

Merasa tidak cocok dengan profesi perkuliahannya, yang kebetulan pada waktu itu beliau memilih jurusan hukum, yang mengharuskan pembelaan terhadap siapapun, kaku, keras, itu sangat “bukan Teh Chriz”, begitu jelasnya. Beliau lebih senang hal yang berhubungan dengan Entertainer.

Menjadi Announcer lah pilihannya pada saat itu setelah beres kuliah, menjadi host di acara tv nasional, semua dijalani. Teh Chriz menikah lalu setelah melahirkan ia merencanakan full asi ekslusif untuk anaknya, sehingga timbul masalah, bagaimana akan memberikan asi ekslusif tetapi disisi lain pekerjaan sebagai announcer tidak bisa ditinggalkan.

Nah… darisitulah beliau memiliki ide untuk mencari baju menyusui, namun, pada saat itu baju menyusui masih sangat mahal, dan darisinilah Teh Chriz mendapat inspirasi untuk membuat usahanya sendiri, lahirlah “Momimi”, baju menyusui yang jauh lebih murah di bandingkan brand yang waktu itu ada dan tentunya dengan kualitas yang bersaing.

Darisana bisnis mulai berjalan, permintaan terus berdatangan. Pada awalnya Teh Chriz meminjam pegawai ibunya, tapi seiring perkembangan bisnis, pegawai Ibu tidak menyanggupi mengerjakan pesanan Teh Chriz. Bisnis terus berjalan hingga sekarang Teh Chriz bersama teman-temannya membuka toko busana muslim di BIP.

Nabata Fashion namanya, brand yang diciptakan Teh Chriz sekarang , berbagai jenis jilbab, baju menyusui Momimi dan baju muslimah lainnya, yang special di desain oleh Teh Chriz sendiri.

Acara coaching start up ini berlangsung pada hari Rabu, 19 Juni 2013 di Komplek Grand Surapaticore Blok F 10 Lantai 2. Acara ini rutin dilakukan setiap minggunya. Dan peserta yang mengikuti coaching start up bersama Teh Chris ada Ardi, Haris, Ferry K, Neng Kartika, Vita, Rido, Rizha, dll.