Sekolah Entreprneur di Bandung

now browsing by tag

 
 

Kapan dan Bagaimana Mengawali Bisnis.

Semalam, saya mendapatkan sms dari salah seorang karyawan perusahaan. Seorang karyawan yang menurut saya sangat memberikan inspirasi bagi para teman-teman mereka. Pertanyaan beliau sangat sederhana. Bagaimana memulai usaha dan kapan sebaiknya.

Hal ini membuat saya sangat terkejut mendapat sms tersebut. Saya tidak menduga begitu menyentuhnya materi yang saya berikan kepada mereka untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Salah satunya adalah berbisnis bagi keluarga beliau.

Saya senang sekali mendapat pertanyaan ini. Untuk menjawabnya, saya mencoba mendekatinya dari aspek psikologi seorang suami dan karyawan. Sebagai seorang suami, beliau harus menyadari bahwa mencari uang keluarga bukanlah tugas utama seorang istri. Akan tetapi, tugas seorang suami. Akan tetapi, tetap dalam membantu suami.

Adapun dari aspek istri, mulailah dari hal yang disenangi oleh istri tersebut. Bisnis yang dijalankan harus dari sesuatu yang beliau senangi dan bisa. Hal ini penting mengingat passion adalah awal untuk kesuksesan bisnis. Selanjutnya, harus belajar tentang bisnis dan manajemen, meskipun secara sederhana.

Selanjutnya adalah mulailah bisnis dari skala kecil. Artinya, dengan modal kecilpun dijalani bisnis tersebut. Jangan investasi dalam jumlah besar terlebih dahulu karena akan berdampak fatal bagi keluarga nantinya.

Terakhir, kerjasama dengan istri dalam menjalankan bisnis tersebut. Kerjasama menjadi sangat penting karena tidak mungkin istri bekerja sendiri.

By : Meriza Hendri

Hidup Bersama dengan Para Entrepreneurs

Dalam keseharian saya, mendapatkan kesempatan untuk hidup dengan para entrepreneur adalah sesuatu yang sangat bahagia. Kesempatan yang sangat penting bagi proses hidup ini. Saya banyak menemukan manfaat dalam kehidupan ini. Manfaat yang tak ternilai.

Dalam usia yang 37 ini, pelajaran hidup itu tidak ada batasnya. Pelajaran yang tidak dapat dikelas. Akan tetapi dari permasalahan dan kesukesan entrepreneur dalam menjalankan kegiatan bisnis mereka. Bahkan pelajaran tersebut lebih dahsyat dari pada pelajaran dikelas ataupun dari buku pelajaran sekalipun.

Pelajaran hidup ini harus bisa memberikan manfaat kepada banyak orang. Pelajaran untuk para entrepreneur juga nantinya. Mereka pasti akan menghadapi masalah yang sama setiap saat untuk mewujudkan bisnis mereka.

Salah satunya adalah bagaimana menjadi seorang coach dan mentor bagi para entrepreneur. Coaching dan mentoring sangat berpengaruh terhadap keberhasilan para entrepreneur itu sendiri. Tidak bisa hanya sebatas pelatihan saja. Pelatihan yang mungkin dilaksanakan selama dua atau tiga hari. Setelah itu, tidak ada kelanjutannya.

Menjadi coach dan mentor bagi mereka sangat berharga bagi kehidupan saya. Pengetahuan dan pengalaman dalam bisnis bisa menjadi message bagi saya untuk membantu mereka. Membantu menumbuh kembangkan bisnis mereka saat ini dan yang akan datang.

By : Meriza Hendri

Biaya dari Setiap Keputusan

Tadi pagi, saya melihat di televisi kondisi ekonomi dalam konteks harga barang sudah “menggila”. Menggila dalam artian kenaikan yang tidak masuk logika. Padahal, kenaikan bbm saja belum pasti. Masih menunggu keputusan pemerintah.

Inilah pelajaran berharga buat kita. Keputusan yang tidak jelas, tidak tegas, lambat. Pemerintah dalam hal ini mentri esdm enak saja bilang keputusan naiknya butuh prosedur. Dia lupa, pasar merespon lain. Harga sudah naik duluan.

Dari kejadian ini, kita harus belajar. Belajar membuat keputusan yang efektif dan efisien. Pertama, kita buat keputusan bisnis itu dengan cepat. Dimensi waktu harus diperhitungkan. Dalam manajemen stratejik, speed dalam keputusan bisa menjadi keunggulan bersaing.

Kedua, keputusan tersebut harus logis. Artinya, tidak semata-mata emosi. Dalam hal ini juga, harus mempertimbangkan benefit dibandingkan cost.

Ketiga, karena keputusan itu berhubungan dengan banyak pihak, matangkan dulu. Jangan coba-coba. Beda dengan yang pertama, disini proses menjelang keputusan, tetapi yang pertama, itu kecepatan memutuskan.

Keempat, berempatilah pada yang kena dampak atas keputusan. Misal karyawan kita. Mereka adalah pihak yang kena dampak atas setiap keputusan tersebut.

Kelima, komunikasikan keputusan dengan baik kepada mereka. Komunikasi ini penting untuk membangun kesamaan pengertian kepada mereka. Keenam, jalankan keputusan bersama-sama, tidak ada pengecualian pada pihak yang terkena dampak atas keputusan tersebut.

Ketujuh, evaluasi setiap keputusan untuk pencapaian tujuan dari setiap keputusan tersebut. Evaluasi menjadi sangat penting untuk diambil tindakan perbaikan.

Oleh karena itu, marilah kita buat setiap keputusan itu dengan baik, cepat dan tepat. Bagi saya, tugas setiap entrepreneur itu adalah buat keputusan, fokus pada tugas utama ini agar bisnis terus tumbuh dan berkembang. Selamat berbisnis hari ini.

By : Meriza Hendri

Manajamen dan Bisnis

Sore ini, saya ditanya oleh seorang entrepreneur. Pertanyaannya tentang bagaimana bisnis yang dijalankan istri beliau. Sudah dikasih dana, tapi masih aja ngga untung. Capek deh. Itulah faktanya.

Beliau sampai stress juga. Sudah banyak uang keluar. Tetapi belum menghasilkan. Padahal sudah ganti bisnis beberapa kali. Nah lho…

Hal ini pernah juga saya temui. Masalah percentage of success dalam bisnis. Tingkat keberhasilan dalam bisnis beliau. Bahkan masih rendah.

Permasalahan ini seringkali disebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya adalah manajemen. Orang menjalankan bisnis, tetapi tidak ada dasar manajemen.

Menajamen diperlukan untuk bisnis. Pengelolaan sebagai inti dari bisnis, adalah dasar manajemen.

Oleh karena itu, manajemen perlu diajarkan kepada istri teman itu.

By : Meriza Hendri

Bisnis Sambil Kerja…Mulai dari Mana?

Kemaren sore, di mobil saya ditanya sama teman saya. Sambil nyetir mobil,, beliau nanya, kalo orang sambil kerja, tapi mau bisnis, baiknya mulai darimana? Lalu bagaimana?

Sebagai seorang pekerja, memang tidak bisa kita hilangkan status ini. Tapi, harus disadari juga, kita masih punya waktu lebih. Jangan sia-siakan agar bermanfaat. Nah lho…

Untuk teman tadi, perlu memulai bisnis yang diawali dari hobi. Dari yang senang. Karena dari situ muncul kreativitas. Selain itu juga inovasi. Yang akan relevan dengan bisnisnya.

Hobi akan membantu buat bisnisnya maju. Cuma, hal ini harus ditambah ilmu bisnis dan manajemen, agar hobi bisa jadi uang. Benarkah?

Betul sekali. Jadi, mulailah dari hobi dulu. Hobi ini juga akan membuat bisnis lebih terarah. Lebih baik. Dan intinya, tidak buat orang tertekan.

Kapan? Mulai saat ini juga. Jangan ditunda-tunda. Semakin cepat, makin baik. Itu intinya. Lalu, jangan pake modal besar, mulailah yang kecil. Yang penting, pembelajarannya. Itu dulu ya.

By : Meriza Hendri

Belajar dari Jokowi

Nama bapak yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Seorang kepala daerah yang “keluar” dari pakem kepemimpinan di negara ini. Kepemimpinan yang sangat dibutuhkan rakyat Indonesia.

Apa yang didapat dari beliau? Kok begitu berkesannya kepada seorang Jokowi? Memang iya, kesan yang mendalam. Kesan yang tak terlupakan. Baik bagi saya maupun teman-teman lainnya.

Salahsatunya adalah tadi pagi. Saya melihat di stasiun televisi. Ada film tentang beliau. Film yang mengangkat kisah Jokowi. Beneran?

Memang iya. Meskipun sudah ada sitkom nya, tetapi film ini terasa berbeda. Bedanya dari aspek pesannya. Apa itu? Apa maknanya?

Dalam film itu disebutkan, kalau terlahir miskin itu tidak salah, akan tetapi, kalau mati miskin, itu baru salah. Nah lho… Kok bisa? Apa artinya?

Dalam tayangan singkat tersebut. Digambarkan bagaimana kehidupan Jokowi muda yang miskin, lahir dari keluarga miskin. Tetapi, dia tidak menyesal.

Beliau berjuang merubah nasib. Dengan bekerja keras. Jadilah seperti ini. Kerja keras dalam menggapai impiannya.

By : Meriza Hendri

Kesalahan

Konsep ini selalu berhubungan dengan apa yang kita lakukan. Baik dari aspek kehidupan pribadi, maupun bisnis. Tidak akan lepas dari sana. Kenapa demikian? Kok harus ada konsep ini.

Kesalahan secara sederhana dapat kita artikan ketidak sesuaian antara yang seharusnya dengan yang terjadi. Penting untuk memaknainya dengan baik. Beneran?

Apa penyebabnya? Bagi saya, itu disebabkan oleh lingkungan bisnis, bagi konsep bisnis yang selalu berubah. Apa pelajaran yang bisa kita ambil?

Pertama, menyadari bahwa hukum alam segala sesuatu itu akan ada kesenjangan. Itulah kesalahan. Kesalahan yang terjadi, tetapi, bukan berarti tidak bisa di hindari.

Kedua, kesalahan ini relevan dengan perubahan lingkungan. Yang seringkali sesuatu itu tidak bisa dianggap ceteris paribus. Ketiga, menyelami penyebab dari kesalahan tersebut. Faktor-faktor penyebab ini akan menjadi pertimbangan untuk melangkah selanjutnya.

Keempat, berhenti sebentar. Untuk menganalisis kesalahan dan dampaknya. Berhenti ini penting agar bisa memahami dan memaknai kesalahan tersebut.

Kelima, berkomitmen untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Komitmen ini penting buat kita agar tidak terulang lagi. Inilah kata kuncinya.

Keenam, melakukan perbaikan atas kesalahan yang sudah diperbuat. Perbaikan atas dampak dari kesalahan.

Ketujuh, selalu berhati-hati agar jangan tidak terjebak dalam kesalahan lagi. Memang iya, hati-hati atau prudent dalam menjalankan bisnis itu wajib hukumnya, biar tujuan bisnis tercapai. Selamat beraktivitas dan sukses buat kita semua… Bismillahirrahmanirrahim.

By : Meriza Hendri

Pencapaian Prestasi Anak Binaan GIMB

King Of D’JAPA

King of D’JAPA dibulan ini, sedang banyak diberi kesempatan untuk bisa terus menunjukan prestasinya. Setelah bulan april 2013 yang lalu menjadi 8 besar se-Indonesia pada kompetisi bisnis 2 tahunan yang terkenal dengan nama IEC 2013 yang diadakan oleh ITB dan USA Embassy ( ITB Entrepreneur Challenge 2013).

Setelah itu, masih ditahun yang sama, tepatnya dibulan mei, menjadi finalis Bakrie Bisnis Kompetisi 2013 di Jakarta dan juga sebagai Finalis Icon Bisnis Startup Markplus.inc Bandung Jawa Barat majalah marketing bisnis The Marketeers.

Salah satu pencapaian kami tahun ini, memang mendapatkan sebanyak-banyaknya pengakuan juga penghargaan Indonesia untuk usaha yang sudah kami rintis sejak 1 Oktober 2011 ini. Sampai saat ini, media televisi juga radio dan percetakan ikut membantu kami dalam mensosialisasikan jasa kebersihan yang mempunyai banyak sekali keunikan dalam cara memasarkan juga perbedaan produknya salah satunya.

Liputan khusus program TV I Channel Bandung “Yang Muda Yang Bisa Segalanya”, O Channel Jakarta di Program Icon Kewirausahaan Bandung, Bingkai Berita Trans TV, Radioshow TV One, Majalah Ide Bisnis Indonesia, The Marketeers Magazine, Majalah Wirausaha juga di radio-radio yaitu Oz Radio Bandung, RRI Pro 2 FM Bandung, Auto Radio Bandung, dan Forum Radio Komunitas Bandung.

Kami berharap dengan pencapaian dan pengakuan secara Nasional bisnis kami, sekaligus bisa membuat branding baik bagi calon calon mitra kami yang bekerjasama dengan memanfaatkan Bisnis Oppurtunity King Of D’JAPA Laundry & Personal Cleaning Service yang bisa ditemui di Kantor Pusat di daerah selatan kota Bandung tepatnya di Jalan H.I Kurdi 1 No. 12 Mohammad Toha dan di daerah Bandung Utara yang berada di Komplek KPAD Jalan Topografi No. 253B Geger Kalong.

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai kerjasama di 022-61044881 atau 082120504850 atau juga bisa add PIN kami di 2292D7Df.

I Love Business #17 Bersama Kang Herdi Bandung TV “Optimalisasi Melalui Media”

I Love Business 17 Bersama Kang Herdi Prosuser Bandung TV

Suasana yang sangat berbeda sangat terlihat jelas di I Love Business #17 kali ini. Kenapa ? Karena tempat dan waktu pelaksanaan I Love Business GIMB berubah. Berubah disini artinya adalah, I Love Business yang sebelumnya biasa diselenggarakan di D’Preneur Caffe atau yang sekarang sudah berubah menjadi Dapur Iga, sekarang berpindah tempat ke UrsDD ( Antropology Fashion Outlet ) di Jalan Dago No. 152, dan waktu pelaksanaan I Love Business yang biasanya dimulai jam 18.00 kini hadir lebih awal menjadi jam 16.00.

Setelah sebelumnya I Love Business bersama Surya Kresnanda sang pakar Personal Mastery, kini giliran Herdi sebagai Produser Bandung TV sekaligus ketua Persatuan Wartawan Multimedia, DPD Provinsi Jawa Barat 2008-2013, dan Dosen Kewirausahaan di Kampus STDI yang menjadi pembicara dalam acara I Love Business #17.

Tema yang diusung oleh kang Herdi adalah Optimalisasi Melalui Media. Dalam bahasannya, dari awal sampai akhir beliau menjelaskan secara terperinci mengenai media. Mulai dari berbagai macam bentuk media sampai dengan media yang paling efektif menurut penelitian orang jerman kang Herdi jelaskan secara jelas dan detail. “Apa media yang paling efektif itu ? menurut penelitian orang Jerman Media Lisan lah yang paling efektif untuk dipergunakan.” begitu kata Kang Herdi.

Selain menjelaskan mengenai media lisan, Kang Herdi juga menjelaskan mengenai media pemasaran. Apa itu pemasaran ? Pemasaran adalah segala sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan informasi siapa pelanggan anda dan apa yang pelanggan anda butuhkan dan inginkan.

Untuk mengoptimalisasikan media pemasaran ini, harus dimulai dari hal yang paling kecil. Misalnya dalam pemilihan logo atau lambang untuk produk yang kita pasarkan. Dari hal yang sekecil ini akan berpengaruh besar terhadap perusaan yang kita kelola nantinya.

I Love Business adalah salah satu program rutin yang diselenggarakan oleh GIMB Foundation setiap Senin, pukul 16.00 – 18.00 WIB di UGD (Antropology Fashion Outlet). Program ini dirancang untuk memberikan sharing pengetahuan, keterampilan dan attitude bagi para pengusaha muda dalam rangka menciptakan a knowledge based entrepreneur atau pengusaha yang berbasis pengetahuan.

Banyak entrepreneur yang sudah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam acara ini yaitu Anne Ahira, Wiwied C59, Perry Tristianto, A Deda MQ Group, Axl Maicih, Jody Bober & J&C Cookies, Aman Kaos Kaki Soka, Abu Marlo, Agustina Restaurateur, Donie Pangestu, Anita Hairunnisa, Mr.Q STEC, Afnil Exportir, Surya Kresnanda dan lain-lain.
Acara ini gratis dan terbuka untuk umum dan bagi Anda yang berminat untuk mengikutinya, silahkan datang ke UrsGD ( Antropology Fashion Outlet ) atau mendaftar ke GIMB Foundation. Adapun GIMB Foundation adalah yayasan yang bertujuan untuk menciptakan a knowledge based young entrepreneur melalui berbagai program yang menarik yaitu GIMB Entrepreneur School, GIMB Coaching setiap Rabu dan Jumat, Field Trip ke perusahaan dan juga acara pameran dan buka stand di Car Free Day.
Untuk membantu pemasaran bisnis teman-teman, juga dibantu lewat website GIMB Foundation yaitu www.gimbfoundation.org, media cetak/koran dan majalah bisnis, radio dan televisi.
Dengan visi To Be The Most Trusted Foundation To Create A Successful Knowledge Based Entrepreneur, kami mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi dalam berbagai program ini. GIMB Foundation beralamat di Komplek Grand Surapati Core, Blok F10 Lantai 2, Jl PHH Mustofa 39 Bandung, Telp 022-61333669.

Memahami Perubahan Lingkungan

Hari kemarin, kita disibukkan melihat demonstrasi diberbagai titik di Kota Bandung. Demonstrasi yang menentang kenaikan bahan bakar minyak atau yang lebih dikenal dengan BBM. Macet dimana-mana, itulah kenyataannya.

Meskipun demikian, jam 10 an malam, akhirnya keputusan untuk menaikkan bbm itu terjadi. Rapat paripurna DPR, yang terkesan serius, tetapi sambil ketawa-ketawa menhasilkan keputusan. Menyetujui rancangan undang-undang apbn perubahan. Disitu termasuk ijin kenaikan bbm.

Nah lho, bagaimana dengan kita? Apa pengaruhnya? Memang tanggal keputusan naiknya belum ditetapkan. Akan tetapi, kenaikan itu akan terjadi. Apa yang harus kita lakukan?

Pertama, semakin meyakini bahwa perubahan lingkungan bisnis itu adalah sesuatu yang pasti. Tidak bisa dipungkiri. Dampaknya bagi perusahaan.

Kedua, yakin dalam perubahan tersebut ada peluang. Kenapa demikian? Itu adalah prinsip setiap entrepreneur.

Ketiga, meminimalisir resiko dari kenaikan bbm itu sendiri. Nah lho… Bagaimana caranya? hubungannya adalah bagaimana setiap keputusan bisnis itu harus mengacu pada dampak resiko kenaikan bbm itu sendiri.

Keempat, melakukan analisis pada lingkungan bisnis kita, baik lingkungan bisnis internal maupun eksternal yang relevan dengan bisnis kita tersebut.

Kelima, melakukan redefinisi pada strategi bisnis. Dalam konteks ini, strategi harus berdasarkan bagaimana optimalisasi nilai perusahaan.

Keenam, menjalankan program keuangan, pemasaran, operasi dan sdm secara efektif dan efisien. Terakhir, melakukan evaluasi dan kontrol serta perbaikan atas setiap kegiatan bisnis untuk meminimalisir dampak negatif dari kenaikan bbm ini.

Selamat bekerja dan tetap optimis bagi bisnis kita.

By : Meriza Hendri