UUD (Ujung Ujungnya Duit)

UUDHa? Kok UUD sih pak? Kita kan tidak sedang belajar tata negara? Itulah pernyataan dari siswa dan binaan GIMB kemaren. Aneh saja nih pak meriza nih, sambil mereka ketawa kepada saya.
.
Wajar saja mereka berkata seperti itu dan saya ngga marah kok. Persepsi orang akan sampai kesana. Akan tetapi, konteks yang ingin saya share adalah berhubungan dengan bisnis. Bisnis yang erat hubungannya dengan entrepreneur.
.
UUD yang saya maksud adalah ujung-ujung nya duit dalam bisnis. Pernyataan ini saya fokuskan karena seringkali entrepeneur yang saya temui tidak fokus dengan konsep UUD ini. Padahal, ketika sudah bilang bisnis, itu adalah tujuan utamanya berupa profit. Memang ada tujuan lain yaitu people dan planet, tetapi, profit adalah utamanya.
.
Lalu, apa relevansinya dengan tulisan pagi ini. Sambil nunggu di parkiran, saya berfikir, entrepreneur kudu bisa mengelola keuangan dan tools nya adalah budgeting dan akuntansi dalam bentuk laporan keuangan.
.
Budgeting penting untuk mengawali bisnis agar kita bisa menerjemahkan konsep TP = TR – TC. Total profit itu adalah selisih total revenue dengan total cost. Budgeting inilah yang akan bisa menggambarkan bisnis tersebut.
.
Lalu, pada akhirnya, dalam implementasi, harus bisa melakukan akuntansi berupa pencatatan, pengolahan, analisis dan laporan keuangan. Inilah yang harus dipahami dan dijalankan.
.
Jadi, tidak ada lagi bilang ngga suka atau ngga ngerti budgeting dan akuntansi. Keduanya adalah tools dalam menerjemahkan UUD tadi. Mari belajar akuntansi dan budgeting…itu dulu ya, mau jalan lagi..sukses buat kita hari ini .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.